Anda di halaman 1dari 15

KONSTRUKSI

JEMBATAN

Kelompok 2 :
1.Linda Setyowati
2.Eko Setiawan
3.Fendi Sulistiono
3.Stefanus Dhariel Marcenda
MENGENAL KONSTRUKSI
JEMBATAN
Jembatan adalah suatu struktur bangunan yang
berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan
yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan
seperti lembah yang dalam, alur sungai, saluran
irigasi dan pembuangan, jalan kereta api, waduk, dan
lain-lain. Desain dari jembatan bervariasi tergantung
pada fungsi dari jembatan atau kondisi bentuk
permukaan bumi dimana jembatan tersebut
dibangun.
JEMBATAN

Jembatan menurut fungsinya merupakan suatu


konstruksi yang dapatmeneruskan jalan untuk melewati
suatu rintangan yang berada lebih rendah,sehingga
jembatan dapat dikatakan sebagai alat penghubung
suatu daerah kedaerah lain yang terpisah akibat
rintangan seperti sungai, selat, dan bahkan jalanlain
yang memotong jalan yang dimaksud. Suatu bangunan
jembatan padaumumnya terbagi atas beberapa bagian-
bagian pokok, yaitu terdiri dari strukturbawah dan
struktur atas.
SUB STRUCTURE

Bangunan struktur bawah berfungsi untuk


menerima atau menahan beban-beban yang
disalurkan dari beban struktur atas, dan
kemudian beban-bebantersebut disalurkan
ke pondasi.Struktur bawah ini terdiri dari :

1.Pondasi pada jembatan memiliki fungsi


yang sama dengan pondasi yang ada pada
struktur bangunan gedung, dimana fungsi
dari pondasi itu sendiri adalah
menyalurkan beban-beban yang di tahan ke
tanah. Pondasi memiliki 2 bagian yaitu :
Bagian atas dan bagian bawah.
Bagian bawah :
a.Tiang Pancang / Bore Pile / Sumuran.
b.Pile Cap
c.Kolom Piera.
d.Pierb.
e.Pier Head
ABUTMENT

Abutment merupakan bagian dari


bangunan pada ujung-ujung jembatan,yang
memiliki fungsi sebagai pendukung untuk
bangunan struktur atas dan juga berfungsi
untuk penahan tanah. Abutment mempunyai
bagian sebagai berikut :
a.Abutment
b.Wing Wall
c.Pelat Injak
d.Back Wall
OPRIT

Oprit adalah akses penghubung


antara jembatan dengan jalan yang
ada.Perencanaan konstruksi oprit ini
sangat perlu diperhatikan agar design
oprit yang dihasilkan nantinya dapat
aman dan awet sesuai dengan umur
rencanayang telah ditentukan.
BANGUNAN STRUKTUR ATAS
(UPPER STRUCTURE)

Bangunan struktur atas berfungsi untuk


menampung beban-beban yangditimbulkan oleh
lalu lintas orang, kendaraan, dan lain sebagainya.
Bangunan atasbiasanya terdiri dari pelat, lapisan
permukaan jalan, dan gelagar dari jembatan
Jembatan bukan hanya kontruksi yang berfungsi
menghubungkan suatutempat ke tempat lain akibat terhalangnya suatu
rintangan, namun jembatanmerupakan suatu sistem transportasi, jika
jembatan runtuh maka sistem akanlumpuh.Tipe jembatan mengalami
perkembangan yang sejalan dengan sejarahperadaban manusia, dari tipe
yang sederhana sampai dengan tipe yang kompleks,dengan material yang
sederhana sampai dengan material yang modern. Jenis jembatan yang
terus berkembang dan beraneka ragam mengakibatkan seorangperencana
harus tepat memilih jenis jembatan yang sesuai dengan tempat
tertentu.Perencanaan sebuah jembatan menjadi hal yang penting,
terutama dalammenentukan jenis jembatan apa yang tepat untuk
dibangun di tempat tertentu danmetode pelaksanaan apa yang akan
digunakan. Penggunaan metode yang tepat,praktis, cepat dan aman,
sangat membantu dalam penyelesaian pekerjaan padasuatu proyek
konstruksi. Sehingga, target 3T yaitu tepat mutu/kualitas,
tepatbiaya/kuantitas dan tepat waktu sebagaimana ditetapkan, dapat
tercapai.
MACAM-MACAM JEMBATAN :
1. Jembatan Alang (Beam Bridge)

