Anda di halaman 1dari 17

Economic Value

of Time: Teori
Pertukaran
Kelompok 2:

Nazla Shabrina (63010160006)

Rismayana (63010160016)

Afia Awwala (63010160018)

Diyah Firda (63010160019)


Economic Value of Time

– Uang tidak memiliki nilai waktu, tetapi waktulah yang memiliki nilai ekonomis
(economic value) jika waktu tersebut dimanfaatkan dengan menambah faktor
produksi yang lain sehingga menjadi modal dan dapat memperoleh keuntungan.
Jika waktu tersebut tidak dapat dimanfaatkan dengan baik, waktu tersebut tidak
memiliki nilai ekonomi.
Teori Pertukaran

– Natural certainty contracts/ teori pertukaran, adalah kontrak dalam bisnis yang
memberikan kepastian pembayaran, baik dari segi jumlah maupun waktu.
Dalam bentuk ini: (1) cash-flow-nya pasti atau sudah disepakati di awak kontrak
(2) obyek pertukarannya juga pasti secara jumlah, mutu, waktu, maupun
harganya.
Teori Pertukaran

Penentuan harga jual beli di dalam Islam, tidak ada ketentuan bakunya.
Namun, berdasarkan ijtihad dapat dirujuk fatwa DSN-MUI No. 04/DSN-
MUI/IV/2000, yang menyatakan:
– 1. Harga Beli, Dalam kaitan ini Bank harus memberitahu secara jujur harga
pokok barang kepada nasabah berikut biaya yang diperlukan (Ps 1: 6).
– 2. Harga Jual, Bank kemudian menjual barang tersebut kepada NASABAH
(pemesan) dengan harga jual senilai harga beli plus keuntungannya (Ps 1: 6).
– Kemudian fatwa DSN No.16/IX/2000, menyatakan:
– Harga dalam jual-beli murabahah adalah harga beli dan biaya yang
diperlukan ditambah keuntungan sesuai dengan kesepakatan (Ps 1: 6).
Teori Pertukaran

– Harga jual beli murabahah yang berlaku di bank syari’ah dapat dirujukkan pada fatwa No.
16/IX/2000. Penggunaan penentuan harga jual beli tersebut selanjutnya dapat dijelaskan
dengan melakukan analisis syari’ah sebagai berikut: persentase keuntungan tidak boleh
berjalan mengikuti waktu. Namun, biaya dapat berjalan mengikuti waktu.
– Harga Jual Bank = Harga Beli Bank+ (Waktu*Cost Recovery)+ %Keuntungan
– Simbol formulasinya adalah:
– HJb = HBb + (t*CR)+ K
– Dimana:
– HJb= Harga Jual Bank
– HBb= Harga Beli Bank
– t = Waktu
– CR = Cost Recovery
– K = Margin Keuntungan yang diinginkan
Contoh Soal

Ibu Abel mengajukan pembiayaan pada sebuah Bank Syariah dengan rincian
sebagai berikut : Akad yang digunakan merupakan akad murabahah, guna membeli
sebuah unit mobil dengan harga mobil tersebut Rp. 180.000.000-, dan bank
tersebut memberikan pembiayaan sebesar Rp. 150.000.000-, dalam jangka waktu
5 tahun. Dalam bank tersebut total pembiayaan atau target penjualan yang
menggunakan akad murabahah mencapai Rp. 6.000.000.000-, dengan presentase
sebesar 25% dan estimasi biaya operasional sebesar Rp. 220.000.000-,.
Bagaimanakah perhitungannya?
Jawab

– Cost Recovery = (Nilai Pembiayaan)/(Target Penjualan) X Estimasi Biaya Operasi


1 th = 150.000.000/6.000.000.000 x 220.000.000 = 5.500.000.
– Keuntungan = Presentase x pembiayaan bank = 25% x 150.000.000 =
37.500.000.
– Harga Jual Bank = Harga Beli Bank+(WaktuxCost Recovery)+Keuntungan =
150.000.000 + ( 5 x 5.500.000 ) + 37.500.000 = 215.000.000.
Uang Muka, Diskon dan Harga
Jual

– Harga jual murabahah di bank syari’ah akan bisa berubah untuk satu calon
nasabah dengan calon nasabah yang lainnya. Perubahan harga tersebut dapat
dipengaruhi oleh (1) uang muka (urbun) yang dibayarkan oleh calon nasabah
saat pemesanan, dan (2) diskon yang diberikan supplier kepada bank syari’ah.
Ditegaskan di dalam fatwa DSN-MUI No.16/ IX/ 2000, menyatakan: kaitannya
dengan masalah uang muka dalam jual-beli, bank dibolehkan meminta nasabah
untuk membayar uang muka saat menandatangani kesepakatan awal
pemesanan (ps 2:4).
Uang Muka

– Harga Jual Bank= (Harga Beli Bank – Uang Muka Nasabah)+ ( Waktu* Cost Recorvery)+ %
Keuntungan
– Atau:
– HJb = (HBb – UMn) + (t* CR) + K
– Dimana:
– HJb = Harga Jual Beli
– HBb= Harga Beli Bank
– UMn = Uang Muka Nasabah (urbun)
– t = Waktu
– CR = Cost Recovery
– K = Margin Keuntungan yang diinginkan
Contoh Soal

