Anda di halaman 1dari 19

SKENARIO 2 BLOK ENDOKRIN

PUTRI JENNYCA TYONI


131001245
SKENARIO
Seorang wanita umur 46 th, datang dengan keluhan
sering buang air kecil sejak 1 bulan yg lalu terutama
malam hari. Sering merasa haus sejak 1 bulan ini dan OS
merasa gatal pada seluruh tubuh, kedua tangan dan kaki
terasa kesemutan sejak sakit ini. OS merasa nafsu makan
bertambah tapi badan semakin lama semakin kurus.
Pasien sudah menikah dan sudah mempunyai 4 orang
anak dengan BB lahir lebih 4 kg pada semua anak. Dan OS
suka makan banyak dan suka makan makanan tambahan
tp malas beraktifitas. Orang tua laki-laki OS menderita
penyakit seperti ini juga. Os juga makan obat
Glibenclamid tablet.
TERMINOLOGI
• Kesemutan : rasa keram atau kebas yg
diakibatkan terhambatnya aliran darah /
gejala kerusakan pembuluh2 darah yg
mengakibatkan darah yg mengalir diujung
ujung saraf berkurang
• Glibenclamid : obat anti diabetes (OAD)
• Sensorium : tingkat kesadaran
• hbA1C : penanda diabetes
IDENTIFIKASI MASALAH
1. Kenapa os sering buang air kecil terutama
malam hari ?
2. Kenapa berat badan pasien menurun sedangkan
nafsu makan bertambah ?
3. Apa yg menyebabkan os sering merasa haus dan
merasa gatal pada seluruh tubuh ?
4. Apakah ada hubungan peyakit yg dialami os
dengan orang tua ?
5. Apakah hubungan berat badan lahir anak
dengan penyakit os ?
6. Apa diagnosa banding dr keluhan os ?
ANALISA MASALAH
1. Kenapa os sering buang air kecil terutama malam hari ?
Jwb : karena kadar gula os meningkat
2. Kenapa berat badan pasien menurun sedangkan nafsu
makan bertambah ?
Jwb : karena ada kerusakan pada sekresi insulin sehingga
glukosa yg masuk tdk dapat di ubah menjadi glikogen/lemak
3. Apa yg menyebabkan os sering merasa haus dan merasa
gatal pada seluruh tubuh ?
Jwb : defisiensi insulin → glukosa dalam darah → glukosa
muncul di urin → diuresis osmotik → polyuria → dehidrasi →
polydipsia . Hiperglikemia → meningkatkan resiko
perkembangan jamur dan bakteri di area kulit → gatal-gatal
4. Apakah ada hubungan peyakit yg dialami os dengan
orang tua ?
Jwb : ada , karena penyakit dapat diturunkan ke anak oleh
pewarisan sifat kromosom kedua orang tuanya
5. Apakah hubungan berat badan lahir anak dengan
penyakit os ?
Jwb : ada , karena pada saat kehamilan ibu sering makan
makanan yg mengandung kadar glukosa yg tinggi dan
karena faktor genetik
6. Apa diagnosa banding dr keluhan os ?
Jwb : - diabetes melitus tipe 1
- diabetes melitus tipe 2
- diabetes melitus gestasi
TOPIC TREE
os wanita 46 tahun

Patofisio gejala Poliuria Hubungan


Bb lahir anak > 4 kg
Polifagia anak dan
Kesemutan kondisi ibu
gatal

Makan bnyak , malas Faktor


beraktivitas resiko dm

dd

penatalaksan
etilogi aan komplikasi
Learning objective
Mahasiswa/i mampu mengetahui, memahami dan
menjelaskan tentang DM :
• Anatomi pankreas dan Fisiologi pankreas
• Defenisi
• Klasifikasi DM
• Etiologi
• Patofisiologi
• Manifestasi klinis
• Pemeriksaan fisik dan penunjang
• Diagnosa banding
• Penatalaksanaan
• Komplikasi
BELAJAR MANDIRI
ANATOMI & FISIOLOGI PANKREAS

Pankreas terdiri dari 2 jaringan utama:


