Anda di halaman 1dari 63

KIMIA SUMBER DAYA

ALAM TROPIS

KELOMPOK 4

1. MOHAMMAD INDAR MALIK IBRAHIM (1710412032)


2. HAZIRA QURSIAN (1710412041)
3. LEIDINA ZEIN (1710413015)
4. CINDY LUCIA LAPAXIS (1710413034)
BAHAN INDUSTRI 1

1.BAJA (Fe3C)
2.KARBONAT (CO3)
3.SENG (Zn)
4.TIMAH (Sn)
BAJA (Fe3C)
Fungsi karbon dalam
baja adalah sebagai
unsur pengerasan
Pengertian pada kisi kristal atom
Kandungan karbon besi.
dalam baja berkisar
antara 0,2 % hingga 2,1
Logam paduan dengan % berat sesuai grade-
nya. Baja karbon adalah baja
besi (Fe) sebagai unsur
yang mengandung karbon
dasar dan karbon (C)
lebih kecil 1,7 %,
sebagai unsur paduan
sedangkan besi
utamanya.
mempunyai kadar karbon
lebih besar dari 1.7 %.
Struktur Kristal Besi
Struktur kristal besi : BCC (body centered cubic)
• Berbentuk bentuk kubus dimana
terdapat atom-atom disetiap
pojoknya dan satu berada
ditengah.
• Pada suhu dibawah 1333⁰F
(723⁰C) dinamakan besi alpha
atau ferit.
• Ferit akan berubah menjadi
austenit atau besi γ pada suhu
912 oC(1674 oC) dengan struktur
kristal FCC (face centered cubic).
• Pada suhu 1538 oC (2800 oF)
Sifat bahan : austenite akan berubah menjadi
– lunak besi ferit δ dan struktur kristal
– bisa dibuat magnet pada temperatur dibawah 768 oC BCC.
– kerapatan : 9,88 gr/cm3
Source : http://www.mesincad.com/2017/07/pengertian-struktur-kristal-logam-bcc.html
Besi - Karbon
1. Baja bila dipanaskan mencapai suhu diatas suhu
eutectoid kemudian didinginkan secara
perlahan-lahan (slow cooling) menjadi baja
dengan struktur mikro yakni Perlit (α + Fe3C) +
fasa proeutectoid.

2. Baja bila dipanaskan mencapai suhu diatas suhu


eutectoid kemudian didinginkan medium akan
didapatkan struktur mikro Bainit (α + fasa
Fe3C).

3. Baja bila dipanaskan mencapai suhu diatas suhu


eutectoid kemudian didinginkan secara cepat
(rapid quench) menjadi struktur mikro
martensit (fasa body-centered tetragonal),
biasanya dipanaskan kembali (reheat) menjadi
martensit yang ditemper (α + Fe3C). Diagram fasa besi-karbon, menunjukkan kondisi di mana ferrit (α) dalam
keadaan stabil.
Source : https://id.wikipedia.org/wiki/Ferrit_(besi)
Sejarah Penemuan Baja
Tahun 1100 SM, peleburan Tahun 1000 SM, bangsa Yunani, Mesir,
besi mulai diketahui Jews, Roma, Carhaginians dan Asiria
secara luas juga mempelajari peleburan dan
Besi ditemukan pertama menggunakan besi dalam
kali pada sekitar 1500 SM kehidupannya.
Tahun 700 – 600 SM, Cina
Tahun 400 – 500 SM, baja belajar membuat besi.
sudah ditemukan
Tahun 800 SM, India berhasil
penggunaannya di Eropa.
membuat besi setelah di
invansi oleh bangsa Arya.
Tahun 250 SM bangsa India
menemukan cara membuat Tahun 1000 M, baja dengan campuran unsur lain ditemukan
baja. pertama kali pada 1000 M pada
kekaisaran Fatim yang disebut dengan baja Damascus.
1300 M, rahasia 1700 M, baja kembali
pembuatan baja diteliti penggunaan dan
damaskus hilang. pembuatannya di Eropa.
Source : https://rathocivil02.wordpress.com/2008/06/25/sejarah-struktur-baja/ The Works of Mr Rato /CivilEnginer
KOMPONEN - KOMPONEN BAJA

