Anda di halaman 1dari 42

Oleh :

Harris Bartimeus

Sub Bagian Bedah Thorax Kardiovascular


Bagian Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
Makassar 2017
Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam pengambilan dan membaca foto
thoraks ;

Kondisi foto
Sentrasi
Kualitas
Posisi
-berdiri/erect position ; mutlak untuk melihat cairan (efusi pleura) dan
udara (pneumothoraks)
-lateral dekubitus : untuk melihat cairan
-berbaring : hanya melihat gambaran paru
-obliq ; untuk melihat daerah yeng tertutup oleh jantung
SYARAT-SYARAT FOTO
THORAKS YANG BAIK

1. Pada foto thoraks terdapat identitas dan marker


2. Foto thoraks tampak simetris
 Tampak ujung lateral os. Clavicula (sterno clavicular joint)
 Jarak antara art. Sternoklavikularis dengan prosesus spinosus antara kiri
kanan sama
 Jarak dari objek ke 4 sisi harus sama besar
 Soft tissue jg harus terlihat

Tanda simetris ; letak ujung klavikula kanan kiri pada proyeksi tulang
belakang sama jaraknya
SYARAT-SYARAT FOTO
THORAKS YANG BAIK

3. Minimal tampak vertebrae cervical VII sampai vertebrae


thoracal 12
4. Tampak carina (percabangan bronchus) setinggi thoracal
3-4
5. Inspirasi maksimal, dimana terlihat diafragma kanan
setinggi costae 6 depan atau costae 9 belakang.
6. Tidak adanya overlapping pada kedua scapula
PERHATIKAN :

I = Identitas (nama, usia, jenis kelamin, tgl dilakukan foto roentgen thorax)

M = Marker posisi

P = Position - Prosessus spinosus T4 hrs berada pada puncak clavicula

Q = Kualitas foto roentgen

 Kondisi foto

 Kesimetrisan foto

R = Respirasi – Inspirasi cukup

S = Soft tissue – utk melihat Emfisema subkutan


EKSPERTISE MEMBACA FOTO
ROENTGEN THORAX
• AIRWAY
- Trakea ( terletak di tengah / terdorong)

• BREATHING/ BONE
- Pleural space
- Parenkim paru
- Bronkus( bayangan bronkovesikuler)
- Hilus : bentuk,besarnya,kelenjar parahiller,perkapuran
- Sinus (costophrenicus/cardiophrenicus)  lancip atau tertutup
bayangan padat
- Clavicula/scapula/sternum/vertebra
- Costa( fraktur, sela iga menyempit/tidak)
• CIRCULATION
- Mediastinum
- Jantung (letak ditengah, agak ke kiri, bentuk, batas2,tanda
pedorongan atau penarikan, dektroposisi)
- Pericardium

• DIAFRAGMA
- Bentuk (konveksitas)
- Elevasi (kanan lebih tinggi dari kiri)
- Disruption
- Effusion

• SOFT TISSUE
ISTILAH DENSITAS
RADIOGRAFI :

1. AIR DENSITY = HIPERLUSEN

2. FAT DENSITY = RADIOLUSEN

3. WATER DENSITY = INTERMEDIATE

4. BONE DENSITY = RADIOOPAK

5. METAL DENSITY = HIPERADIOOPAK


Foto Thorax Normal
FOTO THORAX LATERAL NORMAL
KASUS 1

Penderita laki-laki, 42 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas setelah
mengalami KLL tabrakan motor dengan dada kanan membentur aspal. Terdapat
ekskoriasi pada hemithoraks dextra
Tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 102 x / menit, pernapasan 36 x / menit,
saturasi 88 %,
A : trakhea nampak di tengah
B : hemithoraks (D) : corakan
bronkovaskuler tidak sampai ke perifer,
tampak gambaran hiperlusen, parenkim
paru kanan nampak kolaps; hemithoraks
(S) : corakan bronkovaskuler sampai ke
perifer
C : jantung tidak ditemukan kelainan,
mediastinum terletak di tengah
D : sinus costophrenicus kanan tidak dapat
dinilai
E : soft tissue tidak ditemukan
kelainan, tulang tampak intak

KESAN : PNEUMOTHORAKS KANAN


• Laki-laki 18 tahun masuk ke IRD dengan keluhan sesak setelah dikeroyok
dan terkena tusukan pada dada kanan, 3 jam sebelum masuk IRD.
• Dari pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital : tensi 130/80, nadi 98x/menit,
suhu 36,6oC, respirasi 30x/menit.

