Anda di halaman 1dari 27

SITI NURHANDAYANI

111 2016 2087

Pembimbing :
dr. Rahmawati Akib, Sp. S, M.Kes
DEFINISI

 Demensia: kumpulan gejala klinik yang disebabkan oleh
berbagai latar belakang penyakit dan ditandai oleh
hilangnya daya ingat jangka pendek (recent memory) dan
gangguan global fungsi mental termasuk fungsi bahasa,
mundurnya berpikir abstrak, kesulitan merawat diri
sendiri, perubahan perilaku, emosi labil dan hilangnya
pengenalan waktu dan tempat.
DEFINISI

Penyakit Alzheimer : suatu
penyakit penurunan kognitif dan
perilaku yang ditandai dengan
gangguan fungsi sosial dan
pekerjaan. Penyakit Alzheimer
tidak dapat disembuhkan dan
bersifat kronis-progresif.
EPIDEMIOLOGI

 50-60 % pasien mengalami demensia tipe Alzheimer atau
mengidap penyakit Alzheimer
 Usia 65 tahun, rata-rata prevalensi laki-laki mengidap
penyakit Alzheimer sebesar 0,6 persen dan wanita sebesar
0,8 persen
 Usia 90 tahun, rata-rata orang yang mengidap penyakit
ini sebesar 21 persen
 Lebih sering terjadi pada wanita daripada laki-laki
ETIOLOGI

Faktor genetik

Faktor lingkungan

 Gangguan Fungsi Imunitas

Infeksi Virus

Faktor Trauma

Faktor Neurotransmiter
PATOFISIOLOGI



GEJALA KLINIS

 Fase awal (Ringan)

1. Gangguan Kognitif dan memori

2. Gangguan berkomunikasi mulai timbul

3. Perubahan kepribadian mulai timbul

4. Perilaku yang aneh mulai timbul


GEJALA KLINIS

 Fase menengah (sedang)

1. Gangguan Kognitif dan memori yang signifikan

2. Gangguan berkomunikasi

3. Perubahan kepribadian mulai signifikan

4. Perilaku aneh yang timbul

5. Peningkatan dependensi

6. Penurunan kontrol sadar


GEJALA KLINIS
 Fase Lanjut (berat).

1. Kognitif dan memori yang makin memburuk
2. Kemampuan komunikasi benar-benar menghilang
3. Kontrol sadar terhadap tubuh hilang
4. Dependensi komplit terhadap orang lain
5. Penurunan derajat kesehatan yang bermakna
6. Tubuh melemah
7. Perubahan kepribadian
8. Perilaku yang aneh
DIAGNOSIS

Kriteria diagnosa “probable Alzheimer”:

1. Ditemukan demensia secara klinis (test mini mental)


2. Defisit 2 atau lebih bidang kognitif (memori, bahasa,
atensi, orientasi, fungsi eksekutif, visuospatial)
3. Perburukan memori/kognitif progresif
4. Tak ada gangguan kesadaran
5. Tak ada penyakit otak dan gangguan sistemik
(khas: perburukan intelektual dan tingkah laku,
mengganggu pekerjaannya dan lingkungan)
 Dengan menggunakan MMSE (Mini Mental Status Exam)
No Tes Nilai maks

ORIENTASI


1 Sekarang (tahun), (musim), (bulan), (tanggal), hari apa? 5

2 Kita berada dimana? (negara), (propinsi), (kota), (rumah sakit), 5


(lantai/kamar)
REGISTRASI
3 Sebutkan 3 buah nama benda (apel, meja, koin), tiap benda 1 detik, 3
pasien disuruh mengulangi ketiga nama benda tadi. Nilai 1 untuk tiap
nama benda yang benar. Ulangi sampai pasien dapat menyebutkan
dengan benar dan catat jumlah pengulangan

ATENSI DAN KALKULASI


4 Kurangi 100 dengan 7. Nilai 1 untuk tiap jawaban yang benar. 5
Hentikan setelah 5 jawaban. Atau disuruh mengeja terbalik kata
“DUNIA” (nilai diberi pada huruf yang benar sebelum kesalahan;
misalnya AINUD = 2 nilai)
MENGINGAT KEMBALI (RECALL)
5 Pasien disuruh menyebut kembali 3 nama benda di atas 3
 Dengan menggunakan MMSE (Mini Mental Status Exam)
BAHASA