SECARA UMUM SECARA KHUSUS

• KARBON • MANGAN
• BESI • KROM
• NIKEL
• TUNGSTEN
JENIS – JENIS BAJA
(menurut komposisi)

BAJA BAJA
KARBON PADUAN
Baja Karbon Rendah
(low carbon steel)

BAJA
KARBON

Baja Karbon Tinggi Baja Karbon Menengah


(high carbon steel) (medium carbon steel)
BAJA
PADUAN

Baja Paduan High Speed


Khusus (special Steel (HSS) Self
alloy steel) Hardening Steel
METODE PEMBENTUKAN BAJA

Metode Konvertor
Metode Bassemer
Metode Thomas
Metode Siemens Martin
Metode Basic Oxygen Furnace
Metode Dapur Listrik
Metode Dapur Kopel
Metode Dapur Cawan
PROSES PEMBENTUKAN BAJA
Sifat Fisika dan Kimia Baja
Sifat Fisika Baja

1. Titik didih : 1550OC


2. Titik lebur : 2900OC Sifat Kimia Baja
3. Konduktivitas listrik.
4. Menghantarkan panas. 1. Dapat bereaksi dengan
5. Reaktif oksigen.
6. Jumlah elektron bebas 2. Untuk mencegah korosi
yang tinggi di segala dapat dilakukan plating.
bentuk logam padat
menyebabkan logam
tidak pernah terlihat
transparan.
Kelebihan Baja Vs Besi

Kelebihan Baja Kekurangan Besi

1. Daktilitas yang tinggi 1. Waktu pengerjaan lama.


2. Kemudahan instalasi 2. Rendahnya daktilitas.
3. Bisa didaur ulang 3. Membutuhkan biaya yang
4. Tampilan yang indah mahal untuk biaya bekisting
5. Ramah lingkungan yaitu antara sepertiga atau
6. Hemat biaya dua pertiga dari total biaya
struktur beton.
4. Mudah korosi.
Kekurangan Baja Vs Besi

Kekurangan Baja

Kelebihan Besi
1. Membutuhkan biaya yang
tinggi untuk perawatan
2. Memiliki Kerentanan Terhadap Lebih kuat dan struktur lebih
tekuk keras
3. Lemah terhadap beban siklis
4. Berisiko mengalami
keruntuhan getas
BARANG YANG TERBUAT DARI BAJA

Pipa Paku

Baut/mor/ Rangka
sekrup bangunan

Rel kereta
Tiang listrik
api
KARBONAT (CO3)

Karbonat merupakan suatu garam dari asam karbonat (H2CO3), yang dicirikan
oleh adanya ion karbonat, suatu ion poliatomik dengan rumus (CO32-).
Nama ini juga berarti suatu ester dari asam karbonat, suatu senyawa organik
yang mengandung gugus karbonat C(=O)(O–)2.
BATU KAPUR
Gamping (bahasa Inggris:
limestone, istilah komersial :
batu kapur)

(CaCO3) adalah sebuah batuan


Memiliki warna yang sedimen yang terdiri dari mineral
beragam yakni seperti kalsit dan aragonit, yang merupakan
abu-abu, putih susu, dua varian yang berbeda dari CaCO3
coklat merah sampai (kalsium karbonat). Sumber utama
Ciri khas
kehitaman. dari calcite adalah organisme laut.
Sifat lainnya dari batu
gamping adalah sangat
reaktif terutama pada air
hujan.
Warna batu kapur karena adanya
zat pengotor

Batu Kapur Merah

Batu kapur merah terbentuk


di dasar laut. Warna kemerah-
merahan biasanya
dipengaruhi adanya unsur
mangan.
Batu Kapur Hitam

Warna hitam pada batu


kapur disebabkan karena
pengaruh pengotornya.
Batu kapur berwarna
hitam disebabkan karena
adanya unsur organik.
Struktur Kristal CaCO3
Aragonit

Polimorfi Kalsit

Polimorfi artinya tiga atau Vaterit


lebih mineral yang
memiliki komposisi kimia
sama namun struktur
kristalnya berbeda.
Aragonit
Kalsit
Vaterit
Ciri Batu Kapur yang Baik dan Cocok Digunakan dalam
Berbagai Macam Industri

Memiliki kandungan Mempunyai kandungan


unsur pengotor seperti mineral pengotor seperti
Mg, Al, Fe, P, S, Na, K, pirit, kuarsa, dan juga
dan F rendah. markasit rendah.

