Anda di halaman 1dari 28

Struma Nodular Non-Toksik

Elsa Hewuni | FAA 112 032


Pembimbing : dr. Ade Christian Alexander Rompas, Sp. B

4/4/2019 1
 Kelenjar tiroid merupakan kelenjar endokrin yang terletak di
bagian bawah leher. Kelenjar ini menghasilkan hormone T3
dan T4 yang berperan penting pada proses metabolisme
tubuh.
 Struma merupakan penyakit yang diakibatkan oleh
kekurangan yodium sebagai unsur utama dalam pembentukan
hormon T3 dan T4 sehingga untuk mengimbangi kekurangan
tersebut, kelenjar tiroid bekerja lebih aktif dan menimbulkan
pembesaran yang mudah terlihat di kelenjar tiroid.

4/4/2019 2
 Sekitar 10 juta orang diseluruh dunia mengalami gangguan
tiroid baik kanker tiroid, struma nodusa non-toksik maupun
struma nodusa toksik.
 Menurut hasil Riskesdas 2015, terdapat 0.4% penduduk
Indonesia yang berusia 15 tahun atau lebih berdasarkan
wawancara yang terdiagnosis mengalami gangguan tiroid
dengan jumlahnya sebesar 700.000 orang.

4/4/2019 3
ANATOMI

4/4/2019 4
FISIOLOGI
Proses Pembentukan Hormon Tiroid

•Proses pengikatan ion iodide dengan mekanisme pompa iodida.


•Proses pembentukan tiroglobulin
•Proses pengoksidasian ion iodide menjadi iodium
•Proses iodinasi asam amino tirosin
•Proses organifikasi tiroid
•Proses coupling

4/4/2019 5
Proses Regulasi Pada kelenjar Tiroid

4/4/2019 6
 Struma adalah suatu pembengkakkan pada leher oleh karena
pembesaran kelenjar tiroid akibat kelainan glandula tiroid
dapat berupa gangguan fungsi atau perubahan susunan
kelenjar dan morfologinya.

 Struma terjadi akibat kekurangan yodium yang dapat


menghambat pembentukan hormon tiroid oleh kelenjar tiroid
sehingga terjadi pula penghambatan dalam pembentukan TSH
oleh hipofisis anterior

4/4/2019 7
Secara pemeriksaan klinis struma dapat dibedakan sebagai berikut :
 Struma Toksik

Struma toksik (tiroktosikosis) merupakan hipermetabolisme karena


jaringan tubuh dipengaruhi oleh hormon tiroid yang berlebihan dalam
darah.

 Struma Non Toksik


Struma non toksik disebabkan oleh kekurangan yodium yang kronik.
Struma nodusa tanpa disertai tanda-tanda hipertiroidisme dan
hipotiroidisme disebut struma nodusa non toksik. ebanyakan
penderita tidak mengalami keluhan karena tidak ada hipotiroidisme
atau hipertiroidisme, penderita datang berobat karena keluhan
kosmetik atau ketakutan akan keganasan.

4/4/2019 8
Tiroidektomi dibagi menjadi 2 :
1. Tiroidektomi total dimana bagian yang diangkat adalah
seluruh bagian kelenjar tiroid, pasien yang menjalani
tindakan ini harus mendapatkan terapi hormon yang harus
dilakukan seumur hidup yang berfungsi untuk memenuhi
kebutuhan hormone yang tidak dapat lagi diproduksi.

2. tiroidektomi subtotal dimana yang diangkat adalah sebagian


dari kelenjar tiroid saja, pada pasien ini tidak harus diberikan
terapi hormone seumur hidup karena diharapkan kelenjar
tiroid yang masih ada dapat memenuhi kebutuhan hormon-
hormon tiroid.
4/4/2019 9
• Nama Pasien : Ny. S
• Jenis kelamin : Perempuan
• Umur : 26 Tahun
• Agama : Islam
• Mondok di Bangsal : Teratai
• Pekerjaan : Petani
• Tanggal Masuk : 12 Januari 2017

4/4/2019 10
Keluhan Utama : Benjolan di leher kiri

Riwayat Penyakit Sekarang : Benjolan terjadi sejak 3 tahun


yang lalu, nyeri (-)

Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien belum pernah mengalami


penyakit seperti ini sebelumnya.

4/4/2019 11
 Riwayat Penyakit Keluarga : Keluarga pasien belum pernah
mengalami penyakit seperti
ini sebelumnya.

 Riwayat Sosial : Pasien tidak memiliki alergi


makanan dan obat

4/4/2019 12
 Keadaan Umum : Tampak Sakit Ringan
 Kesadaran : Composmentis (E4 V5 M6)
 Tanda Vital : Tekanan Darah : 110/70 mmHg
Nadi : 84x / menit
Respirasi : 20x/ menit
Suhu : 36,5°C

4/4/2019 13
Status Generalis
Warna Kulit : Coklat sawo.
 Kepala : Normochepal
Mata : Konjungtiva anemis (-), sclera ikterik (-).
Telinga : Tidak ada mengeluarkan cairan dan tidak ada
nyeri tekan tragus.
Hidung : Tidak ada mengeluarkan cairan dari hidung.
Mulut : Tidak ada tanda sianosis.
Leher : Pembesaran KGB (-), pembesaran kelenjar tiroid (+)

4/4/2019 14
Palpasi
• Trakea : Adanya pergeseran dari posisi trakea.
• Pulmo : Fremitus vocal : Simetris Kiri = Kanan.
• Cor : Thrill tidak ditemukan, Ictus Cordis teraba
• Abdomen : Tidak teraba massa dan nyeri tekan.

