Anda di halaman 1dari 110

Modul-1

TEKNIK PRODUKSI I
TM UPN “Veteran” Yogyakarta

 PRODUKTIVITAS FORMASI
 VERTICAL LIFT PERFORMANCE
 CHOKE PERFORMANCE
 HORIZONTAL FLOW PERFORMANCE
 NATURAL FLOW WELL
 NODAL ANALYSIS
KINERJA ALIRAN FLUIDA MASUK KE
DASAR SUMUR

Perencanaan teknik produksi sumur minyak atau gas antara lain


diperlukan pengetahuan tentang kinerja aliran fluida reservoir dari
formasi produktif masuk ke lubang sumur.

Ulah aliran ini dinyatakan dalam bentuk hubungan antara tekanan


aliran di dasar sumur dengan laju aliran minyak atau gas.
Beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja aliran
fluida reservoir dari formasi produktif masuk ke dasar
lubang sumur adalah :
1. Jumlah fasa yang mengalir
2. Sifat fisik fluida reservoir
3. Sifat fisik batuan reservoir
4. Konfigurasi di sekitar lubang bor, yaitu :
 Perforasi
 Adanya skin/ kerusakan formasi
 Gravel pack
 Rekahan hasil perekahan hidrolik
5. Kemiringan lubang sumur di formasi produktif
(vertikal miring atau horizontal)
6. Bentuk daerah pengurasan
 Konfigurasi dasar sumur yang mempengaruh
 Kinerja aliran fluida ke dalam sumur
Keenam faktor tersebut diatas secara ideal harus diwakili didalam
setiap metoda perhitungan kinerja aliran fluida dari formasi masuk
ke lubang sumur.

Tetapi sekarang, belum tersedia satu metoda praktis yang


memperhitungkan Keenam faktor tersebut diatas secara serentak.

Oleh karena sampai saat ini tersedia banyak metoda-metoda


perhitungan kinerja aliran dari formasi ke dasar lubang sumur, maka
perlu diperhatikan tantang asumsi dari masing-masing metoda
sebelum suatu metoda diaplikasikan di suatu sumur.
Dengan membahas secara lebih rinci tentang masing-masing
metoda, diharapkan pembaca memahami kelebihan dan kelemahan
setiap metoda serta dapat memilih satu metoda yang paling sesuai
dengan kondisi sumur yang sedang dievaluasi.

Dengan mengetahui kelemahan masing-masing metoda tidak berarti


bahwa suatu metoda tidak dapat digunakan, jika kondisi sumur
sebenarnya tidak sesuai dengan persyaratan atau anggapan; tetapi
metoda tersebut masih dapat digunakan dengan menyadari
kemungkinan kesalahan yang ditimbulkan dari hasil perhitungan,
sehubungan dengan tidak sesuainya antara keadaan sebenarnya
dengan anggapan-anggapan dalam metoda.
I. PRODUKTIVITAS FORMASI
Terdiri dari :

1. Aliran Fluida Melalui Media Pori


2. Productivity Index
3. IPR (Inflow Performance Relationship)


Aliran Fluida dalam Media Berpori

dipelajari oleh Henry Darcy yang mengemukakan


hubungan empiris dalam bentuk differential

q k P
v 
A  L

q = Laju aliran fluida, cc/sec


A = Luas media penampang media berpori, cm2
v = Kecepatan aliran fluida, cm/sec
k = Permeabilitas, Darcy
P/L = Gradien tekanan dalam arah aliran, atm/cm


Asumsi Darcy

• Aliran mantap (steady state) ~ dP/dt =0


• Fluida yang mengalir satu fasa dan incompressible
• Viskositas fluida yang mengalir konstan
• Kondisi aliran isothermal
• Formasi homogen dan arah alirannya horisontal


Persamaan Aliran Radial Minyak
k o .h ( Pe  Pwf )
qo  0,00708 (Steady State)
 o .Bo ln( re / rw )

qo = laju aliran minyak dipermukaan, STB/D


ko = permeabilitas efektif minyak, mD
h = ketebalan lapisan, ft
o = viscositas minyak, cp
Bo = faktor volume formasi minyak, Bbl/STB
Pe = Tekanan reservoir pada jari-jari re, psi
Pwf = Tekanan alir dasar sumur, psi
re = jari-jari pengurasan, ft
rw = jari-jari sumur, ft

Pengembangan
Persamaan Aliran Radial Minyak
(Steady State)

ko .h ( Pe  Pwf )
qo  0,00708
o .Bo ln( re / rw)  S

k ro .k abs .h ( Pe  Pwf )
qo  0,00708
o .Bo ln( re / rw)
s P
k abs .h k ro
qo  0,00708 
ln re / rw  Pwf  o Bo
dP

Ps

Pseudo pressure function   


k ro

Pwf
o Bo
dP


Pengembangan
Persamaan Aliran Radial Minyak

(Steady State)

ko .h ( Pe  Pwf )
qo  0,00708
o .Bo ln( re / rw)  S

(Semi/Pseudo Steady State)

ko .h ( Pe  Pwf )
qo  0,00708
o .Bo ln( re / rw)  0.5  S


Persamaan Aliran Radial Gas

q g  0,000703

k g .h Pe 2  Pwf 2 
 g TZ ln re / rw 

qg = laju aliran gas dipermukaan, SCF/D


g = Viskositas gas, cp
kg = permeabilitas efektif gas, mD
T = temperatur reservoir, F
Z = faktor kompresibilitas gas


