Anda di halaman 1dari 20

Departemen Ilmu Manajemen

Fakultas Ekonomi dan Manajemen


Institut Pertanian Bogor

SALURAN DISTRIBUSI PADA


McDonald’s

• EKO AJI PUTRANTO (H251180361)


• EVY FAUSIAH (H251180031)
• MARINA WAMILIA (H251180221)
1
PENDAHULUAN

Jumlah penduduk Indonesia yang besar dengan pertumbuhan perkapita yang


tergolong tinggi merupakan potensi yang sangat besar bagi industri makanan
olahan, termasuk fast food. Fast food merupakan makanan yang dapat
disiapkan dan dikonsumsi dalam waktu yang singkat. Semakin
berkembangnya industri makanan cepat saji tersebut, semakin meningkat pula
persaingan bisnis suatu perusahaan dalam mempertahankan eksistensinya agar
tetap bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.

2
PENDAHULUAN

McDonald’s merupakan salah satu perusahaan makanan


cepat saji yang telah memiliki cabang dibanyak negara di
dunia. Dalam melebarkan sayap perusahaannya,
McDonald’s berfokus pada menu makanan cepat saji yang
dapat diterima semua kalangan konsumen baik dewasa,
remaja, maupun anak-anak yang dipadukan dengan rasa
lokal yang cukup popular di negara bersangkutan. 3
Analisis SWOT

4
1. Brand Image yang kuat
S 2. Pangsa pasar makanan terbesar di dunia
3. Outlet perusahaan ditempatkan di wilayah yang strategis dan mudah
dijangkau
4. Training khusus untuk para karyawan
5. Bekerja sama dengan brand-brand terbaik

1. Pelayanan
W 2. Perpindahan tenaga kerja
3. Menu makanan yang kurang sehat
1. Dapat mengubah kebiasaan konsumen
O 2. Strategi Periklanan yang Tepat
3. Perusahaan dapat melakukan penjualan online sehingga memberikan
kemudahan bagi pelanggan
4. Mengembangkan secara terus menerus pangsa pasar terutama untuk
generasi muda

1. Industri makanan cepat saji merupakan sektor yang sangat kompetitif


T sehingga persaingan juga semakin ketat
2. Bagi konsumen yang sadar akan gizi, makanan cepat saji merupakan
5
makanan yang kurang sehat
TEKNIK STRATEGI DISTRIBUSI

Intensive
:
distribution

6
TEKNIK STRATEGI DISTRIBUSI
Restoran McDonald’s
bukan hanya lokasi fisik
dari rantai pasokan
global, tetapi juga
manajemen proses
yang terlibat untuk
membawa produk
mereka ke konsumen
akhir. Hal ini tercermin
dari McDonald’s yang
merupakan usaha
waralaba di kalangan
pengusaha lokal yang
sukses, hingga saat ini
franchise McDonald’s
mencakup lebih dari
35.000 lokasi negara di
seluruh dunia. 7
8
Tiga tingkat strategi periklanan

• Level 1-strategi periklanan nasional


McDonald’s
• Level 2-strategi periklanan regional
McDonald’s
• Level 3-strategi periklanan lokal
McDonald’s

9
REPUTATION FRANCHISE

10
REPUTATION FRANCHISE

11
REPUTATION FRANCHISE

12
DISTRIBUSI LANGSUNG DAN
DISTRIBUSI TIDAK LANGSUNG

Dine in

Drive thru 13
Pemasaran Globalisasi dan Glokalisasi

14
Pemasaran Globalisasi

Pemasaran globalisasi adalah pemasaran berkala seluas dunia. Peluang pasar


selalu terbuka bagi semua pelaku usaha, tak terkecuali di pasar ekspor. Pelaku
bisnis harus kreatif dan mau berinovasi dalam mengembangkan sebuah
peluang yang ada.

