Anda di halaman 1dari 32

Anatomi Cranium

Kelas C
Kelompok 3

1. Ferani Yunita Nur Aini (201811054)


2. Fitria Sulistiyowati (201811057)
3. Gilang Ramadhan (201811060)
4. Hastrinadya Adisma Salsabila (201811063)
5. Jelita Bunga Chairunisa (201811066)
6. Jose Jevera Dandan (201811069)
7. Khanza Adiba (201811072)
8. Labriola Ichfadha Zayn (201811075)
Anatomi Cranium
1.1 Os. parietale, Os. frontale, Os.
temporale, Os. occipitale, Os.
sphenoidale, Os. ethmoidale

1.2 Os. nasale, Os. palatina, Os. concha


nasalis inferior, Os. vomer, Os. maxilla, Os.
mandibula
Os frontale
Membentuk bagian superior margo orbitalis tiap orbita.
Tepat di superior dari margo orbitalis pada tiap sisi ada arcus
superciliaris. Struktur ini lebih jelas pada laki-laki
dibandingkan dengan perempuan. Di antara kedua arcus ini
ada cekungan kecil (glabella).

Pada bagian
medial margo
supraorbitalis
tiap orbita ada
foramen
supraorbitale.
Di medial, tulang frontale
mengarah ke inferior
membentuk bagian margo
medialis orbitae.
Di lateral, processus
zygomaticus tulang frontale
mengarah ke inferior,
membentuik margo
supraorbitalis orbitae bagian
superior lateral.
Pandangan superior, Tulang frontale,
tulang parietale, dan tulang
occipitale tampak pada pandangan
superior cranium.

Tulang-tulang ini membentuk bagian


superior calvaria, atau calva (tudung
kepala).
Dalam arah anterior ke posterior,
tulang frontale yang tidak
berpasangan bersendi dengan
sepasang tulang parietale pada sutura
coronalis.
Os Temporale

Pada bagian posterior basis cranii Berbentuk baji, dengan apex


ada tulang temporale. Bagian- dianteromedial.
bagian tulang temporale yang
tampak pada lokasi ini adalah pars Di lateral dari pars basilaris tulang
mastoidea dari pars petromastoidea occipitale ada pars petrosa dari
dan processus styloideus. pars petromastoidea tiap tulang
temporale.
Posterolateral dari
foramen lacerum,
sepanjang pars petrosa
tulang temporale, ada
lubang melingkar
yang lebar untuk
canalis caroticus.
Os Parietal

Tulang-tulang yang membentuk


Bagian lateral calvaria berawal di
bagian lateral calvaria termasuk
anterior dengan tulang frontale.
tulang frontale, tulang parietale,
tulang occipitale, tulang
Pandangan lateral cranium
sphenoidale, dan tulang temporale.
termasuk bagian lateral calvaria dan
tulang-tulang facialis, dan separuh
Tempat pertemuan tulang ini juga
rahang bawah.
sangat berdekatan yang bernama
pterion.
Os Occipitale
Tulang occipitale adalah elemen tulang utama Pars squamosa dan pars lateralis adalah
bagian posterior basis cranii. komponen bagian posterior basis
Tulang ini memiliki empat bagian yang tersusun cranii. Ciri pars squamosa tulang
di sekitar foramen magnum.
occipitale yang paling kelihatan, ketika
Bagian-bagian tulang occipitale adalah pars
memeriksa pandangan inferior
squamosa, yang terletak posterior dari foramen
magnum, pars lateralis, yang terletak di lateral cranium, adalah crista pada tulang
dari foramen magnum, dan pars basilaris, yang (crista occipitalis externa) yang meluas
terletak di anterior dari foramen magnum ke bawah dari protuberantia occipitalis
(Gambar 8.11). externa menuju foramen magnum.
Os Sphenoidale

Os sphenoidale terletak di Antara os frontale dan maxilla.

Os sphenoidale yang tidak berpasangan menghubungkan viserocranium


dengan neurocranium. Dari corpus ossis sphenoidalis muncul dua pasang
tulang berbentuk sayap (alae).
Alae minors terletak di atas, Alae majores di bawah, dan dibawahnya
menonjol procc. Pterygoidei. Bagian tengah os sphenoidale mengandung
sinus sphenoidales. Crista sphenoidalis membagi bagian anterior corpus
menjadi dua belahan.
1.9 Os sphenoidale; dilihat dari posterior. Sumber : Gray Anatomy
Os Ethmoidale

Tulang ethmoidale merupakan salah satu tulang yang paling kompleks dalam cranium.
Tulang tersebut berkontribusi pada atap, dinding lateral, dan dinding medial kedua cavitas
nasi, dan berisi cellulae ethmoidales (sinus ethmoidales).
Tulang ethmoidale secara keseluruhan mempunyai bentuk cuboideum .(Gambar 8.211A)
dan tersusun oleh 2 kotak berbentuk segiempat yang disebut labyrinthus ethmoidalis,
satu pada tiap sisi, bergabung di superior melintasi garis tengah melalui suatu lempeng
tulang yang berlubang-lubang (lamina et foramina cribrosa). Lempeng tulang kedua
(lamina perpendicularis) berjalan turun secara verticalis di dalam bidang sagittalis
median dari lamina cribrosa untuk membentuk bagian dari septum nasi.
Tiap labyrinthus ethmoidalis tersusun dari 2 lapis tulang yang lembut, yang
mengapit cellulae ethmoidales. Lamina cribosa berada di apex cavitas nasi dan
mengisi incisura Ethmoidalis di dalam tulang frontale (Gambar 8.211B) dan
memisahkan cavitas nasi di bawah dari cavitas cranii di atas.
Lamina perpendicularis tulang ethmoidale mempunyai bentuk segiempat,
berjalan turun pada garis tengah dari lamina cribrosa, dan membentuk bagian
atas septum nasi di tengah (Gambar 8.211).
OS Nasale

