Anda di halaman 1dari 15

ASUHAN KEPERAWATAN INSUFISIENSI ADRENAL

(PENYAKIT ADDISON)

NAMA KELOMPOK :
1. Desak Putu Diah Ambarawati P.D (17C10137)
2. Nyoman Wulan Sari (17C10139)
3. I Komang Gede Putra Adnyana (17C10144)
4. Komang Ayu Trisna Maharani (17C10149)
5. Ni Wayan Ariska Nitha (17C10155)
6. Ni Putu Ayu Krisnayanti (17C10157)
7. Ni Putu Dentika Asvini (17C10161)
8. I Kadek Dharma Putra (17C10168)
9. A.A Gde Wahyu Sparsayoga (17C10182)
10. Ni Luh Putu Sandra Dewi (17C10189)
11. I Dewa Ayu Eka Candra Astuti Sari (17C10190)
12. I Made Agus Suryawan Putra (17C10192)
13. Indah Novita Anggreni (17C10195)
ASUHAN KEPERAWATAN INSUFISIENSI ADRENAL
(PENYAKIT ADDISON)

A.PENGKAJIAN
A.IDENTITAS
 Usia : berdasarkan angka kejadian usia penderita biasanya 20-50 tahun
 Jenis kelamin: untuk jenis kelamin tidak berpengaruh, penyakit ini bisa
menyerang laki-laki

B.KELUHAN UTAMA
 Pada umumnya pasien mengeluh kelemahan, fatique, nausea dan
muntah.

C.RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


 Perlu dikaji apakah klien pernah menderita tuberkulosis, hipoglikemia
maupun Ca paru, payudara dan limpoma
D. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
 Pada pasien dengan penyakit Addison gejala yang sering muncul ialah
pada gejala awal : kelemahan, fatigue, anoreksia, nausea, muntah, BB
turun, hipotensi dan hipoglikemi, astenia (gejala cardinal). Pasien lemah
yang berlebih, hiperpigmentasi, rambut pubis dan axila berkurang pada
perempuan, hipotensi arterial (TD : 80/50 mm/Hg)

E. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


 Perlu dikaji apakah dalam keluarga ada yang pernah mengalami penyakit
yang sama / penyakit
B.PEMERIKSAAN FISIK
A. AKTIVITAS/ISTIRAHAT
 Gejala : Lelah, nyeri/ kelemahan pada otot (terjadi perburukan setiap hari. Tidak mampu beraktivitas
atau bekerja
 Tanda : Peningkatan denyut jantung atau denyut nadi pada aktivitas yang minimal. Penurunan
kekuatan dan rentang gerak sendi. Depresi, gangguan konsentrasi. Letargi

B. SIRKULASI
 Tanda : Hipotensi termasuk hipotensi postural, Takikardi, disritmia, suara jantung melemah, Nadi
perifer melemah, Pengisian kapiler memanjang, Ekstremitas dingin, sianosis, dan pucat

C.INTEGRITAS EGO
 Gejala : adanya riwayat riwayat factor stress yang baru dialami, termasuk sakit fisik atau
pembedahan. Perubahan gaya hidup. Ketidakmampuan mengatasi stress
 Tanda : Ansietas, peka rangsang, depresi, emosi tidak stabil

D. ELIMINASI
 Gejala : diare, sampai adanya konstipasi, Kram abdomen, Perubahan frekuensi dan karakteristik urin
 Tanda : Diuresis yang diikuti oliguria
LANJUTAN…..

E. MAKANAN/CAIRAN
 Gejala : Anoreksia berat, mual, muntah, kekurangan zat garam, BB
menurun dengan cepat
 Tanda : Turgor kulit jelek, membrane mukosa kering
F. NEUROSENSORI
 Gejala : Pusing, sinkope, gemetar kelemahan otot, kesemutan
 Tanda : disorientasi terhadap waktu, tempat, ruang (karena kadar natrium
rendah), letargi,
G. NYERI/KENYAMANAN
 Gejala : Nyeri otot, kaku perut, nyeri kepala, Nyeri tulang belakang,
abdomen, ekstrimitas (pada keadaan krisis)
LANJUTAN…

H.PERNAPASAN
 Gejala : Dipsnea
 Tanda : Pernapasan meningkat, takipnea, suara nafas: krekels, ronkhi pada
keadaan infeksi
I. KEAMANAN
 Gejala : tidak toleran terhadap panas, cuaca udara panas
 Tanda : Hiperpigmentasi kulit (coklat kehitaman karena terkena sinar
matahari) menyeluruh atau berbintik bintik. Peningkatan suhu, demam
yang diikuti dengan hipotermi (keadaan krisis)
J.SEKSUALITAS
 Gejala : Adanya riwayat menopause dini, amenore. Hilangnya tanda tanda
seks sekunder (berkurangnya rambut rambut pada tubuh terutama pada
wanita). Hilangnya libido
C. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

A.PEMERIKSAAN LABORATORIUM.

