Anda di halaman 1dari 43

Laporan Kasus Stase Bedah

HERNIA INGUINALIS
DISUSUN OLEH : SRI MARYANA (1102013280)
PEMBIMBING : DR. FIRMANSYAH, SP.B, MARS.

SRI MARYANA (1102013280)


Identitas Pasien
 Nama : Tn. J
 Umur : 64 Tahun
 Jenis Kelamin : Laki-laki
 Pekerjaan : Wiraswasta
 Tanggal Masuk RS : 27 Maret 2019
 Waktu Pemeriksaan : 28 Maret 2019
 Tempat : Ruang Asoka RS TK.II MRM

SRI MARYANA (1102013280)


Anamnesis
 Keluhan Utama : Benjolan di lipat paha kanan
 Keluhan tambahan : -
 Riwayat perjalanan penyakit :
Pasien datang dengan keluhan terdapat benjolan di lipat paha sebelah kanan. Keluhan tersebut
dirasakan sejak 1 tahun yang lalu. Pada awalnya pasien tidak mengeluh apa–apa dan tidak
merasa terganggu karena benjolan tersebut hilang timbul. Benjolan timbul pada saat pasien
sedang beraktifitas dan menghilang seluruhnya ketika pasien sedang berbaring dan tidur dan
pasien juga mengatakan benjolan tidak nyeri. Namun keluhan dirasakan semakin memberat 1
bulan yang lalu. Benjolan dirasakan makin membesar, masih bisa keluar masuk spontan saat
berdiri, batuk dan mengedan dan kadang-kadang disertai rasa nyeri di lipat paha kanan. Mual,
muntah, kembung dan nyeri perut disangkal oleh pasien. Pasien tidak mengeluh demam, nafsu
makan pasien juga baik, BAB dan BAK normal.

SRI MARYANA (1102013280)


 Riwayat Penyakit Dahulu : Riwayat Hipertensi, Diabetes Mellitus disangkal
 Riwayat Alergi Obat : Disangkal
 Riwayat penyakit dalam keluarga : Disangkal
 Riwayat kebiasaan : Pasien merupakan seorang pengemudi ojek pangkalan.

SRI MARYANA (1102013280)


Pemeriksaan Fisik
 Keadaan umum : Tampak sakit ringan
 Kesadaran : Composmentis
 Tanda-tanda Vital :
 Tekanan darah : 130/90 mmHg
 Frekuensi Nadi : 88x/menit
 Frekuensi Napas : 20x/menit
 Suhu tubuh : 36,6° C
 Saturasi oksigen : 99%

SRI MARYANA (1102013280)


 Status Generalis
 Kepala : Normochepal, tidak tampak adanya deformitas
 Mata : Pupil Isokor, RCL (+/+), RCTL (+/+), KA (-/-), SI (-/-)
 Hidung : Normal, Deformitas (-), Deviasi septum (-), mukosa hidung
hiperemes (-), sekret (-), darah (-)
Telinga : Normal, sekret (-)
 Mulut dan Tenggorokan : Bibir pucat (-), sianosis (-), normoglosia, Tonsil T1/T1
tenang, faring hiperemis (-)
 Leher : KGB (-), kelenjar tiroid (-), Trakea deviasi (-)

SRI MARYANA (1102013280)


 Thorax
 Paru-paru
Inspeksi : pergerakan nafas saat statis dan dinamis simetris
Palpasi : vocal fremitus sama pada kedua paru
Perkusi : sonor pada seluruh lapangan paru
Auskultasi : suara nafas vesikuler di kedua paru, ronkhi -/-, whezing -/-
Jantung
Inspeksi : ictus cordis terlihat
Palpasi : ictus cordis teraba 1 jari linea midclavicularis sinistra, ICS 5
Perkusi : Batas jantung dalam batas normal
Auskultasi : S1 S2 reguler, murmur (-), gallop (-)

SRI MARYANA (1102013280)


 Abdomen
 Inspeksi : Tampak datar, simetris, tidak tampak benjolan
 Auskultasi : Bising usus (+) normal
 Palpasi : Nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak teraba pembesaran
 Perkusi : Timpani di seluruh kuadran abdomen
 Ekstremitas Atas : Akral hangat, edema (-), CRT < 2”
 Ekstremitas Bawah : Akral hangat, edema (-), CRT < 2”

SRI MARYANA (1102013280)


 Status Lokalis
 Regio : Inguinal dextra
 Inspeksi : Tampak benjolan di region inguinal dextra, warna sama dengan
kulit sekitar, dan tidak terdapat tanda-tanda radang / hiperemis (-).
 Palpasi : Teraba massa kecil, konsistensi kenyal (+), permukaan licin, nyeri
tekan (+).
 Auskultasi : Tidak terdengar bunyi peristaltik usus.

