Anda di halaman 1dari 17

Analisis Aktivitas

Pendanaan
Aktivitas Pendanaan
• Aktivitas pendanaan adalah transaksi atau peristiwa bisnis
yang memengaruhi kewajiban dan ekuitas jangka panjang.
• Aktivitas bisnis didanai dengan kewajiban atau ekuitas, atau
keduanya.
• Kewajiban dapat berupa kewajiban pendanaan dan
kewajiban operasi.
Anlisis Aktivitas
Pendanaan

SEWA (LEASE) IMBALAN PASCAPENSIUN

KONTINJENSI DAN PENDANAAN DILUAR


KOMITMEN NERACA
Sewa (Lease)
Sewa (lease) merupakan perjanjian kontraktual antara pemilik
(lessor) dan penyewa (lessee)
Ada 2 metode alternatif untuk akuntansi sewa :
1. Sewa pendanaan (capital lease)
Sewa yang mengalihkan manfaat dan risiko kepemilikan
secara substansial dicatat sebagai perolehan aset dan
menimbulkan kewajiban bagi lessee.
2. Sewa operasi (operating lease)
Aset yang disewakan maupun kewajiban sewa diakui
dalam neraca.
Implikasi Pendanaan Sewa
pada Laporan Keuangan
• Dalam operating lease, pembayaran sewa minimum (MLP)
dilaporan sebagai beban periodik. Namun jika dicatat sebagai
capital lease, perusahaan harus mengakui beban bunga periodik
dan beban penyusutan.
• Akibatnya jumlah beban yang dilaporkan oleh capital lease lebih
besar pada awal-awal tahun dibandingkan operating lease.
Sehingga laba bersih dalam capital lease lebih rendah daripada
laba bersih dalam operating lease di tahun-tahun awal.
Implikasi Pendanaan Sewa
pada Laporan Keuangan
• Selain itu, dari sudut pandang neraca, akuntansi capital lease
mengakui manfaat (aset) dan kewajiban yang timbul dari
transaksi sewa. Sebaliknya, metode operating lease mengabaikan
manfaat dan kewajiban tersebut dan sepenuhnya mencerminkan
dampaknya hanya diakhir masa sewa. Neraca dalam operating
gagal mencerminkan aset dan kewajiban sewa perusahaan.
Konversi Operating Lease
Menjadi Capital Lease
• Konversi operating lease menjadi capital lease dilakukan oleh analis
karena menilai bahwa penentuan klasifikasi sewa akan berdampak
pada laporan keuangan dan rasio.
• Oleh sebab itu, analis harus membuat penyesuaian terhadap
laporan keuangan sebelum melakukan analisis.
• Penyesuaian hanya dilakukan jika klasifikasi oleh lessee tampak
tidak konsisten dengan karakteristik ekonomi sewa.
• Untuk mengonversi operating lease menjadi capital lease, maka
diperlukan estimasi nilai sekarang kewajiban operating lease.
Proses ini dimulai dengan estimasi tingkat bunga yang akan
digunakan untuk mendiskontokan proyeksi pembayaran sewa.
Konversi Operating Lease
Menjadi Capital Lease

Untuk perusahaan yang melaporkan capital lease maupun operating


lease, lakukan dengan memperkirakan tingkat bunga implisit untuk
capital lease dan mengasumsikan tingkat bunga yang sama untuk
operating lease.

Tingkat bunga implisit capital lease dapat dicari dengan (trial and
error) dan merupakan tingkat bunga yang menghasilkan angka
proyeksi pembayaran capital lease sama dengan angka nilai
sekarang capital lease.
Konversi Operating Lease
Menjadi Capital Lease
Terdapat 2 masalah untuk mencari tingkat bunga capital lease.
1. Tidak mungkin untuk menggunakan cara ini untuk perusahaan
yang tidak melaporkan rincian capital lease.
2. Perbedaan tingkat bunga antara capital lease dan operating lease
yang disepakati pada waktu yang berbeda saat tingkat bunga
berbeda.
Imbalan Pascapensiun
Terdapat 2 bentuk manfaat pascapensiun :
1. Manfaat pensiun ; pemberi kerja menjanjikan manfaat kepada
pekerja pascapensiun
2. Manfaat lain pascapensiun pekerja ; pemberi kerja menyediakan
manfaat lain pascapensiun seperti pemeliharaan kesehatan dan
asuransi jiwa.