Productivity Index
• Indeks yang menyatakan kemampuan formasi untuk
berproduksi pada suatu kondisi tekanan tertentu
• Merupakan perbandingan laju produksi yang dihasilkan
formasi produktif pada tekanan draw down (Ps-Pwf) tertentu

2000
Ps
2000

0

Tekanan Alir (P wf), psi


1500

Pwf
tan  = PI
dq
PI  J 
1000
1000
dPw 500

qmax 0
0 50 100 150
0 100 200 260
q Laju Produksi (q), bbl/hari

Satu Fasa (Pw>Pb) Dua Fasa (Ps<Pb)


Persamaan Productivity Index

k o .h ( Pe  Pwf )
qo  0,00708
 o .Bo ln( re / rw )

= J ~ PI
q
PI  J 
(Ps - Pwf)

dimana :
PI = J = Produktivity Index, STB/hari/psi
q = laju produksi aliran total, STB/hari
Ps = Tekanan statis reservoir, psi
Pwf = Tekanan dasar sumur waktu ada aliran, psi


Contoh Soal Productivity Index

• Diketahui data lapangan sebagai berikut :


Ps = 2000 psi
Pwf= 1400 psi
qo = 65 STB
• Pertanyaan :
Berapakah Productivity Index-nya ?
• Jawab :
65
PI  = 0.108
2000 - 1400

Soal Productivity Index

•Diketahui data lapangan sebagai berikut :


Ps = 2200 psi
Pwf = 1560 psi
qo = 97 STB
•Pertanyaan :
Berapakah Productivity Index-nya ?

97
PI  = 0,1516
2200 - 1560


Inflow Performance Relationship (IPR)
Grafik yang menyatakan perilaku aliran fluida dari
reservoir menuju sumur, sesuai nilai Produktivitas (PI)
formasinya.
Grafik ini merupakan hubungan antara Tekanan alir (Pwf)
terhadap Laju Produksi (Q)
Dibedakan sesuai jumlah fasa fluida yang mengalir :
1. IPR Satu Fasa
2. IPR Dua Fasa
- Ps < Pb
- Ps > Pb dan Pwf > Pb
- Ps > Pb dan Pwf < Pb
3. IPR Tiga Fasa 
1. IPR Satu Fasa

Dasar Persamaan :
q
PI  J 
(Ps - Pwf)

Qo = PI (Ps - Pwf)

Harga Qo max dicapai bila Pwf = 0


Sehingga dengan memvariasikan harga Pwf dapat
ditentukan besar Qo


Prosedur umum :

 Tentukan besar nilai PI formasi (khusus satu fasa)


 Tentukan besar Qo max
 Asumsikan beberapa harga Pwf, kemudian dengan
menggunakan persamaan yang sesuai dapat ditentukan
masing-masing harga Qo sesuai harga Pwf asumsi
 Pada kertas grafik kartesian (milimeter grafik) siapkan
sumbu absis untuk harga Qo dan pada sumbu Ordinat
untuk harga Pwf
 Buat hubungan antara Pwf terhadap Q sesuai hasil
perhitungan pada kertas grafik yang telah disispkan
Contoh Soal IPR Satu Fasa

• Diketahui data lapangan sebagai berikut :


Ps = 2000 psi
Qo = 65 bpd Pwf = 1400 psi
• Bagaimanakah IPRnya ?
Mencari PI :
q 65
PI  J  PI  = 0,1083 bpd/psi
(Ps - Pwf) 2000 - 1400
Asumsikan Pwf 250 : Qo = PI (Ps - Pwf)
Qo = 0,1083(2000-250)
= 189,58 bpd
Asumsikan Pwf 1000 : Qo = 0,1083(2000-1000)
= 108,958 bpd


Dari beberapa harga Pwf asumsi didapat :

Pwf qo

0 216,7

250 189,6

500 162,5

1000 108,3

1500 54,2

2000 0


2. IPR Dua Fasa
Metode :

S=0 ~ FE=1
 Darcy (Pseudo Pressure Function)
 Vogel
S≠0 ~ FE<1 ; FE>1
 Standing (Vogel Modified))
 Harrison (Standing Modified)
 Couto (Standing Manipulated)
 Pudjo Sukarno (Vogel based + Simulated)
Turbulensi dan S≠0
 Jones, Blount & Glaze (Perforated Well)
 Fetkovich (Gas Well Modified)
2. IPR Dua Fasa

 Vogel mengembangkan persamaan hasil regresi


sederhana dan mudah pemakaiannya, dengan
anggapan :
- Reservoar Berpendorong Gas Terlarut
- Tekanan Reservoar berada di Bawah
Tekanan Bubble Point.
- Faktor Skin sama dengan 0

2
Qo  Pwf   Pwf 
 1  0.2    0. 8  
Qmax  Ps   Ps 
2a. IPR Dua Fasa, Ps < Pb

Persamaan Vogel :

  Pwf   Pwf 
2


qo  q max 1  0,2   0,8  
  Ps   Ps  
 

qo
q max  2
 Pwf   Pwf 
1  0,2   0,8 
 Ps   Ps 


Contoh Soal IPR Dua Fasa, Ps < Pb

Diketahui data lapangan sebagai berikut :


Ps = 2000 psi
Pwf = 1500 psi
Pb = 2100 psi
qo = 65 bpd
Pertanyaan :
Bagaimanakah IPRnya ?


