Anda di halaman 1dari 40

Magnetik Disk dan Teknologi RAID

Magnetik disk adalah sebuah piringan bundar yang terbuat dari palstik
atau logam yang permukaanya dari bahan yang mempunyai sifat
magnetic yang dapat menghasilkan medan magnetik yang yang
diperlukan pada saat baca tulis. Di atas permukaan piringan cakram
terdapat head baca tulis.
Pernukaan cakram dilapisi dengan bahan kimia yang disebut ironoxide
barbahan aluminium, aluminium alloy, dan kaca.
Bahan kaca memberikan manfaat antara lain
• Meningkatkan reliabilitas disk
• Mengurangi R/W error
• Kemampuan untuk mendukung kerapatan tinggi
• Kekakuan yang lebih baik untuk mengurangi dinamisasi disk
• Kemampuan menahan goncangan dan kerusakan
• Pada head tetap setiap track memiliki kepala head sendiri, sedangkan
pada head bergerak, satu kepala head digunakan untuk beberapa
track dalam satu muka disk.
• Pada head bergerak adalah lengan head bergerak menuju track yang
diinginkan berdasarkan perintah dari disk drive-nya. Sistem kerja dari
head ini adalah ketika arus + ataupun arus – melewati head, maka
akan menimbulkan sebuah medan magnet yang nantinya akan
menarik dari head tersebut. Head akan bergerak ke kiri atau kekanan
tergantung dari polaritas arus drive tersebut. Untuk membacanya,
ketika head tersebut melewati sebuah daerah magnet maka sebuah
arus + dan – dimunculkan dari head dan ini memungkinkan untuk
membaca bit-bit yang telah disimpan sebelumnya.
Banyaknya track pada piringan menunjukkan karakteristik
penyimpanan pada lapisan permukaan, kapasitas disk drive dan
mekanisme akses. Pada disk pack yang terdiri dari 11 piringan
mempunyai 20 permukaan untuk menyimpan data. Kedua sisi dari
setiap piringan digunakan untuk menyimpan data, kecuali pada
permukaan yang paling atas dan paling bawah tidak digunakan untuk
menyimpan data, karena pada bagian tersebut lebih mudah terkena
kotoran/debu daripada permukaan yang didalam juga arm pada
permukaan luar hanya dapat mengakses separuh data. Untuk
mengakses, disk pack disusun pada disk drive yang didalamnya
mempunyai sebuah controller, access arm, read/write head dan
mekanisme untuk rotasi pack.
Metode pengalamatan dalam magnetic disk ( hardisk ) ada 2 yaitu :
1. Metode silinder
Metode silinder merupakan Pengalamatan berdasarkan nomor
silinder, nomor permukaan dan nomor record. Semua track dari disk
pack membentuk suatu silinder. Jadi bila suatu disk pack dengan 200
track per permukaan, maka mempunyai 200 silinder. Bagian nomor
permukaan dari pengalamatan record menunjukkan permukaan
silinder record yang disimpan.
Jika ada 11 piringan maka nomor permukaannya dari 0-19 atau dari
1-20. Pengalamatan dari nomor record menunjukkan dimana record
terletak pada track yang ditunjukkan dengan nomor silinder dan
nomor permukaan.
2. Metode sektor.
Setiap track dari pack dibagi kedalam sektor-sektor. Setiap sektor
adalah storage area untuk banyaknya karakter yang tetap.
Pengalamatan recordnya berdasarkan nomor sektor, nomor track,
nomor permukaan. Nomor sektor yang diberikan oleh disk
controller menunjukkan track mana yang akan diakses dan
pengalamatan record terletak pada track yang mana. Setiap track
pada setiap piringan mempunyai kapasitas penyimpanan yang sama
meskipun diameter tracknya berlainan. Keseragaman kapasitas
dicapai dengan penyesuaian density yang tepat dari representasi
data untuk setiap ukuran track. Keuntungan lain dari pendekatan
keseragaman kapasitas adalah file dapat ditempatkan pada disk
tanpa merubah lokasi nomor sektor (track atau cylinder) pada file.
Komponen Pada Magnetic Disk
1. Spindle
Hard disk terdiri dari spindle yang menjadi pusat putaran dari keping-
keping cakram magnetik penyimpan data. Spindle ini berputar
dengan cepat, oleh karena itu harus menggunakan high quality
bearing.
Dahulu hard disk menggunakan ball bearing namun kini hard disk
sudah menggunakan fluid bearing. Dengan fluid bearing maka gaya
friksi dan tingkat kebisingan dapat diminimalisir. Spindle ini yang
menentukan putaran hard disk
2. Cakram Magnetik (Magnetic Disk)
Pada cakram magnetik inilah dilakukan penyimpanan data pada hard
disk. Cakram magnetik berbentuk plat tipis dengan bentuk seperti
CD-R. Dalam hard disk terdapat beberapa cakram magnetik.
