Anda di halaman 1dari 18

Perilaku dan Pendidikan

Kesehatan
Kelompok :
Dwi Wulandari 16330019
Erlinda Widia F. 16330024
Nada Zahra 16330028
Siti Mutiah 16330037
Ajrin Firly C. 16330049
Pendahuluan

Perilaku dan Pendidikan Kesehatan


Menurut Notoatmodjo 2005 perilaku dapat ditafsirkan sebagai kegiatan atau aktifitas
organisme atau mahluk hidup yang bersangkutan.Menurut seorang ahli psikologi Skinner yang
dikutip dari Notoatmodjo (2007) beliau mendapati bahwa perilaku merupakan respons atau
reaksi seseorang terhadap suatu stimulus (rangsangan dari luar).
Pembahasan

Skinner(1938), juga mengemukakan bahwa perilaku merupakan hasil hubungan antara


perangsang (stimulus) dan respon.Ia membedakan dengan dua bentuk yaitu:
- Perilaku tertutup (Covert Behaviour)
Perilaku ini adalah respons yang masih belum dapat dilihat oleh orang lain.
- Perilaku terbuka (Overt Behaviour)
Perilaku terbuka ini terjadi bila respons terhadap stimulus tersebut sudah berupa tindakan, atau
praktik ini dapat diamati orang lain dari luar atau "observable behavior".
Faktor - faktor yang membedakan respons terhadap stimulus yang berbeda disebut determinan perilaku.
Determinan perilaku ini dapat dibedakan menjadi dua yakni:
 Faktor internal, yakni karakteristik orang yang bersangkutan yang bersifat bawaan, misalnya: jenis kelamin,
tingkat emosional, tingkat kecerdasan,dan lain-lain.
 Faktor eksternal, yakni lingkungan: baik lingkungan fisik, sosial, budaya, politik, dan ekonomi, dan
sebagainya. Faktor lingkungan ini sering merupakan faktor yang dominan mewarnai perilaku seseorang
(Notoatmodjo, 2003).
Tim ahli WHO (1984) menganalisis bahwa yang menyebabkan seseorang itu berperilaku ada empat alasan
pokok yaitu :
1. Pemikiran dan Perasaan
2. Orang penting sebagar refrensi
3. Sumber-sumber daya
4. Kebudayaan
Pendidikan Kesehatan

Pendidikan kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam


memelihara dan meningkatkan kesehatan.
Menurut (Notoatmodjo. S, 2003: 20). Pendidikan kesehatan adalah usaha / kegiatan untuk
membantu individu, kelompok, dan masyarakat dalam meningkatkan perilakunya untuk
mencapai kesehatan secara optimal.
Menurut Benyamin Bloom (1908) tujuan pendidikan adalah mengembangkan atau
meningkatkan 3 domain perilaku yaitu kognitif (cognitive domain), afektif (affective domain),
dan psikomotor (psychomotor domain). (Notoatmodjo, 2003: 127).
Menurut Notoatmodjo (2007: 139) dalam perkembangannya, teori Bloom ini dimodifikasi untuk pengukuran
hasil pendidikan kesehatan, yakni:
 Pengetahuan (knowledge)
Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (overt
behaviour).
 Sikap (attitude)
Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau obyek.
 Praktik atau tindakan (practice)
Konsep Perilaku dan Pendidikan Kesehatan

1. Konsep Perilaku
Perilaku Kesehatan

Yaitu suatu respon seseorang (organisme) terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan
penyakit, sistem pelayanan kesehatan, makanan serta lingkungan.
Perilaku kesehatan mencakup 4 (empat) :
1. Perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit
2. Perilaku terhadap pelayanan kesehatan
3. Perilaku terhadap makanan (nutrition behavior)
4. Perilaku terhadap lingkungan kesehatan (environmental health behavior)
Bentuk Perilaku

Secara lebih operasional, perilaku dapat diartikan suatu respons organisme atau seseorang
terhadap rangsangan (stimulus) dari luar subjek tersebut. Respons berbentuk 2 (dua) macam :
- Bentuk pasif adalah respons internal, yaitu yang terjadi di dalam diri manusia dan tidak
secara langsung dapat terlihat oleh orang lain, misal tanggapan atau sikap batin dan
pengetahuan.
- Bentuk aktif, yaitu perilaku itu jelas dapat diobservasi secara langsung.
Konsep Pendidikan

