Anda di halaman 1dari 17

PRAKTEK AKUNTANSI

PEMERINTAHAN

AGUS SUBANDORO, SE. MM


SIKLUS KEUANGAN PEMERINTAH
BUKU NERACA LAPORAN
JURNAL LAJUR KEUANGAN :
BESAR
LAPORAN
SURPLUS
/DEFISIT
BUKTI
LAPORAN ARUS
TRANSAKSI
KAS
LAPORAN
PERUBAHAN
EKUITAS
NERACA
BUKU
PEMBANTU LAPORAN ARUS
KAS
1. MENGANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN UNIT USAHA
(ENTITAS)

10. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN 2. MENJURNAL TRANSAKSI

9. MENYIAPKAN NERACA SALDO 3. MEMPOSTING KE BUKU


SETELAH PENUTUPAN BESAR

8. MENJURNAL DAN MEMPOSTING 4. MENYIAPKAN NERACA


PENUTUPAN SALDO

7. MENYIAPKAN LAPORAN 5. MENJURNAL DAN


KEUANGAN MEMPOSTING PENYESUAIAN

6. MENYIAPKAN NERACA SALDO SETELAH PENYESUAIAN


PENDAPATAN
Klasifikasi Pendapatan:
1. Pendapatan Pemerintah Pusat terdiri dari:
a. Pendapatan Pajak,
b. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP),
c. Pendapatan Hibah.
2. Pendapatan Pemerintah Daerah terdiri
dari:
a) PAD,
b) Pendapatan Transfer,
c) Lain-lain Pendapatan yang Sah.
PENGAKUAN & PENGUKURAN
PENDAPATAN
Pendapatan diakui pada saat:
1. Diperoleh (earned)
2. Sudah direalisasikan/ dapat direalisasikan (realized/
realizable)
Contoh: pembayaran kurang bayar pajak
Dr. Kas XX
Cr. Pendapatan Pajak Hotel XX

Pada tanggal 12 Juni 2007, dikirimkan Surat Ketetapan


Pajak Kurang Bayar Pajak Hotel kepada Hotel ARYA
sebesar Rp. 25.000.000,00. Pembayaran dilakukan oleh
Hotel ARYA pada tanggal 25 Juni 2007 dengan jumlah
yang sama.
Buatlah jurnal Pengakuan atas pendapatan oleh Pemda:
BELANJA
Klasifikasi belanja:
1. Klasifikasi ekonomi, contoh: belanja
pegawai, belanja barang, belanja modal
dan sebagainya.
2. Klasifikasi berdasarkan organisasi, yaitu
berdasarkan organisasi pengguna
anggaran, contoh:kementrian negara atau
lembaga.
3. Klasifikasi berdasarkan fungsi, contoh:
belanja pelayanan umum, pertahanan dan
sebagainya.
PENGAKUAN & PENGUKURAN
BELANJA (1)
Pengakuan belanja ketika terjadi pengeluaran oleh
bendahara umum negara/ daerah yang mengurangi ekuitas
dana lancar dalam periode tahun anggaran yang
bersangkutan dan tidak akan diperoleh pembayarannya
kembali oleh pemerintah.

Kategori pengakuan belanja:


1. Pengeluaran belanja melalui rekening kas umum negara/
daerah diakui ketika terjadi arus kas keluar dari rekening
tersebut.
2. Pengeluaran belanja melalui kas di bendahara pengeluaran
diakui pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran
tersebut disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi
perbendaharaan, atau dengan kata lain ketika SPJ
pengeluaran dinyatakan definitif.
PENGAKUAN & PENGUKURAN
BELANJA (2)
Contoh transaksi: BELANJA ATK
Dr. Belanja ATK XX
Cr. Kas XX
 Belanja dari rekening kas umum/ daerah
Pada tanggal 12 Januari 2007 dilakukan
pembelian ATK senilai Rp. 12.350.000.
Pembayaran dilakukan pada tanggal 25
Februari 2007 dari rekening kas daerah.
 Buatlah Jurnalnya
PENGAKUAN & PENGUKURAN
BELANJA (3)
 Belanja melalui kas di bendahara pengeluaran
Contoh:
Pada tanggal 20 Maret 2007, Bendahara Dinas
Kesehatan Kota X melakukan pembayaran atas
pembelian ATK senilai Rp. 750.000,00. SPJ
penggunaan dana di bendahara pengeluaran
disampaikan kepada pengguna anggaran pada
tanggal 24 Maret 2007. Pada tanggal 1 April,
pengguna anggaran memberikan persetujuan
pertanggungjawaban atas penggunaan dana di
bendahara pengeluaran.
buatlah jurnalnya :
PENGAKUAN & PENGUKURAN
BELANJA belanja asset (4)
 Contoh transaksi pembelian aset tetap:
Pada tanggal 12 Juli 2007, Pemda
kabupaten X membeli gedung dengan harga
Rp. 49.800.000,00 Pembayaran dilakukan
pada tanggal 17 Juli 2007.
 Jurnal
Dr. Belanja modal-gedung 49.800.000
Cr. Kas 49.800.000
Dr. Aset tetap- gedung 49.800.000
Cr. Diinvestasikan pada aset tetap 49.800.000
PERSEDIAAN
Pengertian persediaan dalam akuntansi
pemerintahan meliputi:
 Barang atau perlengkapan yang dibeli dan
disimpan untuk digunakan (supplies), contoh:
ATK.
 Barang yang dipergunakan dalam proses
produksi.
 Barang yang disimpan untuk dijual atau
diserahkan kepada masyarakat dalam rangka
kegiatan pemerintahan.
 Barang yang disimpan untuk tujuan cadangan
strategis.
PENGUKURAN PERSEDIAAN
Pengukuran persediaan dalam PSAP 05 adalah
sebagai berikut:
1. Biaya perolehan apabila diperoleh dengan
pembelian. Biaya perolehan meliputi harga beli,
ongkos angkut dan lain-lain, termasuk
perhitungan diskon. Penilaian persediaan
menggunakan harga perolehan yang terakhir.
2. Biaya standar apabila diperoleh dengan
memproduksi sendiri
3. Nilai wajar, apabila diperoleh dengan cara
lainnya, seperti donasi.
Jurnal Pembelian Persediaan (1)
PEMBELIAN
Contoh transaksi:
 Pada tanggal 18 April 2007 Pemda Kabupaten X
membeli ATK dengan harga beli Rp 2.700.000
dan ongkos angkut sebesar Rp. 60.000,00
pembelian dilunasi pada tanggal 26 April 2007.
 Buatlah Jurnal Tanggal 26 April 2007
Jurnal Persediaan akhir(2)
 Pada akhir periode akuntansi (akhir tahun) perlu
dibuat jurnal yang menunjukkan posisi akhir
persediaan yang masih tersisa. Nilai persediaan
tersisa diperoleh dari perhitungan secara fisik.
 Contoh: berdasarkan perhitungan fisik pada
tanggal 31 Desember, diketahui nilai ATK yang
tersisa sebesar Rp. 500.000,00 maka jurnal yang
dibuat adalah:
Dr. Persediaan ATK 500.000
Cr. Cadangan Persediaan 500.000
Jurnal Persediaan diproduksi sendirian
PRODUKSI SENDIRI
 Apabila persediaan diproduksi sendiri, maka
jurnal yang dibuat untuk mencatat pembelian
bahan baku dan bahan lainnya serta biaya
tidak langsung.
Contoh:
Dinas pertanian membuat sendiri kemasan
untuk pupuk yang akan didistribusikan kepada
petani di wilayahnya. Pada tanggal 13 April
2007 dibeli plastik dengan harga perolehan
Rp. 12.500.000,00 Biaya percetakan sebesar
Rp. 500.000,00. Semuanya dibayar pada
tanggal yang sama. Dengan bahan-bahan
tersebut, kemasan yang dapat dibuat sebanyak
100.000 buah.
Jurnal Persediaan
 Jurnal tanggal 13 April:
Dr. Belanja bahan plastik 12.500.000
Dr. Belanja cetak 500.000
Cr. Kas 13.000.000
 Jurnal pada akhir periode
Contoh: berdasarkan perhitungan fisik pada akhir periode
diketahui kemasan yang tersisa sebanyak 25% atau senilai
Rp. 3.250.000,00
Maka jurnal yang dibuat adalah:
Dr. Persediaan –Plastik kemasan 3.250.000
Cr. Cadangan persediaan 3.250.000
Jurnal PerolehanPersediaan
dengan cara lain
CARA LAINNYA
Apabila persediaan diperoleh dengan cara yang lain seperti
hibah, misalnya maka pencatatan tidak dilakukan pada saat
menerima hibah, tetapi hanya pada saat dilakukan
penyesuaian pada akhir periode. Hal ini disebabkan karena
tidak ada arus kas keluar atau masuk pada saat
penerimaan donasi.
Contoh:
Diterima hibah ATK sebesar Rp. 500.000,00 pada tanggal 2
Juli 2007.
Tanggal 2 Juli : tidak ada jurnal
Pada akhir periode diketahui ATK tersisa sebesar
Rp. 200.000,00 maka jurnal yang dibuat adalah:
Dr. Persediaan –ATK 200.000
Cr. Cadangan persediaan 200.000