A Trachea di tengah

B Hemithoraks (D) : corakan


bronkovaskuler sampai ke perifer,
tampak bayangan hiperradiopak di dekat
sudut kostophrenicus disertai
perselubungan homogen disekitarnya;
Hemithoraks (S) : corakan
bronkovaskuler sampai ke perifer

C jantung tidak ditemukan kelainan,


mediastinum terletak di tengah

D sinus costophrenicus kanan kesan


tertutup cairan, sudut kostophrenikus
kiri lancip

E soft tissue tidak ditemukan kelainan,


tulang tampak intak
KASUS 3

Laki-laki 54 tahun datang dengan keluhan nyeri dada sejak 3 jam yang
lalu akibat kecelakaan lalu lintas.
TD = 120/70 mmHg, N = 82 x/menit, P= 24x/menit

A : trakhea nampak di tengah


B : corakan bronkovaskuler pada kedua
hemithoraks nampak hingga ke perifer.
Nampak perselubungan pada hemithoraks
kanan
C : mediastinum terletak di tengah, ukuran
jantung normal
D : diafragma kanan dan kiri : sinus
costophrenicus lancip, sinus cardiophrenicus
lancip
E : tidak nampak emfisema subkutis
KASUS 4

Laki-laki 45 tahun konsul dari Onkologi dengan keluhan benjolan di leher 26 tahun
cepat membesar, mendesak ke rongga thorax.
Sesak (-), TD 120/80 mmHg, HR 80 x/menit, RR 22 x/menit.

A : trakhea nampak di tengah


B : corakan bronkovaskuler pada kedua
hemithoraks nampak hingga ke perifer. Nampak
perselubungan pada hemithoraks kanan

C : mediastinum terletak di tengah, ukuran jantung


normal
D : diafragma kanan dan kiri : sinus
costophrenicus lancip, sinus cardiophrenicus
lancip
E : tidak nampak emfisema subkutis
KASUS 5

Seorang laki-laki 35 tahun datang dengan keluhan sesak napas dan nyeri dada
seperti ditusuk pada dada kanan, kadang disertai batuk.Tidak ada riwayat trauma
sebelumnya.

A : trakhea terletak di tengah


B : hemithoraks (D) : corakan
bronkovaskuler tidak sampai ke perifer,
tampak air fluid level, tampak gambaran
hiperlusen parenkim paru kanan nampak
kolaps. Hemithoraks (S): corakan
bronkovaskuler sampai ke perifer.
C : jantung tidak ditemukan kelainan,
mediastinum terletak di tengah
D : Sinus costophrenicus (D) tertutup
perselubungan kesan cairan; sinus
costophrenicus (S) lancip. Tulang-tulang
intak
E : soft tissue tidak ditemukan
kelainan
KASUS 6

Laki-laki 60 tahun masuk IRD dengan keluhan nyeri perut sejak 2 hari, demam ada.
Riwayat penggunaan NSAID jangka lama. Riwayat sakit maag/nyeri ulu hati (+)

A : trakhea terletak di tengah


B : Hemithoraks (D) & (S) : corakan
bronkovaskuler nampak hingga ke perifer
C : mediastinum terletak di tengah, CTR 60%
D : kedua sinus costophrenicus lancip, sinus
cardiophrenicus lancip, nampak udara
bebas di bawah diafragma kanan.
E : soft tissue tidak nampak kelainan, tulang
intak.
KASUS 7

Pasien laki-laki 42 tahun, datang ke IRD dengan keluhan utama batuk darah sejak 1
minggu. Pasien riwayat konsumsi OAT 6 bulan dan telah dinyatakan sembuh.
Pemeriksaan fisis: auskultasi thoraks : ronkhi pada lapang paru kanan atas

A : trakhea nampak di tengah


B : hemithoraks (D) dan (S) : corakan
bronkovaskuler nampak hingga ke perifer.
Tampak gambaran massa bulat dan
fibroinfiltrat di lapangan paru kanan atas.
C : mediastinum terletak di tengah,
ukuran jantung normal
D : kedua sinus costophrenicus dan
cardiophrenicus lancip
E : soft tissue dalam batas normal
KASUS 8

Anak laki-laki 4 tahun datang ke IRD dengan keluhan post menelan koin
logam 3 jam sebelumnya. Tanda vital dalam batas normal