Konsep dasar pendidikan adalah proses belajar yang berarti didalam pendidikan itu terjadi
proses pertumbuhan, perkembangan, atau perubahan yang lebih dewasa, lebih baik, dan lebih
matang pada diri individu, kelompok atau masyarakat.
Seseorang dapat dikatakan belajar apabila didalam dirinya terjadi perubahan dari tidak tahu
menjadi tahu, dari tidak dapat mengerjakan menjadi dapat mengerjakan sesuatu.
Pendidikan Kesehatan dan Perilaku

Perilaku merupakan factor terbesar kedua setelah factor lingkungan yang mempengaruhi
kesehatan individu, kelompok, atau masyarakat (Blum:1974).
Kedua upaya tersebut dilakukan melalui:
1. Tekanan (enforcement)
2. Edukasi (education)
Batasan Pendidikan Kesehatan

Pendidikan secara umum adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang
lain, baik individu, kelompok atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharap
kan oleh pelaku pendidikan. Dari batasan ini tersirat unsur-unsur pendidikan yakni:
 Input adalah sasaran pendidikan (individu, kelompok, masyarakat), dan pendidik (pelaku
pendidik)
 Proses (upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain)
 Output (melakukan apa yang diharapkan atau perilaku).
Prinsip Pendidikan Kesehatan

 Pendidikan kesehatan bukan hanya pelajaran di kelas, tetapi merupakan kumpulan


pengalaman dimana saja dan kapan saja sepanjang dapat mempengaruhi pengetahuan sikap
dan kebiasaan sasaran pendidikan.
 Pendidikan kesehatan tidak dapat secara mudah diberikan oleh seseorang kepada orang
lain, karena pada akhirnya sasaran pendidikan itu sendiri yang dapat mengubah kebiasaan
dan tingkah lakunya sendiri.
 Bahwa yang harus dilakukan oleh pendidik adalah menciptakan sasaran agar individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat dapat mengubah sikap dan tingkah lakunya sendiri.
 Pendidikan kesehatan dikatakan berhasil bila sasaran pendidikan (individu, keluarga,
kelompok dan masyarakat) sudah mengubah sikap dan tingkah lakunya sesuai dengan
tujuan yang telah ditetapkan
Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan
Masyarakat
Ruang lingkup pendidikan kesehatan masyarakat dapat dilihat dari 3 dimensi :
1. Dimensi Sasaran
2. Dimensi tempat pelaksanaan
3. Dimensi tingkat pelayanan kesehatan
Contoh Peran Pendidikan dalam Kesehatan
Masyarakat
 Di Keluarga
Sejak masih kecil kedua orangtua kita telah mendidik kita untuk hidup bersih dan hidup sehat
seperti menjaga kebersihan kamar lingkungan sekitar kita, mencuci tangan sebelum makan,
dan masih banyak lagi. Hal ini dilakukan agar setiap anggota keluarga terbiasa hidup sehat dan
hidup bersih. Dan dapat mengaplikasikan pembelajaran itu ke lingkungan dan masyarakat
sekitar mereka.
 Di Sekolah:
Pada umumnya sekolah mendidik siswanya untuk membuang sampah pada tempatnya, hal itu
dilakukan agar setiap siswa terbiasa dengan perilaku tersebut dan dapat mengaplikasikannya ke
lingkungan dan masyarakat sekitar mereka.
Kesimpulan

 Perilaku kesehatan adalah suatu respon seseorang (organisme) terhadap stimulus yang
berkaitan dengan sakit dan penyakit, sistem pelayanan kesehatan, makanan serta
lingkungan
 Perilaku terbentuk di dalam diri seseorang dan dipengaruhi oleh faktor eksternal ( faktor
dari luar diri seseorang) dan faktor internal ( respon dari dalam diri seseorang)
 Pendidikan kesehatan adalah usaha/ kegiatan untuk membantu individu, kelompok, dan
masyarakat dalam meningkatkan perilakunya untuk mencapai kesehatan secara optimal
 Peranan pendidikan kesehatan adalah melakukan intervensi faktor perilaku sehingga
perilaku individu kelompok atau masyarakat sesuai dengan nilai-nilai kesehatan
 Konsep pendidikan kesehatan adalah proses belajar pada individu, kelompok atau
masyarakat dari tidak tahu tentang nilai-nilai kesehatan menjadi tahu, dari tidak mampu
mengatasi masalah-masalah kesehatannya sendiri menjadi mampu dan lain sebagainya
Thank You