Anda di halaman 1dari 36

Mekanika Fluida II

Kuliah 3:

Aliran Viskos:

Pipa dan Saluran

IML 204
2 sks (Semester 5) Ir. Jamal M. Afiff, M.Eng.
1
Aliran-dalam dan Aliran-luar
Aliran-dalam adalah aliran fluida di daerah yang terbatas.
Contoh :
• Aliran fluida dalam pipa.
• Aliran fluida dalam saluran terbuka.

Aliran-luar adalah aliran fluida di daerah tak terbatas, dimana


perhatian dipusatkan pada pola aliran di sekitar benda yang
terendam di dalam fluida tersebut.
Contoh :
• Profil sayap dalam aliran fluida bebas.
• Plat dalam aliran fluida bebas.
2
Bilangan Reynolds
Bilangan Reynolds adalah bilangan tak-berdimensi yang
merupakan ratio antara gaya inersia terhadap gaya viskos,
𝜌𝑢𝑙
𝑅𝑒 = [-]
𝜇
Dimana :
𝜌= Kerapatan massa [kg/m3]
𝑢= Kecepatan aliran [m/s]
𝑙 = Panjang lintasan [m]
𝜇= Viskositas fluida [kg/m.s]
𝜌v𝐷
Untuk aliran dalam pipa, besarnya bilangan Reynolds, 𝑅𝑒 = 𝜇
; v adalah
kecepatan aliran dalam pipa dan D adalah diameter pipa.
3
Bilangan Reynolds
𝜌v𝑅
Untuk bentuk saluran lainnya(*), bilangan Reynolds, 𝑅𝑒 = ,
𝜇
dengan R adalah radius hidrolik yang besarnya :
𝐿𝑢𝑎𝑠 𝑝𝑒𝑛𝑎𝑚𝑝𝑎𝑛𝑔 𝑎𝑙𝑖𝑟𝑎𝑛 𝑓𝑙𝑢𝑖𝑑𝑎
𝑅=
𝑘𝑒𝑙𝑖𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑏𝑎𝑠𝑎ℎ

𝒂
𝒂 𝒂

𝒃 𝒃
𝒂. 𝒃 𝒂. 𝒃
𝑹= 𝑹=
𝟐𝒂 + 𝟐𝒃 𝟐𝒂 + 𝒃
(*) Pipa tidak terisi penuh fluida, saluran berbentuk oval,
empat-persegi-panjang, dll.
4
Bilangan Reynolds
Besar bilangan Reynolds untuk berbagai tipe aliran dalam pipa:

• Aliran laminar : 𝑅𝑒 < 2000


• Aliran transisi : 2000 < 𝑅𝑒 < 4000
• Aliran turbulen : 𝑅𝑒 > 4000

𝑈𝑥
Bilangan Reynolds untuk plat dalam aliran fluida, 𝑅𝑒𝑥 = ,U
ν
adalah kecepatan aliran fluida [m/s], 𝑥 jarak dari tepi depan plat
[m] dan ν adalah viskositas kinematik fluida [m2/s].
Besar bilangan Reynolds tersebut antara 500.000 s/d 1.000.000.
5
Kerugian Aliran Turbulen dalam Pipa
Persamaan energi untuk aliran fluida dalam pipa dapat dituliskan :
𝑝1 v21 𝑝2 v22
+ + 𝑧1 = + + 𝑧2 + 𝑘𝑒𝑟𝑢𝑔𝑖𝑎𝑛1−2
𝛾 2g 𝛾 2g

Secara umum kerugian dapat dikelompokkan kedalam dua jenis:


 Kerugian besar (Major Energy Losses)
Disebabkan oleh adanya gesekan fluida dengan diding pipa.
 Kerugian kecil (Minor Energy Losses)
Penyebab kerugian ini antar lain karena adanya:
• Perubahan luas penampang pipa secara mendadak.
• Halangan / gangguan dalam pipa.
• Belokan & fitting pipa.
6
Kerugian Aliran Turbulen dalam Pipa