A : trakhea tampak di tengah dengan gambaran


hiper radioopaque depan trakhea
B : kedua lapangan paru tidak ada kelainan, tulang
intak
C : jantung tak tampak kelainan
D : diafragma kanan dan kiri : sinus
costophrenicus dan cardiophrenicus lancip
E : soft tissue tak nampak kelainan
KASUS 9

Perempuan 32 tahun datang ke IRD dengan keluhan sesak nafas sejak 1 minggu terakhir, dan
dirasakan memberat sejak 3 hari yang lalu. Riwayat batuk kronis disertai darah.
Tanda vital : Tensi 110/60, nadi 105x/menit, RR 28x/menit

A : trakhea terletak di tengah


B : hemithoraks kanan dan kiri: corakan
bronkovaskuler nampak hingga ke perifer
C : jantung tak nampak kelainan
D : diafragma kanan : sinus costophrenicus
lancip;
diafragma kiri : sinus costophrenicus tidak dapat
dievaluasi karena tertutup perselubungan
homogen
E : soft tissue tidak nampak kelainan
KASUS 10

• Laki-laki, 19 tahun, masuk IRD dengan keluhan


terkena busur pada dada kiri, 1 jam sebelum
masuk IRD
• Dari pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital :
tensi 110/80, nadi 80x/menit, suhu 36,7oC,
respirasi 24x/menit.
A Trachea di tengah

B Hemithoraks (D) : corakan


bronkovaskuler sampai ke perifer;
Hemithoraks (S) : corakan
bronkovaskuler sampai ke perifer,
tampak gambaran hiperradiopak
pada inferior hemithorax sinistra
C jantung tidak ditemukan kelainan,
mediastinum terletak di tengah

D sinus costophrenicus kanan lancip,


sudut kostophrenicus kiri lancip

E soft tissue tidak ditemukan


kelainan, tulang tampak intak
KASUS 11

Laki-laki,umur 24 Thn, Riwayat KLL, Jejas pada hemithorax


sinistra, sesak nafas, ketinggalan gerak hemithorax sinistra,
A : trakhea nampak di tengah
vocal fremitus menurun,Hipersonor Hemithorax sinistra,
vesikuler sangat menurun pada sinistra B : hemithoraks (D) : corakan
bronkovaskuler parenkim paru kanan
sampai ke perifer; hemithoraks (S) :
corakan bronkovaskuler tampak tidak
sampai perifer, tampak gambaran
hiperlusen, parenkim paru kolaps
C : jantung tidak ditemukan kelainan,
mediastinum terletak di tengah
D : sinus costophrenicus lancip, sinus
cardiophrenicus lancip
E : soft tissue tidak ditemukan kelainan,
tulang tampak intak
KASUS 12

Wanita 70 tahun, batuk lama 3 bulan. Riwayat operasi tumor rekti dan riwayat
penurunan berat badan 10 kg dalam 3 bulan

A : trakhea tampak di tengah.


B : hemithoraks (D) dan (S) : tampak corakan
bronkovaskuler hingga ke tepi, nampak nodul
berbentuk koin dengan ukuran berbeda. Tulang
intak
C : jantung tak tampak kelainan
D : diafragma kanan dan kiri : sinus
costophrenicus dan cardiophrenicus lancip
E : soft tissue tak nampak kelainan
KASUS 13

Laki-laki 32 tahun datang dengan keluhan sesak sejak 2 bulan


terakhir. Riwayat batuk lama dan disertai kadang demam.

A : trakhea nampak tertarik ke kanan

B : hemithoraks kanan dan kiri : nampak


gambaran honeycomb di daerah apeks hingga
lobus inferior
C : mediastinum dan jantung kesan normal
D : diagragma kanan dan kiri : tertarik oleh
jaringan fibrosis,sinus costophrenicus tumpul,
sinus cardiophrenicus lancip
E : soft tissue tak nampak emfisema subkutis
KASUS 14
Laki-laki 60 tahun datang dengan keluhan nyeri dada kiri dan disertai sesak nafas sejak 3 bulan
yang lalu, semakin memberat sejak 2 minggu terakhir.
TD = 120/80 mmHg, N = 84 x/menit, P = 20 x/menit

A : nampak trakhea di tengah


B : hemithoraks (D) dan (S) : corakan
bronkovaskuler normal, nampak gambaran massa
dengan batas tidak tegas pada lobus atas
hemithoraks kiri