SRI MARYANA (1102013280)


Pemeriksaan Penunjang
 Laboratorium 27/03/2019 Hematologi

 Rontgen Thorax 27/03/2019 Pemeriksaan Hasil Nilai Referensi

 Cor dan Pulmo dalam batas normal Hemoglobin 14,7 g/dl 13.2 – 17.3 g/dl

Leukosit 8,6ribu/UL 3.8 – 10.6 /UL

Hematokrit 42 % 40-52 %

Trombosit 401 ribu/Ul 150-440 ribu/UL

Hemostasis

Pemeriksaan Hasil Nilai normal

Waktu perdarahan 2’00” 1’00” – 3’00” g/dl

Waktu pembekuan 5’00” 2’00” – 6’00”

SRI MARYANA (1102013280)


Diagnosis
 Diagnosis Kerja : Hernia Inguinalis dextra reponible
 Diagnosis Banding : Hernia Femoralis dextra

SRI MARYANA (1102013280)


Penatalaksanaan
 Terapi Operatif : Herniotomy
 Terapi Post-Op :
 IVFD Ringer Laktat 20tpm
 Cefim 2x1gr IV
 Ranitidin 3x1 IV
 Ketorolac 3x1 drip IV

SRI MARYANA (1102013280)


Prognosis
 Quo ad vitam : Bonam
 Quo ad functionam : Bonam
 Qua ad sanam : Bonam

SRI MARYANA (1102013280)


TINJAUAN PUSTAKA
-HERNIA INGUINALIS-

SRI MARYANA (1102013280)


Definisi
 Hernia adalah penonjolan jaringan atau organ suatu rongga melalui defek atau
bagian lemah (lokus minoris) yang normalnya tidak dapat dilewati, keluar ke
bawah kulit atau masuk rongga lainnya yang terjadi secara kongenital atau
akuisita. Pada hernia abdomen, isi perut menonjol melalui defek atau bagian
lemah dari lapisan muskulo-aponeurotik dinding perut. Hernia terdiri dari cincin,
kantong, dan isi hernia.
 Hernia inguinalis adalah hernia yang melalui anulus inguinalis
internus/lateralis menelusuri kanalis inguinalis dan keluar rongga abdomen
melalui anulus inguinalis externa/medialis. Hernia terdiri dari cincin, kantong,
dan isi hernia.

SRI MARYANA (1102013280)


Hernia Inguinalis Laterlalis

SRI MARYANA (1102013280)


Epidemiologi
 75% Hernia di dinding abdomen  di daerah sekitar lipat paha
 Hernia indirek > hernia direk
 Hernia sisi kanan > hernia sisi kiri
 perbandingan pria dan wanita  7:1

SRI MARYANA (1102013280)


Etiologi
 Kongenital
 Didapat
Adanya processus vaginalis yang tetap terbuka
 peningkatan tekanan intraabdomen
 Kelemahan otot dinding perut karena usia

SRI MARYANA (1102013280)


Klasifikasi Hernia
Etiologi Sifatnya Keadaannya Letaknya

Hernia
Inkarserata Inguinalis
kongenital
Reponible Strangulate Epigastrica
Eksterna Incisional
Hernia Interna Umbilikal
Irreponible
akuisita
Geser Femoral

SRI MARYANA (1102013280)


Hernia inkarserata dan hernia strangulata

Hernia Richter tanpa dan


dengan ileus obstruksi

SRI MARYANA (1102013280)


SRI MARYANA (1102013280)
SRI MARYANA (1102013280)
SRI MARYANA (1102013280)
Perbedaan HIM dan HIL
Indirek Direk
Usia pasien Usia berapapun, terutama Lebih tua
muda
Penyebab Dapat congenital Didapat
Bilateral 20 % 50 %
Penonjolan saat batuk Oblik Lurus
Muncul saat berdiri Tidak segera mencapai ukuran Mencapai ukuran
terbesarnya terbesar dengan segera

Reduksi saat berbaring Dapat tidak tereduksi segera Tereduksi segera

Penurunan ke skrotum Sering Jarang


Oklusi cincin internus Terkontrol Tidak terkontrol
Leher kantong Sempit Lebar
Strangulasi Tidak / jarang Tidak
Hubungan dengan pembuluh darah Lateral Medial
epigastric inferior
SRI MARYANA (1102013280)
Hernia berdasarkan letaknya

