Anda di halaman 1dari 44

DINAS KESEHATAN KOTA MALANG

Bidang Pengawasan Farmasi dan Makanan Minuman


Jl. Simpang Laksda Adi Sucipto No. 45 Malang
No. Telp/Fax : (0341) 406878
Bahan Tambahan Pangan
BAHAYA BIOLOGIS BAHAYA KIMIA

AMANKAN PANGAN
dan
BEBASKAN PRODUK
dari
BAHAN BERBAHAYA

BAHAYA FISIK BEBAS BAHAYA

Dinkes Kota Malang


BTP ???

 bahan atau campuran bahan yang secara


alami BUKAN merupakan bagian dari
bahan baku pangan,
 ditambahkan ke dalam pangan untuk
mempengaruhi sifat atau bentuk pangan,
 antara lain bahan pewarna, pengawet,
penyedap rasa, anti gumpal, pemucat,
dan pengental.
Mengapa BTP Sering Ditambahkan
ke Dalam Pangan?

1. Mengawetkan pangan
2. Membentuk pangan
3. Memberikan warna
4. Meningkatkan kualitas pangan
5. Menghemat biaya
6. Memperbaiki tekstur
7. Meningkatkan cita rasa
8. Meningkatkan stabilitas
Penggolongan BTP
Permenkes RI No. 722/Menkes/Per/IX/88

• Pewarna
• Pemanis buatan
• Pengawet
• Antioksidan
• Anti kempal
• Penyedap rasa dan aroma,
penguat rasa
Penggolongan BTP
Permenkes RI No. 722/Menkes/Per/IX/88

 Pengatur keasaman
 Pemutih dan pematang tepung
Pengemulsi, pemantap dan pengental
 Pengeras
 Sekuestran
Penggolongan BTP
Tidak tercantum dalam Permenkes

• Enzim
• Penambah Gizi
• Humektan
Pewarna

 Memberi kesan menarik bagi konsumen


 Menyeragamkan warna makanan
 Menstabilkan warna
 Menutupi perubahan warna selama
proses pengolahan
 Mengatasi perubahan warna selama
penyimpanan
METANIL
YELLOW

PEWARNA
TERLARANG
DAN
BERBAHAYA

RHODAMIN
B
Rhodamin B

• Zat warna sintetis, btk kristal, tdk berbau


• Wrn merah keunguan, dlm larutan
berwrn merah terang berpendar

Penggunaan
• Zat wrn utk kertas, tekstil,
reagensia utk pengujian
Bahaya
• Bila terhirup : iritasi sal pernafasan
• Bila terkena kulit : iritasi kulit
• Bila terkena mata : iritasi, mata kemerahan, oedema kelopak mata
• Bila tertelan : iritasi sal pencernaan, air seni berwarna
merah/merah muda
• Paparan dlm jangka wkt lama : gangguan fungsi hati/kanker hati
METHANYL YELLOW/ KUNING METANIL

• Zat warna sintetis, btk serbuk, padat


• Wrn kuning kecoklatan

Penggunaan
• Zat wrn utk kertas, tekstil

Bahaya

• Bila terhirup : iritasi sal pernafasan, dlm jml banyak


menimbulkan kerusakan, jaringan/peradangan
pada ginjal
• Bila terkena kulit : iritasi kulit dlm jml banyak
• Bila terkena mata : gangguan penglihatan/kabur
• Paparan dlm jangka wkt lama : kanker sal kemih/kandung kemih
Pewarna alami yang diizinkan
Permenkes RI No. 722/Menkes/Per/IX/88

 Karamel
 Beta-karoten
 Klorofil
 Kurkumin
Pemanis Buatan
 Rasanya lebih manis
 Membantu mempertajam penerimaan terhadap rasa
manis
 Harganya lebih murah
 Tidak mengandung kalori, cocok
untuk penderita penyakit gula
(diabetes)
 siklamat (30-80x); sakarin
(300x); sorbitol; aspartam
Sakarin dan Siklamat

