Anda di halaman 1dari 29

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA KLIEN DENGAN


PARKINSON

Oleh Baso, M. S.Kep.M.Kes.


PENDAHULUAN
• Ditemukan oleh seorang dokter inggris yang
bernama James Parkinson pada tahun 1887
• Penyakit Parkinson terjadi di seluruh dunia,
jumlah penderita antara pria dan wanita
seimbang.
• Insiden : 5 – 10 % orang yang terjangkit , gejala
awalnya muncul sebelum usia 40 tahun, tapi rata-
rata menyerang penderita pada usia 65 th
penyakit parkinson,meningkat seiring dengan
semakin meningkatnya usia
PENGERTIAN
• Penyakit Parkinson:
Penyakit gangguan syaraf kronis dan progresif
yang ditandai dengan gemetar, kekakuan,
berkurangnya kecepatan gerakan, dan ekspresi
wajah kosong seperti topeng dg salivasi
berlebihan.
Epidemiologi
• Kejadian meningkat dengan meningkatnya
usia (angka harapan hidup)
• Onsetnya terjadi pada sekitar usia 60 th
• Faktor lingkungan tidak begitu berpengaruh
• Pada penyakit Parkinson yang terjadi di bawah
50 th,mungkin ada faktor genetic
Etiologi
1. Faktor resiko tidak diketahui
2. Faktor resiko yg diketahui :
Encephalitis (Virus), degeneratif, obat2 anti
psikosa, antagonis dopamine, keracunan
logam berat (Mn), anoksia (keracunan CO),
pasca trauma, dll
FISIOLOGI
• Pd orang normal: berkurangnya dopamin: 5%
per dekade
• Pd penderita Parkinson berkurang sampai 45%
selama dekade pertama setelah diagnosis
• Biasanya gejala baru muncul ketika dopamin
sudah berkurang sampai 80%
DIKETAHUI Encephalitis (Virus),
PATHOFISIOLOGI degeneratif, obat2 anti psikosa,
antagonis dopamine, keracunan
logam berat (Mn), anoksia
FAKTOR ETIOLOGI (keracunan CO), pasca trauma, dll

IDIOPATIK

LESI / KEMUNDURAN PADA GANGLIA BASALIS DOPAMIN


(SUBSTANSIA NIGRA)

Hambat / kontrol pusat


Sekresi / cadangan Dopamin kurang
kontrol gerakan

Manifestasi Klinis
Gg N.VIII Tremor ritmik,
Aliran darah Gg N.III Manifestasi bradikinesia
serebral↓ otonom
Gg kontraksi Rigiditas
otot2 bola
Manifestasi mata Berkeringat, Perubahan Perubahan
psikiatrik
dermatitis, gaya jalan, wajah & sikap
Gg.Konver nyeri otot, kaku dlm tubuh
gensi kemampuan beraktifitas
Perubahan batuk efektif
kepribadian, ↓ Hambatan Gg. Citra diri
psikosa, dimensia Pandangan
Mobilitas
kabur
fisik
Resti bersihan
Kognitif ↓
Gg. jln napas tdk Pe↓ aktifitas
Persepsi ↓ efektif
Persepsi fisik
sensori Resiko pe↓
visual perfusi jaringan
Resiko
Kerusakan komunikasi Nyeri otot
Konstipasi
verbal Gg pemenuhan
Perubahan proses pikir ADL
Koping individu tdk Gg Eliminasi
efektif BAB
PENGKAJIAN
• ANAMNESE :
1. Kel Utama : Gg gerakan, kaku otot, tremor,