7
Kerugian Aliran Turbulen dalam Pipa

8
Kerugian Aliran Turbulen dalam Pipa

9
Kerugian Aliran Turbulen dalam Pipa

10
Kerugian Aliran Turbulen dalam Pipa

11
Kerugian Aliran Turbulen dalam Pipa

12
Kerugian Aliran Turbulen dalam Pipa

13
Kerugian Aliran Turbulen dalam Pipa

14
Kerugian Aliran Turbulen dalam Pipa

15
Besar Kerugian Aliran Turbulen dalam Pipa
Besar kerugian aliran turbulen fluida dalam pipa dapat dituliskan :
𝐿 v2
ℎ𝑓 = 𝑓  Persamaan Darcy-Weisbach
𝐷 2g
Dimana
𝑓 = Faktor gesekan (*).
𝐿 = Panjang pipa.
𝐷 = Diameter pipa.
v = Kecepatan aliran fluida.
g = Percepatan gravitasi.
(*) Besarnya diperoleh dari eksperimen, tergantung dari kekasaran

permukaan pipa, diameter pipa dan bilangan Reynolds.


Tersedia dalam bentuk diagram  Diagram Moody.
16
Diagram Moody

17
Kerugian Kecil Aliran Turbulen dalam Pipa
Kerugian kecil aliran turbulen fluida dalam pipa dapat dituliskan :
𝑉2
ℎ𝑓 = 𝐾
2𝑔
Dimana :
𝐾 = Faktor tahanan.
v = Kecepatan aliran fluida.
g = Percepatan gravitasi.
Penyebab :
Penyempitan/pembesaran luas/bentuk penampang pipa secara
tiba-tiba/bertahap, belokan dalam pipa, sisi masuk/keluar,
hambatan dalam pipa seperti pemakaian katup-katup dll.
18
Kerugian Kecil Aliran Turbulen dalam Pipa
Kerugian kecil akibat “sudden contraction” dituliskan :
v22
ℎ𝑓 = 𝐾𝑐
2𝑔

Kerugian dihubungkan ke kecepatan pada pipa kecil (pipa no. 2).

19
Kerugian Kecil Aliran Turbulen dalam Pipa
Kerugian kecil akibat “gradual contraction” dituliskan :
v2
′ 2
ℎ𝑓 = 𝐾𝑐
2𝑔

20
Kerugian Kecil Aliran Turbulen dalam Pipa
Kerugian kecil akibat “entrance” pipa ke reservoir besar :
v2
ℎ𝑓 = 𝐾𝑒
2𝑔

21
Kerugian Kecil Aliran Turbulen dalam Pipa
Kerugian kecil akibat “sudden expansion” dituliskan :
v1 −v2 2
ℎ𝑓 =
2𝑔

Kerugian kecil akibat “gradual expansion”


dituliskan:
v21 −v22
ℎ𝑓 = 𝐾𝐸
2𝑔

22
Kerugian Kecil Aliran Turbulen dalam Pipa
Kerugian kecil akibat “discharge” pipa ke dalam reservoir :
v2
ℎ𝑓 = 𝐾𝐷 𝐾𝐷 = 1,0
2𝑔

23
Kerugian Kecil Aliran Turbulen dalam Pipa
Kerugian kecil akibat “valve, gate & globe valve” pada pipa :
v2
ℎ𝑓 = 𝐾v
2𝑔

24
Kerugian Kecil Aliran Turbulen dalam Pipa
Kerugian kecil akibat “valve, check & rotary valve” pada pipa :
v2
ℎ𝑓 = 𝐾v
2𝑔

25
Kerugian Kecil Aliran Turbulen dalam Pipa
Kerugian kecil akibat “bend” pada pipa:
v2
ℎ𝑓 = 𝐾𝑏
2𝑔

Koefisien kerugian berdasarkan rasio radius bend, 𝑅 dan diameter


pipa 𝐷. Berikut adalah pipa halus dengan belokan dan sudut 90o.

