Anda di halaman 1dari 11

OM SWASTYASTU

MANAJEMEN RISIKO K3
DI DALAM GEDUNG
Nama Anggota Kelompok 6:
• NI KADEK ANA SETYA PRATIWI (16C11643)
• KADEK ANGGI VIRANDINI (16C11644)
• DEWA AYU GEDE DIAH SADNYAWATI (16C11670)
• PUTU GYAN JAYANTI (16C11677)
• JALINE COME RIHI (16C11681)
• MARIA STEFANI ASUAT (16C11689)
• NI NYOMAN MAYANTI ANGGARISTA (16C11691)
• NI PUTU RISKA RIYANTI (16C11703)
• NI WAYAN SUGIARI (16C11707)
• NI LUH YENI RAHMADEWI (16C11717)
• DEWA PUTU BAGUS OKA ARIMBAWA (16C11657)
• GEDE YUDHA ADI PRATHAMA (16C11719)
Konsep Manajemen Risiko K3

Manajemen K3 pada dasarnya


mencari dan mengumpulkan
kelemahan operasional yang
memungkinkan terjadinya
kecelakaan.
Konsep Manajemen Risiko K3

Tujuan dari manajemen risiko adalah


untuk mengenali risiko dalam sebuah
proyek dan mengembangkan strategi
untuk mengurangi atau bahkan
menghindarinya, dilain sisi juga harus
dicari cara untuk memaksimalkan peluang
yang ada (Wideman, 1992).
Teori Penyebab Kecelakaan dan Manajemen
K3

The Accident-Proneness Theory

The Chain-of-Events Theory

The Domino Theory

The Distraction Theory


Teori Penyebab Kecelakaan dan
Manajemen K3

Manajemen Keselamatan dan


Kesehatan Kerja (MK3) adalah bagian
dari sistem manajemen secara
keseluruhan yang meliputi struktur
organisasi, perencanaan, tanggung
jawab, pelaksanaan, prosedur,
proses dan sumber daya.
Perencanaan Respon
Terhadap Risiko
Risiko Positif
1. Exploit :strategi untuk memastikan bahwa
kesempatan dapat terealisasi.
2. Share : alokasi kepemilikan kepada pihak
ke-tiga yang memiliki kemampuan
terbaik.
3. Enchance:memodifikasi ukuran
kesempatan dengan meningkatkan
peluang dan dampak positif
Perencanaan Respon Terhadap
Risiko
Risiko Negatif
1. Avoid :menghentikan aktivitas.
2. Transfer :mentransfer atau membagi
porsi risiko dengan pihak lain
(BPJS Ketenagakerjaan).
3. Mitigate : pengurangan peluang atau
dampak dari aktivitas risiko
yang dapat merugikan.
Cara Pengendalian dan Monitoring
Risiko Dalam K3
 Menekan Probability (Kemungkinan)
Melakukan Safety induction, melakukan patroli
K3, memasang rambu – rambu peringatan.

 Menekan Concequences (Dampak)


Selalu gunakan alat pelindung diri (APD),
membuat inovasi alat dan metode kerja ,
memberi pelatihan kepada pekerja.

 Hindari Risiko
Mengganti alat yang sudah tidak layak pakai.

 Pengalihan Risiko
Setiap pekerja telah dilindungi dengan BPJS
Proses Manajemen Risiko
Kecelakaan Kerja

 Perencanaan Manajemen Risiko


 Identifikasi Risiko
 Analisis Risiko Kualitatif
 Analisis Risiko Kuantitatif
 Perencanaan Respon Risiko
 Pengendalian dan Monitoring Risiko