SRI MARYANA (1102013280)


Patofisiologi
Pada hernia dalam keadaan prosesus vaginalis yang terbuka,
peninggian tekanan di dalam rongga perut dan kelemahan otot
dinding perut karena usia dapat membentuk pintu masuk hernia
pada anulus internus yang cukup lebar. Sehingga dapat dilalui oleh
kantong dan isi hernia. Disamping itu diperlukan pula faktor yang
dapat mendorong isi hernia melewati pintu yang sudah terbuka
cukup lebar tersebut.

SRI MARYANA (1102013280)


Bila cincin hernia sempit, kurang elastis atau lebih kaku maka akan
terjadi jepitan yang menyebabkan gangguan perfusi jaringan isi hernia.
Pada permulaan terjadi bendungan vena sehingga terjadi udem organ
atau struktur didalam hernia dan transudasi kedalam kantong hernia.
Timbulnya udem menyebabkan jepitan pada cincin hernia makin
bertambah sehingga akhirnya peredaran darah jaringan terganggu. Isi
hernia menjadi nekrosis dan kantong hernia akan berisi transudat
berupa cairan serosanguinus.

SRI MARYANA (1102013280)


Gejala Klinis
Jenis Reponibel Nyeri Obstruksi Tampak Toksik
sakit
Reponibel/ + - - - -
bebas
Ireponibel - - - - -
Inkarserata - + + + -
Strangulasi - ++ + ++ ++

SRI MARYANA (1102013280)


Pemeriksaan klinis
Finger Ziement
Inspeksi
test test

Colok Thumb
Palpasi
dubur test

Perkusi Auskultasi

SRI MARYANA (1102013280)


FINGER TEST ZIEMENT TEST THUMB TEST

SRI MARYANA (1102013280)


Pemeriksaan penunjang
Laboratorium Radiologi
• Leukositosis dengan shift to the left • USG untuk membedakan hernia
menandakan terjadinya strangulasi inguinalis dengan hidrokel
• Elektrolit, kadar kreatin yang tinggi
akibat muntah-muntah dan menjadi
dehidrasi yang menandakan adanya
gangguan pasased usus
• Tes urinalisa untuk menyingkirkan
diagnosis banding dari Traktus
genitourinarius yang menyebabkan nyeri
lipat paha.

SRI MARYANA (1102013280)


Diagnosis
Diagnosa hernia dapat ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik, gejala
klinis maupun pemeriksaan khusus. Bila benjolan tidak tampak, pasien dapat
disuruh mengejan dengan menutup mulut dalam keadaan berdiri. Bila hernia
maka akan tampak benjolan, atau pasien diminta berbaring, bernafas dengan
mulut untuk mengurangi tekanan abdominal.
Untuk menilai keadaan cincin hernia melalui skrotum jari telunjuk
dimasukkan ke atas lateral dari tuberkulum. Ikuti funikulus spermatikus
sampai ke anulus inguinalis internus. Pada keadaan normal jari tangan tidak
dapat masuk. Pasien diminta mengejan dan merasakan apakah ada masa yang
menyentuh jari tangan. Bila masa tersebut menyentuh ujung jari maka itu
adalah hernia inguinalis lateralis/indirek. Sedangkan bila menyentuh sisi jari
maka diagnosisnya hernia inguinalis medialis.

SRI MARYANA (1102013280)


Diagnosis banding
1. Hidrokel
2. Limfadenopati inguinal
3. Testis ektopik
4. Lipoma/herniasi
5. Orkitis

SRI MARYANA (1102013280)


Penatalaksanaan
1. Konservatif
2. Operatif : Herniotomy, ada 4 tehnik operasi, yaitu:
a) Open anterior repair
b) Open posterior repair
c) Tension-Free repair with mesh
d) Laparoscopic

SRI MARYANA (1102013280)


Terapi konservatif

SRI MARYANA (1102013280)


A. Open anterior repair
Melibatkan pembukaan aponeurosis
otot obliquus abdomins ekternus
dan membebaskan funikulus
spermatikus. fascia transversalis
kemudian dibuka, dilakukan inspeksi
kanalis spinalis, celah direct dan
indirect. Kantung hernia biasanya
diligasi dan dasar kanalis spinalis di
rekonstruksi.