Ibu Abel mengajukan pembiayaan pada sebuah Bank Syariah dengan rincian
sebagai berikut : Akad yang digunakan merupakan akad murabahah, guna membeli
sebuah unit mobil dengan harga mobil tersebut Rp. 180.000.000-, dan bank
tersebut memberikan pembiayaan sebesar Rp. 150.000.000-, dengan pembayaran
uang muka sebesar Rp. 20.000.000-, dalam jangka waktu 5 tahun. Dalam bank
tersebut total pembiayaan atau target penjualan yang menggunakan akad
murabahah mencapai Rp. 6.000.000.000-, dengan presentase sebesar 25% dan
estimasi biaya operasional sebesar Rp. 220.000.000-,. Bagaimanakah
perhitungannya?
Jawab

– Cost Recovery = (Nilai Pembiayaan)/(Target Penjualan) X Estimasi Biaya Operasi


1 th = 150.000.000/6.000.000.000 x 220.000.000 = 5.500.000.
– Keuntungan = Presentase x pembiayaan bank = 25% x 150.000.000 =
37.500.000.
– Harga Jual Bank= (Harga Beli Bank - Uang Muka Nasabah)+ ( Waktu* Cost
Recorvery)+ Keuntungan = (150.000.000 - 20.000.000) + ( 5 x 5.500.000 ) +
37.500.000 = 184.000.000.
Diskon

– Jika dalam jual-beli murabahah bank syari’ah mendapat diskon dari supplier, harga sebenarnya
adalah harga setelah diskon. Oleh karena itu diskon adalah hak nasabah(Ps 1: 3, fatwa No. 16/
2000), maka harga jual murabahah adalah:
– HJb = (HBb – D- UMn) + (t* CR) + K
– Dimana:
– HJb = Harga Jual Beli
– HBb= Harga Beli Bank
– UMn = Uang Muka Nasabah (urbun)
– D = Diskon dari supplier
– t = Waktu
– CR = Cost Recovery
– K = Margin Keuntungan yang diinginkan
Contoh Soal

Ibu Abel mengajukan pembiayaan pada sebuah Bank Syariah dengan rincian
sebagai berikut : Akad yang digunakan merupakan akad murabahah, guna membeli
sebuah unit mobil dengan harga mobil tersebut Rp. 180.000.000-, dan bank
tersebut memberikan pembiayaan sebesar Rp. 150.000.000-, dengan pembayaran
uang muka sebesar Rp. 20.000.000-, dalam jangka waktu 5 tahun, dan supplier
memberikan diskon sebesar 2%. Dalam bank tersebut total pembiayaan atau target
penjualan yang menggunakan akad murabahah mencapai Rp. 6.000.000.000-,
dengan presentase sebesar 25% dan estimasi biaya operasional sebesar Rp.
220.000.000-,. Bagaimanakah perhitungannya?
Jawab

– Cost Recovery = (Nilai Pembiayaan)/(Target Penjualan) X Estimasi Biaya Operasi


1 th = 150.000.000/6.000.000.000 x 220.000.000 = 5.500.000.
– Keuntungan = Presentase x pembiayaan bank = 25% x 150.000.000 =
37.500.000.
– Harga Jual Bank= (Harga Beli Bank - Diskon - Uang Muka Nasabah)+ (
Waktu* Cost Recorvery)+ Keuntungan = (150.000.000 - 2% - 20.000.000) + ( 5 x
5.500.000 ) + 37.500.000 = 181.000.000.
Diskon

– Apabila diskon diberikan setelah akad atau realisasi pembiayaan, maka


pembagian diskon tidak ada kaitannya dengan harga jual beli. Sehingga
pembagian diskonnya dilakukan sesuai dengan kesepakatan bersama, misalnya:
Bank mendapatkan 50% dan nasabah 50% dari diskon yang diberikan oleh
dealer atau penjual. Sehingga formulasinya adalah:
– Diskon untuk Bank (Db)= 50% x Nominal Diskon (ND);
– Diskon untuk Nasabah (Db)= 50% x Nominal Diskon (ND)
Contoh Soal dan Jawaban

– Ibu Abel mengajukan pembiayaan pada sebuah Bank Syariah. Akad yang digunakan
merupakan akad murabahah, guna membeli sebuah unit mobil dengan harga mobil
tersebut Rp. 180.000.000-,. Di dalam kesepakatan kedua belah pihak setuju apabila
supplier memberi diskon setelah melakukan akad maka diskon untuk bank sebesar
50% dan untuk nasabah 50%. Setelah Ibu Abel melakukan akad dengan Bank
Syariah, supplier memberikan diskon sebesar 5%.
– Jawab:
– Harga mobil: 180.000.000
– Diskon: 5%
– Total: 180.000.000 x 5% = 9.000.000
– Diskon untuk Bank (Db)= 50% x 9.000.000 = 4.500.000
– Diskon untuk Nasabah (Db)= 50% x 9.000.000 = 4.500.000
Kesimpulan

– Natural certainty contracts/ teori pertukaran, adalah kontrak dalam bisnis yang
memberikan kepastian pembayaran, baik dari segi jumlah maupun waktu.
– Fatwa DSN-MUI No. 04/DSN-MUI/IV/2000, menyatakan:
– 1. Harga Beli, Dalam kaitan ini Bank harus memberitahu secara jujur harga
pokok barang kepada nasabah berikut biaya yang diperlukan (Ps 1: 6).
– 2. Harga Jual, Bank kemudian menjual barang tersebut kepada NASABAH
(pemesan) dengan harga jual senilai harga beli plus keuntungannya (Ps 1: 6).
– Kemudian fatwa DSN No.16/IX/2000, menyatakan:
– Harga dalam jual-beli murabahah adalah harga beli dan biaya yang
diperlukan ditambah keuntungan sesuai dengan kesepakatan (Ps 1: 6).