Memiliki sifat fisik tertentu


Derajat kemurnian mulai dari kecerahan, ukuran
2 yakni kadar CaO tinggi. butir, luas permukaan hingga
kelembapan.
Lokasi Tambang Batu Kapur dan Bentuk Batu Kapur
MANFAAT BATU KAPUR

Bahan baku :
Bahan pembuat soda api Bahan penunjang :
Bahan baku semen
1) Bahan untuk menurunkan kadar sulfur
Bahan baku gelas pewarna Penurunan kadar asam air
Bahan pembuat cat Penjernih sawit/minyak kelapa
Penetral lingkungan
Pengkristal gula tepung
Bahan pengisi :
Penetral limbah
Campuran minuman soda
Pemutih kertas pakaian
Bahan keramik
Bahan dempul
Pembuatan Semen Secara Umum

Penyediaan bahan Pengolahan


mentah bahan mentah

Penggilingan klinker Pembakaran raw


dan gypsum menjadi mix/slurry menjadi
semen klinker
Alur Pembuatan Semen
SENG (Zn)
Seng merupakan logam Seng bersifat getas pada
putih kebiruan berkilau dan suhu normal, tetapi berubah
berada dalam golongan IIb menjadi ulet dan bisa
tabel periodik dengan ditempa ketika dipanaskan
nomor atom 30. antara 110 °C hingga 150 °C.

Unsur ini merupakan logam cukup


reaktif yang akan bereaksi dengan
oksigen dan non-logam, serta bereaksi
dengan asam encer untuk melepaskan
hidrogen.
Seng tidak diperoleh dengan
bebas di alam, melainkan
dalam bentuk terikat. Mineral
yang mengandung seng di
alam bebas antara lain :

Kalamin Franklinit Smithsonit Wilenit Zinkit


Sfalerit atau
(ZnCO3) (ZnO)
zink blende
(ZnS) yang
berasosiasi
dengan
timbal
sulfida
Pembentukan Zn
Konsentrasi bijih

Roasting dari bijih di udara


Proses
Elektrolisis
Merubah dari seng oksida
menjadi seng sulfat

Proses Elektrolisis larutan seng


sulfat

Proses
Termal
Proses Elektrolisis
Bijih ditambang, dihancurkan, digiling dan
1. Konsentrasi bijih kemudian dipekatkan dengan flotasi buih,
untuk menghilangkan komponen yang
tidak diinginkan, termasuk senyawa timbal
dan limbah batuan.

Pemanggangan bijih biasanya terjadi dalam


2.
Roasting dari
tungku fluidised bed yang bersuhu sekitar
bijih di udara 1300 K, dengan udara yang ditiup di bagian
bawah

Reaksi paling penting adalah konversi seng sulfida


untuk zink oksida:

2ZnS (s) + 3O2 (g) → 2ZnO (s) + 2SO2 (g)


Oksida seng mentah dicuci dengan banyak
Merubah dari seng elektrolit menghabiskan yang banyak
3. oksida menjadi seng mengandung asam sulfat untuk melarutkan
sulfat
oksida dan mengembalikan konsentrasi
seng sulfat dalam larutan elektrolit
Beberapa oksida seng hadir Beberapa variasi pada proses
dengan besi (III) oksida dalam pencucian digunakan untuk
bentuk zinc ferit. memisahkan seng dari kotoran.
Tahap pencucian ringan menghasilkan asam sulfat, dan bijih
panggang dapat ditambahkan pada tahap jarosit untuk membantu
mengendalikan keasaman, dengan reaksi :

3Fe2(SO4)3 + (NH4)2SO4 + 12H2O → 2NH4Fe3(SO4)2(OH)6 + 6H2SO4


(jarosite)

Campuran yang mengandung seng sulfat kemudian disaring untuk


menghilangkan materi tersuspensi padat, dan larutan yang diperlakukan
dengan debu seng untuk mengendapkan logam yang kurang elektropositif.
Misalnya, kadmium yang merupakan produk sampingan yang berharga :

Cd2+ (aq) + Zn (s) → Zn2+ (aq) + Cd (s)


Pencucian langsung besi (ll) sulfat teroksidasi menjadi besi (III) sulfat dengan
kondisi asam panas. Hal ini kemudian mengoksidasi seng sulfida menjadi seng sulfat,
dan tereduksi kembali menjadi besi (ll) sulfat.

