Anda di halaman 1dari 16

SOSIALISASI

UU NOMOR 7 TAHUN 2017


TENTANG PEMILIHAN UMUM

DR. ERISLAN, S.T.,M.M.


Anggota - DPR RI
FRAKSI PARTAI HANURA
Outline
 Dasar Hukum
 Isi dalam UU No 7 Tahun 2017
 Hal yang penting dalam UU No 7 Tahun 2017
1) Pemilu Serentak
2) Sistem Pemilu & Ambang Batas
3) Metode Konversi Suara ke Kursi
4) Dana Kampanye

 Sengketa Pemilu
 Pelanggaran Pemilu & Penyelesaian Sengketa Hasil Pemilu
 Restrukturisasi Penyelenggara Pemilu
 Output Penindakan Sengketa Proses

1
DASAR HUKUM

✖ UU No 42 Tahun 2008 Tentang


Pemilihan Umum Presiden & Wakil
Presiden
✖ UU No 7 Tahun 2017
✖ UU No 15 Tahun 2011 Tentang
Penyelenggaraan Pemilihan Umum
✖ UU No 8 Tahun 2012 Tentang
Pemilihan Umum Anggota DPR,
DPD, DPRD

2
UU NO 7 TAHUN 2017

UU ini terdiri dari 573 Pasal & 6 buku :

✖ Buku 1 : Ketentuan Umum


✖ Buku 2 : Penyelenggara Pemilu
✖ Buku 3 : Pelaksanaan Pemilu
✖ Buku 4 : Pelanggaran Pemilu, Sengketa Proses Pemilu,
& Perselisihan Proses Pemilu
✖ Buku 5 : Tindak Pdana Pemilu
✖ Buku 6 : Penutup

3
HAL PENTING DALAM UU NO 7 TH 2017

•Pemilu Serentak
•Threshold/Ambang Batas
•Metode Konversi Suara ke Kursi
•Dana Kampanye Pilpres/Pileg
6
PEMILU SERENTAK
Mengikuti Putusan Mahkamah Konstitusi
Nomor14/PUU-XI/2013 yang  Pemilu serentak diharap mendorong
mengamanatkan Pileg dan Pilpres pemilih untuk memilih parpol yang
mendukung Pasangan Capres-
dilaksanakan serentak Cawapres tertentu.

 Pemilu serentak 2019 diharapkan


UU Pemilu ini mengatur mendorong konsentrasi perolehan
keserentakan pemilu Legislative suara parpol, sehingga terjadi
dan Presiden penyederhanaan sistem kepartaian.

Pemilihan Legislatif & Pemilihan


Presiden diadakan dalam hari yang
sama

5
AMBANG BATAS (THRESHOLD)

Ambang Batas Pencapresan (Presidential Threshold)


Ambang Batas Perolehan Kursi Anggota DPR RI Pasal 222
Pasal 414 ayat (1) “Pasangan Calon diusulkan oleh Partai Politik atau
Gabungan Partai Politik Peserta Pemilu yang
“Partai politik peserta pemilu harus memenuhi ambang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit
batas perolehan suara paling sedikit 4% (empat persen) 20% (dua puluh persen) dari jumlah kursi DPR atau
dari jumlah suara sah secara nasional unuk diikutkan 25% (dua puluh lima persen) dari suara sah secara
dalam penentuan perolehan kursi anggota DPR” nasional pada Pemilu anggota DPR sebelumnya”

7
Metode Konversi Suara ke Kursi
“Metode Sainte Lague Murni”
✖ Pasal 415 ayat (2) “dalam
penghitungan perolehan kursi DPR,
suara sah setiap partai politik yang
memenuhi ambang batas perolehan ✖ Metode yang sama juga
suara sebagaimana dimaksud diterapkan dalam
dalam Pasal 414 ayat (1) dibagi penghitungan kursi DPRD
dengan bilangan pembagi 1 dan Provinsi dan Kab/Kota
diikuti secara beruntun oleh
bilangan ganjil 3; 5; 7 dan
seterusnya.

9
Simulasi Penghitungan “Metode Sainte Lague Murni”
Dapil : XXX
Jumlah Kursi : 8
NO PARTAI JML SUARA DIBAGI 1 DIBAGI 3 DIBAGI 5 TOTAL
PEROLEHAN
KURSI
1 A 31.484 31.484 10.495 6.297 Tidak Dapat
Kursi
2 B 41.028 41.028 13.676 8.206 Tidak Dapat
Kursi
3 C 103.617 103.617 (3) 34.539 20.723 1 Kursi
4 D 79.846 79.846 (6) 26.615 15.969 1 Kursi
5 E 31.436 31.436 10.479 6.287 Tidak Dapat
Kursi
6 F 222.213 222.213 (1) 74.071 (7) 44.443 2 Kursi
7 G 88.418 88.418 (4) 29.473 17.684 1 Kursi
8 H 81.935 81.935 (5) 27.312 16.387 1 Kursi
9 I 186.477 186.477 (2) 62.159 (8) 37.295 2 Kursi
10 J 33.697 33.679 11.226 6.735 Tidak Dapat
Kursi
TOTAL 900.151 8 Kursi

