Anda di halaman 1dari 33

REFLEKSI 1

PRE EKLAMPSIA BERAT


OLEH: PUTU ARIMARTA IRIANTA HEROS
PEMBIMBING: DR. A. A. GEDE RAKA BUDAYASA, SP. OG(K)
PREVIEW
PEMAHAMAN ANALISIS KASUS
STATUS PASIEN EPIDEMIOLOGI
KASUS DIAGNOSA PEB

KESIMPULAN
ACTION PLAN - SISI POSITIF
- SISI NEGATIF
STATUS PASIEN
o Identitas Pasien
Nama : Ni Komang Sukiasih
No. CM : 612712
Umur : 37 tahun
Agama : Hindu
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Br. Tegah, Tampaksiring
MRS : 12 Mei2018
Sumber Data : Pasien
Rujukan :-
ANAMNESIS
• Keluhan utama:
Pasien datang dengan keluhan tekanan darah tinggi 190/120 mmHg (12/05/2018).

• Riwayat keluhan:
Pasien datang dengan keluhan tekanan darah tinggi 190/120 pada tanggal 12 Mei 2018
pukul 01.00 WITA. Pasien mengetahui tekanan darah saat kontrol ke bidan sejak kemarin
(10/05/2018). Pasien juga mengeluhkan nyeri ulu hati (+), nyeri kepala (+), pandangan
kabur (-) dan keluar air pervaginam (-).
Riwayat menstruasi HPHT : 25/8/2017
TP : 1/6/2018
Riwayat perkawinan Menikah
Riwayat Obstetri 1. laki-laki  2009  preterm 
PSPTB  2300 gram  Nakes
2. Hamil ini
Riwayat ANC 3x Bidan
Riwayat Kontrasepsi KB suntik 3 bulan
Pemeriksaan Fisik
• Status Present • Status General

Berat badan : 57 kg Mata:


Tingi badan : 157 cm anemis -/- , icterus -/-
IMT : 23.17 kg/m2 Thoraks:
Tekanan darah : 190/130 mmHg Cor S1 S2 tunggal regular murmur (-)
Frekuensi nadi : 86 x/menit Pulmo vesikuler +/+ , rhonki -/- , wheezing -
Frekuensi nafas : 20 x/menit /-
Suhu aksila : 36,5ºC
Pemeriksaan Penunjang
• Pemeriksaan darah lengkap (12/05/2018)

Parameter Hasil Unit Nilai Normal Ket


WBC 10,4 103/μL 4.0-10.0 H
HCT 34,8 % 37 – 54 L
HGB 11,8 g/dL 11 – 16 N
MCV 94,8 fL 82 – 95 N
MCH 32,2 pg 27 – 31 N
MCHC 33,9 g/dl 32-36 N
PLT 55 103/μL 150 – 440 L
• Urinalisis (12/05/2018)

Parameter Hasil Unit Nilai Normal Ket

Warna Kuning Kuning N

pH 6,0 6.0-6.5 N

Glukosa Negatif Negatif N

Protein +2 Negatif H

Leukosit 5-10 Sel/LPB 0-5 H

Bilirubin Negatif Negatif N

Keton Negatif Negatif N


• Kimia Darah

Parameter Hasil Unit Nilai Normal Ket

GDS 73 mg/dl 80-120 mg/dl L

Creatinin 0.6 mg/dl 0.5-1 N

SGOT 28 U/L <31 N

SGPT 14 U/L <31 N

Protein Total 6.38 g/dl 6.6-8.8 L

Albumin 3.4 g/dl 3.5-5.2 L

LDH 495 U/L <480 H


RESUME
Pasien datang ke RSUD sanjiwani dengan keluhan tekanan darah tinggi. Pasien mengetahui saat
melakukan kontrol ke bidan sejak tanggal (10/05/2018). Saat melakukan control ke bidan
dikatakan bahwa tekanan darah pasien tinggi (180/120 mmHg). Pasien juga mengeluhkan nyeri
pada uluh hati, sakit kepala. Nyeri perut hilang timbul, pandangan kabur dan keluar air
pervaginam disangkal. Anak pertama pasien laki-laki lahir pada tahun 2009  prematur  BBL
2300. Dari pemeriksaan fisik didapatkan status present BB: 57 kg, TB: 157 cm, IMT: 23.17
kg/m2, TD: 190/130 mmHg, HR: 86x/menit, Txa: 36.5°c, RR: 20x/menit. Status obstetri abdomen
HIS (-) dan DJJ: 146x/menit, pemeriksaan vagina ditemukan PØ 1cm dan effacement 25%.
Diagnosis

G2P0101 37 minggu 1 hari T/H Preeklampsia Berat dengan


Impending eklampsia, TBJ: 2790
Penatalaksanaan
Stabilisasi

MgSO4 40% 4 gr + 10cc aquabides  bolus habis dalam 10-15


menit

IVFD RL 500 cc + MgSO4 40% 6 gr 28 tetes /menit  24 jam

Nifedipin 3 x 10 mg  MAP ≥ 125 mmHg

Terminasi Kehamilan
PRE EKLAMPSIA BERAT
KOMPETENSI
Kompetensi 3B: Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi pendahuluan
pada keadaan gawat darurat demi menyelamatkan nyawa atau mencegah keparahan dan/atau kecacatan
pada pasien. Lulusan dokter mampu menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien
selanjutnya.