Fe2+

ZnS ZnSO4 H2SO4

Fe3+

Seng sulfida juga bereaksi dengan asam sulfat


pada kondisi ini :

ZnS + H2SO4 + ½O2 → ZnSO4 + H2O + S


Rendemen seng yang sangat tinggi (hingga 99%)
Bioleaching dari bijih kelas rendah (serendah hanya 5% seng)
dapat dicapai dengan aksi bakteri yang
(pencucian bio) berkembang pada suhu sampai 320 K, dan
menghasilkan solusi seng lemah yang
terkonsentrasi untuk elektrolisis menggunakan
ekstraksi pelarut.

Seng dibebaskan khusus di katoda.


Setiap 24 sampai 72 jam seng
4. Elektrolisis menanggalkan elektroda, meleleh dan
larutan seng sulfat dibuang ke dalam ingot. Logam ini
setidaknya 99,96% murni.
Pada anoda, dihasilkan oksigen . Asam
sulfat dibuat ulang dan daur ulang dan
4OH- (aq) → 2H2O (l) + O2 (g) + 4e- dicampur dengan bijih segar
Proses Termal

Proses termal saat menggunakan Imperial Smelting


Furnace, ISF tanur dibebankan dengan sinter dan kokas
panas. Udara panas (1200 – 1350 K) ditiupkan ke tungku
melalui tabung yang disebut tuyeres. Reaksi yang terjadi
dalam tungku dapat diringkas sebagai:

2C (s) + O2 (g) → 2CO (g)


ZnO (s) + CO (g) → Zn (g) +CO2 (g)
CO2 (g) + C (g) → 2CO (g)
KEGUNAAN SENG

Industri
Bahan
baterai
alloy

Atap Pembuatan
rumah lotion luka

Pelega Suplemen
tenggorokan Vitamin dan
Mineral
SENG (Zn)
TIMAH (Sn)
Timah adalah mineral yang memiliki
nomor atom 50 dengan simbol Sn
SIFAT
Masa atom timah adalah 118,710
dengan kepadatan 7,287 gram/cm3

KARAKTERISTIK

Sifat timah terhadap proses


oksidasi adalah tidak mudah
Timah termasuk logam yang teroksidasi dan sangat tahan
sangat lembut, berwarna terhadap karat atau korosi.
putih dan bisa sangat lentur
Timah
Memperoleh Timah
Timah ditemukan dalam permukaan Kasiterit salah satu mineral yang
bumi dengan kedalaman yang tidak mengendap pada lapisan sungai
terlalu jauh dalam bentuk kasiterit. atau dasar sungai.

Timah juga ditemukan dalam


lapisan bumi dalam bentuk biji Kasiterit dibakar dengan karbon
timah. menghasilkan timah murni

Timah diolah dengan sistem


pertambangan dan harus
dikelola oleh badan resmi untuk
menghindari keracunan atau
ledakan.
Tahap Pengolahan Timah
Bijih Timah

Konsentrasi Peleburan 1 Peleburan 2 Hardhead

Slag
Tailing Penyulingan Dross

Logam timah
1 Proses peningkatan kadar timah
dengan menggunakan Jig
Concentrator, palong dan meja
Tahap Konsentrasi
goyang. Bijih timah yang diolah
memiliki kadar sekitar 30% -
65%.
Tahap Peleburan Proses reduksi konsentrat bijih timah
2 pada temperatur tinggi menjadi
(smelting)
logam timah.