Jawaban Contoh IPR Dua Fasa, Ps < Pb

Mencari qmax :
qo
q max  2
 Pwf   Pwf 
1  0,2   0,8 
 Ps   Ps 
65
q max  2 = 162,5 bpd
 1500   1500 
1  0 ,2   0 ,8 
 2000   2000 


Jawaban Contoh IPR Dua Fasa, Ps < Pb

Mencari qo pada Pwf = 500 :

  P   P 
2

qo  q max 1  0,2   0,8  
wf wf
  Ps   Ps  
 
  500   500 
2

qo  162,51  0,2   0,8  
  2000   2000  

= 146,25 bpd


Jawaban Contoh IPR Dua Fasa, Ps < Pb

Dari beberapa harga Pwf asumsi didapat :

Pwf(psi) Qo(bpd)

0 162,50

500 146,25

1000 113,75

1500 65

2000 0

Ps > Pb (?)
 IPR terdiri dari dua bagian :
- Bagian Linier (Pwf > Pb), kurva mengikuti pers :
qo  J Ps - Pwf 
- Bagian Non-Linier (Pwf < Pb), mengikuti pers :
     
2

qo  qb   qmax  qb 1  0,2
P P 
 0,8
wf wf
   
  P b   P b 
  
J Pb
qb 
1.8
 Problem : Ps > Pb ; Pwf test > Pb
Ps > Pb ; Pwf test < Pb
 Senin 11/03/2013
2b. IPR Dua Fasa
Ps > Pb dan Pwf > Pb

Persamaan yang digunakan


qb  PI (Ps - Pb)

 q P 
 qb   o b 
 1,8P  P  
q max
 s wf

   Pwf   Pwf 
2

 
q o  q b  q max  qb  1  0 ,2   0 ,8  
   P  
   Pb   b  


Contoh Soal IPR Dua Fasa
Ps > Pb dan Pwf > Pb

Diketahui data lapangan sebagai berikut :


Ps = 2350 psi
Pwf = 1900 psi
Pb = 1700 psi
qo = 600 bpd
Pertanyaan :
Bagaimanakah IPRnya ?
Mencari PI : PI  J  q
(Ps - Pwf)
600
PI 
2350 - 1900 = 1,333

Jawaban Contoh IPR Dua Fasa
Ps > Pb dan Pwf > Pb

Mencari qb : qb  PI (Ps - Pb)


qb  1,33333 (2350 - 1700) = 866,667

Mencari qmax :

PI  Pb
q max  qb 
1,8
1,33333  1700
q max  866,6667  = 2125,923 bpd
1,8


Jawaban Contoh IPR Dua Fasa
Ps > Pb dan Pwf > Pb

Mencari qo pada Pwf = 400 :

   P   P 
2


q o  qb  q max  qb 1  0,2
wf
  0,8 wf
  
  Pb   
   Pb   
     
2

qo  866,6667   2125,923  866,6667 1  0,2
400 400 
  0,8 
   1700   1700  
  

= 2010,893 bpd


Jawaban Contoh IPR Dua Fasa
Ps > Pb dan Pwf > Pb

Dari beberapa harga Pwf asumsi didapat :

Pwf qo
0 2125,926
400 2010,893

800 1784,314
1200 1446,187
1600 996,514
1700 866,667
1900 600,000
2350 0

Diketahui :
Pwf = 3000 psi Ps = 4000 psi
Pb = 2000 psi q =200 STB/hari
Buat kurva IPR
2c. IPR Dua Fasa
Ps > Pb dan Pwf < Pb
Persamaan yang digunakan
A  1 - 0,2 (Pwf/Pb) - 0,8 (Pwf/Pb)2
qo
PI 
Ps - Pb  (Pb/1,8)A
qb  PI (Ps - Pb) PI Pb
qx 
q max  qb  qx 1,8
   Pwf   Pwf 
2

 
q o  q b  q max  q x  1  0 ,2   0 ,8  
   P  
   Pb   b  

Contoh Soal IPR Dua Fasa
Ps > Pb dan Pwf < Pb

Diketahui data lapangan sebagai berikut :


Ps = 1750 psi
Pwf = 900 psi
Pb = 1200 psi
qo = 600 bpd
Pertanyaan :
Bagaimanakah IPRnya ?


Jawaban Contoh IPR Dua Fasa
Ps > Pb dan Pwf < Pb

2
Mencari A : A  1  0,2 Pwf   0,8 Pwf 
   
 Pb   Pb 
2
 900   900 
A  1  0 ,2   0 ,8 
 1200   1200  = 0,4

Mencari PI : qo
PI 
Ps - Pb  (Pb/1,8)A
600
PI 
1750 - 1200  (1200/1,8) 0,4
= 0,73469


Jawaban Contoh IPR Dua Fasa
Ps > Pb dan Pwf < Pb

Mencari qb : qb  PI (Ps - Pb)


qb  0,734694 (1750 - 1200) = 404,0816 bpd

Mencari qx : PI Pb
qx 
1,8
0,7346941200
qx 
1,8 = 489,7959 bpd

Mencari qmax : q max  qb  qx


q max  404,0816  489,7959
= 893,8776 bpd

Jawaban Contoh IPR Dua Fasa
Ps > Pb dan Pwf < Pb

Mencari qo pada Pwf = 300 :

   Pwf   Pwf 
2

 
q o  qb  q max  q x  1  0,2   0 ,8  
  
   Pb   Pb  
     
2

qo  404,0816   893,8776  489,79591  0,2
900 900 
  0,8 
   1200   1200  
  

= 767,7551 bpd


Jawaban Contoh IPR Dua Fasa
Ps > Pb dan Pwf < Pb

Dari beberapa harga Pwf asumsi didapat :