Alasan saya mengambil topik PEB dikarenakan kematian ibu di Indonesia masih didominasi oleh tiga
penyebab utama kematian yaitu perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, dan infeksi. Lebih dari 25%
kematian ibu di Indonesia pada tahun 2013 disebabkan oleh hipertensi dalam kehamilan.

• Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012


• Profil kesehehatan Indonesia 2014
Definisi
Pre-eklampsia adalah merupakan hipertensi pada kehamilan dengan usia
kehamilan diatas 20 minggu yang ditandai dengan hipertensi (sistolik
>140mmHg dan diastolic >90 mmHg) dan proteinuria.

Preeklampsia Berat
Pre-eklampsia yang ditandai oleh hipertensi berat sistolik > 160 mmHg atau
diastolik > 110 mmHg), dan proteinuria, atau tanda dan gejala kerusakan organ
target

Hypertensive in Pregnancy. 2013. The American Collage of Obstetricians and Gynecologist. 3-14
Callahan, T. and Caughey, A.B., 2013. Blueprints obstetrics and gynecology (Vol. 6). Lippincott Williams & Wilkins. Pp. 113-115
Epidemiologi
AKI di Indonesia masih merupakan salah satu yang tertinggi di
Asia Tenggara. Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan
Indonesia (SDKI) tahun 2012, AKI di Indonesia sebesar 359
per 100.000 kelahiran hidup 1

Tiga penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan (30%),


hipertensi dalam kehamilan (25%), dan infeksi (12%)
2

Insiden preeklampsia di Indonesia sendiri adalah


128.273/tahun atau sekitar 5,3%
1

1. Kementerian Kesehatan, R.I., 2014. Profil kesehatan Indonesia tahun 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
2. Say, L., Chou, D., Gemmill, A., Tunçalp, Ö., Moller, A.B., Daniels, J., Gülmezoglu, A.M., Temmerman, M. and Alkema, L., 2014. Global
causes of maternal death: a WHO systematic analysis. The Lancet Global Health, 2(6), pp.e323-e333.
Diagnosis
• Anamnesis
• Pemeriksaan fisik:
- Pemeriksaan fisik umum
- Pemeriksaan fisik khusus
• Pemeriksaan penunjang
- LAB: DL, UL, BUN/SC, SGOT/SGPT, LDH, lipid profil
- USG dan NST

Diagnosis, Evaluation, and Management of the Hypertensive Disorders of Pregnancy: Executive Summary. SOGC Clinical Practice Guideline. Pp. 419-420
Kriteria Diagnosis Preeklampsia Berat
Hipertensi :Tekanan darah sekurang-kurangnya 160 mmHg sistolik atau 110 mmHg diastolik
pada dua kali pemeriksaan berjarak 15 menit menggunakan lengan yang sama
Protein urin :Protein urin melebihi 300 mg dalam 24 jam atau tes urin dipstik ≥ +1
Jika tidak didapatkan protein urin, hipertensi dapat diikuti oleh salah satu dibawah ini:

Trombositopeni :Trombosit < 100.000 / mikroliter


Gangguan ginjal :Kreatinin serum diatas 1,1 mg/dL atau didapatkan peningkatan kadar kreatinin
serum dari sebelumnya pada kondisi dimana tidak ada kelainan ginjal lainnya
Gangguan Liver :Peningkatan konsentrasi transaminase 2 kali normal dan atau adanya nyeri di
daerah epigastrik/regio kanan atas abdomen
Edema Paru
Gejala Neurologis: nyeri kepala, gangguan visus

Hypertensive in Pregnancy. 2013. The American Collage of Obstetricians and Gynecologist. 3-14
Preeklampsia dengan Impending
eklampsia
Kriteria impending eklampsia

Preeklampsi berat disertai dengan keluhan subjektif:


