Anda di halaman 1dari 15

KALOR

Suci Aprilianti
A1C316054
SUB MATERI
Pengaruh Kalor Terhadap Perubahan wujud
01
Kalorimeter
02
Perpindahan Kalor
03
PENGERTIAN KALOR
Kalor adalah suatu bentuk energi yang dapat berpindah dari suatu benda ke benda
lain yang saling berhubungan karena adannya perbedaan suhu diantara kedua benda
tersebut.
KALOR

KALOR JENIS KAPASITAS KALOR


01 02
“banyaknya kalor yang diperlukan suatu zat untuk “banyaknya kalor yang diperlukan suatu zat menye
menaikkan suhu 1 kg zat sebesar 1oC.” rap kalor untuk menaikkan suhunya menjadi 1oC.”

Q = c m ΔT Q = C ΔT
Dengan Dengan
Q = jumlah kalor (J atau kal) Q = jumlah kalor (J atau kal)
c = kalor jenis zat (J/kg oC) C = Kapasitas Kalor (kal/oC atau J/ oC)
m = massa benda (kg) ∆T = Perubahan suhu (oC atau K)
∆T = Perubahan suhu (oC atau K) = suhu akhir – suhu awal ( T-To)
= suhu akhir – suhu awal ( T-To)
Pengaruh Kalor terhadap Perubahan Wujud Zat

skema perubahan wujud zat

.
Perubahan Wujud Zat yang Melepaskan Kalor

Mengkristal Membeku Mengembun

Perubahan wujud zat Perubahan wujud Perubahan wujud


dari gas menjadi zat dari cair zat dari gas
padat menjadi padat menjadi cair
Perubahan Wujud Zat yang Memerlukan Kalor

Mencair Menguap Menyublim

Perubahan wujud zat Perubahan wujud Perubahan wujud


dari padat menjadi zat dari cair zat dari padat
cair menjadi gas menjadi gas
Pengaruh Kalor terhadap Suhu Zat

Jika suatu zat menyerap kalor, maka suhu akan naik dan
Jika suatu zat melepas kalor, maka suhu akan turun
Banyaknya kalor yang diserap atau dilepaskan selama terjadi perubahan wujud dapat dinyatakan dengan
persamaan :

Q=m.L
?
Nama – nama kalor laten, antara lain :

- Pada saat melebur disebut kalor lebur


Dengan - Pada saat menguap disebut kalor uap
Q = kalor yang diterima atau dilepas - Pada saat menyublim disebut kalor sublim
(joule) - Pada saat membeku disebut kalor beku
m = massa zat (kg) - Pada saat mengembun disebut kalor embun
L = kalor laten (joule/kg)
KALORIMETER

Kalorimeter adalah alat yang digun


akan untuk mengukur kalor.. Kalorimet
er ini terdiri dari sebuah bejana logam y
ang kalor jenisnya diketahui. Bejana ini Kalorimeter juga dilengkapi dengan
biasanya ditempatkan di dalam bejana l batang pengaduk. Pada waktu zat dica
ain yang agak lebih besar. Kedua bejana mpurkan di dalam kalorimeter, air di d
dipisahkan oleh bahan penyekat, misaln alam kalorimeter perlu diaduk agar dip
ya gabus atau wol. Kegunaan bejana lua eroleh suhu merata sebagai akibat perc
r adalah sebagai isolator agar pertukara ampuran dua zat yang suhunya berbed
n kalor dengan sekitar kalorimeter dapa a. Asas penggunaan kalorimeter adala
t dikurangi. h Asas Black.
KALORIMETER
Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kalor. Kalorimeter
ini terdiri dari sebuah bejana logam yang kalor jenisnya diketahui. Bejana ini bia
sanya ditempatkan di dalam bejana lain yang agak lebih besar.Kedua bejana dipi
sahkan oleh bahan penyekat, misalnya gabus atau wol. Kegunaan bejana luar ad
alah sebagai isolator agar pertukaran kalor dengan sekitar kalorimeter dapat diku
rangi.
Kalorimeter juga dilengkapi dengan batang pengaduk. Pada waktu zat dica
mpurkan di dalam kalorimeter, air di dalam kalorimeter perlu diaduk agar dipero
leh suhu merata sebagai akibat percampuran dua zat yang suhunya berbeda. Asas
penggunaan kalorimeter adalah Asas Black.
PERPINDAHAN PANAS

01 KONDUKSI
Perpindahan kalor secara konduksi
(hantaran) adalah perpindahan kalor mel
alui zat prantara dimana partikel-
partikel zat perantara tersebut tidak berp
indah.
H = Jumlah kalor yang merambat tiap detik (J/s)
k = Koefisien konduksi termal (J/ms◦C
A = luas penampang batang (m2)
L = Panjang Batang (m)
∆ T = perbedaan suhu antara kedua ujung batang (◦C)
PERPINDAHAN PANAS

02 KONVEKSI

Perpindahan kalor secara konveksi (aliran) a


dalah perpindahan kalor karena aliran zat yang
dipanaskan. Konveksi hanya terjadi pada zat ya
ng dapat mengalir, yaitu zat cair dan zat gas
PERPINDAHAN PANAS

03 RADIASI
adalah pancaran energi dengan cara emisi da
ri permukaan benda secara kontinu. Emisi atau
pancaran energi ini berupa gelombang elektro
magnetik yang dapat merambat tanpa zat prant
ara.