Anda di halaman 1dari 20

ANUITAS

DI MUKA
& ANUITAS
DI TUNDA

http://www.free-powerpoint-templates-design.com
Tujuan :
Memahami perbedaan antara anuitas ditunda, anuitas dimuka, dan
1 anuitas biasa, serta antara perpetuitas ditunda, perpetuitas dimuka, dan
perpetuitas biasa

Menerapkan persamaan perpetuitas biasa untuk penilaian


2 saham yang memberikan dividen konstan

Menghitung tingkat bunga, nilai sekarang, dan nilai akan datang


3 menggunakan persamaan anuitas dimuka untuk nilai sekarang
dan nilai akan datang.
Perbedaan antara anuitas biasa (ordinary annuity)
dan anuitas dimuka (annuity due) adalah saat
pembayaran pertama. Jika pada ordinary annuity,
pembayaran pertama di mulai satu periode lagi,
pembayaran pertama pada anuity due adalah
diawal periode atau pada hari ini.

Hal ini sangat mudah dimengerti karena


perbedaan keduanya hanya terletak pada waktu
pembayaran pertama, sedangkan waktu
pembayaran-pembayaran lainnya (n-1) satu
pembayaran adalah sama.
5.1 ANUITAS DIMUKA UNTUK NILAI SEKARANG

1−(1+𝑖)−𝑛
Dari persamaan (22), kita mendapatkan 𝑃𝑉 = 𝐴
𝑖

Kita tahu bahwa untuk anuitas dimuka, pembayaran pertama sebesar A dilakukan pada
hari ini sehingga bernilai A juga. Sedangkan untuk pembayaran lainnya adalah sama,
tetapi sebanyak n-1 sehingga totalnya tetap sama, yaitu n kali pembayaran,
1 − (1 + 𝑖)−(𝑛−1)
𝑃𝑉𝐷𝑈𝐸 = 𝐴+𝐴
𝑖
1 − (1 + 𝑖)𝑛+1)
𝑃𝑉𝐷𝑈𝐸 = +1 𝐴
𝑖
CONTOH

Hitung nilai sekarang dari Rp 1.000.000 yang


diterima setiap blan selama 5 kali mulai hari ini
jika tingkat bunga yang relevan adalah 18% p.a
atau 1,5 % per bulan !
Jawab:

PV=......?
A=Rp 1.000.000
i=18%12=1,5%=0,015
n=5
1−(1+𝑖)−(𝑛−1)
𝑃𝑉 = +1 𝐴
𝑖
1− 1+0,015 −4
= + 1 × 𝑅𝑝 1.000.000
0,015
=(3,85438+1)×Rp 1.000.000
=Rp4.854.380
Kita juga dapat menggunakan tabel anuitas biasa dengan i=1,5% , jika ada,
dan n=4 untuk mendapatkan a4 dan
PV=(a+1)×Rp 1.000.000
=(3,85438+1)×Rp 1.000.000
=Rp4.854.380
Jika terdapat tabel anuitas di muka, kita bisa langsung mencari i=1,5% dan n=5 untuk mendapatkan a4 dan
PV=a×Rp 1.000.000
=4,85438×Rp 1.000.000
=Rp4.854.380
CONTOH
Hitung nilai sekarang dari 1 selama 10 periode mulai hari ini jika tingkat bunga per periode 0,2%

Jawab:

PV=......?
A=1
i=0,2%=0,002
n=10
1−(1+𝑖)−𝑛+1
𝑃𝑉 = +1 𝐴
𝑖
1− 1+0,002 −9
𝑃𝑉 = +1 × 1
0,002
𝑃𝑉 = 9,910656
5.2 ANUITAS DI MUKA UNTUK NILAI AKAN DATANG

(1+𝐼)𝑛 −1
Dari persamaan (26), diperoleh persamaan 𝐹𝑉 = 𝑖
𝐴

Perbedaan hasil antara keduanya semata-mata disebabkan factor bunga untuk


satu periode terakhir itu. Maksudnya, dengan anuitas di muka hasil
Persamaan (26) sudah dapat dicapai pada awal periode n atau pada
akhir periode (n-1).
Berdasarkan penalaran ini, kita bisa mendapatkan persamaan anuitas
di muka untuk nilai akan datang dengan mangalikan factor bunga
pada periode terakhir (1+i) pada persamaan anuitas biasa atau

