Anda di halaman 1dari 17

KELOMPOK 4

Dwi sri lestari


Vani safarina
Uci liani
Taufik isranda
Dinda permata asyura
Dona dwi sari
Dodi siswanto
Ari rahmadi
Wahyuni
PERUBAHAN PSIKOSIAL PADA LANSIA
1.Teori kejiwaan: penderita merasa
despresi
2.Teori kepribadian berlanjut: kehilangan minat
dan kegembiraan
3.Teori psikologi:teori perkembangan:mengeluh
insomia,jantung berdebar-debar,nyeri pada ulu
hati.
4.Teori delapan tingkat kehidupan:seorang
wiraswasta yang diketahui mengalami
kebangkrutansetahun yang lalu.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KESEHATAN PSIKOSOSIAL LANSIA
1. penurunan kondisi fisik:perawatan diri agak
berkurang
2. Penurunan fungsi dan potensial
seksual:jantung berdebar-debar,ulu hati
nyeri dan enjakulasi
dini,cemas,gelisah,depresi.
3. Perubahan yang berkaitan dengan
pekerjaan:seorang wiraswasta yang diketahui
mengalami kebangkrutan setahun yang lalu.
PENGUMPULAN DATA

 Data demografi
Nama : Tn x.
Tempat taggl lahir –
Umur : 45 tahun
Pendidikan terakhir –
Agama : islam
Status perkawinan : -
Penampilan umum : rapi,ramah
Ciri tubuh :rambut berwarna putih
Alamat : -
Orang yang terdekat dapat dihubungi : -
/Hub dengan klien : -
 Riwayat pekerjaaan:
 Perkerjaan saat ini : -

 Perkerjaan sebelumnya : wiraswasta

 Riwayat lingkungan hidup:

 Riwayat rekreasi :

 Sistem pendukung:

 Deskrpsi kekhususan:
 Status kesehatan
Mengeluhkan insomnia dan sering merasa
cemas,gelisa,jantung berdebar-debar kencang dan
nyeri ulu hati dan hubungan dengan istri mengalami
gangguan,mengalami ejakulasi dini
 ADL (activity daily living )

Kebutuhan istirahat kadang-kadang


terganggu,perawatan diri agak kurang
TINJAUAN SISTEM
 Keadaaan umum : gelisah,cemas,penderita merasa
depresi
 Tingkat kesadaran :

 Skala koma gasglow :

 Ttv : TD 150/90 mmhg

 Sistem kardiovaskular

-
 sistem pernafasan
Masih dalam batas normal
Sistem persyarafan
Tidak ada gangguan sensori persepsi,insomnia

 Sistem pencernaan
nyeri ulu hati

 Sistem muskuloskeletal
-
 Pola fungsi kesehatan
A. Pola persepsi dan tata laksana hidup sehat
-
B. Pola eliminasi
-
C. Pola tidur dan istirahat
Mengalami insomnia
D. Pola aktivitas dan istirahat
Mengalami penurunan minat
 Pola hubungan dan peran
Mengalami masalah tuntutan hidup yang besar karena
bangkrut

 Pola sensori dan kognitif


Kehilangan minat

 Pola persepsi dan konsep diri :


 Pola seksual dan reproduksi

mengalami ejakulasi dini


 Pola mekanisme :

 Pola tata nilai dan kepercayaan

Tidak mengalami gangguan dalam spiritual


ANALISA DATA
DIAGNOSA :
1. Gangguan pola tidur
DS: - pasien mengatakan insomnia 4 bulan terakhir
- pasien mengatakan cemas dan gelisah
DO : - pasien tampak gelisah
2. Harga diri rendah b/d proses kehilangan
(kebangkrutan)
DS : - pasien merasa depresi
- pasien mengatakan sering merasa cemas dan
gelisah
- Pasien merasa kehilangan minat dan kegembiraan
DO : sosialisasi dan keadaan diri tampak berkurang
DIAGNOSA DAN INTERVENSI