Pwf qo

0 882,352

300 835,294

600 741,176

900 600,000

1200 411,765

1750 0

Diketahui :
Pwf = 2000 Psi Ps = 4000Psi
qo= 200 STB/hari Pb = 3000Psi
Buat Kurva IPR
S ≠ 0 ~ FE ≠ 1
 Standing memodifikasi persamaan Vogel berdasarkan kenyataan
bahwa formasi yang mengalami kerusakan (damage) akan terjadi
tambahan kehilangan tekanan
 Pwf ideal (tidak dipengaruhi skin factor) ≈ Pwf’
 Pwf actual (dipengaruhi skin factor) ≈ Pwf
 FE (Flow Efficiency) : (Ps  Pwf ' )
FE 
(Ps  Pwf )

Pwf '  Ps  ( Ps  Pwf ) FE

2
Qo  Pwf '   Pwf ' 
FE 1
 1  0.2    0.8  
Qmax  Ps   Ps 
Distribusi Tekanan di Sekitar Lubang Sumur
Contoh Metode Standing

Diketahui data lapangan sebagai berikut :


Ps = 2600 psi
qo = 500 bpd pada Pwf = 1800 psi
FE = 0.6
Pertanyaan :
Bagaimanakah IPRnya ?
Jawaban Metode Standing

Pwf '  2600  (2600 1800) 0.6  2120

FE 1 500
Qmax  2
 1639
 2120   2120 
1  0.2   0. 8
 2600   2600 

Qmax pada FE=0.6 Pwf=0

Pwf '  2600  (2600  0) 0.6  1040

FE  0.6

  1040   1040  
2

Qmax  1639 1  0.2    0.8     1298

  2600   2600   
Jawaban Metode Standing

Dari beberapa harga Pwf asumsi didapat :

Pwf Pwf ’ Qo 3000

0 1040 1298 2500

psi
2000
500 1340 1149

wf),
Tekanan Alir (P
1500
1000 1640 911
1000

1500 1940 664


500

2000 2240 383


0
0 200 400 600 800 1000 1200 1400
2600 2600 0 Laju Produksi (q), bbl/hari


S ≠ 0 ~ FE ≠ 1
 Harrison memodifikasi persamaan Standing karena pada harga FE
yang sangat kecil atau FE positif besar (Pwf negatif) menghasilkan
bentuk IPR yang tidak semestinya
 Konsep FE tetap digunakan untuk kondisi ssatu fasa

Pwf '  Ps  ( Ps  Pwf ) FE

 Persamaan Harrison :

 Pwf ' 
1.792 

Qo
 1.2  0.2 e  Ps 
FE 1
Qmax
Contoh Metode Harrison

Diketahui data lapangan sebagai berikut :


Ps = 2600 psi
qo = 500 bpd pada Pwf = 1800 psi
FE = 0.6
Pertanyaan :
Bagaimanakah IPRnya ?
Jawaban Metode Harrison

Pwf '  2600  (2600 1800) 0.6  2120

 2120 
500 1.792 
FE  1  1480 .16
FE 1
 1.2  0.2 e  2600  Qmax
Qmax
Qmax pada FE=0.6 Pwf=0

Pwf '  2600  (2600  0) 0.6  1040


 
 1040 
 2600  
1.792
FE  0.6
Qmax  1480.16 1.2  0.2 e   1169.96

 

Jawaban Metode Harrison
Dari beberapa harga Pwf asumsi didapat :

Pwf Pwf ’ Qo 3000

0 1040 1170 2500

psi
2000
500 1340 1031

wf),
Tekanan Alir (P
1500
1000 1640 860
1000

1500 1940 649


500

2000 2240 390


0
0 200 400 600 800 1000 1200 1400
2600 2600 0 Laju Produksi (q), bbl/hari


S ≠ 0 ~ FE ≠ 1
 Couto memanipulasi persamaan Standing dengan
menggabungkan konsep PI
 Persamaan Couto :

  k 
 h  o  x P FE  x A
Qo  0.00419


ln 0.472 re
rw
  o Bo 

r

Dimana,

A  1  R1.8  0.8FE 1  R


Pwf
R
Pr
S ≠ 0 ~ FE ≠ 1
 Pudjo Sukarno mengembangkan persamaan menggunakan
simulasi reservoir hipotetik seperti Vogel, tetapi Faktor Skin
diperhitungkan (10 ≤ S ≤ -4)
 Hasil analisis regresi terhadap dimensionless IPR adalah :

Qo a1  a3 Pd  a5 ( Pd ) 2 Pwf
S 0
 Pd 
Qo max 1  a2 Pd  a4 ( Pd ) 2 Pr
a1, …., a5 adalah konstanta yang merupakan fungsi faktor
Skin dan ditentukan berdasarkan persamaan :

an  c1 e ( C2 S )
 c3 e ( C4 S )

c1, …., c4 ditentukan dari tabel berikut :


Konstanta C1, C2, C3, dan C4

an c1 c2 c3 c4
a1 0.182922 -0.364438 0.814541 -0.055873
a2 -1.476950 -0.456632 1.646246 -0.442306
a3 -2.149274 -0.195976 2.289242 -0.220333
a4 -0.021783 0.088286 -0.260385 -0.210801
a5 -0.552447 -0.032449 -0.583242 -0.306962
Contoh Metode Pudjo Sukarno (2Ø)

Diketahui data lapangan sebagai berikut :


Ps = 1590 psi
qo = 924 bpd pada Pwf = 240psi
S = 2.43 (FE = 0.7880)
Pertanyaan :
Bagaimanakah IPRnya ?
Jawaban Metode Pudjo Sukarno (2Ø)