2. Riwayat Peny.dahulu : Hypertensi, DM,


Anemia,
3. Riwayat peny.keluarga : Tdk ada hub dgn
genetik
PEMERIKSAAN FISIK
• KEADAAN UMUM :
Bradikardia, Hipotensi, Bradipnu
• B1 (Breathing)
-Inspeksi : Kemampuan batuk efektif menurun
Hypersalivasi, s.napas, retraksi otot2 bantu
napas
-Perkusi : Resonan seluruh lapang paru
-Auskultasi : Stridor, Ronchi basah
• B2 (Blood)
Hipotensi Postural (efek obat & gg pengaturan TD
oleh SSO
• B3 (Brain)
Inspeksi : Gaya jalan sprti di dorong,tremor,
kaku seluruh gerakan, ekspresi wajah
(wajah topeng & sering mengedipkan mata)
hilang keseimbangan (kesulitan berputar)
Gaya jalan pend parkinson
• Tkt Kesadaran :  Biasanya komposmentis
• Fungsi Serebral :
-Status Mental : pe↓ kognitif, pe↓ persepsi, pe↓
memori
• Saraf Kranial :
NI : Tdk ada kelainan
NII : Visus menurun
NIII, NIV & NVI : penglihatan kabur, tdk mampu
mempertahankan kontraksi otot2 bola mata
• N V : Ekspresi wajah : wajah topeng, sering
mengedipkan mata
• NVII : Pengecapan dlm batas normal
• NVIII : Tuli konduktif & Tuli Persepsi (proses
senilis)
• NIX & X : Kesulitan menelan
• N XI : Tdk ada kelainan
• N XII : Tdk kelainan
• Sistem Motorik :
Inspeksi : perubahan gaya jalan, tremor, kaku
gerakan, tonus otot meningkat, gg
keseimbangan
• Pem. Refleks : Refleks Postural hilang,
kesulitan berdiri, berjalan sprti didorong,
• Sistem Sensorik : Penurunan sensorik
• B4 (Bladder) : Pe↓ refleks k.kemih,
inkontinensia urine, ketidakmampuan
memkomunikasikan kebutuhan (hilang kontrol
motorik) keteter intermiten secara steriel
• B5 (Bowel) Kelemahan fisik (asupan nutrisi
kurang), kelelahan otot, konstipasi
• B6 (Bone) : kesulitan beraktifitas, gg
keseimbangan & kordinasi, perubahan gaya
jalan beresiko trauma fisik
PENATAlaksanaan MEDIS
1. Antihistamin : membantu hilangkan tremor
2. Antikolinergik (Triheksifenidil, Prosiklidin,
Benzotropin mesilat)  mengontrol tremor dan
kekakuan otot
3. Amantadin Hidroklorida (Symmetrel) 
hilangkan kekakuan, tremor, Bradikinesia
4. Levodopa Me↑ Dopamin
5. Inhibitor MAO Hambat pemecahan Dopamin
perlambat kemajuan penyakit
6. Antidepressan : Kurangi depressi
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Hambatan mobilitas fisik
2. Defisit perawatan diri
3. Gg Eliminasi BAB
4. Kerusakan komunikasi verbal
5. Koping individu tdk efektif
6. Gg. Persepsi sensori visual
7. Resti bersihan jln napas tdk efektif
8. Gg. Citra diri
RENCANA INTERVENSI
• DX 1
• Tujuan : Klien mampu melaksanakan aktifitas
fisik sesuai kemampuannya
• Kriteria Hasil : ikut serta dalam program
latihan, bertambahnya kekuatan otot, tdk
terjadi kontraktur sendi,menunjukkan
peningkatan mobilitas.
Intervensi
1. Observasi adanya gangguan
Ras : Mengetahui tkt kemampuan dlm
melakukan aktifitas
2. Lakukan program latihan u/ meningkatkan
kekuatan otot
Ras : Menurunkna kekakuan otot dan
mencegah kontraktur
3. Ajarkan latihan postural
Ras : Melawan kecenderungan kepala dan
leher tertarik kedepan dan kebawah
4. Ajarkan tehnik berjalan khusus (jalan tegak
pandangan lurus ke depan, berjalan dgn
dasar lebar (jalan dgn kaki berpisah)
Ras : Mengimbangi gaya jalan menyeret dan
cenderung condong ke depan
DX 2
• Tujuan : Perawatan diri klien terpenuhi
• Kriteria Hasil : Klien menunjukkan perubahan
gaya hidup dlm perawatan diri, mampu
melakukan perawatan diri,
INTERVENSI :
1. Kaji kemampuan dan tkt penurunan dlm
melakukan ADL
Ras : Membantu mengantisipasi dan
perencanaan kebutuhan individu
2. Hindari hal yg tdk dapat dilakukan dan bantu
bila perlu
Ras : Menghindari klien dari keadaan cemas
dan ketergantungan, mencegah frustasi dan
harga diri rendah
3. Ajarkan dan dukung klien selama beraktifitas
Ras : Dukungan dlm aktifitas sehari-hari dpt
meningkatkan perawatan diri
4. Konsultasi ke dokter terapi Okupasi
Ras : Mengembangkan terapi dan melengkapi
kebutuhan khusus.
DX 3
• Tujuan : Kebutuhan eliminasi klien terpenuhi
• Kriteria Hasil : Klien dapat defikasi secara
spontan dan lancar tanpa menggunakan obat
INTERVENSI :
1. Jelaskan pada klien & keluarga tntang
penyebab konstipasi
Ras : Klien & keluarga akan mengerti
penyebab konstipasi
2. Anjurkan klien makan makanan berserat
Ras : Merangsang peristaltik dan eliminasi
reguler
3. Bila klien mampu minum,berikan asupan
cairan 2 l /hari
Ras : Membantu mempertahankan
konsistensi faeses yg sesuai pada usus
membantu eliminasi reguler
4. Kolaborasi dgn dokter u/ pemberian obat
laksatif
Ras : Membantu efisiensi pembasahan air
pada usus sehingga melunakkan faeses serta
membantu eliminasi