 Permenkes: penderita diabetes atau sedang


menjalani diet kalori
 Batas maksimum siklamat adalah 500 mg – 3
g/kg bahan
 Batas maksimum sakarin adalah 50 – 300
mg/kg bahan
 Siklamat :Amerika  sudah DILARANG
Siklamat
 Berat badan = 50 kg
 Jumlah maks. siklamat =
50 x 11mg = 550 mg
 Jika kue dgn siklamat = 500mg/kg bahan,
  550/500 x 1 kg = 1100 g kue
  batas maksimum kue yang boleh kita
makan !!!
PENGAWET

 Mengawetkan pangan yang mudah rusak


 menghambat atau memperlambat proses
fermentasi, pengasaman atau penguraian yang
disebabkan oleh mikroba
 Natrium / kalium Benzoat
– sari buah, minuman ringan, saus tomat,
saus sambal, jem, jeli, manisan, kecap
 Propionat (Asam/kalium)
– Roti dan keju olahan
PENGAWET

 Nitrit (Kalium/natrium)
– Daging olahan (sosis, kornet kalengan), keju
 Sorbat (garam kalium/kalsium)
– Margarin, pekatan sari buah, keju
 Sulfit (garam kalium/natrium bisulfit)
– potongan kentang goreng, udang beku, pekatan sari nenas

DOSIS HARUS SESUAI ! TIDAK BOLEH BERLEBIH !!!


PENGAWET BERBAHAYA &
DILARANG!!!
BORAKS
 baso, mie basah, pisang molen, lemper, buras, siomay, lontong,
ketupat, dan pangsit
 lebih kompak (kenyal) teksturnya dan memperbaiki
penampakan
 antiseptik dan pembunuh kuman

FORMALIN
 tahu & mie basah
 mengawetkan mayat & organ tubuh
BORAKS
• Btk kristal, wrn putih, tdk berbau

Penggunaan
• Mematri logam, pembuatan gelas
& enamel
• Pegawet dan anti jamur kayu
• Obat kulit
• Antiseptik, pembasmi kecoa,
campuran pembersih
Bahaya
• Bila terhirup : iritasi selaput lendir dng batuk batuk
• Bila terkena kulit : iritasi kulit
• Bila terkena mata : iritasi, mata memerah, rasa perih
• Bila tertelan : bdn rasa tdk enak (malaise), mual, nyeri hebat
perut bag atas, pendarahan gastro entritis disertai muntah darah,
diare, lemah, mengantuk, demam, sakit kepala
• Bahaya utama : kerusakan ginjal, hati dan SSP
FORMALIN
• Larutan tdk berwarna, bau tajam/menusuk
• Mengandung 37 % formaldehid dlm air,
10-15 % metanol utk
mencegah polimerisasi
Penggunaan
• Pembunuh kuman (pembersih lantai,kapal, gudang, pakaian)
• Pembasmi lalat atau serangga
• Bhn pembuatan sutera buatan,zat pewarna, cermin kaca,
bhn peledak
• Dlm fotografi utk pengeras lapisan gelatin dan kertas
• Bhn pembuatan pupuk urea
• Bhn pembuatan produk parfum
• Bhn pengawet produk kosmetik & pengeras kuku
• Bhn utk insulasi busa
• Pencegah korosi utk sumur minyak
• Bhn perekat utk produk kayu lapis
FORMALIN
Penggunaan
• Dlm konsentrasi sangat kecil (< 1%) sbg pengawet pembersih
Rumah tangga, cairan pencuci piring, pelembut, perawat sepatu,
Shampoo mobil, lilin, karpet