 Hitung konstanta a1 s/d a5


a1  0.182922 e( 0.364438 x 2.43)
 0.814541 e( 0.055873 x 2.43)
 0.78658
 a2 = 0.07504 a3 = 0.00522 a4 = -0.183 a5 = -0.78719
 Pwf/Ps = 240/1590 = 0.15094

924 0.78658  0.00522 0.15094  0.7819 0.150942



 
S 0
Qo max 
1  0.07504 0.15094  0.183 0.150942 
 Qomax = 924/0.76396 = 1209.48 bbl/hari
 Asumsikan beberapa harga Pwf untuk menentukan harga Qo
Tabulasi hasil perhitungan

1600

Pwf Qo Pwf Qo 1400

1200

psi
1490 0.0 800 720.93

wf),
1000

Tekanan Alir (P
800

1400 236.71 600 817.05 600

400

1200 436.38 400 886.49 200

0
0 200 400 600 800 1000
1000 595.36 0.0 951.19 Laju Produksi (q), bbl/hari
Kinerja Aliran fluida Dua Fasa dari formasi ke
Lubang Sumur dengan Pengaruh Turbulensi dan
Skin

Fetkovich menganalisa hasil uji back-pressure yang dilakukan di


sumur-sumur minyak berproduksi dari berbagai kondisi reservoir.

Dari analisa ini disimpulakn bahwa kurva uji back-pressure di sumur


minyak mengikuti kurva back-pressure yang dilakukan di sumur gas,
yaitu plot antara qo terhadap
(PS2 – Pwf2) pada kertas grafik log-log memberikan kurva linier.
Dengan demikian seperti halnya sumur gas, grafik IPR sumur
minyak dari uji back-pressure dapat dinyatakan dalam bentuk-
bentuk persamaan berikut :

qo = J (Pr2 – Pwf2)n

dimana :
J = konstanta produktivitas, STB/D/PSi2
n = 1/kemiringan

Harga n menunjukkan faktor turbulasi. Apabila harga n mendekati


satu (1), berarti tidak terjadi turbulasi, sedangkan untuk harga n
yang lebih kecil 1 (satu), minimum 0.5, terjadi turbulensi. Makin
kecil harga n maka makin besar turbulensi.
Prosedur Perhitungan :

1. Siapkan dari data uji tekanan Pr, dan dari data uji
produksi pasangan data Pwf dengan qo.

2. Tentukan harga (Pr2 – Pwf2) untuk masing-masing Pwf.

3. Plot dalam log-log qo (sumbu mendatar) vs langkah 2 (sumbu


tegak ) dan tarik garis lurus mewakili.

4. Hitung hrga n garis dengan cara sebagai berikut :


Ambil dua titik yang terletak pada garis selain ke tujuh titik
diatas dan angkanya baik untuk di logaritmakan (kelipatan
sepuluh). Kemudian hitung dengan rumus :
log q 2  log q1
   
n = log P 2 2  log P 2 1
r 1

atau dengan cara grafis adalah n = 1/kemiringan.


5. Tentukan J dengan cara memasukkan harga qo dan Pwf
serta n yang didapat dari langkah 4 ke dalam persamaan.

J juga dapat ditentukan dengan cara grafis yaitu


dengan meneruskan garis sampai memotong sumbu
mendatar (qo), titik potong tersebut adalah J.

6. Untuk berbagai harga Pwf di hitung qo dengan


persamaan
qo = J (Pr2 – Pwf2)n Kemudian plot Pwf vs qo.
Contoh

Diketahui dari uji isochoronal

Pr = 1345 psi

No Test qo Pwf
1 66 1242
2 134 1142

4 229 921

6 321 719

Penentuan harga (Pr2 – Pwf2) untuk masing-masing Pwf

Untuk Pwf = 1242, (Pr2 – Pwf2) = (13452 - 12422) = 266461

No Test qo x Pwf (Pr2 – Pwf2)

1 66 1242 266461

2 134 1142 504861

4 229 921 960784

6 321 719 1292064


Contoh

Diketahui dari uji isochoronal

Pr = 1345 psi

No Test qo Pwf
1 66 1242
2 134 1142

4 229 921

6 321 719

Penentuan harga (Pr2 – Pwf2) untuk masing-masing Pwf

Untuk Pwf = 1242, (Pr2 – Pwf2) = (13452 - 12422) = 266461

No Test qo x Pwf (Pr2 – Pwf2)

1 66 1242 266461

2 134 1142 504861

4 229 921 960784

6 321 719 1292064


2. Plot dalam log-log x vs Y dan ditarik garis lurus yang mewakili
ketujuh titik

3. Ambil dua tituk sembarang,


qo = 10 STB/hari ; (Pr2 – Pwf2) = 40500 psi
qo = 100 STB/hari ; (Pr2 – Pwf2) = 410000 psi

n = log (410000) - log (40500)  0.9947  1


log (100) - log (10)

4. Penentuan J, untuk qo = 10 (Pr2 – Pwf2) = 4500 maka


J = 10 / (40500)1 = 0.000246914

5. Untuk berbagai harga qo hitung Pwf


contoh untuk Pwf = 0 maka
qo = 0.000246914 ((1345)2 – 0) = 446 STB/hari.
. Harga laju aliran minyak untuk berbagai P wf ditunjukkan dalam tabel berikut,

dan kurva IPR dicantumkan di gambar 2-16.

Pwf qo Pwf qo

1345 0.00 400 407.17

1200 91.12 200 436.80

800 288.65 0 446.67


1600

1400

1200

1000

800

600

400

200

0
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500
3. Aliran Fluida Tiga Fasa
 Apabila fluida yang mengalir dari formasi ke lubang sumur
terdiri dari tiga fasa, yaitu minyak, air dan gas, maka
digunakan Metode Pudjo Sukarno.