Jembatan alang adalah struktur jembatan yang sangat sederhana dimana jembatan hanya berupa
balok horizontal yang disangga oleh tiang penopang pada kedua pangkalnya. Asal usul struktur
jembatan alang berawal dari jembatan balok kayu sederhana yang di pakai untuk menyeberangi
sungai. Di zaman modern, jembatan alang terbuat dari balok baja yang lebih kokoh. Panjang
sebuah balok pada jembatan alang biasanya tidak melebihi 250 kaki (76 m). Karena, semakin
panjang balok jembatan, maka akan semakin lemah kekuatan dari jembatan ini. Oleh karena
itu, struktur jembatan ini sudah jarang digunakan sekarang kecuali untuk jarak yang dekat saja.
Jembatan alang terpanjang di dunia saat ini adalah jembatan alang yang terletak di Danau
Pontchartrain Causeway di selatan Louisiana, Amerika Serikat. Jembatan ini memiliki panjang
23,83 mil (38,35 km), dan lebar 56 kaki (17 m)
2. Jembatan Penyangga (Cantilever Bridge)

Berbeda dengan jembatan alang, struktur jembatan penyangga berupa balok horizontal
yang disangga oleh tiang penopang hanya pada salah satu pangkalnya. Pembangunan jembatan
penyangga membutuhkan lebih banyak bahan dibanding jembatan alang. Jembatan penyangga
biasanya digunakan untuk mengatasi masalah pembuatan jembatan apabila keadaan tidak
memungkinkan untuk menahan beban jembatan dari bawah sewaktu proses pembuatan. Jembatan
jenis ini agak keras dan tidak mudah bergoyang, oleh karena itu struktur jembatan penyangga
biasanya digunakan untuk memuat jembatan rel kereta api. Jembatan penyangga terbesar di dunia
saat ini adalah jembatan penyangga Quebec Bridge di Quebec, Kanada. Jembatan ini memiliki
panjang 549 meter (1.801 kaki).
3. Jembatan Lengkung (Arch Bridge)

Jembatan lengkung memiliki dinding tumpuan pada setiap ujungnya. Jembatan


lengkung yang paling awal diketahui dibangun oleh masyarakat Yunani, contohnya
adalah Jembatan Arkadiko. Beban dari jembatan akan mendorong dinding tumpuan
pada kedua sisinya. Dubai, Uni Emirat Arab saat ini sedang membangun Sheikh
Rashid bin Saeed Crossing. Jembatan ini dijadwalkan akan selesai pada tahun 2012.
Jika proses pembangunan telah selesai, jembatan ini akan menjadi jembatan
lengkung terpanjang di dunia.
4. Jembatan Gantung (Suspension Bridge)

Dahulu, jembatan gantung yang paling awal digantungkan dengan menggunakan tali
atau dengan potongan bambu. Jembatan gantung modern digantungkan dengan
menggunakan kabel baja. Pada jembatan gantung modern, kabel menggantung dari
menara jembatan kemudian melekat pada caisson (alat berbentuk peti terbalik yang
digunakan untuk menambatkan kabel di dalam air) atau cofferdam (ruangan di air
yang dikeringkan untuk pembangunan dasar jembatan). Caisson atau cofferdam akan
ditanamkan jauh ke dalam lantai danau atau sungai. Jembatan gantung terpanjang di
dunia saat ini adalah Jembatan Akashi Kaikyo di Jepang. Jembatan ini memiliki
panjang 12.826 kaki (3.909 m) .
5. Jembatan Kabel-Penahan (Cable-Stayed Bridge)

Seperti jembatan gantung, jembatan kabel-penahan ditahan dengan menggunakan


kabel. Namun, yang membedakan jembatan kabel-penahan dengan jembatan gantung
adalah bahwa pada sebuah jembatan kabel-penahan jumlah kabel yang dibutuhkan
lebih sedikit dan menara jembatan menahan kabel yang lebih pendek. Jembatan kabel-
penahan yang pertama dirancang pada tahun 1784 oleh CT Loescher. Jembatan kabel-
penahan terpanjang di dunia saat ini adalah Jembatan Sutong yang melintas di atas
Sungai Yangtze di China.
6. Jembatan Kerangka (Truss Bridge)

Jembatan kerangka adalah salah satu jenis tertua dari struktur jembatan modern.
Jembatan kerangka dibuat dengan menyusun tiang-tiang jembatan membentuk kisi-kisi
agar setiap tiang hanya menampung sebagian berat struktur jembatan tersebut.
Kelebihan sebuah jembatan kerangka dibandingkan dengan jenis jembatan lainnya
adalah biaya pembuatannya yang lebih ekonomis karena penggunaan bahan yang lebih
efisien. Selain itu, jembatan kerangka dapat menahan beban yang lebih berat untuk
jarak yang lebih jauh dengan menggunakan elemen yang lebih pendek daripada
jambatan alang.
7. Jembatan Bisa Pindah (Moveable Bridge)

Jembatan bisa pindah adalah jembatan yang biasanya terletak di sungai atau selat di
mana di bagian tengah jembatan bisa bergerak atau diangkat karena bisa digunakan
untuk lalu lalang kapal-kapal besar yang melewati sungai atau selat