Anda di halaman 1dari 42

BUDIDAYA KAKAO

(Theobroma cacao L.)


SEJARAH ASAL KAKAO
Menurut Decandole:
Kakao berasal dari hutan antara sungai
Amazone dan sungai Orinoco.
Tapi kakao juga ditemukan di Amerika Tengah
yaitu antara sungai Orinoco dan sungai Pana
ma , di P. Grenada dan di beberapa pulau di
Kep. Antillen
 Jadi asal kakao kabur
Menurut Stahel :
- Kakao Forastero berasal dari sisi Timur peg.
Andes bagian Utara.
- Kakao Criolo dari peg Andes sisi Barat
• Manfaat biji kakao :
Bahan pembuat minuman
Campuran gula-gula
Mentega kakao
Sabun
Parfum
Obat-obatan
Sebagai bahan minuman, suku Indian Maya
telah mengenal beratus tahun sebelum
Masehi.
Suku Indian Astek mengalahkan Suku Indian
Maya dan mengambil alih kebudayaannya
termasuk cara bercocok tanam kakao.
Colombus yg melakukan ekspedisi dunia (1490 –
1504) membuat laporan ke Spanyol dan
beberapa biji kakao sbg barang aneh,
sementara temannya Don Cortes mengirim
biji kakao ke Spanyol beserta resep pengolah
annya sebagai barang dagangan.
• Spanyol menaklukkan Mexico pada permulaan
abad ke XVI. Spanyol menambahkan gula ke
dalam minuman kakao.  kakao terkenal dan
menyebar ke negara2 Eropa.
• Beridir pabrik pengolahan kakao di Lisabon,
Turin dan Marseilles pa tahun 1550.
• Pada 1828 R.J Van Houten (Belanda)
menemukan cara memisahkan mentega dari
tepung kakao, sehingga lebih mudah diseduh
dg air
• MD Peter (Swiss) menemukan seduhan kakao
dengan susu rasanya lebih enak
• Penyebaran tanaman kakao oleh orang kulit
putih ke benua Afrika dan Asia terjadi pada
Abad Pertengahan (XV).
• Afrika : Nigeria, pantai Emas dan Kongo
• Asia : Srilangka, Malaya, Philipina dan
Indonesia.
• Diduga kakao masuk ke Indonesia pd th 1826 di
Minahasa di bawa Portugis dibawa dari Meksiko
melalui Philipina. Jenis kakaonya Criollo.
• Pada th 1859 di Ambon dan Maluku telah di
tanam 10.000 – 12.000 pohon kakao dan terus
meluas .
• Pada th 1879 pertanaman kakao habis di duga
kena serangan Cacao Moth
• Pada th 1880 mulai di tanam di Jawa Barat dan
Jawa Timur
• 1886 Belanda mengimpor benih kakao jenis
Forastero dari Venezuela.
• Sifat-sifat Forastero :
- produksi tinggi
- tahan HP
- tahan lingkungan kurang baik
- mutu hasil rendah
• Kakao Forastero ini pada 1888 di tanam di
Bogor dan beberapa di Djati Roenggo (Jawa
Timur).
• Di Djati Roenggo ini kakao Forastero
mengalami persilangan dengan kakao Criollo
yg kemudian dikelompokkan dalam jenis
Trinitario. Hibrida ini memiliki sifat :
- produksi sedang sampai tinggi
- lebih tahan terhadap penyakit
• Kakao jenis Trinitario digolongkan ke dalam
jenis kakao bermutu baik ( edel cacao /
choiced cacao).
• Hibrida ini dilakukan seleksi sehingga didapat
11 klon DR (Djati Roenggo), karena perang
dunia II kebun terlantar tinggal 3 klon yaitu
DR1, DR2 dan DR38 yg di kembangkan di Jawa
Timur dampai sekarang.
SISTEMATIKA
TANAMAN KAKAO
• Divisio : Spermatophyta
• Kalas : Dicotyledonae
• Ordo : Malvales
• Familia : Sterculiaceae
• Genus : Theobroma
• Species : Theobroma cacao L.
• Berdasarkan ciri-ciri morfologisnya, Cheesman
menggolongkan kakao dalam 2 tipe :
 Criollo
a. Criollo Amerika Tengah
b. Criollo Amerika Selatan
 Forastero
a. Forastero Amazone
b. Trinitario
Criollo Forastero
Batang Dr jorquette keluar 3 cab primer 4 cab primer
Daun Lebih sempit Lebih lebar
Permukaan daun muda berbulu Tidak berbulu halus
halus
Buah Jml alur 10, jelas Alur 10, tidak jelas
Permukaan kulit buah benjol2 Permukaan kulit buah licin
Bentuk buah menggembung di Buah langsing, menggembung
pangkal, mengecil diujung di tengah
Ujung buah tumpu ada botle neck Pangkal dan ujung buah agak
runcing
Buah lebih panjang Buah lebih pendek
Daging buah tipis Daging buah tebal
Buah masak mudah dibelah Buah masak lebih sukar
dibelah
Criollo Forastero
Biji Bulat dan pendek. Agak pipik dan panjang
Kualitas lebih tinggi Kualitas lebih rendah