C : jantung dan mediastinum tak nampak


kelainan
D : diafragma kanan dan kiri : sinus
costophrenicus dan cardiophrenicus lancip

E : soft tissue tak nampak kelainan


KASUS 15

Seorang laki-laki umur 20 tahun datang ke IRD dengan keluhan utama sesak nafas pada dada kiri sejak 3
hari lalu akibat jatuh dari ketinggian 3 meter. Penderita sedang naik mobil lalu tiba-tiba mobil tergelincir
dan masuk jurang, penderita terlempar dari mobil dan dada terbentur tanah. Keluhan disertai dengan nyeri
dada kiri.
Tanda vital : T = 120/80 mmHg, N=90 x/menit, R = 22 x/menit S = 36,5 C

A : trakhea nampak di tengah


B : hemithoraks (D) : corakan
bronkovaskuler sampai ke perifer
hemithoraks (S) : corakan bronkovaskuler
kiri tidak sampai ke perifer, tampak
lambung dan NGT
C : jantung tidak ditemukan kelainan,
mediastinum terletak di tengah
D : kedua sinus costophrenicus kiri sulit
dinilai
E : soft tissue tidak ditemukan
kelainan, tulang tampak intak
KASUS 16

Seorang Laki2 58 tahun dengan keluhan utama nyeri dada kanan di alami 3 hari, riwayat
demam sub febris (+)
Hemodinamik : Tensi 120/80, nadi 80x/menit, pernapasan 20x/menit dengan suhu 39,2 C

A : trakhea tampak di tengah


B : hemithoraks (S) : tampak perselubungan di
lobus media dgn cavitas dengan air fluid level di
dalamnya, corakan bronkovaskuler nampak hingga
ke perifer;
hemithoraks (D) : tampak corakan bronkovaskuler
hingga ke perifer
C : mediastinum terletak di tengah, ukuran jantung
normal
D : kedua sinus costophenicus lancip, sinus
cardiophrenicus lancip
E : soft tissue tidak nampak kelainan, tulang
tampak intak
KASUS 17
Perempuan 57 tahun dibawa ke IRD dengan keluhan sesak nafas sejak 1 bulan dan memberat 1
minggu terakhir. Sesak bertambah berat pada posisi baring, terutama miring kanan. Riwayat batuk
kronik,
tanda vital : tensi 130/80, nadi 98x/menit, suhu 36,6oC, respirasi 30x/menit

A : trakhea terletak di tengah


B : hemithoraks kiri: corakan bronkovaskuler
nampak hingga ke perifer kanan sulit di evaluasi
C : jantung tak nampak kelainan
D : diafragma kiri : sinus costophrenicus tampak
tumpul; diafragma kanan : sinus costophrenicus
tidak dapat dievaluasi karena tertutup
perselubungan homogen sampai ke apex
E : soft tissue tidak nampak kelainan
KASUS 18
Seorang Laki2 34 tahun dengan keluhan utama sesak nafas tiba-tiba, riwayat perawatan ICU post op
hari ke 3
Tensi 150/90, nadi 89x/menit, pernapasan 32 x/menit dengan suhu 37,2 C
Thorak : Rhonki kasar + di kedua hemithorax.

A : trakhea tampak di tengah


B : hemithoraks (D) et (S) : tampak corakan
kasar bronkovaskuler
C : mediastinum terletak di tengah, ukuran jantung
normal
D : kedua sinus costophenicus lancip,
sinus cardiophrenicus lancip
E : soft tissue tidak nampak kelainan,
tulang tampak intak
KASUS 19
Laki laki 32 tahun,masuk rumah sakit dengan keluhan utama nyeri dada kiri akibat KLL
TD = 130/80 mmHg, N = 82 x/menit, P = 30 x/menit.