SRI MARYANA (1102013280)


B. Open posterior repair
Dilakukan dengan membelah lapisan dinding abdomen superior
hingga ke cincin luar dan masuk ke properitoneal space. Diseksi
kemudian diperdalam kesemua bagian kanalis inguinalis.
Perbedaan utama antara teknik ini dan teknik open anterior
adakah rekontruksi dilakukan dari bagian dalam. Posterior
repair sering digunakan pada hernia dengan kekambuhan
karena menghindari jaringan parut dari operasi sebelumnya.
Operasi ini biasanya dilakukan dengan anastesi regional atau
anastesi umum.

SRI MARYANA (1102013280)


C. Tension – Free Repair with mesh
Menggunakan pendekatan awal
yang sama degan teknik open
anterior. Akan tetapi tidak menjahit
lapisan fascia untuk memperbaiki
defek , tetapi menempatkan sebuah
prostesis, mesh yang tidak diserap.

SRI MARYANA (1102013280)


4. Laparoscopic
Saat ini kebanyakan teknik laparoscopic
herniorrhaphies dilakukan menggunakan salah satu
pendekatan trans abdominal preperitoneal (TAPP)
atau total extraperitoneal (TEP) . Pendekatan TAPP
dilakukan dengan meletakkan trokar laparoscopic
dalam cavum abdomendan memperbaiki region
inguinal dari dalam. Ini memungkinkan mesh
diletakkan dan kemudian ditutupi dengan
peritoneum. Sedangkan pendekatan TAPP adalah
prosedur laparoskopic langsung yang mengharuskan
masuk ke cavumperitoneal untuk diseksi.
Konsekuensinya, usus atau pembuluh darah bias
cidera selama operasi.

SRI MARYANA (1102013280)


Komplikasi
Pasca operasi
 Segera : Hematoma, infeksi, dehisensi.
 Lambat : Atrofi testis, hidrokel, funikulus spermatikus terjepit
rekurensi.

SRI MARYANA (1102013280)


Prognosis
Penyembuhan dipercepat kalau pasien menghindari
gerakan mengangkat barang-barang berat ataupun
ketegangan otot lainnya. Selain itu juga tergantung dari
tehnik operasi dan alat operasi yang digunakan.

SRI MARYANA (1102013280)


Daftar pustaka
Brunicardi, F Charles. 2005. Inguinal Hernias. Schwartz’s Principles of Surgery. Eighth edition. New York. Mc Graw-Hill. 1353-1394.

Cook, John. 2000. Hernia. General Surgery at the Distric Hospital. Switzerland. WHO. 151-156.

Doherty GM. 2006. Hernias & Other Lesions of the Abdominal Wall. Current Surgical Diagnosis and Treatment. Twelfth edition. New York. Mc Graw-Hill. 765-77

H G, Burhitt & O.R.G. Quick. Essential Surgery . Edisi III. 2003. Hal 348-356

Hebra Andre, MD, Cuffari Carmen, MD, Hebra Andre, MD,Pediatric Hernia.Avaiable from URL:http://emedicine.medscape.com/viewarticle/ 1448/v0001-print.htm (last updated 23 November,
2010).

Inguinal hernia. Accesed on 22nd November 2011 Available at http://www.webmed.com/digestive-disorders/tc/Inguinal-Hernia-Symptoms.

Inguinal hernia. Accesed on 22nd November 2011 Available at http://www.healthsystem.virginia.edu/toplevel/home/.

Inguinal Hernia: Anatomy and Management Accesed on 22nd November 2011 Available at http://www.medscape.com/viewarticle/420354_4.

Manthey, David. Hernias .2007. on 22nd November 2011 Available at http://www.emedicine.com/emerg/topic251.htm.

Norton,Jeffrey A. 2001. Hernias And Abdominal Wall Defects. Surgery Basic Science and Clinical Evidence. New York. Springer. 787-803.

R. Bendavid, J. Abrahamson, Mauruce E. A, dkk. Abominal Wall Hernias (Principles and Management). Edisi I. Penerbit Sringer-Varlag. New York. 2001. (Ebook, di akses 23 November 2011).

Rasjad C. Hernia. Dalam : Sjamsuhidajat R, Jong WD, editor. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi ke-2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG; 2004; hal. 523-38.

Sabiston, Devid C; Buku Ajar Bedah : Sabiston’s Essential Surgey, Alih Bahasa Petrus Andrianto, Timah I. S; editor, Jonatan Oswan - Jakarta : EGC, 1995, hal 228 - 231.

SRI MARYANA (1102013280)


SRI MARYANA (1102013280)