 Ao  A1 Pwf Pr   A2 Pwf Pr 
qo 2

qt ,max
 An = konstanta persamaan (n = 0, 1 dan 2), yang
harganya berbeda untuk water cut yang
berbeda.

 Hubungan antara konstanta tersebut dengan water-


cut ditentukan pula dengan analisis regresi, dan
diperoleh persamaan berikut :

An  C0  C1 WC  C2 WC
2

 Cn = konstanta untuk masing-masing harga An


ditunjukkan dalam Tabel berikut ini
Tabel Konstanta Cn Untuk Masing-Masing harga An

An C0 C1 C2

A0 0.980321 0.115661 10-1 0.179050 10


-4

A1 0.414360 0.392799 10
-2
0.237075 10
-5

A2 0.564870 0.762080 10
-2
0.202079 10-4
 Sedangkan hubungan antara tekanan alir dasar sumur terhadap
water-cut dapat dinyatakan sebagai Pwf/Pr terhadap WC/(WC @
Pwf ~Pr),
dimana (WC @ Pwf ~Pr) telah ditentukan dengan analisis regresi
dan menghasilkan persamaan berikut :

WC
WC @ Pwf  Pr
 P1  Exp P2 Pwf / Pr  

Catatan : WC@Pwf~Pr = WC*


 dimana harga P1 dan P2 tergantung dari harga water-
cut pengukuran, dimana:

P1  1.606207  0.130447  Ln (WC )

P2  0.517792  0.110604  Ln (WC )

dimana : water-cut dinyatakan dalam persen (%) dan


merupakan data uji produksi
Prosedur Perhitungan

 Berdasarkan harga WC pengukuran tentukan WC@Pwf~Pr,


P1 dan P2
 Hitung harga-harga A0, A1, dan A2 sesuai harga An seperti
tertera dalam tabel
 Hitung Qt max
 Asumsikan beberapa harga Pwf dan hitung Qo sesuai harga
Pwf asumsi
 Buat hubungan (plot) antara Pwf dan Qo pada kertas kartesian
untuk mendapatkan kurva IPR
Persamaan Petrobras
Petrobras telah mengembangkan persamaan kurva IPR untuk aliran
3 fasa yaitu minyak, air dan gas dengan cara menggabungkan
persamaan Vogel untuk aliran minyak dan persamaan Index
Produktivitas (J) yang konstan untuk aliran air.

Kurva IPR gabungan ditentukan secara geometris berdasarkan


perbandingan minyak dan air.

Persamaan kurva IPR gabungan diturunkan untuk 2 tujuan


perhitungan, yaitu untuk menentukan laju alir total (minyak dan air)
pada suatu harga tekanan alir dasar sumur tertentu dan menentukan
tekanan alir dasar sumur pada laju aliran total tertentu, pada tekanan
reservoir diatas atau dibawah tekanan saturasi, Pb.
Data yang diperlukan untuk menghitung kurva IPR gabungan
mrtoda Petrobras adalah:

1. Tekanan reservoir

2. Tekanan saturasi

3. Tekanan alir dasar sumur

4. Laju produksi total pada tekanan alir dasar sumur

5. Fraksi air
Berdasarkan data yang tersedia tersebut, dapat terjadi 2
kemungkinan sesuai dengan hasil uji produksi, yaitu:

1. Tekanan alir dasar sumur lebih besar daripada tekanan


saturasi

2. Tekanan alir dasar sumur lebih kecil daripada tekanan


saturasi

Perhitungan awal untuk menentukan kurva IPR gabungan akan


dibedakan menjadi 2 kemungkinan diatas.
Tekanan Alir Dasar Sumur Lebih Besar dari
Tekanan Saturasi
Variabel-variabel yang perlu untuk dihitung terlebih
dahulu adalah:

1. Indeks produktivitas hasil uji


q
J , BBL / hari / psi
Ps  Pwf
2. Laju produksi pada tekanan saturasi, yaitu dihitung
dengan persamaan:
qb  J ( Pr  Pb )
4. Laju produksi maksimum yang dihitung dengan persamaan:

JPb 
q o , max  q b 
1,8

5. Laju produksi total (minyak dan air) maksimum, yaitu dihitung


dengan persamaan:

  q o , max 
q t , max  q o , max  Fw  Pr     tan 

  J 
keterangan:
tan α = CG/CD

tan β= CD/CG

CG = 0,001 qo, max

    0,999q o, max  q b 
0,5

 q o, max     

CD  Fw  0,001   0.125Fo Pb  1  81  80

    q o, max  q b  
  J 
   
 
Tekanan Alir Dasar Sumur Lebih Kecil
dari Tekanan Saturasi
Selain harga J, perhitungan qb, qo, max dan qt, max sama seperti
pada sub bab diatas.

Persamaan yang digunakan untuk menentukan J, adalah:


q t ,test
J
X

  Pb A 
X  Fo  Pr  Pb    Fw Pr  Pwf ,test 
  1,8 
2
 Pwf ,test   Pwf ,test 
A  1  0,2   0,8
  P


 Pb   b 
Perhitungan Tekanan Alir Dasar Sumur

Untuk setiap laju produksi total, yang berharga antara laju produksi
minyak maksimum dan laju produksi total maksimum harga tekanan
alir dasar sumur dapat dihitung dengan menggunakan persamaan
berikut:

  q o , max    q o , max 
Pwf  Fw  Pr     q t    tan 
  J    J 

tan β = 1/tan α
tan α = CG/CD
Perhitungan Laju Alir Total

Perhitungan laju alir total terbagi menjadi 3 kelompok, sesuai


dengan harga tekanan alir dasar sumurnya.