B. PEMERIKSAAN RADIOGRAFI ABDOMINAL


MENUNJUKAN ADANYA KLASIPIKASI
DIADRENAL.

C. CT Scan

D. GAMBARAN EKG
D.Tes Stimulasi dan Supremasi untuk fungsi
adrenokortikoid
1)Tes Tetrakosaktrin Singkat

2) Tes Tetrakosaktrin yang Diperpanjang

3) Tes Supresi Deksametason

4) Tes Metirapon

5) Tes lainnya
E. Diagnosa

A. Kekurangan volume cairan b/d ketidakseimbangan input dan


output.
B. Nutrisi, kurang dari kebutuhan tubuh b/d metabolism lemak
abnormal
C. Harga diri rendah b/d hiperpigmentasi pada kulit dan
membrane mukosa
D. Intoleransi aktifitas b/d kelemahan fisik.
E. Ansietas berhubungan dengan ancaman atau perubahan status
kesehatan.
F. PERENCANAAN

DX Kekurangan volume cairan b/d ketidakseimbangan


input dan output.
1. TUJUAN
 Dalam waktu 1 × 24 jam tidak terjadi kekurangan volume cairan.
2. KRITERIA
 Klien tidak mengeluh pusing, membrane mukosa lembab, turgor kulit normal,
tanda – tanda vital dalam batas normal.
3. INTERVENSI RASIONAL
 Pantau status cairan ( turgor kulit, membrane mukosa, dan keluaran urine ).
 Kaji sumber – sumber kehilangan cairan.
 Auskultasi TD. Bandingkan kedua lengan, ukur dalam keadaan berbaring, duduk,
atau, berdiri bila memungkinkan.
.
DX .Nutrisi, kurang dari kebutuhan tubuh
b/d metabolism lemak abnormal
1. TUJUAN
 Dalam waktu 2 × 24 jam nutrisi klien terpenuhi

2. KRITERIA
 Klien tidak mengeluh mual dan muntah, nafsu makan klien meningkat, BB meningkat.

3. INTERVENSI RASIONAL
 Kaji riwayat nutrisi, termasuk makanan yang disukai.
 Observasi dan catat masukan makanan klien.
 Berikan makan sedikit dan makanan tambahan kecil yang tepat. Pertahankan jadwal
penimbangan berat badan secara teratur.
DX Harga diri rendah b/d hiperpigmentasi
pada kulit dan membrane mukosa
1. TUJUAN
 Dalam waktu ….x 24 jam setelah dilakukan intervensi klien tidak lagi mengalami harga
diri rendah dengan perubahan penampilan tubuhnya atau menerima keadaan dirinya.

2. KRITERIA
 Mengungkapkan penerimaan terhadap keadaan diri sendiri diungkapkan secara verbal,
menunjukksn kemampuan adaptasi terhadap perubahan yang terjadi dengan ditandai oleh
merencanakan tujuan yang realistik dan berpartisipasi aktif di dalam bekerja/bermain
berhubungan dengan orang lain.

3. INTERVENSI RASIONAL
 Atur periode singkat untuk bicara tanpa diganggu dan dorong pasien untuk
mengungkapkan perasaan tentang keadaan nya, misalnya perubahan penampilan,
peran, pengaruh penyakit pada pekerjaannya. Tunjukkan perhatian bersikap tidak
menghakimi.
LANJUTAN……..

 Atur periode singkat untuk bicara tanpa diganggu dan dorong pasien
untuk mengungkapkan perasaan tentang keadaan nya, misalnya perubahan
penampilan, peran, pengaruh penyakit pada pekerjaannya. Tunjukkan
perhatian bersikap tidak menghakimi.

 Membina hubungan dan meningkatkan keterbukaan dengan pasaien.


Membantu dalam mengevaluasi berapa banyak masalah yang dapat diubah
oleh pasien.
EVALUASI
 Adanya perbaikan keseimbangan cairan
 Nutrisi sesuai dengan kebutuhan
 Mampu menerima penampilan tubuhnya atau
menerima keadaan dirinya.
TERIMAKASIH