10
Dana Kampanye Pilpres
Jumlah dana kampanye pemilu ini tertuang pada Pasal 327 Undang Undang
Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
Pasal 327
(1) Dana Kampanye yang berasal dari perseorangan sebagaimana
dimaksud dalam pasal 326 tidak boleh melebihi Rp2.500.000.000;
(dua miliar lima ratus juta rupiah).
(2) Dana Kampanye yang berasal dari kelompok, perusahaan, atau badan
usaha nonpemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326 tidak
boleh melebihi Rp25.000.000.000; (dua puluh lima miliar rupiah).
(3) Perseorangan, kelompok, perusahaan, dan/atau badan usaha
nonpemerintah yang memberikan sumbangan dana sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), harus melaporkan sumbangan
tersebut kepada KPU

13
Dana Kampanye Pileg
Pasal 331
1) Dana kampanye pemilu anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota yang
berasal dari pihak lain perseorangan sebagaimana dimaksud dalam 330 tidak boleh
lebih dari Rp. 2.500.000.000; (dua miliar lima ratus juta rupiah).
2) Dana kampanye pemilu anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota yang
berasal dari pihak lain kelompok, perusahaan dan badan usaha nonpemerintah
sebagaimana dimaksud dalam 326 tidak boleh lebih dari Rp. 25.000.000.000; (dua
puluh lima miliar rupiah).

Sanksi
Pasal 525
(1) Setiap orang, kelompok, perusahaan dan/atau badan usaha nonpemerintah yang memberikan dana
kampanye yang melebihi batas yang ditentukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327 ayat (1) dan Pasal
331 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp
500.000.000; (lima ratus juta rupiah)

14
SENGKETA PEMILU

 Sengketa hasil, misalnya sengketa hasil dari keputusan pemenang pemilu dapat dilaporkan ke
Mahkamah Konstitusi.
 Sengketa Pidana Pemilu, misalnya adanya kampanye gelap, politik uang, dsb dapat dilaporkan ke Gakkumdu (Penegak Huk
um Terpadu) yang terdiri dari unsur Kepolisian, Kejaksaan dan Bawaslu.
 Sengekta Putusan, misalnya Parpol yang tidak ditetapkan oleh KPU sebegai peserta pemilu dapat mengajukan keberatanny
a dengan melapor ke PTUN.
 Jika ada indikasi penyelenggara pemilu (KPU & Bawaslu) menyalahi kode etik maka dapat dilaporkan ke DKPP dan akan dip
roeses dengan bentuk sanksi seperti teguran sampai dengan pemecatan. Namun bila aduan tidak terbukti maka akan ada re
habilitasi.
 Jika ada parpol dan peserta pemilu yang merasa dirugikan secara ajudikasi, maka dapat
melaporkan ke Bawaslu.

15
13

Pelanggaran Pemilu & Penyelesaian Sengketa Hasil Pemilu

Pelanggaran Pemilu Penyelesaian Sengketa Hasil


Pelanggaran Pemilu berasal dari temuan dan laporan baik itu  Sengketa hasil diselesaikan oleh Mahkamah
terkait (pasal 454 – 455 UU Pemilu) Konstitusi;
 pelanggaran kode etik;
Paling lama 3 x 24 jam diajukan ke Mahkamah
 pelanggaran administratif ;
Konsitusi;
 pelanggaran terhadap peraturan uu lainnya.
 Makamah Konstitusi memutus perselisihan
penetapan perolehan suara hasil pemilihan
Temuan (7 hari sejak ditemukannya).
Presiden & Wakil Presiden 14 hari.
Laporan (dilaporkan paling lama 7 hari sejak diketahuinya).
14

Restrukturisasi Penyelenggara Pemilu

Jumlah Anggota Jumlah Anggota Jumlah Anggota


KPU RI (7 KPU Provinsi (5 KPU Kab/Kota
orang) - 7 orang) (3 – 5 orang)

Bawaslu Kab/Kota
Jumlah Anggota bersifat permanen.
Jumlah Anggota
Bawaslu Provinsi (5 atau Jumlah Anggota
Bawaslu RI (5 orang)
7 org) Bawaslu Kab/Kota (3
atau 5 orang)
15

Output Penindakan Sengketa Proses

Antarpeserta Mengikat
Pemilihan
Peserta dengan
Penyelenggara Mengikat
PUTUSAN

Kecuali terhadap:
Final dan
Pemilu Mengikat a. verifikasi Partai Politik
Peserta Pemilu;
b. penetapan daftar calon
tetap anggota DPR, DPD,
DPRD provinsi, dan DPRD
kabupaten/kota; dan
c. Penetapan Pasangan
Calon
Terima kasih