Nama dagang di pasaran


• Formol • Formalith
• Morbicid • Karsan
• Methanal • Methylene glicol
• Formic aldehyde • Paraforin
• Methyl Oxide • Polyomethylene glicols
• Oxymethylen • Superlysoform
• Methylene aldehyde • Tetraoxymethylene
• Oxomethane • Trioxana
• Formoform
FORMALIN
Bahaya jangka pendek (akut)
• Bila terhirup : iritasi sal pernafasan dan hidung,
gangguan pernafasan, rasa terbakar di hidung &
sal nafas, kerusakan jaringan, sal nafas,
pembengkakan paru sp menimbulkan kematian
• Bila terkena kulit : perubahan wrn kulit, kulit mengeras, mati rasa,
rasa terbakar
• Bila terkena mata : iritasi, penglihatan kabur, prod air mata
berlebihan, kerusakan lensa mata
• Bila tertelan : rasa terbakar pd mulut, sal pernafasan dan perut,
sulit menelan, diare, sakit perut, hipertensi, kejang,
koma, kerusakan hati, jantung, otak, limpa,
pankreas, sistem SSP, gangguan ginjal, merusak
jaringan dan menyusutkan sel lendir
FORMALIN
Bahaya jangka panjang (kronis)
• Bila terhirup : sakit kepala, gangguan pernafasan, batuk2,
radang sel lendir hidung, mual, mengantuk,
luka pada ginjal & sensitisasi paru
Efek neuropsikologis gangguan tidur, cepat marah,
keseimbangan terganggu, hilang
konsentrasi & daya ingat berkurang
Gangguan haid, kemandulan pd perempuan
Kanker pd hidung, rongga hidung, mulut, tenggorokan, paru, otak
• Bila terkena kulit : kulit terasa panas, mati rasa, gatal2 merah,
kerusakan jari tangan, pengerasan kulit,
radang kulit
• Bila terkena mata : radang selaput mata
• Bila tertelan : iritasi sal pernafasan, muntah2, kepala pusing,
rasa terbakar pd tenggorokan, suhu badan turun,
rasa gatal di dada
FORMALIN
Tindakan yang dilakukan bila terpapar
• Bila terhirup
Pindahkan penderita ke tempat yang aman,
pasang masker berkatup/peralatan sejenis utk melakukan
pernafasan buatan bila diperlukan. Segera hub dokter
• Bila terkena kulit
Lepaskan pakaian, perhiasan & sepatu yg terkena formalin,
cuci kulit dng sabun & air mengalir slm 15 – 20’.
Utk bagian tubuh yg terbakar, lindungi luka dng pakaian yg
kering, steril & longgar. Bila perlu hub dokter
• Bila terkena mata
Cuci mata dng air mengalir/lart garam dapur 0,9 % (seujung
sendok teh garam dapur dilarutkan dlm segelas air) sambil
dikedip2kan. Bila perlu hub dokter
• Bila tertelan
Bila perlu segera hub dokter
FORMALIN
Ciri ciri produk pangan mengandung formalin
• Tahu
Btk sangat bagus, kenyal, tdk mudah hancur, awet > 3 hr,
pd suhu lemari es > 15 hr, tdk mdh busuk
• Mie basah
Awet sp 2 hr pd suhu kamar, pd suhu lemari es > 15 hr,
kenyal, tidak lengket & agak mengkilap
• Ayam potong
wrn putih bersih, awet tdk mudah busuk
• Ikan basah
wrn putih bersih, kenyal, insangnya berwarna merah tua bukan
merah segar, awet sp bebrp hari (> 3 hr pd suhu kamar)
• Bakso
Kenyal, awet sp 5 hr pd suhu kamar
• Ikan asin
Awet > 1 bln pd suhu kamar, wrn lbh bersih & cerah
Mendeteksi Formalin
Kimiawi - Analisa Laboratorium :

 Konvensional di Laboratorium (Laboratorium Scale)

 Rapid Test kit di lapangan (On site scale)


