Anda di halaman 1dari 5

BAB 6

MEMPERKUAT KOMITMEN
KEBANGSAAN
KELOMPOK 2
Nama anggota kelompok:

1).Icha priya salsabila


2).Isnaeni selly aulia
3).Dea angelica tian.P.R.
4).Alhidayah
5).Debora mayliana.L.S.
6).Lailatul fadlilah
A.SEMANGAT DAN KOMITMEN
KEBANGSAAN PENDIRI
NEGARA
 Bangsa indonesia adalah bangsa yang besar dan memiliki potensi
serta kapasitas untuk menjadi bangsa yang bersatu dan maju.
 Soekarno mengulas pemikiran bahwa Negara Kesatuan Republik
Indonesia adalah sebuah takdir. Bangsa indonesia lahir dan
bangkit melalui sejarah perjuangan bangsa yang pernah dijajah
oleh Belanda dan Jepang. Akibat penjajahan,bangsa indonesia
sangat menderita, tertindas lahir dan batin, mental dan materiil,
mengalami kehancuran dibidang ekonomi, politik, sosial, budaya,
dan pertahanan keamanan hingga sisa-sisa kemegahan dan
kejayaan Nusantara seperti Sriwijaya dan Majapahit yang dimiliki
rakyat dibumi pertiwi, sirna dan hancur tanpa sisa. Secara
geologi, wilayah Nusantara merupakan pertemuan antara tiga
lempeng benua, yaitu lempeng eurasia, lempeng indo-australia,
dan lempeng pasifik. Patih Majapahit antara tahun 1331 hingga
1364, Gajah Mada berhasil memperoleh kekuasaan atas wilayah
yang kini sbg besarnya adalah Indonesia beserta hampir seluruh
Semenanjung Melayu.
 Kejayaan Sriwijaya dan Majapahit merupakan sejarah awal
pengenalan wilayah kepulauan Nusantara yang merupakan
tanah air bangsa Indonesia. Dalam buku Empat Pilar Kehidupan
Berbangsa (2012) dijelaskan bahwa indonesia berasal dari
bahasa latin indus dan nesos yang berarti india dan pulau-pulau.
Indonesia merupakan sebutan yang diberikan untuk pulau-pulau
yang ada disamudra india dan itulah yang dimaksud sebagaii
satuan pulau yang kemudian disebut dengan Indonesia.
Kerajaan majapahit merupakan cikal bakal negara Indonesia.
Gajah Mada adalah Majapahit yang sangat disegani, dialah yang
berhasil menyatukan Nusantara yang terkenal dg “Sumpah
Palapa” (sumpah yang menyatakan tidak akan pernah
beristirahat atau berhenti berpuasa sebelum Nusantara
bersatu). Semangat mengandung arti tekad dan dorongan hati
yang kuat untuk menggapai keinginan atau hasrat tertentu.
Komitmen adalah sikap dan perilaku yang ditandai oleh rasa
memiliki, memberikan perhatian, serta melakukan usaha untuk
mewujudkan harapan dan cita-cita dg sungguh-sungguh.
 a. Ir.Soekarno
 Presiden pertama Republik Indonesia,Soekarno yang bisa
dipanggil Bung Karno,lahir di Blitar,Jawa Timur,6 Juni 1906 dan
meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Semasa SD hingga
tamat,beliau tinggal di Surabaya,indikos dirumah Haji Oemar Said
Tokroaminoto.Saat belajar di HBS, Soekarno telah menggembleng
jiwa nasionalismenya.Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei
1926. Perjuangan Ir.Soekarno didasarkan semangat dan
komitmen akan Kemerdekaan Indonesia. Ir.Soekarno pada
tanggal 4 Jli 1927 mendirikan PNI, komitmen dan perjuangan
Soekarno untuk kemerdekaan menyebabkan soekarno ditangkap
pada tanggal 30 Desember 1929 ke penjara Banceuy, Bandung.
Dipenjara Banceuy, Ir.Soekarno mendekam selama delapan bulan
atas tuduhan pemberontakan. Di penjara itu Banceuy, Soekarno
menempati sel nomor 5 yang hanya berukuran 2,5x1,5 meter
dan berisi kasur lipat juga toilet nonpermanen. Pada tahun 1930,
Ir.Soekarno dipindahkan ke Penjara Sukamiskin, Bandung.
Ir.Soekarno menyusun pelodi, pelodi tersebut dibacakan dalam
persidangan digedung pengadilan konolial (Lanraad) Bandung.
Setelah Indonesia merdeka tahun 17 Agustus 1945.
 b. Mohammad Hatta
 Dr.H.Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi 12 Agustus 1902.
Moh.Hatta merupakan organisatoris,aktivis partai
polotik,negarawan, proklamator, pelopor koperasi, dan wakil
presiden pertama di Indonesia. Pengetahuanm politiknya
berkembang dengan cepat saat Hatta sering menghadiri sbg
ceramah dan pertemuan-pertemuan politik. Di Perhimpunan
Indonesia, Hatta mulai meniti karier dijenjang politiknya sbg
bendahara tahun 1922 dan menjadi ketua pada tahun 1925. Pada
tahun 1927, Hatta bergabung dengan Liga Menentang dan
kolonialisme di Belanda dan berkenlan dg aktivis nasionalis india,
Jawaharhal Nehru. Pada tahun 1933, Soekarno diasingkan ke
Ende, Flores. Aksi ini menuai reaksi keras Hatta. Pada masa
pengasingan di Digul, Hatta aktif menulis diberbagai surat kabar.
Selang satu bulan,pemerintah kolonial Belanda menyerah pada
Jepang. Pada saat itulah, Hatta dan Sjahrir dibawa ke Jakarta.
Pada tanggal 14 Maret 1980, Hatta wafat di RSUD dr.Cipto
Mangunkusumo. Karena perjuangannya baji Republik Indonesia
sangat besar, Hatta mendapatkan anugerah tanda kehormatan
tertinggi yang diberikan oleh Presiden Soeharto.