Prinsip
Melepas ikatan oksigen yang
terdapat mineral kasiterit. Reduktor Pada proses peleburan :
yang digunakan adalah gas CO. 1. Terbentuk lelehan terak dan
Reaksi pada proses smelting : timah yang tidak saling larut.
2. Terdapat pengotor-pengotor di
SnO2 + CO → SnO + CO2 dalamnya.
SnO + CO → Sn + CO2 3. Pengotor yang paling banyak
adalah unsur Fe.
2 Tahap Peleburan

Tahap Peleburan I Tahap Peleburan II

Peleburan konsentrat timah Terak I dilebur kembali


yang menghasilkan timah menghasilkan FeSn yang
kasar (crude tin) dan slag disebut hardhead dan terak
(terak I). Kadar timah pada II dengan kadar Sn kurang
terak I adalah 20%. dari 1%.
Crude tin pada peleburan
tahap I akan dibawa ke proses
Tahap Penyulingan refining (pemurnian). Dengan
3 (refining) kandungan SN > 90% dan
sisanya adalah pengotor
seperti As, Pb, Ag, Cu dan Sb.

Pada tahap ini digunakan alat


kettle refining, eutectic
refining, dan electrolytic
refining. Menghasilkan kadar
timah mencapaiu 99,993 %.
Daerah Penghasil Timah di Indonesia
1. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau
2. Dabo, Kabupaten Lingga, Riau
3. Manggar, Kabupaten Belitung Timur
MANFAAT TIMAH
Lapisan Produk
Produk Alumunium
Baja Foil

Perangkat
Bahan
Konstruksi
Kemasan
Rumah

Produksi Timah
Pipa Solder
EFEK PENGGUNAAN TIMAH
Kesehatan Lingkungan

Potensi keracunan menyebabkan 1. Mikroorganisme susah


1. Jangka pendek menguraikan komponen timah
Gangguan pernapasan, sakit organik sehingga terakumulasi
kepala, mata merah, gangguan pada air tanah yang menyebabkan
pencernaan, penyakit mata, pencemaran.
penyakit kulit, dan gangguan 2. Kerusakan pada ekosistem
diuretik. perairan.
2. Jangka panjang
kanker, kerusakan otak,
kerusakan hati, kelainan
kromosom, depresi.
Referensi
Darmawan, A. S. 2001. Bahan Kuliah Pemilihan Bahan dan Proses.
Surakarta : UMS.

Mulyadi, Tedi. 2015. Pengertian, Ciri, dan Sifat Timah.


http://budisma.net/2015/03/pengertian-ciri-dan-sifat-timah.html

http://blog.pasca.gunadarma.ac.id/2012/06/01/batu-kapur-dan-potensi-
cadangannya-indonesia/

http://digilib.unila.ac.id/20264/8/II.pdf

https://ardra.biz/sain-teknologi/mineral/pengolahan-mineral/pengolahan-
bijih-timah/
THANK YOU
Pertanyaan

1. Fadhel : apa kelebihan baja dari besi?


2. Besti : pada metode pembentukan baja metode mana
yang lebih banyak digunakan, dan pada gambar metode
apa yang digunakan?
3. Irtania : salah satu sumber karbonat adalah kalsit,
apakah hanya itu sumber karbonat?
Jawaban Pertanyaan
[Fadhlurrahman Mawardi]
Apa kelebihan Baja
1. Daktilitas yang tinggi, artinya baja tidak mudah memuai dan atau hancur ketika di berikan beban
atau tidak mudah meregang saat diberikan beban.
2. Kemudahan instalasi, artinya mudah diolah menjadi berbagai bentuk.
3. Hemat biaya, karena sifatnya tidak mudah berkarat (korosi) maka baja tidak perlu diberikan
perlakuan anti korosi seperti dicat terus-menerus sehingga tidak dibutuhkan lagi biaya untuk
menjaga baja agar tetap tahan lama.
4. Memiliki tampilan yang indah, artinya dapat dibentuk sesuai keinginan.
5. Ramah lingkungan, artinya karena baja tidak mudah berkorosi maka baja tidak mencemari
lingkungan.
Jawaban Pertanyaan

Besti Afriza Nabila :


Pada metode pembentukan baja metode mana yang lebih
banyak digunakan, dan pada gambar metode apa yang
digunakan?
Jawab :
Metode yang lebih banyak digunakan adalah basic oxygen
furnace. Pada gambar sudah termasuk semua metode.
Jawaban Pertanyaan

Irtania Putri :
Salah satu sumber karbonat adalah kalsit, apakah hanya itu
sumber karbonat?
Jawab :
Tidak, selain kalsit sumber karbonat adalah aragonit,
vaterit, dan dolomit.
(Ada di slide)