Rasa tdk begitu pahit Rasanya pahit sekali
Tidak banyak mengandung banyak mengandung cacao-ol
cacao-ol
Kulit biji berwarna ungu muda Kulit biji berwarna umgu tua
MORFOLOGI
TANAMAN KAKAO
1. Sistem Perakaran
2. Batang dan Percabanagan
3. Daun
4. Bunga
5. Buah
1. SISTEM PERAKARAN
Sebagai tanaman Dicotyledonae, dari kecambah
kakao keluar akar yg disebut radicula (akar
lembaga)
Radicula memanjang dan bercabang2.
Akar cabang bercabang lagi sampai akhirnya
terbentuk bulu akar (akar rambut).
Fungsi bulu akar menghisap air dan unsur hara.
Umur bulu akar hanya sebentar, dan akan
tumbuh yg baru di bagian ujung akar .
Panjang bulu akar hanya beberapa mikron
sampai 1 mm, diameternya kurang lebih 10
mikron ( 1 mikron = 10 ^ -3 mm)
Untuk menerobos lapisan tanah, ujung akar
dilindungi oleh tudung akar (calyptra).
Kecepatan tumbuh ujung akar tergantung
keadaan tanah.
Prinsip2 Waterboxx
2. BATANG DAN PERCABANGAN
 Batang kakao tidak bercabang sampai umur
tertentu.
 Pertumbuhan normal umur 9-12 bulan (
tinggi 0,9 – 1,5 m )  tumbuh prapatan (
jorquette ).
 Kakao Criollo  3 cabang primer
 Kakao Forastero  4 – 5 cabang primer
 Batang kakao bersifat meng”kayu”
Sifat pertumbuhan batang kakao adalah
dimorphous. Yi 2 macam cabang.
1) Cabang (batang) orthotrop, tumbuh tegak
(vertikal). Dg rumus daun 3/8, dalam 3
lingkaran terdapat 8 daun.
2) Cabang plagiotrop, tumbah lateral/
horisontal dg ciri rumus daun ½, dalam 1
lingkaran terdapat 2 daun.
 Cabang primer bercabang lagi membentuk
cabang sekunder
 Cabang sekunder bercabang lagi membentuk
cabang tertier
 Pada pohon kakao cukup dewasa , dari batang
utama dan cabang primer dapat tumbuh tunas
orthotrop (wiwilan)
 Wiwilan pertumbuhannya cepat dan biasanya
dipangkas.
 Tanaman kakao bisa mencapai 8-10 m dan
diameter tajuk 3-5 meter.
3. DAUN
• Daun muda keluar bersamaan dengan
keluarnya flush/pucuk (beberapa daun keluar
hampir bersamaan)
• Warna flush tergantung varietasnya
• Warna flush :
- hijau pucat, hijau kemerahan atau merah
bata
 Pertumbuhan flush butuh unsur hara yg
banyak, ditranslokasikan dari daun tua, oleh
sebab itu terkadang banyak daun tua yg gugur
 Daun kakao dewasa berwarna hijau
 Permukaan daun licin
 Tepi daun rata
 Pucuk daun meruncing
 Stomata ada di bagian bawah
4. BUNGA
• Kakao berbunga sepanjang tahun
• Tumbuh berkelompok dan menempel pada
bantalan bunga pada batang utama, cabang
primer dan ranting2.
• Bantalan bunga bekas ketiak daun
• Dalam 1 tahun bisa berbunga 6.000 kuntum
• Yang jadi buah hamya 5%
 Penyerbukan dilakukan oleh serangga
Forcipomya spp ( 75%)
 Sisanya oleh penyerbuk lain
 Aktivitas penyerbukan sekitar jam 07.30-10.30
Berdasarkan sifat penyerbukannya, kakao di
golongkan 2 jenis :
a. Self fertile atau Self compatible, tanaman
kakao yg dpt dibuahi oleh bungasari tanaman
itu sendiri atau tanaman self steril. Contoh
DR 2 dan DR 38
b. Self steril atau self incompatible, yi kakao
yg hanya dapat diserbuki oleh tepungsari dari
bunga klon lain , contoh DR1
5. BUAH
 Buah muda kakao di sebeut cherelle
 Pada umur 3 bulan pertama, buah mengalami
cherelle wilt yaitu buah muda yang layu,
kering dan mengeras.  penjarangan
fisiologis (persaingan air dan unsur hara)
 Buah kering mencapai 80%
 Jika buah berumur 90 hari, tdk akan
mengalami kering lagi dan tumbuh besar
 Buah yg masak disebut pod (tongkol)
 Bentuk , ukuran dan warna tergantung
varietasnya
 Panjang buah 10 – 30 cm
 Warna umumnya :
- mentah hijau  kuning waktu masak
- mentah merah  oranye waktu masak
- campuran merah dan hijau
 Buah kakao masak dalam waktu 5-6 bulan setelah
penyerbukan
 Banyak biji setiap tongkol (kolven/pod) 30 – 50
butir.
 Terdapat pulp (zat lendir putih)
 Setelah masak pulp lepas dari kulit buah
 Biji kakao bulat dan menggembung di salah satu
bagian
 Diameter 1-2 cm
 Bobot kering 0,8 – 1,3 gram per biji.