A : trakhea nampak di tengah

B : hemithoraks kiri: nampak diskontinuitas costa VII


posterior, corakan bronkovaskuler perselubungan;
hemithoraks kanan: tak nampak kelainan
C : mediastinum dan jantung tak nampak kelainan

D : sinus costophrenicus kanan lancip sinus


costophrenicus kiri tumpul tertutup
perselubungan, sinus cardiophrenicus lancip
E : soft tissue tidak nampak emfisema
KASUS 20
Bayi laki-laki 6 bulan dibawa ke IRD dengan keluhan sesak nafas dan muntah-muntah setiap
makan minum sejak 4 hari yang lalu. Tidak ada riwayat batuk, demam sebelumnya.
Dari pemeriksaan fisik didapatkan suara nafas seperti peristaltik usus di dada kiri

A : trakhea terletak di tengah,


terpasang ETT

B : hemithoraks (D) : corakan bronkovaskuler sulit


dievaluasi karena tertutup jantung; hemithoraks
(S) : corakan bronkovaskuler tidak dapat dievaluasi
karena tertutup gambaran usus, terpasang
nasogastric tube
C : jantung terdorong ke arah kanan
D : sinus costophrenicus (D) lancip; sinus
costophrenicus (S) tidak dapat dievaluasi
E : tulang-tulang intak, soft tissue tidak nampak
emfisema
KASUS 21
Laki laki 32 tahun,masuk rumah sakit dengan keluhan utama nyeri dada kiri akibat terkena busur.
TD = 130/80 mmHg, N = 82 x/menit, P = 24 x/menit.

A : trakhea nampak di tengah

B : hemithoraks kanan dan kiri, corakan


bronkovaskuler normal, tampak corpus alineum di
hemithorax kanan dengan ujung setinggi ICS 4,
parasternal kanan
C : mediastinum dan jantung tak nampak kelainan
D : sinus costophrenicus kanan dan kiri lancip,
sinus cardiophrenicus lancip
E : soft tissue tidak nampak emfisema
KASUS 22
Lk 32 tahun, masuk ke UGD setelah terjatuh dari ketinggian 2 m, keluhan utama nyeri bahu kiri
dan sulit digerakkan
TV : TD : 130/80 mmH; N : 85 x/menit; RR : 20 x/menit; S : 36,7

A : trakhea nampak di tengah


B : corakan bronkovaskuler kanan dan kiri
nampak hingga ke perifer. Tampak fraktur
di 1/3 tengah clavicula kiri
C : mediastinum nampak di tengah, ukuran
jantung dalam batas normal
D : diafragma kanan dan kiri : sinus
costophrenicus dan cardiophrenicus lancip
E : tidak nampak emfisema subkuti

fraktur 1/3 tengah clavicula sinistra


KASUS 23
Pasien Laki-Laki 49 thn, Riwayat batuk kronis dan produktif, demam 1 mgg.
Disertai sesak nafas

A : trakhea terletak di tengah


B : hemithoraks kanan : tampak perselubungan di
lobus superior
C : jantung tak nampak kelainan
D : costophrenicus kanan dan kiri tampak lancip,
sudut cardiophrenicus kanan dan kiri tampak
lancip
E : soft tissue tidak nampak kelainan
KASUS 24
Pasien wanita 25 thn, datang ke RS untuk medical chek up

A : trakhea nampak di tengah


B : hemithoraks (D) dan (S) : corakan
bronkovaskuler sampai ke perifer
C : apeks jantung menghadap ke kanan, besar
jantung normal, mediastinum terletak di tengah
D : diafragma kanan dan kiri : sinus costophrenicus
dan cardiophrenicus lancip
E : soft tissue tidak ditemukan kelainan, tulang
tampak intak

Kesan : Dekstrocardia
KASUS 25
Laki-laki 20 tahun dirujuk ke IRD anda dengan keluhan nyeri dada kanan, sesak nafas, gelisah dan keringat
dingin sejak dada kanannya terbentur stang motor.
Dari pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital : tensi 80/60, nadi 120x/menit, suhu 36,5oC, respirasi
40x/menit, SO2 80%

A : trakhea tampak berdeviasi ke kiri.


B : hemithoraks (D) : corakan bronkovaskuler
menghilang, parenkim paru kolaps; hemithoraks (S) :
corakan bronkovaskuler tampak hingga ke perifer
C : mediastinum dan jantung tampak
terdorong ke kiri
D : kedua sinus costophrenicus lancip,
nampak diafragma kanan lebih rendah
dibanding sisi kiri
E : soft tissue tidak nampak kelainan, tulang
tampak intak

Kesan : Tension pneumothoraks


KASUS 26

Laki-laki 42 tahun datang di poli dengan keluhan sesak nafas dan rasa tidak nyaman di dada
kirinya sejak 1 bulan yang lalu. Tidak ada riwayat batuk lama sebelumnya. Tidak ada riwayat
nyeri dada
Dari pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital : tensi 130/90, nadi 100x/menit, suhu 36,6oC,
respirasi 24x/menit.

