Anda di halaman 1dari 20

CONTOH DESAIN

STABILITAS BENDUNG
Gaya-Gaya Yang Bekerja pada Tubuh Bendung
Gaya-gaya yang bekerja pada tubuh bendung yang dipakai untuk
perhitungan stabilitas bendung adalah sebagai berikut:

 Gaya Berat Sendiri ( G )


 Gaya Berat Jembatan Pelayanan dan Pilar Jembatan.
 Gaya Gempa ( K )
 Gaya Hidrostatis / Tekanan Air ( W )
 Gaya Akibat Lumpur ( W )
 Gaya Akibat Uplift – Pressure ( Px )
1.Gaya Berat Sendiri Bendung

Gaya berat ini adalah gaya akibat berat sendiri dari bendung, berarah
vertikal ke bawah yang garis kerjanya melewati titik berat konstruksi.
Berat Jenis bendung tergantung kepada bahan yang dipakai untuk
membuat Bendung tersebut. Untuk tujuan-tujuan perencanaan, harga-
harga berat volume seperti di bawah ini:

 Pasangan Batu : 22 kN/m3 = 2200 Kg/m3


 Beton Bertulang : 24 kN/m3 = 2400 Kg/m3

Untuk Bendung, bahan yang dipakai untuk bendung adalah pasangan


batu. Berikut adalah gambar dan perhitungan gaya berat sendiri bendung
untuk Bendung
Luas Berat Jarak ke Titik 0 M.T Thd Titik 0
Gaya
(m2) (ton/m') (m) (ton m/m')

1 G1 0.50 -1.10 24.95

2 G2 0.13 -0.28 24.62

3 G3 4.50 -9.90 20.7

4 G4 0.50 -1.10 21.95

5 G5 0.50 -1.10 18.95

6 G6 3.00 -6.60 15.20 -100.32

7 G7 1.84 -4.05 15.2 -61.53

8 G8 2.50 -5.50 14.20 -78.10

9 G9 3.06 -6.73 12.87 -86.64

10 G10 5.25 -11.55 13.20 -152.46

11 G11 1.00 -2.20 11.71 -25.76

12 G12 5.20 -11.44 11.20 -128.13

13 G13 2.95 -6.49 8.73 -56.66

14 G14 7.75 -17.05 8 -136.40

15 G15 7.75 -17.05 2.5 -42.63

16 G16 4.00 -8.80 0.5 -4.40

17 G17 0.20 -0.44 1.13 -0.50

JUMLAH -111.38 -873.52


1.Gaya Hidrostatis / Tekanan Air
Gaya hidrostatis harus ditinjau pada dua keadaan, yaitu pada
keadaan air normal dan pada keadaan air banjir. Disamping itu
gaya hidrostatis ditinjau juga dari pengaliran dimana mercu
tenggelam dan mercu tidak tenggelam.

a. Kondisi Air Normal


Perhitungan gaya Hidrostatisnya adalah sebagai berikut :
W1 = ½ . h2 . w
w = 10 kN/m³ = 1.000 ton/m³
Gaya dan perhitungan hidrostatis pada keadaan air normal dapat
dilihat pada gambar di bawah ini.
Sketsa gaya hidrostatik kondisi normal

Jarak ke M.T Thd


Luas Berat
Gaya Titik 0 Titik 0
(m2) (ton/m') (m) (ton m/m')
1 W1 3.50 3.50 2.3 8.17
JUMLAH 3.50 8.17
b. Kondisi Air Banjir
Gaya dan perhitungan hidrostatis pada keadaan air normal dapat
dilihat pada gambar di bawah ini.

Perhitungan Gaya Hidrostatis Akibat Kondisi banjir.

Jarak ke Titik
Luas W M.T Thd Titik 0
Gaya 0
(m2) (ton/m') (m) (ton m/m')
1 W1 3.50 3.50 5.43 19.01
2 W2 7.00 7.00 6.15 43.05
JUMLAH VERTIKAL 10.50 62.06
2. Gaya Uplift Vertikal
Persamaan gaya tekan ke atas (Up Lift - Pressure) untuk bangunan yang didirikan
pada pondasi batuan menggunakan persamaan Lane adalah :

Dimana :
Px = Gaya angkat pada titik x ( Kg/m2 )
H = Beda tinggi energi ( m )
Hx = Tinggi titik x terhadap air di muka ( m )
L = Panjang total bidang kontak (Creep Line) bendung ( m )
Lx = Panjang Creep Line sampai titik x ( m )
Gaya uplift kondisi normal
M.T Thd
Luas Berat Jarak ke Titik 0
No. Gaya Titik 0
(m2) (ton/m') (m) (ton m/m')
1 W7 6.62 6.62 15.19 100.50
2 W8 13.82 13.82 13.2 182.37
3 W9 15.57 15.57 11.2 174.34
4 W10 36.64 36.64 5.6 205.21
5 W11 3.10 3.10 0.5 1.55
JUMLAH 75.74 663.97
Gaya uplift kondisi banjir
M.T Thd
Luas Berat Jarak ke Titik 0
Gaya Titik 0
(m2) (ton/m') (m) (ton m/m')
1 W7 8.21 8.21 15.19 124.68
2 W8 17.22 17.22 13.2 227.24
3 W9 19.61 19.61 11.2 219.64
4 W10 46.70 46.70 5.6 261.52
5 W11 5.58 5.58 0.5 2.79
JUMLAH 97.31 835.86
3. Gaya Gempa Bendung
Gaya gempa yang sangat mempengaruhi stabilitas adalah gaya arah horizontal
terhadap guling. Gaya Gempa dihitung dengan persamaan :

E = Wbs . 

Dimana :
E = Gaya gempa equivalen
 = Koefisien gempa tergantung dari lokasi tempat konstruksi berada
adalah sebesar 0,05
Wbs = Berat sendiri bendung dalam arah vertikal

Gaya gempa pada tubuh bendung dan perhitungan gaya gempa dapat dilihat
pada gambar dan tabel di berikut ini.
M.T Thd
Luas Gaya gempa Jarak ke Titik 0
Gaya Titik 0
(m2) (ton/m') (m) (ton m/m')
1 G1 0.50 0.17 3.6 0.59
2 G2 0.13 0.04 3.77 0.16
3 G3 4.50 1.49 4.36 6.47
4 G4 0.50 0.17 3.60 0.60
5 G5 0.50 0.17 3.60 0.59
6 G6 3.00 0.99 3.81 3.77
7 G7 1.84 0.61 5.45 3.31
8 G8 2.50 0.83 5.86 4.83
9 G9 3.06 1.01 5.45 5.50
10 G10 5.25 1.73 3.31 5.73
11 G11 1.00 0.33 4.12 1.36
12 G12 5.20 1.72 2.30 3.95
13 G13 2.95 0.97 2.34 2.28
4. Tekanan Lumpur Bendung

Apabila bendung sudah bekerja, maka akan terjadi penimbunan endapan lumpur di depan
bendung. Endapan lumpur ini diperhitungkan sebagai setinggi mercu. Gambar tekanan
lumpur dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Tekanan lumpur yang bekerja terhadap muka hulu bendung, dihitung dengan
persamaan:
Analisis stabilitas Bendung
Pada tabel-tabel berikut dapat disimak analisis stabilitas bendung Radda eksisting
pada kondisi muka air normal dan muka air banjir.

Resume Gaya-gaya Pada Kondisi Air Normal


Perhitungan Stabilitas Bendung Pada Kondisi Air Normal
Resume Gaya-gaya Pada Kondisi Banjir Ekstrim
Perhitungan Stabilitas Bendung Pada Kondisi Banjir Ekstrim