1. Nyeri kepala berat
2. Penglihatan kabur
3. Photofobia
4. Nyeri epigastrium

Management of Eclampsia. 2014. Sri Lanka Journal of Obstetrics and Gynaecology. Pp. 53-55
Eklampsia
Eklampsia adalah kejang yang terjadi selama kehamilan atau pascapersalinan pada pasien
dengan gambaran preeklampsia disertai penurunan kesadaran dan tidak dibuktikan
penyebab lain

Tanda dan gejala:


• Tanda preeklampsi berat
• Kejang
• Penurunan kesadaran

Management of Eclampsia. 2014. Sri Lanka Journal of Obstetrics and Gynaecology. Pp. 53-55
Diagnosis
Teori Kasus
Severe hypertension should be defined, in any Pada kasus, dilakukan pemeriksaan fisik status
setting, as a systolic blood pressure of ≥ 160 present didapatkan tekanan darah dengan
mmHg or a diastolic blood pressure of ≥ 110 hasil 190/130mmHg dan dilakukan
mmHg based on the average of at least 2 pemeriksaan ditangan yang sama didapatkan
measurements, taken at least 15 minutes tekanan darah 170/110mmHg
apart, using the same arm

Rekomendasi B

Kesimpulan: kasus sesuai dengan evidence base

Diagnosis, Evaluation, and Management of the Hypertensive Disorders of Pregnancy: Executive Summary. 2014. Sogc Clinical
Practice Guideline. Pp. 419-420
Diagnosis
Teori Kasus
Severe preeclampsia should be defined as • Pada kasus didapatkan tanda preklampsia
preeclampsia complicated by one or more (usia kehamilan diatas 20 minggu, tekanan
severe complications. darah 190/130 mmHg dan protein +2)
disertai dengan keluhan sakit kepala dan
nyeri epigastrium.
Rekomendasi B • Ditemukan trombositopenia (plt 55 x
103/μL)

Kesimpulan: kasus sesuai dengan evidence base

Diagnosis, Evaluation, and Management of the Hypertensive Disorders of Pregnancy: Executive Summary. 2014. SOGC Clinical
Practice Guideline. Pp. 419-420
Impending Eclampsia
Teori Kasus
Several clinical symptoms are potentially Dari anamnesis pada pasien ditemukan
helpful in predicting impending eclampsia. keluhan subjektif nyeri kepala dan nyeri
these include persistent occipital or frontal epigastrium. Pengelihatan kabur dan fotofobia
headache, blurred vision, photophobia, and tidak ada
epigastric or right upper quadrant pain or
both.

Kesimpulan: kasus sesuai dengan evidence base

Hypertensive in Pregnancy. 2013. The American Collage of Obstetricians and Gynecologist. 3-14
Management of Eclampsia. 2014. Sri Lanka Journal of Obstetrics and Gynaecology. Pp. 53-55
Diagnosis
Teori Kasus
• Proteinuria ditegakkan jika didapatkan Pada kasus didapatkan pemeriksaan urinalisis
secara kuantitatif produksi protein urin dengan protein 2+
≥300 mg per 24 jam, namun jika hal ini
tidak dapat dilakukan, pemeriksaan dapat
digantikan dengan pemeriksaan
semikuantitatif menggunakan dipstik urin ≥
1+
Rekomendasi B
• Proteinuria yang signifikan harus dicurigai
ketika proteinuria dengan dipstik urin
adalah ≥ 1+.
Kesimpulan: kasus sesuai dengan evidence base

Diagnosis, Evaluation, and Management of the Hypertensive Disorders of Pregnancy: Executive Summary. 2014. Sogc Clinical
Practice Guideline. Pp. 419-420
Hypertensive in Pregnancy. 2013. The American Collage of Obstetricians and Gynecologist. 3-14
Pemeriksaan Penunjang
Teori Kasus
• Assessment of the woman requires a full • Pada kasus telah dilakukan pemeriksaan
blood count, liver function and renal darah lengkap, DL, UL, BUN/SC, SGOT/SGPT,
function tests. These should be repeated at LDH, lipid profil
least daily when the results are normal but • USG dan NST
more often if the clinical condition changes
or if there are abnormalities.
Rekomendasi B
• Women with suspected preeclampsia Kesimpulan: kasus sesuai dengan evidence base
should undergo the maternal laboratory
and pertinent fetal testing.