Standar akuntansi saat ini mensyaratkan pengakuan beban manfaat


pascapensiun saat pekerja aktif memberikan jasa, bukan saat
manfaat dibayarkan.
Imbalan Pascapensiun-
Implikasi
• Estimasi nilai sekarang manfaat pensiun yang diakui, dilaporkan
sebagai kewajiban bagi pemberi kerja.
• Oleh karena waktu dan besaran manfaat ini tidak pasti, biaya
manfaat pascapensiun (dan kewajibannya) perlu diestimasi
berdasarkan asumsi aktuaria atas harapan hidup, perputaran
pegawai, tingkat kenaikan kompensasi, biaya perawatan
kesehatan, tingkat pengembalian yang diharapkan, dan tingkat
bunga.
• Estimasi beban dan kewajiban yang akan timbul dilakukan
perusahaan untuk memperkirakan kas yang akan dikeluarkan
oleh perusahaan.
Kontinjensi

• Kontinjensi merupakan keuntungan dan kerugian potensial


yang penyelesaiannya bergantung pada satu atau lebih
peristiwa di masa depan.
• Kontinjensi diakui di dalam akuntansi sejalan dengan
pengggunaan prinsip konservatisme.
• Transaksi kontinjensi belum memengaruhi secara langsung
posisi dalam neraca dan laba rugi perusahaan.
Implikasi Kontinjensi-
Keuntungan dan Kerugian
• Kerugian kontinjensi hanya akan berdampak pada laporan
keuangan apabila transaksinya memenuhi dua kondisi yaitu
“probable” dan “reasonably estimable”.
• Jika memenuhi kondisi, maka perusahaan melakukan
estimasi atas kewajiban yang akan dibayarkan dimasa
depan.
• Jika kerugian ini tidak memenuhi kedua kondisi tersebut
atau hanya memenuhi salah satu kondisi, maka dilaporkan
pada CALK.
• Sedangkan untuk pengakuan keuntungan kontinjensi tidak
diakui dalam laporan keuangan dan hanya diungkapkan
dalam CALK jika kemungkinan realisasinya tinggi.
Komitmen
(Commitment)
Komitmen adalah kewajiban perusahaan terhadap entitas
eksternal yang sering muncul sehubungan dengan kontrak
hukum yang dijalankan oleh perusahaan.
Misalkan, perusahaan berencana untuk membeli bahan baku
berdasarkan kontrak yang telah ditentukan sebelumnya.
Tapi, sesuai perjanjian perusahaan akan melakukan
pembayaran untuk bahan baku ini hanya setelah bahan
baku ini diterima.
Komitmen
(Commitment)
Maka atas transaksi tersebut, tidak ada jumlah uang yang
dicatat baik dalam laporan laba rugi ataupun neraca.
Namun, perusahaan diharapkan untuk melakukan
pengungkapan transaksi seperti yang seharusnya terjadi di
masa depan dan akan berdampak pada kasnya. Oleh karena
itu, perusahaan memberikan penjelasan yang luas mengenai
komitmen ini dalam CALK.
Off-Balance Sheet
Financing
Metode akuntansi dimana perusahaan mencatat aset atau
kewajiban tertentu dengan cara yang membuat mereka
tidak muncul di neraca.
Contoh dari pembiayaan luar neraca seperti sewa operasi
(operating lease) ketika perusahaan ingin membeli
peraralatan.
Dengan sewa operasi, perusahaan hanya mencatat biaya
sewa untuk peralatan dan tidak termasuk aset dalam
neraca. Jika perusahaan membeli peralatan, perusahaan
mencatat aset (peralatan) dan kewajiban (harga pembelian).
Off-Balance Sheet
Financing-Implikasi
Implikasi nya adalah, dengan menggunakan sewa operasi
maka perusahaan hanya mencatat biaya sewa, yang secara
signifikan lebih kecil dari seluruh harga pembelian dan
menghasilkan neraca yang lebih bersih.