Hard disk yang pertama kali dibuat, terdiri dari 50 piringan cakram
magnetik dengan ukuran 0.6 meter dan berputar dengan kecepatan
1.200 rpm. Saat ini kecepatan putaran hard disk sudah mencapai
10.000rpm dengan transfer data mencapai 3.0 Gbps.
3. Read-write Head
Read-write Head adalah pengambil data dari cakram magnetik. Head
ini melayang dengan jarak yang tipis dengan cakram magnetik.
Dahulu head bersentuhan langsung dengan cakram magnetik
sehingga mengakibatkan keausan pada permukaan karena gesekan.
Kini antara head dan cakram magnetik sudah diberi jarak sehingga
umur hard disk lebih lama.
4. Enclosure
Enclosure adalah lapisan luar pembungkus hard disk. Enclosure
berfungsi melindungi semua bagian dalam hard disk agar tidak
terkena debu, kelembaban dan hal lain yang dapat mengakibatkan
kerusakan data.
Dalam enclosure terdapat breath filter yang membuat hard disk
tidak kedap udara, hal ini bertujuan untuk membuang panas yang
ada didalam hard disk karena proses putaran spindle dan
pembacaan Read-write head.
5. Interfacing Module
Interfacing modul berupa seperangkat rangkaian elektronik yang
mengendalikan kerja bagian dalam hard disk, memproses data dari
head dan menghasilkan data yang siap dibaca oleh proses
selanjutnya. Interfacing modul yang dahulu banyak dipakai adalah
sistem IDE (Integrated Drive Electronics) dengan sistem ATA yang
mempunyai koneksi 40 pin.
Teknologi terbaru dari interfacing module adalah teknologi Serial ATA
(SATA). Dengan SATA maka satu hard disk ditangani oleh satu bus
tersendiri didalam chipset, sehingga penanganannya menjadi lebih
cepat dan efisien.
Perkembangan Media Magnetik
1. Punch Card
Sejak tahun 1725 telah dirancang sebuah media untuk menyimpan
data yang diperkenalkan oleh seorang tokoh bernama Basile
Bouchon menggunakan sebuah kertas berforasi untuk menyimpan
pola yang digunakan pada kain. Namun pertama kali dipatenkan
untuk penyimpanan data sekitar 23 September 1884 oleh Herman
Hollerith – sebuah penemuan yang digunakan lebih dari 100 tahun
hingga pertengahan 1970. Jumlah data yang tersimpan dalam media
tersebut sangat kecil, dan fungsi utamanya bukanlah menyimpan
data namun menyimpan pengaturan (setting) untuk mesin yang
berbeda.
2. Punch Tape
Seorang tokoh bernama Alexander Bain merupakan orang yang
pertama kali mengetahui penggunaan paper tape yang biasanya
digunakan untuk mesin faksimili dan mesin telegram (tahun 1846).
Setiap baris tape menampilkan satu karakter, namun karena Anda
dapat membuat fanfold dengan mudah maka dapat menyimpan
beberapa data secara signifikan menggunakan punch tape
dibandingkan dengan punch card.
3. Selectron Tube
Pada tahun 1946 RCA mulai mengembagkan Selectron Tube yang
merupakan awal format memori komputer dan Selectron Tube
terbesar berukuran 10 inci yang dapat menyimpan 4096 bits Harga
satu buah tabung sangat mahal dan umurnya sangat pendek di
pasaran.
4. Magnetic Tape
Pada tahun 1950-an magnetic tape telah digunakan pertama kali oleh IBM
untuk menyimpan data. Saat sebuah rol magetic tape dapat menyimpan
data setara dengan 10.000 punch card, membuat magnetic tape sangat
populer sebagai cara menyimpan data komputer hingga pertengahan
tahun 1980-an.
5. Compact Cassette
Compact Cassette merupakan salah satu bagian dari Magnetic Tape,
dikarenakan sudah banyak dari kita yang telah memilikinya, hal itu
menjadi bagian yang khusus. Compact Cassette diperkenalkan oleh
Philips pada tahun 1963, namun tidak sampai tahun 1970 menjadi
populer. Komputer, seperti ZX Spectrum, Commodore 64 dan Amstrad
CPC menggunakan kaset untuk menyimpan data. Standar 90 menit
Compact Cassette dapat menyimpan sekitar 700kB hingga 1MB dari data
tiap sisinya. Jika disetarakan dengan DVD, maka data dalam Compact
Cassette dapat dijalankan selama 281 hari.
6. Magnetic Drum
Magnetic Drum memiliki panjang 16 inci yang bekerja 12.500
putaran tiap menit. Media ini digunakan untuk menunjang
komputer IBM 650 sekitar 10.000 karakter dari Memori Utama.