Diagnosis, Evaluation, and Management of the Hypertensive Disorders of Pregnancy: Executive Summary. 2014. Sogc Clinical
Practice Guideline. Pp. 419-420
Hypertensive in Pregnancy. 2013. The American Collage of Obstetricians and Gynecologist. 3-14
Penatalaksanaan
• Place of care

Teori Kasus
• In-patient care should be provided for Pada kasus dilakukan rawat inap
women with severe hypertension or severe
preeclampsia.
Rekomendasi A

Kesimpulan: kasus sesuai dengan evidence base

THE MANAGEMENT OF SEVERE PRE-ECLAMPSIA/ECLAMPSIA. Royal Collage of Obstetricians and Gynaecologist. Pp.4-6
Diagnosis, Evaluation, and Management of the Hypertensive Disorders of Pregnancy: Executive Summary. SOGC Clinical Practice Guideline. Pp. 419-420
Penatalaksanaan
• Obat anti kejang
Teori Kasus
• Magnesium sulphate is recommended as Pada kasus diberikan:
prophylaxis against eclampsia in women • Dosis awal: 4g MgSO4 40% (10cc)
with severe preeclampsia. dilarutkan dalam aquabides 10cc I.V 
bolus habis dalam 10 menit.
• Magnesium sulphate is the therapy of • IVFD RL 500 cc + MgSO4 40% 6 gr (15cc) 28
choice to control seizures. A loading dose of tetes /menit  6 jam
4 g should be given by infusion pump over • Maintenance dose : Mg SO4 1g/jam/I.V.
5–10 minutes, followed by a further dalam 24 jam
infusion of 1 g/hour maintained for 24
hours
Rekomendasi A Kesimpulan: kasus sesuai dengan evidence base

THE MANAGEMENT OF SEVERE PRE-ECLAMPSIA/ECLAMPSIA. Royal Collage of Obstetricians and Gynaecologist. Pp.4-6
Diagnosis, Evaluation, and Management of the Hypertensive Disorders of Pregnancy: Executive Summary. SOGC Clinical Practice
Guideline. Pp. 419-420
Prevention and treatment of pre-eclampsia and eclampsia. WHO Recommendation. Pp. 4-8
Penatalaksanaan
• Antihypertensive teraphy for severe hypertension (BP of > 160 mmhg systolic or 110
mmhg diastolic)
Teori Kasus
• Initial antihypertensive therapy in the • Pada kasus didapatkan tekanan darah
hospital setting should be with nifedipine 190/130 mmHg dengan MAP: 150mmHg
orally, parenteral hydralazine, or parenteral • Diberikan nifedipine 10 mg tiap 8 jam per
labetalol. oral
• Nifedipne dose: 30-120mg/d capsule or
tablets to be swallowed
Rekomendasi A

Kesimpulan: kasus tidak sesuai dengan evidence base

Diagnosis, Evaluation, and Management of the Hypertensive Disorders of Pregnancy: Executive Summary. 2014. SOGC Clinical
Practice Guideline. Pp. 419-420
Prevention and treatment of pre-eclampsia and eclampsia. WHO Recommendation. Pp. 4-8
Penatalaksanaan
Teori Kasus
• All women with severe preeclampsia should Pada kasus pasien dengan usia kehamilan 37
be delivered immediately (either vaginally minggu 1 hari dengan keluhan subjektif
or by Caesarean), regardless of gestational impending eklampsia, dilakukan stabilisasi dan
age. terminasi kehamilan  SC
• For women with preeclampsia at ≥ 37+0
weeks’ gestation, immediate delivery is
recommended.
Rekomendasi A
• For women with any hypertensive disorder
of pregnancy, vaginal delivery should be
considered unless a Caesarean delivery is
required for the usual obstetric indications.
Rekomendasi B Kesimpulan: kasus tidak sesuai dengan evidence base

THE MANAGEMENT OF SEVERE PRE-ECLAMPSIA/ECLAMPSIA. 2014. Royal Collage of Obstetricians and Gynaecologist. Pp.4-6
Prevention and treatment of pre-eclampsia and eclampsia. WHO Recommendation. Pp. 4-8
Evaluasi Kasus
Sisi Positif Sisi Negatif
• Anamnesis yang dilakukan sudah • Penatalaksaanaan antihipertensi
benar belum sesuai evidence base
• Pemeriksaan fisik yang dilakukan • Penatalaksaanan terminasi
sudah sesuai dengan evidence base kehamilan belum sesuai evidence
• Pemeriksaan penunjang sudah base
sesuai dengan evidence
• Penatalaksanaan MgSO4 sudah
sesuai dengan evidence base
ACTION PLAN
Pasien datang dengan keluhan tekanan darah
tinggi, sakit kepala dan nyeri epigastrium

Anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan


penunjang
Stabilisasi
MgSO4 40% 4 gr + 10cc aquabides  bolus habis dalam
G2P0101 37 minggu 1 hari T/H PEB + 5 menit
Impending Eklampsia IVFD RL 500 cc + MgSO4 40% 6 gr 28 tetes /menit  6
jam
Nifedipin 3 x 10 mg  MAP ≥ 125 mmHg
Penatalaksanaan
Terminasi Kehamilan
Thank You