Anda di halaman 1dari 18

SKENARIO 2 BLOK HEMATOLOGI

PUTRI JENNYCA TYONI


131001245
SKENARIO
Ny. T, seorang wanita 30 th, datang ke klinik karena
merasa mudah lelah dan lemah dalam 3 bulan ini.
Sejak 2 minggu belakangan ini keluhan bertambah
berat disertai dengan sering merasa kebas-kebas
dan pusing. Ny. T merupakan seorang vegetarian
dan mempunyai kegemaran berkebun. Pada
pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva pucat
dengan denyut jantung 100 x/menit dan laju nafas
24 x/menit. Dari hasil pemeriksaan laboratorium
ditemukan Hb 8,5 g/dl, lekosit 10500/uL, trombosit
400000/uL, MCV 70 fl, MCH 25 pg, MCHC 29%,
gambaran darah tepi : anisositosis, hipokrom
mikrositer, poikilositosis, feses : telur hookworm (+)
KLARIFIKASI ISTILAH
MCV : (mean corpusculus volume) ukuran dari volume
sel darah merah rata-rata
MCH : (mean corpusculus hemoglobin) pemeriksaan
untuk mengetahui rata-rata Hb dalam eritrosit
MCHC : (mean corpusculus hemoglobin concentration)
konsentrasi Hb pada volume eritrosit
Anisositosis : kondisi dimana ukuran eritrosit berbeda-
beda
Hipokrom mikrositer : kelainan pada morfologi eritrosit
Poikilositosis : kelainan bentuk eritrosit normal
IDENTIFIKASI MASALAH
• Mengapa konjungtiva terlihat pucat ?
• Mengapa os mudah merasa lelah, pusing, dan kebas ?
• Bagaimana hasil pemeriksaan darah laboratorium os ?
• Apakah ada hubungan berkebun dengan keluhan os ?
• Kenapa muncul gmbaran anisositosis, poikolositosis,
hipokrom mikrostik ?
• Apakah hubungan os seorang vegetarian dengan
keluhan yang dialami ?
• Apa diagnosa banding os ?
ANALISA MASALAH
• Mengapa konjungtiva terlihat pucat ?
Jawab :karena pada daerah konjungtiva membrannya tipis
sehingga kapiler terlihat lebih jelas . Warna pucat didapat
karena sedikitnya kadar o2 dalam darah.
• Mengapa os mudah merasa lelah, pusing, dan kebas ?
Jawab : karena konsentrasi Hb pada eritrosit dibawah
normal, sehingga kurangnya kadar o2 yang dibawa ke otak
dan jaringan yang mengakibatkan metabolisme nya
terganggu.
• Bagaimana interpretasi pemeriksaan lab darah dan
feses os ?
Jawab : Hb : 8,5  rendah
Telur hookworm (+) terinfeksi cacing tambang
• Apakah ada hubungan berkebun dengan
keluhan os ?
Jawab : ada, karena infeksi cacing tambang melalui
tanah.
• Kenapa muncul gmbaran anisositosis,
poikolositosis, hipokrom mikrostik ?
Jawab : karena adanya defisiensi besi
• Apakah hubungan os seorang vegetarian
dengan keluhan yang dialami ?
Jawab : karena kebiasaan os mungkin yang kurang
steril saat mengolah sayuran
• Apa diagnosa banding os ?
Jawab : anemia defisiensi besi, anemia defisiensi
B12, anemia kronis
MAPPING CONCEPT
Definisi anemia

