Anda di halaman 1dari 30

PERGERAKAN

MAGMA DI GUNUNG
API
Anggota :
Adnan Prabandaru
Alyusa Risang Bisatya
Alan Yudha Alif P
Alika Vidya
Atika Nurfadhila K
Ismaya Titin Hamidha
Muhammad Al Thariqsyah
Panji H W
Reny Rafiqah
Outline

 Magma
 Pembentukan Diapir
 Perubahan Diapir ke Bentuk Dyke
 Penyebaran Dyke
 Perangkap Dyke
 Akibat Perangkap Dyke
 Kesimpulan
MAGMA
Magma

Gambar 1. Magma

• Magma adalah suatu fluida silika pijar yang dibentuk


secara alamiah di dalam bumi
• Magma memiliki suhu yang sangat tinggi, 900-1200˚C
• Perpindahan magma dipicu akibat adanya beda
densitas dengan batuan sekitar.
• Densitas batuan menentukan kedalaman magma
dapat disimpan.
Tipe Magma
1. Magma Basa
 Kandungan Silikat 45-55%
 Kandungan Fe, Mg dan Ca tinggi
 Kandungan K, Na rendah

2. Magma Intermediet
 Kandungan Silikat 55-56%
 Kandungan Fe, Mg, Ca, Na dan K sedang

3. Magma Asam
 Kandungan Silikat 65-75 %
 Kandungan Fe, Mg dan Ca rendah
 Kandungan K dan Na tinggi
Implikasi Tipe Magma Terhadap Sifat
Magma
1. Keliatan
 Bergantung pada kandungan silika
 Kandungan silika yang tinggi, viskositas tinggi pula

2. Suhu
 Suhu yang rendah, viskositas tinggi
 Suhu yang tinggi, viskositas rendah

3. Kandungan Gas
 Viskositas tinggi, kandungan gas banyak
 Viskositas rendah, kandungan gas sedikit
PEMBENTUKAN DIAPIR
Definisi

Source : youtube

Batuan yang meleleh menjadi magma, densitasnya


akan mengecil, kemudian dapat bergerak menuju
permukaan dengan menerobos batuan lain (rekahan)
yang memiliki densitas lebih besar karena adanya gaya
buoyancy yang lebih besar dibandingkan dengan gaya
buoyancy batuan yang ada di sekitarnya.
Proses
• Terbentuk dari batuan induk (host rock) yang
meleleh, dengan volume 2 – 25% dari volume
total batuan.
• Dapat mengalir ke permukaan karena gaya
buoyancy yang dimilikinya lebih besar
dibandingkan dengan gaya buoyancy batuan
disekitarnya.
• Pergerakannya dikontrol oleh parameter suhu
dan tekanan.
• Pergerakan diapir dapat menyebabkan deformasi
terhadap batuan yang dilaluinya.
Proses
• Panas pada tubuh diapir berpindah
secara konduktif ke batuan disekitar-
nya.
• Perpindahan panas tersebut
mengakibatkan berkurangnya
viskositas batuan di sekitarnya.
• Semakin dekat ke permukaan, suhu
Gambar 2. Mekanisme pergerakan
diapir terrhadap batuan di sekitarnya. diapir akan semakin menurun,
sehingga gaya buoyancy yang
dimilikinya juga akan menurun.
• Perubahan deformasi batuan dari
plastis menjadi brittle, menyebabkan
terbentuknya rekahan
Kecepatan Kenaikan Diapir

Terdapat dua kasus munculnya


U = R2 . g . ∆ρ Τ 3 . η
diapir, yakni :
Keterangan : 1. Pergerakan ke atas dari mantel
U : kecepatan diapir (m/s)
R : kedalaman host rock (m) plume yang akan membentuk
G : percepatan gravitasi (m/s2)
Δρ : perbedaan densitas (kg/m3 mayor hotspot seperti yang
η : viskositas host rock (Ns/m2 atau Pa.s)
terdapat di rangkaian gunungapi
Hawaii.
2. Munculnya tubuh diapir yang
lebih kecil di atas zona subduksi
dibatas continental atau di busur
kepulauan.
DIAPIR MENJADI DYKE
Perubahan Diapir Menjadi Dyke
• Daya apung netral  Diapir berhenti  panas
merambat ke atas secara konduksi  batuan
kerak meleleh  membentuk Diapir baru menuju
kerak yang lebih dangkal