 Cepat dalam mendapatkan hasil (Rapid results)
 Mudah dalam penggunaannya (easy to handle)
 Murah (economical prices)
 Mudah dibawa ke lapangan (high mobility)
 Tidak memerlukan alat tambahan (non-available
laboratory equipment necessary)
Merckoquant ® Formaldehyde

Produk : Merckoquant ® Formaldehyde Test


Catalog : 1.10036.0001
Range : 10 – 20 – 40 – 60 – 100 mg/l HCHO
Test/pack : 100
Visual :
Aquamerck ® Formaldehyde
Produk : Aquamerck ® Formaldehyde
Test
Catalog : 1.08028.0001
Range : 0,1 – 0,25 – 0,4 – 0,6 – 0,8 –
1 – 1,5 mg/l HCHO
Test/pack : 100
Visual :
Penyedap Rasa & Aroma, Penguat
Rasa

 Vetsin
 Mengandung MSG (MonoSodium
Glutamat)
 Asam glutamat menghantar
sinyal-sinyal antar sel otak, dan
dapat memberikan cita rasa pada
makanan
Zat Warna Berbahaya

Butter Yellow* Chrysoidine*


Auramine* Black 7984 Crysoine
Alkanet Burn Umber Citrus Red No. 2*
Chocolate Brown FB

Indanthrene Blue RS
Fast Red E Oil Orange SS*
Magenta*
Fast Yellow AB Oil Orange XO*
Metanil Yellow*
Guinea Green B* Oil Orange AB*
Oil Yellow OB*

Orange G Orange G Rhodamin B*


Orange GGN Orange GGN Sudan I*
Orange RN Orange RN Scarlet GN
Orchid and Orcein Orchid and Orcein Violet 6B
Keterangan Label Pewarna

1. Pada label pewama yang digunakan sebagai BTP harus tertera


:Tulisan "Bahan Tambahan Makanan/Pangan", dan "Pewama
Makanan/Pangan" atau "Food Colour".
2. Nama pewama pangan (Tartrazin, dsb.)
3. No. indeks dari pewama tersebut
4. Komposisi unit produk campuran.
5. Isi netto.
6. Kode produksi.
7. Takaran penggunaan dalam pangan.
8. Nomor pendaftaran produk.
9. Nama dan alamat perusahaan.
10. Nomor pendaftaran produsen.
CAP MAWAR

PEWARNA PANGAN M
Komposisi : Tartrazin CI 19140

Produksi PT Cepot- Surabaya


Jawa Timur

BPOM RI MD Isi Bersih 200 g


Keterangan Label Pemanis Buatan

1. Tulisan "Bahan Tambahan Makanan/Pangan" dan


"Pemanis Buatan", "Untuk penderita Diabetes dan atau
orang yang butuh kalori rendah"
2. Nama pemanis buatan (Sakarin, Siklamat, Aspartam,
dsb.).
3. Jumlah pemanis buatan (mg untuk yang padat atau
% untuk yang cair).
4. Kesetaraan kemanisan dibanding gula
yang alami (gula pasir).
5. Jumlah batas maksimum (mg) yang
dikonsumsi tiap hari per kg berat badan.
Keterangan Label Pengawet

1. Tulisan BahanTambahan Makanan/Pangan


dan "Pengawet Makanan/Pangan"
2. Nama pengawet pangan (misalnya sodium
benzoat)
3. Isi netto
4. Kode produksi
5. Takaran penggunaan dalam pangan
6. Nomor pendaftaran produk
7. Nama dan alamat perusahaan
R

ARIA
R
ARIA
870609

JUS RASA MELON


BPOM RI MD
MELON JUICE
Isi Bersih : 350 ml
BPOM RI MD
BAHAYA BIOLOGIS BAHAYA KIMIA

AMANKAN PANGAN
dan
BEBASKAN PRODUK
dari
BAHAN BERBAHAYA

BAHAYA FISIK BEBAS BAHAYA

Terima Kasih