Komplikasi Klasifikasi anemia

Ny. T, 30 th. Mudah lelah,


Penatalaksanaan lemah, kebas-kebas dan Etiologi anemia
pusing, konjungtiva pucat

Pemeriksaan Patofisiologi anemia


laboratorium

Manifestasi klinis
LEARNING OBJECTIVE
• Mahasiswa/i mampu mengetahui, menjelaskan :
 Defenisi anemia
 Klasifikasi anemia
 Etiologi anemia
 Patofisiologi anemia
 Manifestasi klinis
 Pemeriksaan laboratorium
 Diagnosa banding
 Penatalaksanaan
 Komplikasi
DEFINISI ANEMIA
Anemia(kurang darah) sebetulnya salah kaprah karena
biasanya tak terjadi kekurangan jumlah hemoglobin
dalam darah atau gangguan produksi eritrosit (pada
defisiensi asam folat/vitamin b12.
KLASIFIKASI ANEMIA, secara morfologi :
1. Anemia normositik normokrom, terjadi karena
pengeluaran darah atau destruksi darah yg berlebih
sehingga menyebabkan sumsum tulang harus bekerja
lebih keras lagi dalam eritropoiesis.
2. Anemia makrositik normokrom,
gangguan/terhentinya sintesis asam nukleat DNA yg
ditemukan pada defisiensi B12/asam folat.
3. Anemia mikrositik hipokrom, menggambarkan
insufiensi sintesis hem(besi), seperti anemia defisiensi
besi, keadaan sideroblastik&kehilangan darah kronik.
KLASIFIKASI ANEMIA, secara etiologi :
1. Anemia aplastik, kegagalan sumsum tulang
memproduksi sel-sel darah baru
2. Anemia defisiensi besi, B12, iron, folic, acid
3. Anemia megaloblastik
ETIOLOGI ANEMIA

- Faktor nutrisi
- Kebutuhan besi meningkat
- Gangguan absorbsi besi
- Perdarahan kronik:
- saluran cerna; tukak peptic; konsumsi
NSAID, salisilat
- saluran genitalia wanita; menoraghia
- saluran kemih; hematuria
- saluran nafas; hemoptoe
PATOFISIOLOGI ANEMIA
Iron Depleted Stated Feritin serum ↙
Cadangan besi menurun namun, Pengecatan besi pada sumsum tulang negatif
eritropoietik belum terganggu Absorbsi besi melalui usus ↗

Iron Deficient Eritropoietic Free protophorfirin ↗


Cadangan besi kosong dan eritropoietik TIBC ↗
terganggu namun, gejala anemia belum
manifes

Iron Deficiency Anemia Anemia hipokrom mikrositer


Eritropoietik sangat terganggu, kadar Hb Gejala klinik anemia
menurun sehingga gejala anemia
bermanifes
MANIFESTASI KLINIS
 Koilonychia (kuku sendok)
 Atrofi papil lidah
 Stomatitis angularis (cheilosis)
 Disfagia
 Atrofi mukosa gaster sehingga menimbulkan
akhloridia
 Pica
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
 Hemoglobin (Hb)
 Penentuan indeks eritrosit (MCV,MCH,MCHC)
 Pemeriksaan hapusan darah perifer
 Luas distribusi sel darah merah (Red Distribution
Wide = RDW)
 Eritrosit protoporfirin (EP)
 Besi Serum (Serum Iron = SI)
 Serum Transferin (Tf)
 Transferrin Saturation (Jenuh Transferin)
 Serum Feretin
PENATALAKSANAAN
1. Non medika mentosa, diet tinggi besi dengan
makanan yg banyak mengandung besi
 Besi heme, terdapat dalam daging dan ikan, absorbs
cepat
 Besi non heme, dari sumber tumbuh-tumbuhan,
tingkat absorbs rendah
2. Medika mentosa
 Terapi oral, ferous glukonat,fumarat dan suksinat
dengan dosis harian 4-6 mg/kg/hari besi elemental
diberikan dalam 2-3 dosis
 Terapi parental, dekstran besi, larutan ini mengandung
50 mg besi/ml
 Terapi transfusi
KOMPLIKASI
1. Perkembangan otot buruk (jangka panjang)
2. Daya konsentrasi menurun
3. Hasil uji perkembangan menurun
4. Kemampuan mengolah informasi yg didengar
menurun
DAFTAR PUSTAKA
• Sherwood, Lauralee, Human Physiology
(diterjemahkan oleh ahli bahasa, Brahm V. Pendit
; editor bahasa indonesia, Nella Yusdelita edisi 6),
Jakarta : EGC, 2011
• http://www.ikaapda.com/resources/HOM/Readi
ng/Anemia-Def-Besi.pdf
• Dorland, W.A. Newman, Dorland Pocket Medical
Dictionary,(diterjemahkan oleh alih bahasa,
Albertus Agung Mahode… [et al.]; editor bahasa
indonesia, Yanuar Budi Hartanta…[et al]), Jakarta
: EGC, 2011