Anda di halaman 1dari 32

KONTRASEPSI

MARLIN SUTRISNA, S.KEP.,NERS, M.KEP

MEDICAL SURGICAL NURSING DEPT


Peran perawat dalam program keluarga
berencana adalah sebagai konselor dan
edukator.
Kontrasepsi bertujuan untuk pengaturan waktu
kehamilan, dan mencegah kehamilan.

Sampai saat ini belum ada stu cara kontrasepsi yang


ideal. Kontrasepsi yang ideal setidaknya memiliki
cirri-ciri sbb:
• Berdaya guna
• Aman
• Murah
• Estetik
• Mudah didapatkan
• Tidak memerlukan motivasi yang terus-menerus
• Efek samping minimal
Secara umum, menurut cara pelaksanaannya
kontrasepsi dibagi menjadi dua yaitu:
• Cara temporer (spacing) yaitu menjarangkan
kelahiran selama beberapa tahun sebelum
menjadi hamil lagi.
• Cara permanen ( kontrasepsi mantap) yaitu
mengakhiri kesuburan dengan cara mencegah
kehamilan secara permanen.
Perawat perlu memberikan pertimbangan-pertimbangan yang
membantu seorang wanita memilih metoda yang paling
memenuhi kebutuhan mereka. Pertimbangan-pertimbangan
tersebut antara lain:
1. Keamanan
2. Perlindungan terhadap penyakit menular seksual
3. Efektifitas
IUD yang paling efektif
4. Pilihan pribadi dan kecendrungan
5. Education needed
6. Efek samping
7. Pengaruh pada kepuasan seksual
8. Ketersediaan
9. Biaya
10. Agama dan Kepercayaan
11. Budaya
12. Informed Consent
Berdasarkan cara kerja atau cara kontrasepsi :
a. Berdasarkan keadaan biologis: coitus
interuptus (senggama terputus), system
kalender, metode suhu badan dll
b. Penggunaan alat barrier: kondom, diafragma,
spermatisida
c. Kontrasepsi intra uterin : Intra Uterine Device
( IUD )
d. Kontrasepsi hormonal: Pil, suntikan
e. Kontrasepsi operatif : tubektomi dan
vasektomi
Keadan-keadaan dibawah ini akan menigkatkan
risiko jika disertai kehamilan
a. Hipertensi(tekanan darah>160/100/mmHg)
b. Diabetes;insulin depeden;dengan
nefropati/neuropati/retinopati atau penyakit
vascular lain atau>20 tahun telah menderita
diabetes.
c. Penyakit jantung iskemik
d. Stroke
d. Penyakit jantung katup dengan hipertensi
e. Karsinoma payudara
f. Karsinoma endometrium atau ovarium
g. Infeksi menular seksual
h. HIV/AIDS
i. Sirosis hati
j. Hepatoma
k. Peyakit trofoblas ganas
l. Penyakit sel sickle(sel bulan sabit)
m. Skistosomiasis dengan fibrosis hati
n. Tuberculosis
• Kembalinya kesuburan berlangsung segera
setelah pemakaian metode kontrasepsi
dihentikan,kecuali DMPA dan NET-NET yang
waktu rata-rata kembalinya kesuburan adalah
masing-masing 10 dan 6 bulan terhitung mulai
suntikan terakhir
• Kontrasepsi mantap harus dianggap sebagai
metode permanen.
Bukti–bukti terakhir menunjukkan bahwa baik
pil kombinasi maupun suntikan kombinasi dapat
digunakan dengan aman oleh klien berusia>35
tahun sampai masa menopause.
Namun,perempuan usia lebih dari35 tahun yang
merokok sebaiknya tidak menggunkan pil
kombinasi atau pun suntikan kombinasi.
Pil kombinasi/suntikan kombinasi
• Sebaliknya tidak digunakan oleh
perempuan>35 tahun yang perokok.
• Perokok berat(>20 batang/hari)jangan
menggunakan pil/suntikan kombinasi.
• Pil kombinasi dosis rendah dapat berfungsi
sebagai terapi sulih hormone pada masa
perimenoupause.
Kontrasepsi progestin (lmplan,kontrasepsi suntikan
progestin,kontrasepsi pil progestin)