Ketiga kelompok tekanan alir dasar sumur tersebut adalah:

a. Pb < Pwf < Pr

b. Pwf (G) < Pwf < Pb

Dimana Pwf (G) adalah tekanan alir dasar sumur, pada harga laju
produksi total sama dengan laju produksi minyak maksimum.

c. 0 < Pwf < Pwf (G)


Pb < Pwf < Pr

Untuk tekanan alir dasar sumur lebih besar dari tekanan saturasi
dan dibawah tekanan reservoir, laju alir total dapat dihitung
dengan menggunakan persamaan index produktivitas konstan
Pwf (G) < Pwf < Pb

Perhitungan laju produksi total pada selang harga tekanan ini, perlu
dihitung terlebih dahulu variabel B yang diperlukan untuk memilih
persamaan yang akan digunakan, yaitu:

B  Fw / 0.125Fo Pb J 

Apabila diperoleh harga B:

B tidak sama dengan 0


 2

2 0,5 
 C  C  4 B D 
qt   
 
2B 2
B=0

qt  D / C

P  0,125Fo Pb  Fw Pr 
A
wf

0,125Fo Pb 

 80 
C  2 AB   
 q  q  
 t , max b 

80qb 
DA  2
 81
q 0 , max  qb 
0 < Pwf < Pwf (G)

Pada tekanan-tekanan yang terletak dalam selang ini, laju


produksi total dihitung dengan persamaan berikut:

qt 
P
wf G   q o,max tan    Pwf 
tan  
Perhitungan Kurva IPR Untuk Pr < Pb

Persamaan-persamaan sebelumnya telah diturunkan untuk keadaan


tekanan reservoir lebih tinggi daripada tekanan saturasi (Pr > Pb).

Apabila keadaan reservoir adalah tekanan reservoir lebih rendah


dibandingkan dengan tekanan saturasi, maka perhitungan kurva IPR
masih menggunakan persamaan-persamaan diatas, dengan merubah:

1. Tekanan saturasi (Pb) menjadi tekanan reservoir (Pr)


2. Harga laju produksi pada tekanan saturasi, qb = 0

Penyelesaian selanjutnya sama seperti uraian diatas.


METODE WIGGINS

Metode Wiggins merupakan


pengembangan dari metode Vogel yang
dalam pengembangannya Wiggins
menyetarakan metode dua fasa dari Vogel
dengan metode tiga fasa, sehingga
mendapatkan suatu metode tiga fasa yang
lebih sederhana dari metode tiga fasa
yang sudah ada
Bila dibandingkan penyetaraan IPR Wiggins dengan metode Brown
dan Pudjo Sukarno menghasilkan perkiraan rate produksi yang
hampir sama (setara), hal ini menunjukan bahwa hasil penyetaraan
IPR tiga fasa Wiggins adalah benar.

Perbedaan maksimum dari perbandingan tersebut adalah sebesar


3.98 % untuk minyak dan 7.08 % untuk fasa air.
FORMULA METODE WIGGINS

Persamaan IPR untuk tiga fasa dengan metode Wiggins, yaitu:


 Untuk Minyak :

2
qo  pwf   pwf 
 1  0.519167    0.481092 
qo ,max  pr   pr 

 Untuk Air :

2
qw  pwf   pwf 
 1  0.722235   0.284777  
qw ,max  pr   pr 
Peramalan Kinerja Aliran fluida dari Formasi
ke Lubang Sumur
1. Peramalan Kinerja Aliran fluida dari Formasi ke Lubang
Sumur dengan faktor skin sama dengan nol

2. Peramalan Kinerja Aliran fluida dari Formasi ke Lubang


Sumur dengan faktor skin tidak sama dengan nol
Peramalan Kinerja Aliran fluida dari Formasi ke Lubang
Sumur dengan faktor skin sama dengan nol

 Metoda Standing
 Metoda Pivot Point

Peramalan Kinerja Aliran fluida dari Formasi ke Lubang


Sumur dengan faktor skin tidak sama dengan nol

 Metoda Couto
 Metoda Fetkovich
 Metoda Eckmier
 Metoda Pudjo Sukarno
Metoda Standing

Standing mengembangkan persamaan vogel untuk meramalkan


kinerja aliran fluida dari formasi ke lubang sumur, dengan
menggunakan dua anggapan berikut ini :

1. Indeks produktivitas mengikuti definisi aliran satu fasa


2. Saturasi fluida di reservoir sama di setiap titik.
Dari hasil pengembangan tersebut, standing menurunkan tiga
persamaan dasar yaitu :

1. Persamaan indeks produktivitas untk masa sekarang, (Jp)*,


yang dinyatakan dalam persamaan berikut :

( Jp)* = (1,8 Qomax/Pr)

2. Persamaan indeks produktivitas untuk masa yang akan datang,


(Jf)*, yang dinyatakan sebagai berikut :

( Jf )* = ( Jp )* (kro/μoBo)f / (kro/μoBo)p

3. Persamaan untuk menentukan laju produksi maksimum untuk


masa yang akan datang, (Qomax)f, yaitu :
 ( Qomax ) f = ( Jf * Prf) / 1,8)
Prosedur perhitungan

1. Siapkan data pendukung, yang meliputi :

 Data uji tekanan dan produksi pada saat sekarang

 Hubungan antara saturasi minyak dengan tekanan, serta grafik


relative permeabilitas minyak. Dari kedua hubungan ini dapat
dibuat hubungan antara relative permeabilitas minyak dengan
tekanan

 Hubungan antara fiskositas minyak dan factor volume formasi


minyak terhadap tekanan.
2. Berdasarkan data uji tekanan dan produksi, hitung laju
produksi maksimum, dengan menggunakan persamaan
vogel.

