Anda di halaman 1dari 13

PRESENTASI UJIAN PROPOSAL TUGAS AKHIR

PEMANFAATAN LIMBAH BATUBARA (FLY ASH) PLTU HOLTEKAM


JAYAPURA SEBAGAI BAHAN TAMBAH SEMEN TERHADAP
SIFAT MEKANIS BETON

DEFIN IMMANUEL PANJAITAN


14 111 031
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang

Perkembangan konstruksi di Indonesia terjadi begitu cepat,banyak penelitian telah dilakukan


untuk mengembangkan teknologi konstruksi mulai dari bahan konstruksi hingga teknologi
yang digunakan dalam konstruksi itu sendiri. Perkembangan dari bahan konstruksi tersebut
dapat dilihat dari banyaknya jenis bahan-bahan tambah yang digunakan sebagai bahan
tambah dalam adukan beton normal. Bahan-bahan yang ditambahkan ini bertujuan untuk
meningkatkan kualitas beton menjadi lebih baik.

Abu terbang (fly ash) batubara adalah bahan yang berbutir halus yang bersifat pozzolanic.
yang merupakan bahan alami atau buatan yang di peroleh dari sisa pembakaran batubara. Fly
ash sendiri tidak memiliki kemampuan mengikat seperti halnya semen. Tetapi dengan
kehadiran air dan ukuran partikelnya yang halus, oksida silica dan alumunium yang bereaksi
secara kimia dengan kalsium hidroksida pada temperature membentuk senyawa bersifat
sementitious ( bersifat mengikat ).

Didaerah Papua khususnya Kabupaten Jayapura, berlokasi di PLTU Holtekam Jayapura


terdapat limbah batubara abu terbang (fly ash), yang belum optimal pemanfaatannya (belum
ada yang menggunakan).Abu terbang (fly ash) sendiri sebagai bahan tambah pada campuran
beton. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variasi komposisi campuran
beton dengan memanfaatkan limbah batubara abu terbang (fly ash), maka peneliti
melakukan penelitian tentang Pemanfaatan Limbah Batubara (fly ash) PLTU HOLTEKAM
Jayapura sebagai bahan tambah semen terhadap sifat mekanis Beton
Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang maka dapat dirumuskan permasalahan, yaitu:


1. Apakah penambahan limbah batubara fly ash sebagai campuran beton kuat
tekannya lebih tinggi dibandingkan dengan beton normal ?
2. Berapa kuat tekan beton pada umur 3, 7, 14 dan 28 hari menggunakan bahan
tambah Fly ash dengan variasi perbandingan campuran 0%, 10%, 20%, dan 30%
?

Batasan Masalah
Adapun batasan masalah yang diberikan dalam penelitian ini, yaitu :
1. Penelitian ini menggunakan limbah batubara (Fly ash) dari PLTU Holtekam
Jayapura
2. Pengujian kuat tekan benda uji menggunakan silinder pada umur 3, 7 , 14 dan 28
hari, dengan variasi perbandingan campuran 0%, 10%, 20%, dan 30%,
Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah :


1. Untuk mengetahui kuat tekan pada masing-masing variasai
penambahan fly ash.
2. Untuk mengetahui apakah fly ash efektif di gunakan sebagai bahan
campuran beton.

Manfaat Penelitian
1. Untuk mengurangi pencemaran lingkungan, karena fly ash merupakan
limbah B3.
2. Dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi fly ash untuk dijadikan
alternatif sebagai bahan tambah Semen dalam campuran beton.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Definisi Beton
2.2 Kelebihan dan Kelemahan Beton
2.2.1 Kelebihan dan Kekurangan Beton
2.3 Sifat-sifat Beton
2.4 Kekuatan Beton
2.4.1 Kekuatan Tekan Beton
2.5 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kuat Tekan Beton
2.6 Matrerial Penyusun
2.6.1 Semen
2.6.2 Agregat
2.6.2.1 Umum
2.6.2.2 Sifat – sifat Agregat dalam campuran beton
2.6.2.3 Susunan agregat halus berdasarkan Zon
2.6.3 Air Campuran Beton
2.6.4 Pasir kali
2.7 Modulus Halus Butir
2.8 Menentukan Gradasi Campuran
2.9 Mix Design Beton Metode Doe
2.9.1 Syarat Perencanaan
2.9.1.1 Kuat Tekan Rencana (Mpa)
2.9.1.2 Pemilihan Proporsi Campuran
2.9.1.3 Bahan Campuran
2.9.2 Perhitungan Proporsi Campuran
2.9.2.1 Kuat tekan rata-rata yang di rencanakan
2.9.2.2 Nilai tambah atau margin
2.9.2.3 Pemilihan Faktor air semen
2.9.2.4 Nilai slump
2.9.2.5 Besar butir agregat maksimum
2.9.2.6 Workabilitas dan kadar air bebas
2.9.2.7 Peningkatan Strengh dari rasio W/C
2.9.2.8 Susunan Gradasi agregat halus
2.9.2.10 berat jenis relatif agregat
2.9.2.11 Koreksi proporsi campuran
2.10 Langkah perhitungan
2.11 Modifikasi dari metoda mix desain
2.11.1 Pemilihan target rasio W/(C+0,3F)
2.11.2 Pemilihan Kandungan air bebas
2.11.3 Penentuan kadar semen dan fly ash
2.11.4 Penentuan kadar agregat total
2.11.5 Pemilihan kadar agregat halus
2.12 Bahan Tambah
2.13 Abu terbang
2.13.1 Faktor-faktor utama yang mempengaruhi dalam kandungan mineral fly ash
2.13.2 Proses pembentukan fly ash
2.13.3 Fly ash berdasarkan kelas
2.13.4 Sifat-sifat fly ash
2.13.5 Pemanfaatan Fly ash
2.13.6 dampak Fly ash di lingkungan
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Teknik Pengumpulan Data