A : trakhea terletak di tengah

B : Hemithoraks (D) & (S) : corakan


bronkovaskuler nampak hingga ke perifer, tampak
perselubungan hemitoraks kiri.
C : mediastinum terletak di tengah, tampak
massa di mediastinum, kesan dari aorta
D : kedua sinus costophrenicus lancip, sinus
cardiophrenicus lancip
E : soft tissue tidak nampak kelainan,
tulang intak.

Kesan : Aneurisma aorta


KASUS 27
Laki-laki 30 tahun dibawa ke IRD dengan keluhan sesak nafas sejak dadanya terbentur
mobil saat kecelakaan 4 jam yang lalu. Disertai dengan nyeri pada kedua dada. Tidak ada
riwayat batuk lama sebelumnya.
Dari pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital : tensi 140/90, nadi 124x/menit, suhu
36,6oC, respirasi 36x/menit.
Suara jantung menjauh. JVP meningkat

A : trakhea nampak di tengah


B : hemithoraks (D) dan (S) : corakan
bronkovaskuler nampak hingga ke perifer
C : mediastinum terletak di tengah, ukuran
jantung melebar >60%, pinggang jantung
menghilang, nampak batas antara
pericardium visceral dan parietal tertutup
perselubungan kesan cairan
D : kedua sinus costophrenicus dan
cardiophrenicus lancip
E : tidak nampak emfisema subkutis

Tamponade jantung
KASUS 28
Lk 40 tahun, masuk ke UGD setelah terjatuh dari ketinggian 3 m, datang dalam keadaan sadar,
keluhan : nyeri dada dan sesak nafas
TV : TD : 130/80 mmH; N : 125 x/menit; RR : 40 x/menit; S : 36,7
PF : jejas di hemithorax kanan setinggi costa 6-7, nyeri tekan (+)

A : trakhea nampak di tengah


B : corakan bronkovaskuler kanan dan kiri
nampak hingga ke perifer
C : mediastinum nampak di tengah, ukuran jantung
nampak melebar, nampak batas antara
pericardium visceral dan parietal tanpa
perselubungan kesan berisi udara

D : diafragma kanan : sinus costophrenicus dan


cardiophrenicus lancip, diafragma kiri sulit dinilais
E : tidak nampak emfisema subkuti

Kesan : Pneumopericardium
KASUS 29

Wanita 42 tahun,masuk rumah sakit dengan keluhan utama sesak napas yang dialami sejak 2
bulan yang lalu dan semakin memberat sejak 1 minggu yang lalu. Disertai dengan kesulitan
menelan dan nyeri dada. Riwayat kelemahan badan dialami sejak 1 tahun yang lalu terutama pada
pagi hari saat bangun tidur dan disertai mata yang selalu ingin tertutup
Tanda vital dalam batas normal

A : nampak trakhea terdorong ke kanan


B : hemithoraks (D) dan (S) : corakan
bronkovaskuler normal
C : jantung tidak ditemukan kelainan,
mediastinum nampak gambaran massa dengan
batas jelas di daerah hilus kanan.
D : diafragma kanan dan kiri : sinus
costophrenicus dan cardiophrenicus lancip
E : soft tissue tak nampak kelainan
KASUS 30

Seorang laki-laki 25 tahun MRS dengan keluhan utama sesak, disertai nyeri dada dialami
sejak 10 jam sebelum masuk RS akibat dada kiri terbentur aspal saat KLL. Riwayat
penurunan kesadaran (-)
Pada pemeriksaan Fisis : TD : 110/70mmHG, Nadi 92x/menit, Nafas 34x/menit, suhu
36,5 C
A : tampak trachea di tengah
B : hemithoraks (D) : corakan
bronkovaskuler kanan tampak hingga ke
perifer, hemithoraks (s) : corakan
bronkoaskuler tidak sampai ke perifer,
tampak hiperlusen, disertai perselubungan
homogen membentuk air fluid level.
C : jantung tak nampak kelainan
D : diafragma kanan dan kiri  sinus
costophrenicus kiri tumpul, sinus
costophrenicus kanan lancip
E : soft tissue lateral hemithoraks sinistra
tampak bayangan lusen

Kesan : Hydroneumothoraks kiri,


Empisema subcutis lateral hemithoraks
kiri