3. Hitung harga (Jp) *

4. Tentukan harga Kro, dan Bo pada tekanan reservoir


sekarang, (Pr) p dan yang akan datang ( Pr ) f
5. Hitung harga ( Jf ) *

6. Hitung (Qmax ) f

7. Kurva IPR untuk masa yang akan datang dapat dibuat


berdasarkan harga (Qmax) f, dengan menggunakan
persamaan Vogel.
Contoh perhitungan
1. Persiapan data

 Spacing = 40 acre
 Saturasi minyak tersisa = 15%.
 Interstitial water saturation = 20%
 Indeks produktivitas = 0.92
 Laju alir = 400 BPD
Sekarang Kemudian hari

Pr 2250 psig 1800 psig

Pwf 1815 psig -

 o @ Pr 3.11 cp 3.59 cp

B0 @ Pr 1.173 1.150

Saturasi minyak rata-rata 0.768 0.741

Kro 0.815 0.685


400
2. (Qomax)p =  1257.5 BPD
1  0.2(1815 / 2250)  0.8(1815 / 2250) 2

3. (Jp)* = 1.8 (1257.5) / (2250) = 1.00597

4. Harga B0 ,  0 , Kro pada langkah 1.

(0.685) /((3.59)(1.150))
5. (Jf)* = 1.01  1.750 BPD / psi
(0.815) /((3.11))(1.173))
(0.750)(1800)
6. (Q0max)f =  750 BPD/psi
1.8

7. Untuk berbagai harga Pwf dihitung qo :

Contoh untuk Pwf = 1200 psi maka

qo = 750 (1-0.2(1200/1800) – 0.8(1200/18000) = 383 BPD


Pwf (psi) qo (BPD)

1800 0

1600 143

1400 270

1200 383
Metoda Pudjo Sukarno

Untuk aliran fluida dua fasa semi mantap, dengan anggapan tidak
ada aliran di batas reservoir, dalam bentuk pseudo-pseudo function,
persamaan aliran dalam media berpori dapat dituliskan sebagai:

Laju produksi minyak maksimum, pada Pwf = 0, berdasarkan


persamaan tersebut diatas dapat dinyatakan sebagai:
Dengan demikian apabila dianggap bahwa tidak terjadi perubahan
jari-jari pengurasan dan faktor skin, maka perbandingan antara laju
produksi maksimum pada dua waktu produksi yang berbeda dapat
dinyatakan sebagai:

Untuk API ≤ 40,

m( Prf )
 0.033210 Exp (3.429922 Prf / Pri)
m( Pri )

Untuk API ≥ 40,

m( Prf )
 0.015215 Exp (4.152343 Prf / Pri)
m( Pri )
Contoh

Diketahui

 Data uji tekanan dan uji produksi:


 Ps = 1345 psi
 Pwf = 719 psi ; qo = 321 STB/hari.
 API minyak = 30.

Tentukan kurva IPR pada Ps = 1000 psi.


Perhitungan Qomaxi :
 a1 = 0.182922 e0 + 0.81451 e0 = 0.99746
 a2 = -1.4769500 + 1.646260 = 0.169296
 a3 = 2.1442740 + 2.289242 = 0.139968
 a4 = -0.0217831 – 0.260385 = -0.282168
 a5 = -0.5524470 – 0.583242 = -1.135689
 Pwf /Ps = 719 / 1345 = 0.534572

Ruas kanan = 0.740437 0.830107

Qomaxi = 321 / 0.740437 = 433.53 STB/hari.


386.6972
Minyak 30 .API tentukan m(Prf)/m(Pri) pada Prf = Pri

= 0.033210 e(3.429922 (1345 / 1345) = 1.025333

Psf = 1000 psi.

API minyak tetap 30, tentukan m(P rf ) /m(P ri ) pada Prf dimana IPRf

akan dibuat = 0.033210 e ( 3.429922(1000 / 1345) = 0.425378

0.425378
(Qmax ) f = (433.53)  179.86 STB/hari
1.025333
Berdasarkan harga Q0 max , konstanta-konstanta a1, a2, a3, a4, a5 dan

tekanan statik = 1000 psi dihitung q0 sari berbagai P wf di dapatkan hasil

sebagai berikut :

P wf P wf /P S A q0
1000 1.00 0.00 0.0
800 0.80 0.3653 65.71
600 0.60 0.6726 120.97
400 0.40 0.8914 160.33
300 0.30 0.9610 172.85
0 0.00 1.0 179.40
PERAMALAN IPR MASA AKAN DATANG
 S ≠0 :
Metode Eckmier : penyederhanaan dari persamaan
Fetkovich dengan anggapan n = 1, sehingga perbandingan
Qomax pada waktu produksi t1 dan t2 dinyatakan :
3
 Qo max f   Psf 
Q   P 
 o max p   sp 
Qomax p pada Ps p ditentukan berdasarkan uji tekanan dan
produksi pada t1 menggunakan persamaan Vogel
sedangkan
Qomax f pada Ps f ditentukan berdasarkan persamaan diatas
Selanjutnya untuk membuat IPR digunakan persamaan
Vogel berdasarkan harga Qomax f dan Ps f