Fungsi hidung dan cavitas nasi


berhubungan dengan fungsi penghidu,
pernapasan, pernyaring debu, pelembapan
udara pernapasan, dan penampungan
sekret dari sinus paranasales dan ductus
nasolacrimalis.
Septum nasi terdiri dari komponen berikut

· Lamina perpendicularis ossis


ethmodialis
· Vomer
· Cartilago septi nasi
Bagian hidung yang berupa tulang terdiri
dari

· Kedua os nasale

· Processus frontalis maxiallae

· Pars nasalis ossis frontalis


Cavitas Nasi

Cavitas nasi yang dapat dimasuki lewat nares anteriores


berhubungan dengan nasopharynx melalui kedua choana (nares
posteriores). Cavitas nasi dilapisi oleh membran mukosa, kecuali
vestibulum nasi yang dilapisi oleh kulit. Membran mukosa hidung
melekat sangat erat pada periosteum dan perikondrium tulang dan
tulang rawan hidung.
Batas-batas

● Atap cavitas nasi berbentuk lengkung dan sempit

● Dasar cavitas nasi yang lebih luas daripada atapnya,


dibentuk oleh processus palatinus maxialle dan lamina
horizontalis ossis palatini

● Dinding medial cavitas nasi dibentuk oleh septum nasi

● Dinding lateral cavitas nasi berwujud tidak rata karena


adanya tiga tonjolan yang berbentuk seperti gulungan,
yakni conca nasalis (jamak, conchae nassales)
OS Palatina

Palatum adalah atap rongga mulut, secara


anatomi palatum terbagi menjadi palatum
durum dan palatum mole. Dua pertiga
anteriornya adalah palatum durum, yang
tersusun atas processus palatinusosmaxillaedan
pars horizontalis ossi palatini dan sepertiga
posterior palatum adalah palatum mole
merupakan suatu jaringan fibromuskuler,
dibentuk oleh beberapa otot yang melekat pada
bagian posterior palatum durum.
OS Concha Nasalis Inferior

Concha nasalis superior, concha nasalis media, dan concha nasalis


inferior membagi cavitas nasi menjadi empat lorong yaitu meatus nasalis
superior, meatus nasalis medius, meatus nasalis inferior, dan hiatus
semilunaris.
Meatus masalis superior adalah sebuah lorong yang sempit antara concha nasalis
superior dan concha nasalis media dan merupakan tempat bermuaranya sinus etmodialis
superior melalui satu atau lebih lubang.

Meatus nasalis medius berukuran lebih panjang dan lebih luas daripada yang atas,
bagian anterosuperior meatus nasalis medius ini berhubungan dengan sebuah
lubang yang berbentuk sebagai corong

Meatus nasalis inferior adalah sebuah lorong horisontal yang terletak inferolateral
terhadap concha nasalis inferior.

Hiatus semilunaris adalah sebuah alur yang berbentuk setengah lingkaran dan
merupakan muara sinus frontalis.
Os. Vomer
● Secara anterior, vomer yang berukuran
kecil berada di garis tengah, bersandar di
tulang sphenoid
● Vomer berkontribusi pada pembentukan
septum nasal tulang yang memisahkan
kedua choanae
Sobotta 23rd ed.
Gray’s Anatomy
Os. Maxilla
● Membentuk bagian tubuh diantara orbit
dan gigi atas dan rahang atas
● Secara superior, tiap maxilla berkontribusi
ke lingkaran orbit inferior dan medial
● Secara lateral, prosesus zigomatik tiap
maxilla bersambungan dengan tulang
zigomatik secara medial. Prosesus frontal
masing-masing maxilla bersambungan
dengan tulang frontal
Os. Maxilla
● Secara inferior, bagian masing-masing
maxilla di lateral rongga hidung adalah
tubuh maxilla
● Pada lapisan anterior tubuh maxilla, di
bawah lingkaran inferior orbit, disebut infra-
orbital foramen
● Secara inferior, masing-masing maxilla
berakhir sebagai prosesus alveolar yang
terdapat gigi dan membentuk rahang atas
Gray’s Anatomy
Os. Mandibula
● Mandibula (rahang bawah) terdiri dari
tubuh mandibula dan ramus mandibula
● Tubuh mandibula dibagi menjadi dasar
mandibula dan bagian alveolar mandibula
● Bagian alveolar terdiri dari gigi
● Dasar mandibula memiliki pembengkakan
garis tengah (mental protuberance) pada
lapisan anteriornya dimana kedua sisi
mandibula bertemu
Sobotta 23rd ed.