1. gangguan pola tidur


Tujuan :setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 24
jam pasien mampu
KH : - pasien mengungkapkan perasaan segar
- Mampu mengidentifikasikan hal-hal yang meningkatan
tidur
Intervensi :
- Tentukan aktivitas dan pola tidur pasien
- Anjurkan pasien untuk meningkatkan jam tidur sesuai
kebutuhan
- Jelaskan pentingnya tidur yang adekuat
- Ciptakan lingkungan yang nyaman (pencahayaan,suhu)
- Diskusikan dengan pasien dan keluarga tentang teknik tidur
pasien
- Bantu pasien untuk mengurangi waktu tidur siang hari
dengan meningkatkan aktivitas sesuai kebutuhan
- Monitir kebutuhan tidur pasien setiap hari
2. Harga diri rendah b/d proses kehilangan (kebangkrutan)
Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 24 jam pasien
mampu
KH : - pasien memahami kekuatan diri
- pasien melakukan perilaku yang dapat meningkatkan rasa
percaya diri
Intervensi
- Pantau harga diri pasien setiap waktu sesuai kebutuhan
- Dorong pasien untuk mengidentifikasi kekuatannya
- Bantu pasien untuk membuat tujuan yang realistis yang dapat
meningkatkan harga diri
- Dorong pasien untuk meningkatkan kemampuan diri sesuai kebutuhan
- Fasilitasi lingkungan dan aktivitas yang dapat meningkatkan harga
diri pasien
- Dorong pasien untuk membina hubungan dengan orang yang memiliki
minat dan tujuan yang sama
- Dorong pasien dalam aktivitas sosial dan komunitas
- Fasilitasi pasien untuk melakukan aktivitas dan rencana aktivitas
dimasa yang akan datang
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
implementasi evaluasi
1. gangguan pola tidur  S : pasien mengatan
menentukan aktivitas dan pola tidur
-
pasien
sudah mulai bisa tidur
- menganjurkan pasien untuk  O : pasien tampak tidak
meningkatkan jam tidur sesuai
kebutuhan
gelisah lagi
- menJelaskan pentingnya tidur yang  A: masalah teratasi
adekuat
sebagian
- menCiptakan lingkungan yang nyaman
(pencahayaan,suhu)  P : intervensi dilanjutkan
- menDiskusikan dengan pasien dan
keluarga tentang teknik tidur pasien
- memBantu pasien untuk mengurangi
waktu tidur siang hari dengan
meningkatkan aktivitas sesuai
kebutuhan
- meMonitir kebutuhan tidur pasien
setiap hari dan gas
Impli,mementasi evaluasi

2. Harga diri rendah b/d proses


kehilangan (kebangkrutan) S:-
- memantau harga diri pasien setiap
waktu sesuai kebutuhan
O : - pasien tampak sudah
- menDorong pasien untuk mau bersosialisasi
mengidentifikasi kekuatannya
- memBantu pasien untuk membuat
- pasien sudah tampak
tujuan yang realistis yang dapat
meningkatkan harga diri
mempunyai minat
- menDorong pasien untuk A : masalah teratasi
meningkatkan kemampuan diri
sesuai kebutuhan sebagian
- memFasilitasi lingkungan dan
aktivitas yang dapat meningkatkan P : intervensi dilanjutkan
harga diri pasien
- menDorong pasien untuk membina
hubungan dengan orang yang
memiliki minat dan tujuan yang
sama
- menDorong pasien dalam aktivitas
sosial dan komunitas
- memFasilitasi pasien untuk
melakukan aktivitas dan rencana
aktivitas dimasa yang akan datang
TERIMAKASIH DAN SEMOGA BERMANFAAT
ALASAN MENGANGKAT GANGGUAN POLA
TIDUR SEBAGAI DIAGNOSA PRIORITAS?
DAN TIDAK MENGGUNAKAN
BERHUBUNGAN DENGAN?