Anda di halaman 1dari 26

Laporan Kasus

HEMOROID

Oleh :
dr. Ferri Prihadi

Pembimbing :
dr. Agung Lastono
IDENTITAS
• Nama : Tn Arpan
• Jenis Kelamin : Laki-Laki
• Umur : 58 tahun
• No. CM : L171/8
• Pekerjaan : Wiraswasta
• Alamat :Nagasari
• Tanggal masuk : 20 Juni 2018
• Tanggal periksa : 20 Juni 2018
• Jam periksa : 10.00 WIB
ANAMNESIS
• Keluhan Utama
• Benjolan tidak dapat masuk sendiri setelah
buang air besar selesai, namun dapat masuk
dengan bantuan jari. Buang air besar kadang
disertai darah, berwarna merah segar,
menetes saat feses keluar, darah tidak
bercampur dengan feses.
• Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke poli lansia puskesmas
tempino,dengan keluhan terdapat benjolan
yang keluar dari anus saat buang air besar,
sebesar 0,5 – 1 cm dan terasa menggaggu.
Setiap ingin buang air besar, benjolan tersebut
keluar dari anus. Benjolan tidak dapat masuk
sendiri setelah buang air besar selesai, namun
dapat masuk dengan bantuan jari.
• Sejak ± 3 tahun yang lalu, dirasakan seperti ada
benjolan yang mau keluar dari anus sebesar ±
0,5-1 cm saat buang air besar, kadang disertai
darah. Darah tidak bercampur feses, berwarna
merah segar, menetes di akhir setelah feses
keluar, banyaknya ± 1 cc.
• Riwayat Habituasi
Pasien jarang mengkonsumsi makanan
yang berserat, suka mengkonsumsi makanan
pedas, dan minum kurang dari 8 gelas per
hari. Pasien sudah berobat sebelumnya, dan
mendapatkan obat dalam bentuk suppositoria
untuk melunakkan feses.
• Riwayat Pengobatan
Pasien belum pernah berobat untuk
keluhannya saat ini dan tidak sedang
menjalani pengobatan penyakit tertentu.

• Riwayat Penyakit Dahulu dan Kronis


Pasien merasa tidak memiliki penyakit kronis.

• Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ada anggota keluarga yang memiliki
keluhan yang sama.
PEMERIKSAAN FISIK
• Status Generalisata
Kesadaran : Composmentis
Vital sign
– Tekanan darah : 160/100 mmHg
– Heart rate : 80 x/menit
– Respiratory rate : 20 x/menit
– Suhu : 37,5 0C
• Kepala dan Leher
Mata : - Konjungtiva : anemis/anemis
- Sklera : anikterik/anikterik
Hidung : dalam batas normal
Mulut : dalam batas normal
Telinga : dalam batas normal
Leher : dalam batas normal

• Thoraks : dalam batas normal

• Abdomen : dalam batas normal


• Ekstremitas
Superior : dalam batas normal
Inferior : dalam batas normal

• Genitalia : dalam batas normal

• Rectal Toucher : tidak dilakukan


• Status Localis ad Regio Analis
Terdapat benjolan dengan
ukuran ± 0,5 – 1 cm tidak dapat
masuk kembali, harus
menggunakan bantuan jari untuk
memasukkan kembali.
Buang air besar kadang disertai
darah, berwarna merah segar,
menetes saat feses keluar, darah
tidak bercampur dengan feses,
banyaknya ± 1 cc.
Riwayat keluhan serupa (+)
sejak 3 tahun lalu.
• PEMERIKSAAN PENUNJANG
Darah rutin

• HASIL PEMERIKSAAN
Hb : 9,1 g/dl
Ht : 27 vol%
Leukosit : 8.000 /mm3
Trombosit : 199.000 /mm3
DIAGNOSIS BANDING
1. Hemoroid interna grade III
2. Polip anal
3. Fistula anal
DIAGNOSIS KERJA
Hemoroid interna grade III
PENATALAKSANAAN
• Inform concern
• Nonmedikamentosa • Medikamentosa
• Makan-makanan berserat – Transfusi PRC hingga Hb
setiap hari, minum air >10 g/dl
putih minum 8 gelas – IVFD RL 16 tetes/menit
sehari, banyak bergerak, – Cefotaxime 2x1 gr/hari IV
banyak berjalan. – Asam Traneksamat 3x250
• Hindari mengedan yang mg/hari IV
berlebih dan lama – Tramadol 2x100 mg/hari IV
• Operasi
Hemoroidektomi
PROGNOSIS
• Quo ad vitam : Bonam
• Quo ad fungsionam : Bonam
• Quo ad sanactionam : Bonam
Definisi
• Hemoroid adalah kumpulan dari pelebaran
satu segmen atau lebih vena hemoroidalis di
daerah anorektal
• Hemoroid bukan sekedar pelebaran vena
hemoroidalis, tetapi bersifat lebih kompleks
yakni melibatkan beberapa unsur berupa
pembuluh darah, jaringan lunak dan otot di
sekitar anorektal (kanalis analis)
Etiologi
Etiologi hemoroid sampai saat ini belum diketahui
secara pasti, beberapa faktor pendukung yang
terlibat diantaranya adalah:
– Penuaan
– Kehamilan
– Hereditas
– Hipertrofi prostat, konstipasi, sering mengejan saat
defekasi
– Penggunaan toilet yang berlama-lama
– Posisi tubuh, misal duduk dalam waktu yang lama atau
berdiri dalam waktu yang lama
– Sirosis hepatis
– Obesitas
Klasifikasi
• Hemoroid diklasifikasikan berdasarkan
asalnya, dimana dentate line menjadi batas
histologis. Klasifikasi hemoroid yaitu:
• Hemoroid eksternal, berasal dari bagian distal
dentate line dan dilapisi oleh epitel skuamos
yang telah termodifikasi serta banyak
persarafan serabut saraf nyeri somatic.
• Hemoroid internal, berasal dari bagian
proksimal dentate line dan dilapisi mukosa.
Derajat hemoroid interna
Manifestasi klinis hemoroid interna
• Perdarahan
• Prolaps
• Nyeri dan rasa tidak nyaman
• Keluarnya sekret
Terapi hemoroid interna
Classification Treatment Options

1st Degree – No rectal prolapse  Diet


 Local & general drugs
 Sclerotherapy
 Infrared coagulation

2nd Degree – Rectal prolapse is spontaneously  Sclerotherapy


reducible  Infrared coagulation
 Banding [recurring banding may require
Procedure for Prolapse and Hemorrhoids
(PPH)]

3rd Degree – Rectal prolapse is manually reducible  Banding


 Hemorrhoidectomy
 Procedure for Prolapse and Hemorrhoids (PPH)

4th Degree – Rectal prolapse irreducible  Hemorrhoidectomy


 Procedure for Prolapse and Hemorrhoids (PPH)
Komplikasi
• Perdarahan
• Anemia
• Infeksi
TERIMAKASIH