Teknik Pengumpulan Data menggunakan teknik observasi
langsung dimana pengumpulan data terdiri dari :
1. Data primer
2. Data sekunder
Lokasi Penelitian
Lokasi Penelitian :

Penelitian seluruhnya akan dilaksanakan di Laboratorium Beton


Teknik Sipil Universitas Sains dan Teknologi Jayapura
Prosedur Pengolahan Data

1. Analisa Saringan
2. Pengujian Kadar Air
3. Pengujian Berat Jenis Dan Penyerapan Agregat
4. Pemeriksaan Kadar Lumpur
5. Pemeriksaan Keausan Agregat (Abrasion Test)
6. Pemeriksaan Kadar Bahan Organik Yang Terkandung Dalam Agregat
7. Pembuatan Campuran Beton
8. Pengukuran Slump
9. Pembuatan Benda Uji
10. Pemeliharaan Beton
11. Pengujian Kuat Tekan Beton
Bagan Alir Penelitian MULAI

PENGUMPULAN DATA

DATA PRIMER DATA SEKUNDER

Agregat Kasar : Batu Pecah Buku : Teknologi Praktikum Beton


Agregat Halus : Pasir Modul : Pengendalian Mutu Beton
Bahan Tambah Semen :Fly ash

ANALISA DAN PENGOLAHAN DATA


- Pengujian Laboratorium
- Pengujian Material
- Pengujian Kuat Tekan

HASIL

Kuat Tekan :
Sample I Beton Normal = 3 hari 7 hari 14 hari 28 hari
Jumlah benda uji (Silinder) = 3 3 3 3
Sample II ( FA 10% ) = 3 hari 7 hari 14 hari 28 hari
Jumlah benda uji (Silinder) = 3 3 3 3
Sample III ( FA 20 % ) = 3 hari 7 hari 14 hari 28 hari
Jumlah benda uji (Silinder) = 3 3 3 3
Sample III ( FA 30 % ) = 3 hari 7 hari 14 hari 28 hari
Jumlah benda uji (Silinder) = 3 3 3 3

SELESAI
Bagan Alur Pengujian
MULAI

PERSIAPAN SAMPLE

PENGUJIAN SIFAT FISIK PENGUJIAN SIFAT MEKANIS


1. Analisa Saringan 1. Uji Keausan Material
2. Bobot Isi
3. Berat Jenis dan
Penyerapan
4. Kadar Lumpur
5. Kadar Air
1. Kadar Organik
KOMPOSISI CAMPURAN
Semen + Pasir + Batu Pecah + fly ash

MIX DESIGN
Menggunakan Metode DOE

UJI KUAT TEKAN


3 hari = 12 benda uji (Silinder)
7 hari = 12 benda uji (Silinder)
14 hari = 12 benda uji (Silinder)
28 hari = 12 benda uji (Silinder)

HASIL KUAT TEKAN

SELESAI
Waktu Penelitian

Maret APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JANUARI FEBRUARI
Uraian Pelaksanaan
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Penyusunan Proposal
Pembimbingan S/d
Persetujuan Proposal
Ujian Proposal

Revisi Proposal
Administrasi SK
Pembimbing
Pembimbingan S/d
Persetujuan Skripsi
Ujian Sidang Tugas Akhir

Revisi Tugas Akhir


Daftar Pustaka

Beton Normal.SK SNI T-15-1990-03. Cetakan Pertama, Bandung: DPU-


Yayasan LPMB, 1991.
Buku Pedoman Praktikum Beton, Laboratorium Beton Jurusan Teknik Sipil,
Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan, Universitas Sains dan
Teknologi Jayapura.
Departemen Pekerjaan Umum. LPMB. Buku Petunjuk Pelaksanaan Beton.
1973.
Departemen P.U. SNI 03-2834-2000. Tata Cara Pembuatan Rencana
Campuran Beton Normal.
Departemen P.U. (1968). SK SNI–03–1968–1990. Metode Pengujian Tentang
Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar.
SNI T-15-1990-03 : Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal,
Bandung : LPMB.
SEKIAN
DAN
TERIMAKASIH