26
Kerugian Kecil Aliran Turbulen dalam Pipa
Faktor tahanan, K dalam kerugian kecil lainnya untuk aliran
turbulen ditampilkan dalam bentuk tabel sebagai berikut:
Perlatan K
Katup bola, “globe valve” (terbuka penuh) 10,0
Katup sudut, “angle valve” (terbuka penuh) 5,0
Katup searah, “swing check valve” (terbuka penuh) 2,5
Katup gerbang, “gate valve” (terbuka penuh) 0,19
Belokan balik berdekatan, “close return bend” 2,2
T standar 1,8
Siku standar 0,9
Siku lekuk 0,75
Siku lekuk panjang, “long sweep elbow” 0,6

27
Kerugian Kecil Aliran Laminar dalam Pipa
Besar kerugian aliran laminar fluida dalam pipa dapat dituliskan :
𝐿 v2 64 𝐿 v2
ℎ𝑓 = 𝑓 =  Persamaan Hagen-Poiseuille
𝐷 2g 𝑅𝑒 𝐷 2g

Dimana :
𝑓 = Faktor gesekan.
𝑅𝑒 = Bilangan Reynolds (<= 2000).
𝐿 = Panjang pipa.
𝐷= Diameter pipa.
v = Kecepatan aliran fluida.
g = Percepatan gravitasi.

28
Contoh Perhitungan Aliran Fluida dalam Pipa
Carilah debit yang melalui pipa-pipa dalam gambar di bawah
untuk 𝐻 = 10 𝑚.

29
Contoh Perhitungan Aliran Fluida dalam Pipa (Lanjutan)
Persamaan energi termasuk kerugian antara titik 1 dan 2 adalah :
𝑝1 v21 𝑝2 v22 v22 𝐿 v22 v22 v22
+ + 𝑧1 = + + 𝑧2 + 𝐾𝑒 +𝑓 + 2𝐾𝐵 + 𝐾𝑉
𝛾 2g 𝛾 2g 2𝑔 𝐷 2g 2𝑔 2𝑔

Untuk reservoar, titik 1 dan 2 adalah udara bebas, maka 𝑝1 =


𝑝2 = 0, v1 = 0. Titik 2 diambil sebagai datum, 𝑧1 = 𝐻1 = 10 𝑚,
𝑧2 = 0 dan dengan mengambil faktor tahanan untuk masing-
masing kerugian, maka :
v22 1 v22 102 v22 v22 v22
0 + 0 + 𝐻1 = 0 + +0+ +𝑓 + 2(0,9) + 10
2g 2 2𝑔 0,15 2g 2𝑔 2𝑔
atau
v22
𝐻1 = (13,3 + 680𝑓)
2g
30
Contoh Perhitungan Aliran Fluida dalam Pipa (Lanjutan)
Dengan harga 𝐻1 = 10, penyelesaian persamaan di atas dengan
cara coba-coba, yaitu dengan memisalkan dulu harga 𝑓 = 0,022
kemudian cari besarnya harga v2 , dari perhitungan diperoleh :
v2 = 2,63 𝑚/𝑠.
𝜌v𝐷 v𝐷
Hitung besar bilangan Reynolds, 𝑅𝑒 = = (ν = 1,01 x 10−6 𝑚2 /𝑠)
𝜇 ν
2,63 𝑚Τ𝑠 (0,15 𝑚)
𝑅𝑒 = = 391.000
1,01 x 10−6 𝑚2 /𝑠

Periksa kembali dengan menggunakan diagram Moody untuk besi cor


𝜖
dengan = 0,0017 dan bilangan Reynold di atas, maka diperoleh
𝐷
besarnya 𝑓 = 0,023 (perkiraan cukup dekat dengan hasil yang diperoleh).
31
Contoh Perhitungan Aliran Fluida dalam Pipa (Lanjutan)
Hitung kembali harga v2 dan bilangan Reynolds yang baru
dengan 𝑓 = 0,023. Hasil perhitungan memberikan :
v2 = 2,60 𝑚/𝑠.
2,60 𝑚Τ𝑠 (0,15 𝑚)
𝑅𝑒 = = 390.000
1,01 x 10−6 𝑚2 /𝑠

𝑓 = 0,023 (tidak berubah, cara coba-coba sudah selesai).