Pasar globalisasi memiliki segmentasi untuk menentukan sebuah produk yang


akan dijual kepada konsumen dan memiliki karakteristik yang berbeda.
Karakteristik yang dimaksud ialah:
• karakteristik demografi: memperhitungkan aspek gender, etnis, agama,
latar belakang
• karakteristik psikografis: nilai-nilai, keyakinan, pendapat, minat
• Karakteristik geografis: seperti ukuran pasar, iklim, daerah

15
Pemasaran Glokalisasi

Pemasaran Glokalisasi adalah jargon bisnis untuk menyebut adaptasi produk


atau jasa terhadap wilayah atau kebudayaan tempat mereka dijual. Kata
"glokalisasi" mengacu pada konsep untuk menjelaskan individu, kelompok,
organisasi, produk atau jasa yang merefleksikan sekaligus standar global dan
standar lokal.

Manfaat dari adanya glokalisasi atau adaptasi adalah:


• Memenuhi kebutuhan konsumen lokal
• Memperkaya citra perusahaan
• Menciptakan peluang

16
Bauran Pemasaran 7P

17
PRODUCT PLACE
McDonald’s adalah perusahaan yang memiliki Mcdonald’s memilih tempat berjualan yang
standarisasi produk yang ketat sehingga cita dekat dengan keramaian. Mereka mendesain
rasa produk yang dihasilkan adalah sama. restoran mereka dengan gaya modern, mereka
Produk McDonald’s berupa makanan dan juga memasarkan barang dagangan mereka
minuman siap saji. Produk-produk yang melalui website ataupun aplikasi.
ditawarkan seperti: burger, sandwich, ayam,
ikan, kentang goreng, ice krim, dan McCafe

PRICE
McDonald menggunakan proses penetapan harga
yang ketat yang terdiri dari:
(1) Pemilihan harga yang obyektif,
(2) Penentuan permintaan,
(3) Penghapusan biaya,
(4) Analisis biaya pesaing, harga dan penawaran,
(5) Pemilihan metode penetapan harga dan
(6) Pemilihan harga akhir untuk meningkatkan 18
pangsa pasar
PROMOTION PEOPLE

Perusahaan memakai adaptasi dalam strategi McDonald’s adalah sebuah perusahaan yang
komunikasi pemasaran melalui atribut promosi berpusat pada pelanggan, mempekerjakan
untuk bersaing di dalam pasar global. masyarakat setempat dan McDonald’s memiliki
Unsur umum yang digunakan adalah sikap manajer restoran yang benar-benar memahami
konsumen terhadap produk, pola penggunaan, dua budaya yaitu lokal dan perusahaan.
etika, pertimbangan agama dan moral

PROCESS PHYSICAL EVIDENCE

McDonald’s mengatur sendiri sumber pasokan • Pengalaman makan dan suasana yang ada di
mereka yang akan dikirim dan juga yang akan McDonald’s menjunjung tinggi nilai-nilai
dijual. kekeluargaan
McDonald’s meminimalkan kendala • Setiap outlet dilengkapi dengan area bermain
permasalahan bahasa dalam pemasaran global standar untuk anak-anak
menggunakan pictographs. • Pelayanan McDonald’s selalu disertai
dengan senyuman membuat hati pengunjung
menjadi nyaman 19
Daftar Pustaka
Devanshi Dixit. 2017. Global marketing strategies of McDonald’s Corporation. International Journal of
Applied Research 3(1): 870-875.
Hossain, T and Wang, S. 2008. “Franchisor’s Cumulative Franchising Experience and Its Impact on
Franchising Management Strategies.” Journal of Marketing Channels 15(1): 43-69.
Jing Han. 2008. The Business Strategy of McDonald’s. International Journal of Business and Management
3(11).
Lafontaine, Francine. 1992. “Agency Theory and Franchising: Some Empirical Results.” RAND Journal of
Economics 23(2) (Summer 1992).
Levy and Weisz. 2004, Retailing Managemen. Boston Mc Graw: Hill. Irwin.
Mathewson, G Frank and Winter, Ralph A.. 1985. “The Economics of Franchise Contracts.” Journal of Law
and Economics 28(3):503-526.
Santoso, Singgih. 2002. SPSS Mengolah Data Statistic Secara Profesional. Elex Media Komputindo:Jakarta.

20