Anda di halaman 1dari 32

SGD 10

Rurin
Ryan
Sabri
Saffanah
SKENARIO
IDENTIFIKASI MASALAH
- Pertambahan penduduk
- Indonesia meduduki jumlah penduduk
terbanyak ke 4
- Banyaknya pengungsi dari negara konflik
- Dampak pada masalah kesehatan, ekonomi
dan lain-lain
- Belum tercapai engendalian penduduk
ANALISA MASALAH
1. Apa yang menyebabkan tingginya laju pertumbuhan
penduduk?
Jawab:
- Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap
program KB
- Kurang tegasnya pemerintah dalam masalah KB
- Banyak pernikahan usia dini
2. Bagaimana mengendalikan laju pertumbuhan penduduk
di kota?
Jawab:
- Membuat program KB
- Membatasi Urbanisasi
- Membuat lapangan kerja
3. Bagaimana mengatasi dampak terhadap masalah
kesehatan dan ekonomi?
Jawab:
- Diberikan sosialisasi di daerah desa
- Meningkatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat
- Menyediakan lapangan pekerjaan
4. Apa saja contoh dari dampak pertambahan penduduk
di bidang kesehatan?
Jawab:
- Resiko penularan penyakit
- Kurangnya kebersihan masyarakat
- Sebagian masyarakat tidak mendapatkan pelayanan
kesehatan yang memadai
5. Apa dampak banyaknya pengungsi dari negara konflik
dengan kesehatan di Indonesia?
Jawab:
- Peningkatan penularan penyakit
6. Apakah ada program khusus untuk mengendalikan laju
pertumbuhan penduduk?
Jawab: Program KB (keluarga berencana)
7. Mengapa pengendalian penduduk belum mencapai
target yang diharapkan?
Jawab:
- Program tidak berjalan lancar
- Pemerintah kurang tegas
- Sosialisasi pada masyarakat kurang
8. Apa hubungan MDGs dengan pengendalian
penduduk?
Jawab: Ada 8 target
1) menanggulangi kemiskinan dan kelaparan
2) mencapai pendidikan dasar untuk semua
3) mendorong kesetaraan gender dan
pemberdayaan perempuan
4) menurunkan angka kematian anak
5) meningkatkan kesehatan ibu
6) memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit
menular lainnya
7) memastikan kelestarian lingkungan hidup
8) mengembangkan kemitraan global untuk
pembangunan
MAPPING CONCEPT
Learning Objective
Mahasiswa/i mampu memahami dan
menjelaskan tentang:
1. Demografi Indonesia
2. KB(Keluarga berencana)
3. Millennium Development Goals (MDGs)
DEMOGRAFI
Ilmu yang Variabel utama
mempelajari demografi:
Kelahiran (natalitas)
penduduk suatu Kematian (death/mortalitas)
wilayah dari segi Migrasi (perpindahan)
jumlah, struktur
Ketiga Variabel ini akan
(komposisi) dan mempengaruhi keadaan
perkembangannya dan komposisi penduduk
(perubahannya) (umur dan jenis
kelamin)
SENSUS PENDUDUK

REGISTRASI Akte Kelahiran, Akta


SUMBER PENDUDUK Nikah, Pembuatan KTP
DATA
DEMOGRAFI Diataranya:
a. SUPAS (Survei
SURVEI PENDUDUK Penduduk Antar
Sensus) tahun 1985 &
1995.
b. Susenas (Survei Sosial
Ekonomi Nasional)
c. SKRT (Survei
Kesehatan Rumah
Tangga)
d. SDKI (Survei
SUMBER DATA Demografi dan
Kesehatan Indonesia)
KEADAAN PENDUDUK
INDONESIA
 Pusat Data dan Informasi, Kementerian
Kesehatan dengan bimbingan dari Badan
Pusat Statistik menghitung estimasi
penduduk dengan metode geometrik.
 Metode ini menggunakan prinsip bahwa
parameter dasar demografi yaitu parameter
fertilitas, mortalitas, dan migrasi per tahun
tumbuh konstan
 Metode ini lebih mudah dilakukan dengan
mengkaji pertumbuhan penduduk di dua
atau lebih titik waktu yang berbeda
Hasil estimasi jumlah penduduk pada tahun 2013 sebesar 248.422.956 jiwa, yang terdiri
atas jumlah penduduk laki-laki sebesar 125.058.484 jiwa dan jumlah penduduk
perempuan 123.364.472 jiwa. Rasio jenis kelamin pada tahun 2013 sebesar 101. Angka
ini berarti bahwa terdapat 101 laki-laki diantara 100 perempuan
Berdasarkan hasil estimasi, jumlah
penduduk tertinggi di Indonesia
terdapat di Provinsi Jawa Barat dengan
jumlah penduduk sebesar 45.472.830.
Sedangkan jumlah penduduk terendah
terdapat di Provinsi Papua Barat dengan
jumlah penduduk sebesar 846.711.
Kepadatan penduduk di Indonesia belum merata. Kepadatan penduduk tertinggi
terdapat di Pulau Jawa. Kepadatan penduduk terendah terdapat di Pulau Papua dan
Kalimantan. Kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia terdapat di Provinsi DKI Jakarta
sebesar 15.063 penduduk per km2. Kepadatan penduduk terendah di Indonesia
terdapat di Provinsi Papua Barat sebesar 9 penduduk per km2.
FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI PERTAMBAHAN
PENDUDUK
KELAHIRAN

