Anda di halaman 1dari 12

SOLUTIO (LARUTAN)

Kelompok III :
Alya Metarisna
Fitriaana Utami
Nurya Indah Lestari
Ryan Hedy Saputra
Definisi
SOLUTIO

Keuntungan & Kerugiaan

Jenis Larutan

Faktor yang Mempengaruhi Kelarutan

Macam-macam Sediaan Larutan Obat


SOLUTIO

1. Menurut FI Edisi III


Larutan adalah sediaan cair yang
mengandung bahan kimia terlarut. Kecuali
dinyatakan lain, sebagai pelarut digunakan
air suling. (1)
2. Menurut FI Edisi IV
Solutiones atau larutan adalah sediaan cair
yang mengandung satu atau lebih zat
kimia yang terlarut. (1)
Solven yg Sering
digunakan dalam
Pembuatan Larutan (1) :

Etanol
Gliserin
Eter
Minyak
Paraffin
liquidum
Keuntungan
Kerugiaan
• Merupakan campuran homogen
• Dosis dapat mudah diubah- • Volume bentuk
ubah dalam pembuatan. larutan lebih besar.
• Dapat diberikan dalam larutan • Ada obat yang tidak
encer kapsul stabil dalam larutan.
• Kerja awal obat lebih cepat • Ada obat yang sukar
karena obat cepat diabsorpsi. ditutupi rasa dan
• Mudah diberi pemanis, bau- baunya dalam
bauan dan warna. larutan.
• untuk pemakaian luar, bentuk
larutan mudah digunakan.
JENIS LARUTAN (2)
Larutan encer : larutan yang mengandung
sejumlah kecil zat A yang terlarut.

Larutan jenuh : larutan yang mengandung


jumlah maksimum zat A yang dapat larut dalam
air pada tekanan dan temperatur tertentu.

Larutan lewat jenuh : larutan yang


mengandung jumlah zat A yang terlarut melebihi
batas kelarutannya di dalam air pada temperatur
tertentu.
Faktor yang Mempengaruhi Kelarutan (1) :
1. Sifat Solute dan Solven : Sifat solute yang polar akan larut dalam solven yang
polar. Misalkan, garam anorganik larut dalan air.
2. Consolvensi adalah peristiwa kenaikan kelarutan dari suatu zat karena
penggunaan kombinasi pelarut atau modifikasi pelarut.
3. Kelarutan : Untuk zat yang mudah larut memerlukan sedikit pelarut, sedangkan
zat yang sukar larut akan memerlukan lebih banyak pelarut.
4. Temperatur : umumnya bahan obat bertambah larut bila suhu atau temperatur
dinaikkan bersifat Endoterm. Tetapi ada bahan obat justru menjadi tidak
larut jika terjadi kenaikan suhu atau temperatur Eksoterm
5. Salting Out adalah peristiwa penurunan kelarutan yang disebabkan
penambahan jumlah besar garam atau peristiwa ketika zat terlarut tertentu
mempunyai kelarutan lebih besar dari zat utama sehingga menyebabkan
penurunan kelarutan zat utama.
6. Salting in adalah peristiwa ketika adanya zat terlarut tertentu, menyebabkan
kelarutan zat utama dalam solven menjadi lebih besar.
7. Pembentukan kompleks adalah peristiwa terjadinya interaksi antara zat tak
larut dengan zat yang larut dengan membentuk garam kompleks.
Berdasarkan cara pemberiannya, bentuk
sediaan larutan dibedakan atas (1) :
1. Larutan oral
Sediaan cair yang dibuat untuk pemberian oral,
mengandung satu atau lebih zat dengan atau tanpa
bahan pengaroma, pemanis, dan pewarna, yang larut
dalam air atau campuran konsolven air.
2. Larutan Topikal
Larutan yang umumnya menggunakan air sebagai
pelarut tapi dapat juga menggunakan etanol.
Pemakaian topikal selain ditunjukan untuk kulit
dapat juga untuk mukosa mulut.
SIRUP

GUTTAE POTIONES

LARUTAN
ORAL
POTIO
ELIXIR
EFFERVESCENT
GARGARISMA

GUTTAE OPTH LITUS ORIS


SATURATIO NETRALISASI

LARUTAN TOPIKAL

GUTTAE
COLLYRIUM
NASALES

EPITHEMA
INHALATIONES
OBAT KOMPRES
SIRUP ELIXIR SATURATIO

TETES MATA GARGARISMA COLLYRIUM LITUS ORIS


SEMOGA BERMANFAAT

TERIMAKASIH
SUMBER
1. Buku Ilmu Resep Vol.2
2. “Solutio”.https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s
&source=web&cd=1&ved=2ahUKEwi0wYuhgpXhAhXFuo8K
HS6fDccQFjAAegQIARAC&url=http%3A%2F%2Fwww.paf
ijabar.or.id%2Fwp-
content%2Fuploads%2F2016%2F02%2F2-SEDIAAN-
LARUTAN-.ppt&usg=AOvVaw0gdrWDpsX_u5W9iXvyotM4,
diaskes pada tanggal 23 Maret 2019 Pukul 20.00