• Terjadi perubahan Strain Rate dan temperatur


batuan  solid plastis menjadi solid elastis yang
rapuh  terbentuk rekahan  Diapir mencapai
dasar kerak
PERAMBATAN DYKE
Proses
• Di tempat terjadinya batuan, ada masa dimana
batuan tersebut berubah sifat dari ductile (plastis)
menuju brittle (rapuh). Ketika perubahan sifat ini,
batuan mengalami retakan yang akhirnya akan
menghasilkan rekahan di batuan atau lapisan
tersebut.
• Batuan ini mengalami retakan karena adanya
tekanan dari luar seperti penumpukan massa
batuan yang ada di atasnya. Adapun tekanan
yang lain dihasilkan oleh magma yang mencoba
menerobos masuk ke batuan
Faktor

Gambar 3. Mekanisme perambatan Dyke

Peramabatan dike dipengaruhi oleh :


– Kecepatan magma
– Tekanan batuan
– Komposisi batuan sekitar
Pembentukan

dike

sill

Gambar 4. Mekanisme Penyebaran Dyke


(Source :http://www.scielo.org.mx/img/revistas/geoint/v47n1/a2f9.jpg)

• Dike terbentuk karena kompresi dari horizontal lebih besar,


dan akibatnya akan menyebabkan perambatan ke atas.
Inilah yang disebut dengan dike
• Kompresi vertikal yang lebih besar akan menyebabkan
terbentuknya Sill.
CEBAKAN DYKE
1. Stress Trap

• Merupakan cebakan dyke yang


terbentuk saat dyke berhenti
bergerak akibat berubahnya
tekanan Bouyancy dari positif
(fase magma)-netral-negatif
(fase padat).
• Semakin dalam sumber dyke,
tekanan keatas akan semakin
besar dan menghasilkan dyke
yang lebih dekat permukaan.
Gambar 5. Gambar yang menunjukkan variasi
dari intensitas stress terhadap panjang dike
2. Density Trap

• Trap yang terbentuk akibat pengaruh densitas baik


densitas magma maupun densitas crust.
• Semakin rendah densitas magma dan densitas crust
maka akan menghasilkan dyke yang lebih dekat dengn
permukaan.
• Dyke pada lempeng samudera akan berada lebih
dekat permukaan dibandingkan dengan dike pada
lempeng benua.
Gambar 6. ( a ) oseanik , dan ( b ) litosfer kontinental . Densitas magma dyke 3000 kg m-3 ( ber
label D ) dan 2700 kg m-3 ( berlabel L ).
AKIBAT PERANGKAP DYKE
Skenario Cebakan Dyke

Gambar 7. Gambar yang menunjukkan adanya tiga skenario kemungkinan yang terjadi pada magma
Penumpukan Dyke

Gambar 8. Penumpukan Dyke

Dike menembus batas mantel-kerak namun tidak sampai


ke permukaan. Akibatnya, dike akan merambat secara
lateral akibat adanya daya apung netral
Banjir Basalt

Gambar 9. Banjir Basalt

Magma yang berhenti pada batas mantel-kerak kehilangan pa


nas dan mengalami perubahan kimia. Dike dapat tumbuh dari t
ubuh ini dan mencapai permukaan
Kerak Samudra

Gambar 10. Kerak Samudra

Pelelehan terjadi dibawah kerak samudera sehingga intrusi


dike dan erupsi lava di lantai samudera dapat menimbulkan
kerak samudra baru pada bagian pemekaran dasar
samudera
Akibatnya?

• Ter-akumulasinya mineral yang berasal dari mant


el dan kerak bagian bawah. Komposisi mineral
dapat menjelaskan usia dari dike itu sendiri
• Adanya kemungkinan pembentukan dapur
magma sekunder jika tidak ada perubahan fase
dike (tetap liquid)
• Pembentukan kerak samudera baru
Kesimpulan
-Magma merupakan fluida panas yang terbentuk di
dalam bumi dan bersifat dapat berpindah
- Perpindahan magma dipicu akibat adanya
perbedaan densitas dengan batuan di sekitarnya
- Magma dapat bergerak menuju ke atas dan akan
menerobos batuan lain yang memiliki densitas lebih
besar lewat rekahan atau disebut diapir
- Magma akan bergerak secara diapiris dan berhenti
naik ketika mendekat ke dasar kerak benua karena
daya apung netral yang kemudian membentuk dike
- Perambatan dike dipengaruhi oleh kecepatan
magma, tekanan batuan dan komposisi batuan
sekitar.
TERIMAKASIH