• Dapat digunakan pada masa


perimenopause(usia 40-50 tahun)
• Dapt digunakan oleh perempuan
berusia>35tahun yang mengiginkan
kontrasepsi jangka panjang, tetapi belum siap
untuk kontrasepsi mantap.
AKRD

• Dapat digunakan oleh perempuan >35 tahun


yang tidak terpapar pada infeksi saluran
reproduksi dan IMS.
• AKRD cu dan progestin:
Sangat efektif
Tidak perlu tindak lanjut
Efek jangka panjang(Cu-38 A efektif samapai
10 tahun)
Kondom

• Satu-satunya metode kontrasepsi yang dapat


mecegah infeksi saluran reproduksi dan IMS
(HBV,HIV/AIDS)
• Perlu motivasi tinggi bagi pasangan untuk
mencegah infeksi kehamilan.
Kontrasepsi Mantap
Sangat tepat untuk pasangan yang bener-bener
tidak inggin tambah anak lagi.
1. MAL (Metode Amenorea Laktasi)

Yang Dapat Menggunakan MAL :


Ibu yang menyusui secara eksusif, bayinya
berumur kurang dari 6 bulan dan belum
mendapat haid setelah melahirkan.
2. Metode Keluarga Berencana
Alamiah (KBA)
Metode Lendir Servik atau lebih dikenal sebagai
Metode Ovulasi Billings/MOB atau metode dua
hari mukosa serviks dan Metode Simtomtermal
adalah yang paling efektif. Cara yang kurang
efektif misalnya Sistem Kalender atau Pantang
Berkala dan metode Suhu Basal yang sudah
tidak diajarkan lagi oleh pengajar KBA.
• Mekanisme Kerja:
• Untuk Kontrasepsi
Senggama dihindari pada masa subur yaitu pada
fase siklus menstruasi dimana kemungkinan
terjadi konsepsi/kehamilan
• Untuk Konsepsi/mencapai kehamilan
Senggama direncanakan pada masa subur yaitu
dekat dengan pertengahan siklus (biasanya pada
hari ke 10-15), atau terdapat tanda-tanda adanya
kesuburan ketika kemungkinan besar terjadinya
konsepsi.
Metode Keluarga Berencana Alamiah (KBA) ada
dua jenis:
1. Metode Simtomtermal
Ibu harus mendapat instruksi untuk Metode Serviks
dan Suhu Basal. Ibu dapat menentukan masa subur
Ibu dengan mengamati suhu tubuh dan lendir
serviks.
2. Senggama Terputus (Coitus Interruptus)
Senggama terputus adalah mengeluarkan penis
dari vagina sebelum ejakulasi. Meskipun keefektifan
metoda ini adalah 80%, tetapi metoda ini
membutuhkan kontrol yang baik dari pria
C. KONDOM
Kondom merupakan selaput/selubung/sarung
karet yang dapat terbuat dari berbagai bahan
diantaranya lateks (karet), plastik (vinil), atau
bahan alami (produksi hewani) yang dipasang
pada penis salama hubungan seksual
Spermisida
Spermisida adalah bahan kimia (biasanya non
oksinol-9) yang digunakan untuk menonaktifkan
atau membunuh sperma. Spermisida ini dikemas
dalam bentuk aerosol (busa), tablet vaginal;
suposituria; dissolvable film, dan krim.
Cara kerja:
Spermisida ini menyebabkan sel membran sperma
terpecah, memperlambat gerakan sperma, dan
menurunkan kemampuan sperma untuk membuahi
sel telur.
PIL KB
Pil KB ini memberikan keuntungan yaitu tetap
membuat menstruasi teratur, mengurangi kram
atau sakit saat menstruasi. Kesuburan juga
dapat kembali pulih dengan cara menghentikan
pemakaian pil ini. Pil KB termasuk metode yang
efektif saat ini. Cara kerja pil KB adalah dengan
mencegah pelepasan sel telur. Pil ini mempunyai
tingkat keberhasilan yang tinggi (99% ) bila
digunakan dengan tepat dan secara teratur
