Anda di halaman 1dari 13

OLEH:

KELOMPOK:14
Kharisma Nurlaela Ramadhana-07041381722230

Anas-07041381722218
Sekilas mengenai Masyarakat Economy
ASEAN
ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai diberlakukan 31
Desember 2015 merupakan bentuk kerjasama integrasi ekonomi regional dikawasan Asia tenggara.

Indonesia dan sembilan negara anggota ASEAN lainnya telah menyepakati perjanjian Masyarakat
Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC).

Dibentuk untuk mewujudkan integrasi ekonomi ASEAN, yakni tercapainya wilayah ASEAN yang aman
dengan tingkat dinamika pembangunan yang lebih tinggi dan terintegrasi, pengentasan masyarakat
ASEAN dari kemiskinan,serta pertumbuhan ekonomi untuk mencapai kemakmuran yang merata dan
berkelanjutan.
Sejarah dibentuknya MEA
Masyarakat Ekonomi ASEAN diawali dengan dilaksanakannya KTT
di Kuala Lumpur yakni pada 1997 dimana para pemimpin ASEAN
sepakat memutuskan untuk memajukan ASEAN dengan menjadi
suatu kawasan makmur, stabil dan sangat bersaing dalam
perkembangan ekonomi yang berlaku adil dan dapat mengurangi
kesenjangan dan kemiskinan sosial ekonomi (ASEAN Vision 2020).

Pada Januari 2007 dilaksanakan pada KTT ASEAN yang ke-12. Para
pemimpin negara mulai menyatakan komitmen mereka tentang
percepatan pembentukan komunitas ASEAN di tahun 2015.
Deklarasi CEBU yang telah ditandatangani dan berisi tentang
percepatan dalam pembentukan MEA (Masyarakat Ekonomi
ASEAN) di tahun 2015 dan untuk melakukan pengubahan ASEAN
menjadi suatu daerah perdagangan yang bebas barang, jasa,
tenaga kerja terampil, investasi, dan aliran modal yang lebih
bebas lagi.
Proses terbentuknya MEA
Disahkannya ASEAN Vision 2020 15 Desember 1997 pada KTT ke-2 di
Kuala Lumpur

Ha Noi Plan of Action, KTT ke-6 ASEAN tanggal 16 Desember 1998

Roadmap of Integration of ASEAN (RIA), KTT ke-7 tanggal 5 November 2001

Bali Concord II, KTT ke-9 ASEAN di Bali tahun 2003 yang menyetujui
pembentukan Masyarakat ASEAN

Vientiane Action Program 2004-2010, KTT ke-10 ASEAN di Vientiane, Laos


2004. Sebagai program kerja untuk mewujudkan ASEAN Vision.

Cebu Declaration 2007, percepatan pembentukan AEC dari 2020


menjadi tahun 2015
Latar belakang dibentuknya Masyarakat ASEAN
1. Krisis keuangan Asia 1998 telah menyebabkan
kehancuran ekonomi negara-negara ‘Macan-Asia’.
Pasca krisis, negara di kawasan khususnya Indonesia
mengalami kesulitan likuiditas.
2. Untuk memulihkan ekonomi kawasan dan
kepercayaan investor asing, ASEAN sepakat untuk
melakukan integrasi ekonomi, agar kawasan ASEAN
lebih menarik bagi investor.

3. Pertumbuhan ekonomi India dan China (tertinggi di


dunia) saat memasuki abad ke-21 telah menyulitkan
negara-negara di kawasan Asia Tenggara untuk
berkompetisi. Integrasi ekonomi ke-10 negara
anggota di Asia Tenggara telah meningkatkan daya
tawar maupun daya saing ASEAN vis a vis China
dan India. Pertumbuhan ekonomi ASEAN saat ini
menjadi paling dinamis.
Pasar tunggal dan basis Produksi/Single market
and basic production
1. Arus Bebas Barang

• Dalam mewujudkan AEC dengan kekuatan pasar tunggal dan


berbasis produksi. Dengan mekanisme arus barang yang bebas di
kawasan ASEAN diharapkan jaringan produksi regional ASEAN akan
terbentuk dengan sendirinya.

Komponen arus perdagangan bebas barang tersebut meliputi: penurunan


dan penghapusan tarif secara signifikan maupun penghapusan hambatan
non-tarif.
• Arus Bebas Jasa
Arus bebas jasa juga merupakan elemen paling penting dalam pembentukan
ASEAN sebagai pasar tunggal dan berbasis produksi. Liberialisme bertujuan untuk
menghilangkan hambatan penyediaan jasa di antara negara-negara ASEAN
yang dilakukan melalui mekanisme yang diatur dalam ASEAN Framework
Agreement on Service (AFAS).
AFAS merupakan persetujuan di antara Negara-negara ASEAN di bidang jasa.
3. Arus Modal Yang Lebih Bebas

• Keterbukaan yang sangat bebas atas arus modal, akan berpotensi menimbulkan
risiko yang mengancam kestabilan kondisi perekonomian suatu negara. Dengan
mempertimbangkan, antara lain hal-hal tersebut, maka ASEAN memutuskan hanya akan
membuat arus modal menjadi lebih bebas (freer). Konteks ‘lebih bebas’ dalam hal ini secara
umum dapat diterjemahkan dengan pengurangan (relaxing)

• Liberalisasi arus modal yang dimaksud dalam konteks ASEAN adalah suatu proses
menghilangkan peraturan yang bersifat menghambat arus modal

• ‘Arus modal yang lebih bebas dalam mencapai AEC 2015 adalah untuk mendukung transaksi
keuangan yang lebih efisien, sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan,
memfasilitasi perdagangan internasional, mendukung pengembangan sektor keuangan
dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi’.
4. Arus Bebas Tenaga Kerja Terampil

• Apaila AEC terwujud pada tahun 2015, maka dapat dipastikan akan
terbuka kesempatan kerja seluas luasnya bagi warga negara ASEAN. Para
warga negara dapat keluar dan masuk dari suatu negara lain untuk
mendapatkan pekerjaan tanpa adanya hambatan di negara yang di tuju.


Integrasi ke perekonomian
Dunia/Integration in globalized economy
1. Kerja Sama Ekonomi ASEAN +1
Dalam upaya mengintegrasikan ekonomi ASEAN dengan ekonomi global, ASEAN telah melakukan serangkaian kerja
sama dengan beberapa mitra wicara dalam bentuk kerja sama FTA+1.
• a. ASEAN-China FTA
• b. ASEAN-India FTA
• c. ASEAN-Australia Selandia Baru FTA
• d. ASEAN-Jepang CEP
• e. ASEAN-Korea FTA

2.Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP)


Dalam rangka mengembangkan konsep Regional Economic Architecture,
para pemimpin ASEAN sepakat untuk mengedepankan sentralitas ASEAN.pendekatan negosiasi FTA secara region-
wide. Salah satu bentuk perluasannya adalah wacana pembentukan East Asia Free Trade Area (EAFTA) atau
Comprehensive Economic Partnership for East Asia (CEPEA).
Visi perluasan integrasi ekonomi tersebut adalah untuk menciptakan perekonomian kawasan yang berdaya saing,
berkeadilan, inklusif, berkelanjutan, dan tangguh.