Anda di halaman 1dari 19

SKENARIO 1 BLOK

ENDOKRIN

PUTRI JENNYCA TYONI


131001245
SGD 4
SKENARIO

Seorang wanita berumur 35 th mengeluh adanya benjolan pada


bagian pangkal leher di bawah cartilago thyroidea sejak 6 bulan
lalu dan semakin membesar. Pasien ini juga mengeluh jantung
sering berdebar-debar, berkeringat walaupun cuaca tidak
panas dan terasa panas pada bagian benjolan tersebut. Dari
anamnese diketahui bahwa dia berasal dari daerah
pegunungan.
Kata kunci : benjolan dileher, jantung berdebar-debar, sering
berkeringat.
KLARIFIKASI ISTILAH

 Cartilago thyroid : salah satu tulang rawan yg


menyusun laring
IDENTIFIKASI MASALAH

1. Apa yg menyebabkan benjolan dileher dan


semakin membesar?
2. Mengapa jantung sering berdebar debar dan
berkeringat?
3. Dimana letak cartilago throidea?
4. Apa hubungan tempat tinggal dengan keluhan
pasien?
5. Kelenjar apakah yg terletak di bawah cartilago
thyroidea
6. Apa yg menyebabkan benjolan terasa panas?
7. Organ apa sajakah yg termasuk dalam sistem
endokrin?
ANALISA MASALAH

1. Apa yg menyebabkan benjolan dileher dan semakin


membesar?
JAWAB: karena adanya peradangan pada glandula thyroid
2. Mengapa jantung sering berdebar debar dan
berkeringat?
JAWAB: karena dia tinggal di daerah yg tekanan udaranya
rendah,
3. Dimana letak cartilago thyroidea?
JAWAB: di regio colli di depan dan di samping trakea
setinggi anulus trakealis 4 dan 6.
4. Apa hubungan tempat tinggal dengan keluhan
pasien?
JAWAB: kadaar yodium di daerah pegunungan rendah
5. Kelenjar apakah yg terletak di bawah cartilago
thyroidea?
JAWAB: glandula thyroid, glandula parathyroid
6. Apa yg menyebabkan benjolan terasa panas?
JAWAB: karena proses inflamasi atau karena pada
daerah glandula thyroid terdapat byk pembuluh darah
7. Organ apa sajakah yg termasuk dalam sistem
endokrin?
JAWAB: pituitary, glandula pinealis, glandula thyroidea,
glandula parathyroid, thymus, pancreas, suprarenalis,
gonad (testis dan ovarium)
TOPIC TREE

ANATOMI: Pr, 35 th
1. TOPOGRAFI
2. ORGAN BIOKIMIA
3. VASKULARISASI KU: benjolan di pangkal
4. INNERVASI leher, jantung berdebar
debar, berkeringat

Kelenjar endokrin
FISIOLOGI:
1. HORMON YG HISTOLOGI:
DI HASILKAN 1. JENIS
DAN KELENJAR
FUNGSINYA NYA
LEARNING OBJECTIVE
Mahasiswa/I mampu mengetahui, memahami dan menjelaskan :
- Anatomi sistem endokrin:
1. Topografi
2. Vaskularisasi
3. Innervasi
- Fisiologi dan patofisiologi sistem endokrin:
1. Hormon yg dihasilkan dan fungsinya
2. Regulasi pengaturan sekresi kelenjar thyroid
- Biokimia sistem endokrin:
1. Proses pembentukan hormon yg dihasilkan kelenjar thyroid
2. Zat apa yg di butuhkan untuk proses pembentukan hormon
pada kelenjar thyroid
- Histologi sistem endokrin:
1. Jenis sel kelenjar
BELAJAR MANDIRI

ANATOMI SISTEM ENDOKRIN


1. Topografi
- Setinggi VC 7-8
- Aspectus posterior fascia pre tracheal
- Diselubungi oleh fascia kelanjutan fascia pretracheal
2. Organ-organ endokrin
 Glandula hypophysis
 Glandula pineal
 Glandula thyroidea
 Glandula parathyroidea
 Thymus
 Pancreas
 Glandula suprarenalis
 Testis
 Ovarium
3. Vaskularisasi glandula thyroidea
- Arteri thyroidea superior
- Arteri thyroidea inferior
Pembuluh darah balik glandula thyroidea:
- Vena thyroidea superior
- Vena thyroidea media
- Vena thyroidea inferior
4. Inervasi glandula thyroidea
 Saraf parasimpatis
Nervus laringeus reccurens
Nervus laringeus superior dan inferior
5. Hormon yg di hasilkan dan fungsinya
- Fungsi utama kelenjar tiroid 3S (synthesa, store, secretion) terhadap
hormon T4 & T4
- Fungsi hormon thyroid merangsang langsung metabolisme jaringan
dengan berfungsi sebagai katalisator terhadap reaksi oksidasi
- Akibat dari rangsangan TSH dari sel pituitari anterior akan
menyebabkan hiperplasi & hiperfungsi intraglanduler kelenjar tiroid
6. Regulasi pengaturan sekresi kelenjar thyroid
Dalam kondisi normal, hipothalamus mensekresi TRH yg akan
merangsang pituitary anterior untuk mengeluarkan TSH.
Sekresi T3 & T4 oleh kelenjar tiroid akan diatur oleh mekanisme
feed back terhadap kelenjar hipothalamus dan pituitary.
Hipothalamus
TRH
Hipofisis
TSH
Kelenjar tiroid