Jenis-jenis pil KB yang biasa digunakan yaitu:
1. Pil kombinasi
Pil kombinasi atau combination oral contraceptive
pill adalah pil KB yang mengandung kombinasi
derivate estrogen (cth: etnil estradiol) dan drivat
progestin (contoh: levonorgestrel) dalam dosis kecil.
2. Continuos dosing or extended cycle
Merupakan pil kombinasi yang berisi 84 pil dengan
hormone tidak aktif. Haid terjadi setiap empat kali
seetahun selama seminggu ketika minum pil pada
hari ke 4-7 dari pil KB yang mengandung 28 pil
dengan hormone aktif yang dapat mencegah haid.
Suntik KB
Jenis kontrasepsi ini pada dasarnya mempunyai
cara kerja seperti pil. Untuk suntikan yang
diberikan 3 bulan sekali, memiliki keuntungan
mengurangi risiko lupa minum pil dan dapat
bekerja efektif selama 3 bulan, namun efek
sampaing biasanya terjadi pada wanita yang
menderita diabetes atau hipertensi.
Suntik KB ini efektif bagi wanita yang tidak
mempunyai masalah penyakit metabolic seperti
diabetes,hipertensi,thrombosis atau gangguan
pembekuan darah serta riwayat stroke, serta
tidak cocok bagi wanita perokok oleh karena
rokok dapat menyebabkan penyumbatan
pembuluh darah.
Diafragma
Diafragma adalah kap berbentuk bulat
cembung, terbuat dari lateks yang diinsersikan
ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual
dan menutup serviks.
Cara kerja: Menahan sperma agar tidak
mendapatkan akses mencapai saluran alat
reproduksi bagian atas (uterus& tuba falopii)
dan sebagai alat tempat spermisida.
Alat kontrasepsi dalam rahim/AKDR
Sampai saat ini mekanisme kerja AKDR belum
diketahui secara pasti. Pendapat terbanyak
mengatakan AKDR menimbulkan reaksi radang
pada endometrium dengan serbukan leukosit yang
dapat menghancurkan blastokista atau sperma.
AKDR yang mengandung tembaga juga
menghambat khasiat anhidrase karbon dan
fosfatase alkali, memblok bersatunya sperma dan
ovum, mengurangi jumlah sperma yg mencapai
tuba falopii, dan menginaktifkan sperma. AKDR
yang mengeluarkan horman juga menebalkan lendir
serviks hingga menghalangi pergerakan sperma.
Yang tidak diperkenankan menggunakan AKDR
Sedang hamil atau kemungkinan hamil :
a. Perdarahan per vagina yang tidak diketahui
penyebabnya
b. Penderita infeksi alat genital
c. Sering menderita PRP atau abortus septic
d. Penyakit trofoblas yang ganas
e. Penderita TBC pelvic
f. Kanker alat genital
IUD
Kontrasepsi Mantap
• Tubektomi dan Vasektomi
Yang Dapat Menjalani Tubektomi

• Usia > 26 tahun


• Peritas > 2
• Yakin telah mempunyai besar keluarga ayng sesui dngan
kehendak
• Pada kehamilannya akan menimbulakn resiko kesehatan
yang serius
• Pascapersalinan
• Pascakeguguran
• Apham dan secara sukareka setuju dengan prosedur ini
Yang sebaiknya tidak menjalani tubektomi:

• Hamil
• Perdarahan vaginal yang belum terjelasajn
• Infeksi sistemik atau pelvic yang akut
• Tidak boleh menjalani proses pembedahan
• Kurang pasti mengenai keinginannya untuk
fertilitas dimasa depan
• Belum memberikan persetujuan tertulis
VASEKTOMI adalah prosedur klinik untuk
menghenrtikan kapasitas reproduksi pria dengan
jalan melakukan oklusi vasa deferensia sehingga
alur transportasi sperma terhambat dan proses
fertilisasi tidak terjadi.