6 Pasien diminta menyebutkan nama benda yang ditunjukkan (pensil, 2


buku)
7

8

Pasien diminta mengulang kata-kata: “namun”, “tanpa”, “bila”

Pasien diminta melakukan perintah: “ Ambil kertas ini dengan tangan


1

3
kanan, lipatlah menjadi dua dan letakkan di lantai”

9 Pasien diminta membaca dan melakukan perintah “Pejamkanlah mata 1


anda”
10 Pasien diminta menulis sebuah kalimat (spontan) 1

11 Pasien diminta meniru gambar di bawah ini 1

Total 30
DIAGNOSIS
 Penilaian

 24-30 : normal

 18-23 : gangguan kognitif sedang

 0-17 : gangguan kognitif berat


 Pengkajian ADL , Modifikasi dari Barthel Indeks
No Kriteria Dengan Mandiri Ket
bantuan

1
2
Makan
Minum
 5
5
10
10
3 Berpindah dari kursi roda ke tempat tidur dan
sebaliknya , termasuk duduk di tempat tidur 5-10 15

4 Kebersihan diri mencuci muka menyisir rambut


0 5
menggosok gigi
5 Mandi 0 5
6 Berjalan dipermukaan datar 10 15
7 Naik turun tangga 5 10
8 Berpakaian 5 10
9 Mengontrol defekasi 5 10
10 Mengontrol berkemih 5 10
Total

 Penilaian

 0-20 : ketergantungan penuh

 21-61 : ketergantungan berat/sangat tergantung

 62-90 : ketergantungan moderat

 91-99 : ketergantungan ringan

 100 : mandiri
PEMERIKSAAN
PENUNJANG

 Computerised Tomography (CT) Scan otak

 Magnetic Resonance Imaging (MRI) otak

 Single Photon Emission Computerized Tomography (SPECT)


Scan

 Positron Emission Tomography (PET) Scan

 EEG

PENATALAKSANAAN

 Terapi non farmakologis
Terapi non-farmakologi melibatkan pasien, keluarga, atau
pengasuh khusus untuk mensupport, menghadapi dan
memahami kondisi pasien.

 Terapi Farmakologi
 Terapi untuk mengatasi gejala penurunan kognisi atau
menunda progresivitas penyakit
 Terapi simptomatik
 Terapi farmakologis
Nama obat Golongan Indikasi Dosis Efek samping

Donepezil Penghambat Demensia Dosis awal 5 Mual, muntah,


kolinesterase Alzheimer mg/hr bila perlu, diare, insomnia
ringan sampai setelah 4-6

Galantamine Penghambat
sedang

Demensia
 minggu menjadi
10 mg/hr
Dosis awal 8 Mual, muntah,
kolinesterase Alzheimer mg/hr, setiap diare, anoreksia
ringan sampai bulan dosis
sedang dinaikkan 8 mg/hr
hingga dosis
maksimal 24
mg/hr
Rivastigmine Penghambat Demensia Dosis awal 2 x 1,5 mg/hr; Mual, muntah,
kolinesterase Alzheimer ringan setiap bulan dinakkan 2 x 1,5 pusing, diare,
sampai mg/hr
sedang hingga dosis anoreksia
maksimal 2 x 6
mg/hr
Memantine Penghambat Demensia Dosis awal 5 Pusing, nyeri
Reseptor NMDA Alzheimer mg/hr; setelah 1 minggu. kepala,
(Nmethyl- sedang sampai Dosis dinaikkan menjadi konstipasi
Daspartate), berat 2 x 5 mg/hr dan
yang berfungsi seterusnya hingga
Untuk memblok dosis maksimal 2 x 10
Aktivitas glutamate mg/hr
Depresi
Nama obat Dosis Efek samping
Sitalopram 10-40 mg/hr Mual, mengantuk, nyeri kepala,
tremor, disfungsi seksual