FAKTOR
KEMATIAN
DEMOGRAFI

MIGRASI
KELAHIRAN

• Penunjang Kelahiran • Penghambat Kelahiran


(pronatalitas): - Keinginan untuk
- Kawin di usia muda. mempunyai anak dalam
- Pandangan banyak anak jumlah kecil.
banyak rezeki. - Penundaan usia kawin
- Anak sebagai harapan bagi sampai selesai pendidikan
orang tua untuk mendapat pekerjaan.
- Anak menjadi kebanggaan - Dilaksanakannya program
bagi orang tua Keluarga Berencana

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTAMBAHAN PENDUDUK


KEMATIAN

Faktor pendorong kematian Kematian bayi, penyebab:


(promortalitas) • Faktor Endogen adalah
– Adanya wabah kematian bayi yg disebabkan
– Adanya bencana alam oleh faktor anak sejak lahir,
– Kesehatan serta pemenuhan diwarisi dr orang tuanya
gizi penduduk yang saat konsepsi atau didapat
rendah. ibunya selama kehamilan
– Adanya peperangan, • Faktor Eksogen adalah
kecelakaan, dan sebagainya. kematian bayi yg disebabkan
– Tingkat pencemaran yang tinggi oleh faktor yg bertalian
sehingga lingkungan tidak sehat. dengan lingkungan luar

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTAMBAHAN PENDUDUK


Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat
lain di lokasi geografis yang berbeda dengan tujuan menetap

MIGRASI

Faktor Penyebab terjadinya Migrasi:


a. Faktor ekonomi, yaitu ingin mencari kehidupan yang lebih baik di
tempat yang baru;
b. Faktor keselamatan, yaitu migrasi karena daerah yang sebelumnya
sering dilanda bencana alam seperti longsor; dan
c. Faktor keamanan, yaitu migrasi yang terjadi akibat adanya
gangguan keamanan di tempat mereka sebelumnya.
d. Faktor politik, yaitu migrasi yang terjadi oleh adanya perbedaan
politik di antara warga masyarakat

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPERNGARUHI PERTAMBAHAN PENDUDUK


DAMPAK PERTAMBAHAN
PENDUDUK KE KESEHATAN
 Semakin banyak penduduk  semakin
bnyak limbah dan sampah yang dibuang 
lingkungan menjadi tidak sehat 
penyakit
 Masuknya penduduk dari daerah lain/
negara lain  membawa virus penyakit
 Jika peningkatan penduduk tidak diimbangi
dengan peningkatan tenaga
medis/pelayanan kesehatan pelayanan
kesehatan buruk penyakit
KELUARGA BERENCANA(KB)
Menurut WHO (World Health
Organization) KB adalah tindakan yang
membantu individu atau pasangan suami istri
untuk:
 Mendapatkan objektif tertentu.
 Menghindari kelahiran yang tidak diinginkan.
 Mendapatkan kelahiran yang memang
diinginkan.
 Mengatur interval diantara kehamilan.
 Mengontrol waktu saat kelahiran dalam
hubungan dengan umur suami istri
KONTRASEPSI
 Kontrasepsi adalah menghindari atau
mencegah terjadinya kehamilan sebagai
akibat adanya pertemuan antara sel telur
dengan sel sperma.
 Pada umumnya cara kerja kontrasepsi adalah
sebagai berikut:
- Mengusahakan agar tidak terjadi konsepsi.
- Melumpuhkan sperma.
- Menghalangi pertemuan sel telur dengan
sperma
Metode sederhana
 Tanpa alat atau obat: senggama terputus, pantang berkala.
 Dengan alat atau obat: kondom, diafragma atau kap,
kream, jelli dan cairan berbusa, tablet berbusa (vaginal
tablet), intravagina tissue.