1. Asini mensekresi getah pencernaan ke dalam duodenum
2. Pulau langerhans yg mengeluarkan sekretnys keluar. Tetapi,
mengekskresikan insulin dan glukagon langsung ke darah
Sel endokrin dapat di temukan daam [ulau-pulau
langerhans, yaitu kumpulan sel kecil yg tersebar diseluruh
organ. Ada 4 jenis sel penghasil hormon yg teridentifikasi
dalam pulau-pulau tsb:
a. Sel alfa : jumlah sekitar 20-40%, memproduksi glukagon
yg menjadi faktor hiperglikemik, suatu hormon yg
mempunyai antiinsulin like activity.
b. Sel beta : mengekskresikan insulin yg berfungsi untuk
menurunkan kadar gula darah.
c. Sel delta : mengekskresikan somatostatin, hormon yg
berfungsi menghalangi hormon pertumbuhan untuk
menghambat sekresi glukagon dan insulin.
d. Sel F : mengekskresikan polipeptida pankreas, sejenis
hormon pencernaan dimana fungsinya tidak jelas.
Insulin merupakan hormon yg terdiri dari rangkaian asam
amino, dihasilkanoleh sel beta kelenjar pankreas. Dalam
keadaan normal, bila ada rangsangan sel beta, insulin
disintesis dan kemudian disekresikan ke dalam darah sesuai
dengan kebutuhan tubuh untuk keperluan regulasi glukosa
darah.
DEFINISI DIABETES MELITUS
Diabetes melitus adalah kelainan metabolisme
karbohidrat, dimana glukosa darah tidak dapat
digunakan dengan baik, sehingga menyebabkan
keadaan hiperglikemia.
Umumnya diabetes melitus disebabkan oleh
rusaknya sebagian kecil atau sebagian besar dari
sel-sel beta dari pulau-pulau langerhans pada
pankreas yg berfungsi menghasilkan insulin,
akibatnya terjadinya kekurangan insulin. Di samping
itu diabetes melitus juga dapat terjadi karena
gangguan terhadap fungsi insulin dalam
memasukkan glukosa ke dalam sel.
KLASIFIKASI DIABETES MELITUS
1. Diabetes tipe 1
Terjadi karna kerusakan sel b pankreas(reaksi
autoimun). Bila kerusakan sel beta telah mencapai
80-90% maka gejala DM mulai muncul.
2. Diabetes tipe 2
Pada diabetes ini terjadi penurunan kemampuan
insulin bekerja di jaringan perifer dan disfungsi sel
beta.
3. Diabetes gestational
Diabetes yg timbul pada saat kehamilan. Sekitar 4-
5% wanita hamil terdiagnosis diabetes melitus
gestational, umumnya terdeteksi setelah
trisemester kedua.
ETIOLOGI
Penyebab diabetes yg utama adalah kurangnya
prodiksi insulin (DM tipe I) atau kurangnya
sensitifnya jarungan tubuh terhadap insulin (DM
tipe II), ada beberapa faktor yg menyebabkan
DM sebagai berikut :
1. Genetik atau faktor keturunan
2. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
3. Virus dan bakteri
PATOFISIOLOGI
Gejala awal berhubungan dengan efek langsung dari
kadar gula darah yg tinggi. Jika kadar gula darah lebih dari
160-180 mg/dL, maka glukosa akan sampai ke air kemih.
Jika kadarnya lebih tinggi lg ginjal akan membuang air
tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa
yg hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam
jumlah yg berlebih maka penderita sering berkemih
dalam jumlah yg banyak (poliuri). Akibat poliuri maka
penderita merasa haus yg berlebihan sehingga banyak
minum. Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih,
penderita mengalami penurunan berat badan. Hal ini
menyebabkan penderita sering kali merasakan lapar yg
luar biasa sehingga banyak makan.
MANIFESTASI KLINIS
- Poliuria
- Polidipsia
- Polifagia
- Penurunan berat badan
- Cepat merasa lelah (fatigue)
- Iritabilitas
- Pruritus (gatal-gatal)
PEMERIKSAAN FISIK DAN PENUNJANG
Pemeriksaan fisik selama episode hipoglikemik
menunjukkan :
Respon autonomik Respon neuroglikopenik
Berkeringat Sakit kepala
Palpitasi Pening
Tremor Kacau mental
Gugup Peka rangsang
Pucat Kesulitan berkonsentrasi
Lapar Kerusakan penilaian
Kelamahan & kejang

PEMERIKSAAN PENUNJANG
- Blood glucose testing
- Urinalysis
PENATALAKSANAAN
- Terapi
- Terapi sulih insulin
- Terapi gizi medis
- Obat-obatan
- Latihan fisik
KOMPLIKASI
Komplikasi-komplikasi diabetes melitus dapat dibagi
menjadi dua kategori mayor : (1) komplikasi
metabolik, dan (2) komplikasi-komplikasi vaskular
jangka panjang
Komplikasi metabolik akut: hiperglikemia dan
glukosuria berat, penurunan lipogenesis,
peningkatan lipolisisdan peningkatan oksidasi asam
lemak bebas
Komplikasi kronik jangka panjang: retinopati
diabetik, glumerulus ginjal (nefropati diabetik) dan
saraf-saraf perifer (neuropati diabetik).
DAFTAR PUSTAKA
1. http://obatdiabetesmelitus.net/upaya-
pencegahan/waspadai-gejala-penyakit-
kencing-manis-berikut
2. Sherwood, Laurale, Human Physiology
(diterjemahkan oleh alih bahasa, Brahm U.
Pendit, editor bahasa indonesia, Nella
Yusdelita edisi 6), Jakarta . EGC, 2011
3. (http://www.tanyadok.com/kesehatan/peran
-tes-hba1c-dalam-mendiagnosa-diabetes)