Anda di halaman 1dari 14

ISOTERM LANGMUIR

Ainayya Annihayah (170332614531)


Alma Tindi B (170332614554)
M. Yasin F (170332614572)
PERBEDA
AN
- Absorpsi : proses penyerapan adsorbat pada
adsorben sampai pada seluruh bagian adsorbennya
- Adsorpsi : proses penyerapan adsorbat pada
adsorben hanya pada permukaan adsorbennya saja
Isoterm Langmuir dikemukakan oleh
Irving Langmuir, seorang ahli
kimiawan yang memperoleh hadiah
nobel pada tahun 1932 untuk
investigasinya mengenai permukaan
kimia (surface chemistry).

Dia mengasumsikan bahwa :


a. Adsorben mempunyai permukaan
yang homogen dan hanya dapat
mengadsorpsi satu molekul adsorbat
untuk setiap molekul adsorbennya.
Tidak ada interaksi antara molekul-
molekul yang terserap.
b. Semua proses adsorpsi dilakukan
dengan mekanisme yang sama.
c. Hanya terbentuk satu lapisan
tunggal saat adsorpsi maksimum.
Teori adsorpsi dari Langmuir yang berdasarkan teori kinetik
gas, lebih membahas adsorpsi gas pada zat padat dan dalam
penggunaannya harus berasumsi pada:

1. Partikel yang diadsorpsi terletak pada substrat yang


terlokalisir pada ketebalan tertentu dan homogen.
2. Setiap bagian hanya mungkin ditempati oleh satu partikel
adsorbat.
3. Gas yang teradsorpsi bersifat ideal, artinya tidak ada
interaksi diantara molekul- molekul adsorbat.
4. Tidak terjadi interaksi antara molekul substrat dan partikel
adsorbat, atau tidak terjadi pertukaran energi, jika terjadi
tumbukan maka tumbukannya elastis sempurna.

5. Laju adsorpsi sama dengan laju desorpsi.


Skema Model Adsorpsi Langmuir
PERSAMAAN
Pada kesetimbangan dinamis:
A (g) + M (surface) ⇄ AM (surface)
Dengan konstanta laju ka untuk adsorpsi dan kd untuk desorpsi. Laju
perubahan dari cakupan luas permukaan dari adsorpsi sebanding
dengan tekanan parsial p dari A dan jumlah bagian yang tak terpakai
𝑁(1 − 𝜃), dimana N adalah jumlah total bagian :
𝑑𝜃
= 𝑘𝑎 × 𝑝 × 𝑁 × 1 − 𝜃 Laju adsorpsi…. (1)
𝑑𝑡

Dimana N adalah jumlah bagian yang diadsorpsi pada permukaan


padat paling sederhana.
PERSAMAAN
Laju perubahan dari 𝜃 dari desorpsi sebanding dengan jumlah spesies yang
diadsorpsi, 𝑁𝜃:
𝑑𝜃
= −𝑘𝑑 × 𝑁 × 𝜃 Laju desorpsi….(2)
𝑑𝑡
Pada keadaan setimbang, tidak ada perubahan bersih (net change), artinya
jumlah kedua laju adalah nol, dan penyelesaian untuk 𝜃 menghasilkan
persamaan Langmuir :
𝐾×𝑝
𝜃= Isoterm Langmuir….(3)
1+ 𝐾×𝑝
Dimana:
𝑘𝑎 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑎𝑔𝑖𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑎𝑑𝑠𝑜𝑟𝑝𝑠𝑖 𝑉
𝐾= dan 𝜃= =
𝑘𝑑 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑎𝑑𝑠𝑜𝑟𝑏𝑎𝑡 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑉~
PERSAMAAN
Sehingga persamaan (3) dapat pula disusun sebagai:

𝑝 1 𝑝
+ =
𝑉~ 𝐾 × 𝑉~ 𝑉
GRAFIK

Grafik berikut
menggambarkan
hubungan 𝜃 terhadap p
berdasarkan persamaan
isoterm Langmuir (3)
untuk beberapa nilai dari
K
PENURUNAN
PERSAMAAN
Dalam menurunkan persamaan isoterm Langmuir, kita mengasumsikan bahwa
hanya gas yang dapat mengalami adsorbsi kimia dan adsoprsi ini tidak
mengalami disosiasi (nondisosiative).
Jika dua gas A dan B, mengalami adsorpsi nondisosiatif pada permukaan yang
sama, asumsi Langmuir digambarkan sebagai :
𝐾𝐴 × 𝑝𝐴
𝜃𝐴 =
1 + 𝐾𝐴 × 𝑝𝐴 × 𝐾𝐵 × 𝑝𝐵
𝑉 𝐾𝐴 × 𝑝𝐴 + 𝐾𝐵 × 𝑝𝐵
=
𝑉~ 1 + 𝐾𝐴 × 𝑝𝐴 × 𝐾𝐵 × 𝑝𝐵

Dimana 𝜃𝐴 adalah fraksi dari bagian adsorpsi yang tertutup oleh molekul A,
dimana 𝐾𝐴 dan 𝐾𝐵 merupakan konstanta.
PENURUNAN
PERSAMAAN

Jika sebuah gas tunggal (single), diadsorpsi secara


disosiative berdasarkan A2(g) ⇄ 2A(ads), dimana ads
berkedudukan sebagai adsorbat, isoterm Langmuir menjadi:
1/2
𝐾 ×𝑝 1/2
𝜃= 1/2 1/2
1+ 𝐾 ×𝑝

Cakupan luas permukaan sekarang lebih tergantung pada


adsorpsi non-disosiative dari pada tekanan.
PENURUNAN
PERSAMAAN
Bentuk isoterm Langmuir dengan dan tanpa disosiasi ditunjukkan pada gambar
berikut:

Isoterm Langmuir untuk adsorpsi Isoterm Langmuir untuk adsorpsi non-


disosiative, X2(g) → 2X(surface), untuk nilai disosiative untuk nilai K yang berbeda-
K yang berbeda-beda beda