Metode mantap dengan cara operasi (Kontrasepsi


Mantap)
•Pada wanita, misalnya: metode operasi wanita (MOW) atau
tubektomi.
•Pada pria: metode operasi pria (MOP)/vasektomi.
Metode kontrasepsi efektif
• Pil

•Suntikan

• AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)

•Implant (Alat Kontrasepsi Bawah Kulit)


MDGS
 Millennium Development Goals (MDGs)
adalah sebuah komitmen bersama
masyarakat internasional untuk
mempercepat pembangunan manusia dan
pengentasan kemiskinan
 Delapan tujuan MDGs yang harus di
laksanakan oleh setiap negara yang
mendeklarasikannya yaitu;
1) Menanggulangi Kemiskinan dan
kelaparan
Target:
1. Menurunkan proporsi penduduk yang
tingkat pendapatannya dibawah $ 1per
hari menjadi setengah antara 1990-2015.
2. Menurunkan proporsi penduduk yang
menderita kelaparan menjadi
setengahnya antara tahun 1990-2015
2) Mencapai pendidikan dasar
untuk semua
Target:
1. Memastikan pada 2015 semua anak anak
dimanapun laki-laki maupun perempuan,
dapat menyelesaikan pendidikan dasar.
3) Mendorong kesetaraan gender
dan pemberdayaan perempuan,
Target:
1. Menghilangkan ketimpangan gender di
tingkat pendidikan dasar dan lanjutan
pada2005 dan disemua jenjang pendidikan
tidak lebih dari tahun 2015
4) Menurunkan angka kematian
anak
Target:
1. Menurunkan angka kematian balita
sebesar dua pertiganya, antara 1990 dan
2015
5) Meningkatkan kesehatan ibu
Target:
1. Menurunkan angka kematian ibu sebesar
tiga perempatnya antara 1990- 2015
6) Memerangi HIV/AIDS, malaria
dan penyakit menular lainnya
Target:
1. Mengendalikan penyebaran HIV/AIDS
dan mulai menurunkannya jumlah kasus
baru pada 2015
2. Mengendalikan penyakit malaria dan
mulai menurunnya jumlah kasus malaria
dan penyakit lainnya pada 2015.
7) Memastikan Keberlanjutan
Lingkungan Hidup
Target:
1. Memadukan prinsip-prinsip pembangunan
berkelanjutan dengan kebijakan dan
program nasional serta mengembalikan
sumber daya lingkungan yang hilang.
2. Penurunan sebesar separuh, proporsi
penduduk tanpa akses terhadap sumber air
minum yang aman dan berkelanjutan serta
fasilitas sanitasi dasar pada 2015.
3. Mencapai perbaikan yang berarti dalam
kehidupan penduduk miskin di permukiman
kumuh pada tahun 2020.
8) Mengembangkan kemitraan
global untuk pembangunan.
Target:
1. Melakukan pembangunan lebih lanjut system
keuangan dan perdagangan yang terbuka, berbasis
peraturan, dapat di prediksi, dan tidak diskriminatif.
2. Penanggulangan masalah pinjaman luar negeri
melalui upaya nasional maupun internasional dalam
rangka pengelolaan pinjaman luar negeri yang
berkesinambungan dalam jangka panjang
3. Bekerjasama dengan negara-negara berkembang
dalam mengembangkan dan menerapkan strategi
untuk menciptakan lapangan kerja yang layak dan
produktif bagi penduduk usia muda
4. Bekerja sama dengan sector swasta dalam
memanfaatkan teknologi baru, terutama teknologi
informasi dan komunikasi
REFERENSI
 Kementrian Kesehatan Republik
Indonesia, Profil Kesehatan Indonesia
Tahun 2013, Jakarta : Kementerian
Kesehatan RI. 2014
 Proyeksi Penduduk Indonesia, Badan Pusat
Statistik, Jakarta-Indonesia, 2013
 Hartanto, 2002. Keluarga Berencana dan
Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka Sinar
Harapan.