𝐹𝑉𝐷𝑈𝐸 = 𝐹𝑉 𝑜𝑟𝑑𝑖𝑛𝑎𝑟𝑦 𝑎𝑛𝑛𝑢𝑖𝑡𝑦 𝑥 1 + 𝑖

1+𝑖 𝑛−1
𝐹𝑉𝐷𝑈𝐸 = 𝐴(1 + 𝑖)
𝑖
CONTOH
Hitung nilai akan datang (pada akhir tahun ke-5) dari tabungan Rp1.000.000 yang
disetorkan setiap tahun selama 5 kali mulai hari ini jika tingkat bunga 10% p.a.
diperhitungkan tahunan.
Jawab :
A = Rp1.000.000
i = 10% = 0,1
n=5

1+𝑖 𝑛−1
𝐹𝑉 = 𝐴 1+𝑖
𝑖
1 + 0,1 5 − 1
= 𝑅𝑝1.000.000𝑥 1 + 0,1
0,1
= 6.715.610
5.3 ANUITAS DITUNDA
Sejauh ini kita mengasumsikan pembayaran atau penerimaan pertama dalam anuitas
adalah pada akhir periode (atau satu periode lagi) disebut anuitas biasa, atau pada
awal periode (hari ini) disebut anuitas di muka.
Anuitas yang tidak memenuhi definisi anuitas biasa atau anuitas di muka karena
pembayaran dimulai setelah beberapa periode misalnya setelah m periode disebut
anuitas ditunda (deferred annuity).
Persamaan nilai sekarang untuk anuitas ditunda memang berbeda dari anuitas
biasa dan anuitas di muka, tetapi tidak sepenuhnya baru karena masih mengguna
kan persamaan anuitas biasa (di muka) sebagai pembilangnya dan 1 + 𝑖 𝑚−1
sebagai penyebutnya. Dengan kata lain, persamaan anuitas ditunda adalah
gabungan dari persamaan nilai sekarang anuitas biasa dan persamaan sekarang
untuk nilai tunggal.

Persamaan nilai sekarang untuk anuitas ditunda memang berbeda dari anuitas biasa
dan anuitas di muka, tetapi tidak sepenuhnya baru karena masih menggunakan
persamaan anuitas biasa (di muka) sebagai pembilangnya dan 1 + 𝑖 𝑚−1 sebagai
penyebutnya. Dengan kata lain, persamaan anuitas ditunda adalah gabungan dari
persamaan nilai sekarang anuitas biasa dan persamaan sekarang untuk nilai tunggal.
1− 1+𝑖 −𝑛
𝑃𝑉𝑚−1 = 𝐴 atau
𝑖

1 − 1 + 𝑖 −𝑛
𝑃𝑉𝑚−1 𝐴
𝑖
𝑃𝑉 = 𝑃𝑉0 = =
1 + 𝑖 𝑚−1 1 + 𝑖 𝑚−1
Contoh
Hitung nilai sekarang dari arus kas sebesar Rp 1.000.000 setiap tahun selama
4 kali yang dimulai 5 tahun lagi jika 𝑖 = 10% p.a.
Jawab:
𝑚=5
𝑖 = 10% = 0,1
𝑛=4
𝐴 = Rp1.000.000
1 − 1 + 𝑖 −𝑛
𝑃𝑉𝑚−1 𝐴
𝑖
𝑃𝑉 = =
1 + 𝑖 𝑚−1 1 + 𝑖 𝑚−1

1 − 1 + 0,1 −4
× Rp1.000.000
0,1
=
1 + 0,1 5−1

= Rp2.165.060,75
CONTOH

Sebuah asuransi pendidikan sekali bayar menawarkan pembayaran uang kuliah sebesar
Rp 10.000.000 setiap semester selama 8 semester kepada penerima manfaat (benificiary)
sejak si anak mulai kuliah. Jika si anak sekarang berusia 8 tahun dan akan mulai kuliah
10 tahun lagi, berapa harga pokok asuransi pendidikan itu hari ini (sebelum
memperhitungkan biaya asuransi) jika tingkat bunga yang relevan adalah 𝑗2 = 10%?
Jawab:
𝑚 = 10 tahun = 20 semester
𝑛 = 8 semester

10%
𝑖= = 5% = 0,05
2
𝐴 = Rp 10.000.000

1 − 1 + 𝑖 −𝑛
𝐴
𝑖
𝑃𝑉 = 𝑃𝑉0 =
1 + 𝑖 𝑚−1

1 − 1 + 𝑖 −𝑛
𝐴
𝑖
𝑃𝑉 = 𝑃𝑉0 =
1 + 𝑖 𝑚−1
= Rp 25.577.126,6
PR
Halaman 116 - 117
Thank you