Esitalopram 5-20 mg/hr Insomnia, diare, mual, mulut
kering,
Mengantuk
Sertralin 25-100 mg/hr Mual, diare, mengantuk, mulut
kering, disfungsi seksual
Fluoksetin 10-40 mg/hr Mual, diare, mengantuk, insomnia,
tremor, ansietas
Venlafaksin 37.5 – 225 mg/hr Nyeri kepala, mual, anoreksia,
insomnia, mulut kering
Dulosektin 30-60 mg/hr Penurunan nafsu makan, mual,
mengantuk, insomnia
Insomnia
Zolpidem 5-10 mg malam hari Diare, mengantuk
Trazodon 25-100 mg malam Pusing, nyeri kepala, mulut kering,
hari Konstipasi
Agitasi, ansietas dan perilaku obsesif
Quetiapin 25-300 mg/hr Mengantuk, pusing, mulut kering,
konstipasi, dyspepsia, peningkatan
berat badan
Dianzapin 2.5-10 mg/hr Peningkatan berat badan, mulut

 kering, peningkatan nafsu makan,


pusing, mengantuk dan tremor

Risperidon 0.5 – 1 mg/hr Mengantuk, tremor, insomnia,


pandangan kabur, pusing, nyeri
kepala, mual, peningkatan berat
badan
Zipresidon 20-80 mg/hr Kelelahan, mual, pusing, diare
Divalproex 125-500 mg 2x/hr Mengantuk, kelemahan, diare,
konstipasi, dispepsia, depresi,
ansietas, tremor
Gabapentine 100-300 mg 3x/hr Konstipasi, dyspepsia, kelemahan,
hipertensi, anoreksia, vertigo,
pneumonia, peningkatan kadar
kreatinin
Alprazolam 0.25-1 mg 3x/hr Sedasi, disartria, inkoordinasi,
gangguan ingatan
Lorazepam 0.5-2 mg 3x/hr Kelelahan, mual, inkoordinasi,
konstipasi, muntah, disfungsi seksual
DIAGNOSIS BANDING

Demensia Vaskular
PROGNOSIS
Dari pemeriksaan klinis

42 penderita probable alzheimer
menunjukkan bahwa nilai prognostik tergantung pada 3 faktor
yaitu:
1. Derajat beratnya penyakit
2. Variabilitas gambaran klinis
3. Perbedaan individual seperti usia, keluarga demensia dan
jenis kelamin
Ketiga faktor ini diuji secara statistik, ternyata faktor pertama
yang paling mempengaruhi prognostik penderita alzheimer.
Pasien dengan penyakit alzheimer mempunyai angka harapan
hidup rata-rata 4-10 tahun sesudah diagnosis dan biasanya
meninggal dunia akibat infeksi sekunder.
KESIMPULAN

 Demensia Alzheimer ialah kumpulan gejala demensia
akibat gangguan neuro-degeneratif yang biasanya bersifat
kronis-progresif, dimana akibat proses degenerative
menyebabkan kematian sel-sel otak yang masif. Terjadi
penurunan fungsi kognitif seperti intelegensia umum, daya
ingat, daya pikir, orientasi, persepsi, daya tangkap,
berbahasa serta kemampuan sosial pada pasien Demensia
Alzheimer.
 Angka kejadian demensia alzheimer mencapai 50% dari
10% lansia dengan gangguan memori dan kognitif dengan
usia diatas 70 tahun. Penyakit ini dapat menyerang baik
pria maupun wanita, dengan salah satu faktor resikonya
adalah defek genetik.
KESIMPULAN

Untuk terapi non-farmakologis bagi penderita
demensia alzheimer dapat diberikan bantuan-
bantuan terutama untuk membantu kualitas
hidup penderita, untuk membantu penderita
melakukan hal-hal mandiri, menjaga agar
penderita aman, menghindari angka
kemungkinan jatuh. Sedangkan terapi
farmakologis untuk demensia alzheimer
adalah mengatasi gejala penurunan kognisi
atau menunda progresivitas penyakit serta
dengan terapi simptomatik