Besar debit melalui pipa dapat dihitung,


𝜋
𝑄 = v2 x 𝐴2 = 2,60 𝑚Τ𝑠)( 0,152 𝑚2 = 45,9 𝐿/𝑠.
4

32
Akhir Kuliah #3

Batas Akhir Kuliah

33
Contoh Soal : Persamaan Bernoulli
Air mengalir dalam suatu saluran terbuka dengan kedalaman 2 m
dan kecepatan 3 m/s. Air meluncur turun ke suatu saluran yang
menyempit dimana kedalamannya 1 m dan kecepatan 10 m/s.
Dengan asumsi aliran tanpa-gesekan, tentukan beda elevasi
(ketinggian) antara saluran atas dan bawah. Penyelesaian:
Persamaan Bernoulli untuk saluran atas
2m dan bawah adalah :
3 m/s v21 𝑝1 v22 𝑝2
+ + 𝑧1 = + + 𝑧2
2g 𝛾 2g 𝛾
𝑧1 = 𝑦 + 2 𝑚; 𝑧2 = 1 𝑚; v1 = 3 𝑚/𝑠;
1 m 10 m/s v2 = 10 𝑚/𝑠; 𝑝1 = 𝑝2 = 0;
 y = 3,64 m.
34
Contoh Soal : Persamaan Bernoulli
Air dalam tangki terbuka, H=10 m, D=10 m, dialirkan melalui
saluran dengan d=10 cm. Hitunglah kecepatan air pada saluran
keluar. (ρ air 1 gr/cm3; g = 9,8 m/s2). Penyelesaian:
D
Persamaan Bernoulli untuk titik 1 dan 2
𝑣12 𝑝1 𝑣22 𝑝2
+ + 𝑧1 = + + 𝑧2
2g 𝛾 2g 𝛾
1

𝑧1 = 10 𝑚; 𝑧2 = 0; 𝑣1 = 0 𝑚/𝑠;𝑝1 = 𝑝2 = 0
H

 𝑣2 = ? 𝑚/𝑠.
d

35
Contoh Penggunaan Pers. Kontinuitas & Bernoulli
Hitunglah debit aliran minyak (𝑠 = 0,9) dalam tabung venturi dengan garis
tengah di titik 1, 𝐷1 = 6 𝑖𝑛 dan di titik 2, 𝐷2 = 4 𝑖𝑛 serta perbedaan
tekanan antara titik 1 dan titik 2, 𝑝1 − 𝑝2 = 3 𝑝𝑠𝑖. Penyelesaian:

Persamaan kontinuitas dalam tabung venturi, 𝑄 = 𝐴. 𝑣


6Τ2 2 𝜋 16𝑄 36𝑄
𝑄 = 𝐴1 𝑣1 = 𝜋𝑟12 𝑣1 =𝜋 𝑣1 = 𝑣  𝑣1 = cara yang sama 𝑣2 =
12 16 1 𝜋 𝜋
Perbedaan tekanan 𝑝1 − 𝑝2 = 3 𝑝𝑠𝑖 = 3 144 lb/ft 2 = 432 lb/ft 2 .
Berat jenis minyak, 𝛾𝑚𝑖𝑛𝑦𝑎𝑘 = 𝑠. 𝛾𝑎𝑖𝑟 = 0,9 62,4 = 56,16 lbΤft 3.
Persamaan Bernoulli antara titik 1 dan 2: 𝑧1 = 𝑧2 = 0; g = 32,174 ft/s2 .
𝑣12 𝑝1 𝑣22 𝑝2 𝑝1 −𝑝2 𝑣22 −𝑣12 dengan harga-harga di atas
+ + 𝑧1 = + + 𝑧2  =
2g 𝛾 2g 𝛾 𝛾 2g 𝑸 = 𝟐, 𝟐𝟎 𝐟𝐭 𝟑 /𝐬.
36

Beri Nilai