4/4/2019 15
Perkusi
• Pulmo : Sonor kanan = kiri
• Cor : Redup
• Abdomen : Timpani, tidak ada nyeri ketok.

4/4/2019 16
Auskultasi
• Pulmo : Vesikuler kanan dan kiri, rhonki (-),
Wheezing (-).
• Cor : S1 dan S2 irama regular, Murmur (-).
• Abdomen : Bising Usus (+) normal
• Urogenitale : Dalam batas normal.
• Extremitas : Akral hangat, deformitas (-), Sianosis (-),
pergerakan sendi dalam batas normal.

4/4/2019 17
 Status Lokalis
◦ Regio : Colum sinistra
◦ Inspectio : Benjolan jumlah 1, ukuran 3x4 cm, nyeri (-)
◦ Palpasi : nyeri tekan (-), konsistensi lunak, dan
dapat digerakkan.

4/4/2019 18
Pemeriksaan Penunjang
• WBC : 7,9 x 103/uL
• Hb : 14.6 gr/dl
• RBC : 4.56 x 106 /uL
• PLT : 230 x 103 /uL
◦ T4 : 98.97 nmol/L
◦ TSH : 1.24 µIU/mL

4/4/2019 19
 Struma Nodular Non-Toksik

4/4/2019 20
Struma nodular toksik

4/4/2019 21
Tiroidektomi

4/4/2019 22
Dubia ad bonam

4/4/2019 23
Diagnosis Kerja Diagnosis Banding
Struma Nodular Non-Toksik Struma Toksik

Adanya pembesaran kelenjar


Adanya pembesaran kelenjar
tiroid
getah bening
Terdapat tanda gejala
Tidak ada tanda gejala tirotoksikosis
tirotoksikosis Peningkatan kadar TSH dan T4
Kadar TSH dan T4 yang masih dalam darah
dalam batas normal

4/4/2019 24
Pemeriksaan Fisik

Pasien diminta untuk duduk, leher dalam posisi fleksi.


Pemeriksa berdiri di belakang pasien dan meraba tiroid
dengan menggunakan ibu jari kedua tangan pada tengkuk
penderita. Jika terdapat pembengkakan atau nodul, perlu
diperhatikan beberapa komponen yaitu lokasi, ukuran, jumlah
nodul, bentuk (diffus atau noduler kecil), gerakan pada saat
pasien diminta untuk menelan.

4/4/2019 25
 Drainase <2cc/24 jam
 Tidak ada perubahan suara/gangguan pada nervus laryngis
rekuren yang mempersarafi plica vocalis
 Tidak ada infeksi pada luka bekas operasi

4/4/2019 26
Pasien pada kasus struma nodular non-toksik ini memiliki
hasil pemeriksaan yang khas, yang dapat ditegakkan tanpa
harus dilakukan pemeriksaan penunjang, yang dapat
ditegakkan dengan menyingkirkan tanda-tanda tirotoksikosis.
Pemeriksaan penunjang hanya digunakan sebagai instrumen
konfirmasi dari diagnosis yang dibuat berdasarkan anamnesis
dan pemeriksaan fisik yang telah dilakukan

4/4/2019 27
1. Snell RS. Anatomi Klinik Edisi 6. Jakarta: ECG; 2012. p. 766.
2. Sjamsuhidajat R, Karnadiharja W, Prasetyono TOH, Rudiman R. De Jong. Jakarta: EGC; 2010. p. 1083.
3. Suyatno, Pasaribu ET. Bedah onkologi diagnosis dan terapi. Jakarta: CV Sagung Seto; 2014. p. 2710.
4. RISKESDAS. Riset Kesehatan Dasar. Penelitian, Badan Pengembangan, D A N. Jakarta: Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan; 2010.
5. F P, Waschke J. Atlas anatomi manusia “Sobbota” Edisi 23 Jilid 3. Jakarta: EGC; 2012.
6. TW S. Embriologi Kedokteran Langman Edisi 7. Vol. 53, EGC:Jakarta. Jakarta: EGC; 2013. p. 1689–99.
7. Sherwood L. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran (Edisi 12). Vol. XXXIII, 2011. Jakarta: EGC; 2011. p. 81–7.
8. Nowak F. The Thyroid Gland Function and Regulation. Ohio: Ohio University; 2009. p. 39.
9. Brunicardi FC, Andersen DK, Billiar TR, Dunn DL, Hunter JG, Pollock RE. Schwartz’s Manual of Surgery.
2006. 1345 p.
10. Dries DJ. Sabiston Textbook of Surgery. Vol. 29, Shock. 2008. 650 p.
11. Swartz MH. Buku Ajar Diagnostik Fisik. Jakarta: EGC; 1995.
12. Kaplan EL, Angelos P, James BC, Nagar S, Grogan RH. Surgery of the Thyroid. Endocrinology: adult and
pediatric / DeGroot, Leslie J. ; (Leslie Jacob); (Editor). Chicago: Department Of Surgery. University Of
Chicago; 2015. p. 1666–92.

4/4/2019 28