T3 dan T4
HYPERTHYROID
Struma pembesaran kelenjar thyroid
Pembagian :
1. Diffuse non-toxic goiter
2. Nodular non-toxic goiter
3. Diffuse toxic goiter (Grave’s disease)
4. Nodular toxic goiter (Plummer’s disease)

1. Diffuse non-toxic goiter


 simple goiter=endemic goiter=adolesant goiter
 Umumnya trdpt didaerah yg kekurangan yodium
 Lebih jelas pada wanita karena menstruasi juga merangsang kelenjar tiroid
 Pada p.mikroskopis terjadi penimbunan koloid kental dan warnanya gelap
 Pada anak yg lahir dengan hipotiroidism kretinism
2. Nodular non-toxic goiter
 Adenomatous goiter
 Pada p.mikroskopis vakuole dalam asini yg berisi koloid
 Mengalami focal necrosis dengan daerah yg mengalami pengapuran
dan perdarahan spontan, diikuti dengan penyembuhan oleh
jaringan ikat sehingga terbentuk nodul-nodul padat
 Pada perabaan teraba keras karna kalsifikasi
 Perbedaannya dengan diffuse non-toxic goiter : perbesarannya
menonjol keluar sehingga dapat menekan jalan napas dan jalan
makan bahkan dapat masuk ke cavum thoracic
3. Diffuse toxic goiter
 Exophthalmus goiter=tyrotoxicocis=grave’s disease=basedow
 Disebut thyrotoxicocis menunjukkan keadaan toksik yg berat
 Tidak ditemukan bahan toksis, hanya T3 yg meningkat tinggi
 Pr : lk = 6 : 1
Symtoms (gejala) :
1. Nervositas (gak bisa diam, gugup)
2. Irribilitas (mudah peka, tersinggung)
3. Kurus
4. Kulit sering basah
5. Intoleransi thd suhu panas
6. Palpitasi >100/menit
7. Mudah lelah, tremor, agitasi
8. Mens tidak teratur
9. BB menurun tp nafsu makan meningkat (paradox muller), dll.
Signs (tanda-tanda yg ditemui dokter) :
1. Vaskularisasi thyroid bruit (murmur)
2. Panas pada kulit, kurus
3. Kulit basah
4. Rambut menipis (alopesia), dll
HYPOTHYROID
Gejala :
1. Orang selalu lemah
2. Tidak punya toleransi terhadap rasa dingin
3. Kulit selalu kering
4. Alopesia
5. Gangguan menstruasi
6. Sering obstipasi
7. Pembengkakan periorbital sekitar mata
Tanda yg ditemui dokter :
1. OS kulitnya kering
2. Pucat
3. Rambut jarang
4. Suara parau
5. Pada beberpa pasien didapatkan keadaan koma dngan myxedema
Pemeriksaan laboraturium pada primary hipothyroidism :
1. T4 serum rendah, TSH meningkat
2. Respon dari TSH ke TRH meningkat
3. Kolesterol meningkat
4. Hiponatremia, konsentrasi pCO2 meningkat (hipoksemia)

PROSES PEMBENTUKAN HORMON YG DIHASILKAN KELENJAR


THYROID

Pembentukan hormon T3 (triiodotironin), T4 (tiroksin) :


Hormon T3 dan T4 dihasilkan oleh folikel sedangkan kalsitonin
dihasilkan oleh parafolikuler. Bahan dasar pembentukan hormon ini
adalah yodium. Yodium yg dikonsumsi akan diubah menjadi ion
yodium (yodida) yg masuk secara aktif kedalam sel kelenjar dan
dibutuhkan ATP sebagai sumber energi. Proses ini disebut pompa
iodida, yg dapat di hambat oleh ATP-ase, ion klorat dan ion sianat.
JENIS SEL KELENJAR THYROID
Terdiri dari:
-Parenkim tiroid terdiri
atas folikel folikel.
-Setiap folikel terdiri
dari selapis epitel dgn
lumen sentral yg terisi
dengan suatu substansi
gelatinosa disebut koloid
-kolo -Koloid mengandung
glikoprotein besar yakni
triglobulin
-Sel folikel memiliki bentuk
bervariasi dari squamous hingga
columnar
-Sel parafolikular atau sel c yg
mensekresi kalsitonin
DAFTAR PUSTAKA

 Kamus dorland edisi 31,EGC.jakarta.


 Sobbotta jilid 3,EGC.jakarta
 C guyton, A.MD.fisiologi manusia dan mekanisme
penyakit.edisi III.jakarta.EGC.1992
 Sherwood Lauralee. Fisiologi Manusia Dari Sel Ke
Sistem.6th Ed.EGC.Jakarta.2012
 Mescher L. Anthony.Sistem Endokrin.Histologi
Dasar Junqueira,12th Ed.Jakarta:EGC.2012