7. Floppy Disk
Pada tahun 1969, floppy disk pertama kali diperkenalkan. Saat itu
hanya bisa membaca (read-only), jadi ketika data tersimpan tidak
dapat dimodifikasi maupun dihapus. Ukurannya 8 inch dan dapat
menyimpan data sekitar 80kB. Empat tahun kemudian, floppy disk
yang sama muncul dan dapat menyimpan data sebanyak 256kB.
Selain itu, memiliki kemampuan dapat ditulis kembali (writeable).
Perkembangan selanjutnya, pada tahun 1990 lahir disk dengan
ukuran 3 inci yang dapat menyimpan data sekitar 250 MB, atau
biasa disebut juga Zip disk.
8. World’s first hard drive
Tanggal 13 September 1956, komputer IBM 305 RAMA dalam
kondisi tidak terselubungi. Komputer tidak mengalami perubahan
sejak dapat menyimpan data sekitar 4.4 MB (setara dengan 5 milyar
karakter) – saat itu sudah menjadi hal yang menakjubkan. Data
tersimpan dalam 50 buah Magnetic Diks yang berukuran 24 inci.
Lebih dari 1000 sistim dibangun dan diproduksi pada akhir tahun
1961.
9. Hard drive
Hard drive masih diproduksi di bawah pengembangan yang tetap
(konstan). Hitachi Deskstar 7K adalah hard drive pertama kali yang
dapat menyimpan data 500GB setara dengan 120.000 World’s first
hard drive IBM 305 RAMAC. Hal ini cenderung tiap tahun kita dapat
memperoleh drive yang dapat menyimpan data secara cepat
dengan harga murah.
Jenis magnetic disk

a. Disket Floppy
Menurut ukurannya, disket floppy terdiri atas disket yang berukuran
5,25 dan 3,5 inci.Disket floppy berukuran 3,5 inci ada yang
berkapasitas 720 KB (low density), ada yang berkapasitas 1, 44 MB
(high density). Disket floppy mempunyai notch (tekukan atau lubang)
yang berfungsi untuk mencegah penulisan ke disket, atau untuk
melindungi data.
b. Hardisk
Hard disk adalah jenis disk yang bersifat tetap, tidak perlu dikeluar-
masukkan sebagaimana disket floppy.
Kapasitas simpan atau rekam data pada hard disk jauh lebih tinggi
dari pada disket floppy. Pada mulanya, ukuran minimum adalah 10
MB, akan tetapi hard disk yang dipakai sekarang umumnya kapasitas
simpannya sangat besar, dengan ukuran GigaByte. Selain kapasitas
simpan yang besar, hard disk juga mempunyai kecepatan atau
pencarian data (seek and accses time) yang jauh lebih tinggi dari
pada disket floppy.
c. Zip Drive merupakan media penyimpanan magnetic dengan head
yang sangat kecil dan dapat menampung data hingga 750 MB.·
d. Memory Card (Flash Memory Card) merupakan media penyimpanan
yang banyak dipakai pada peralatan computer dan elektronik,
seperti kamera digital, laptop, handphone, ipod serta video gam
console.
e. USB Flash disk (Flash drive atau USB Keys) memiliki kapasitas data
yang besar, tidak gampang rusak, serta berukuran kecil hingga
mudah dibawah.·
Keunggulan dan kelmahan magnetic disk
Keunggulan
• Penyimpanan data pada media ini bersifat nonvolatile, artinya data
yang telah disimpan tidak akan hilang ketika komputer dimatikan.
• Data pada media ini dapat dibaca, dihapus dan ditulis ulang.
• Keunggulan lainnya ialah, media ini mudah digunakan.

Kelemahan
• Rentan terhadap jamur dan korosi
• Bentuknya yang bergaris-garis (track, sector), sehingga kecepatan dan
kapasitas simpannya termasuk rendah jika dibanding dengan media
optik.
Teknologi RAID
RAID (Redundant Array of Independent Disk)
merupakan organisasi disk memori yang mampu menangani beberapa
disk dengan sistem akses paralel dan redudansi ditambahkan untuk
meningkatkan reliabilitas.
RAID didesain untuk meningkatkan keandalan data dan meningkatkan
kinerja I/O dari hard disk.
RAID menggabungkan beberapa hard disk fisik ke dalam sebuah unit
logis penyimpanan, dengan menggunakan perangkat lunak atau
perangkat keras khusus
karakteristik umum RAID , yaitu :
1. RAID adalah sekumpulan disk drive yang dianggap sebagai sistem tunggal
disk.
2. Data didistribusikan ke drive fisik array.
3. Kapasitas redunant disk digunakan untuk menyimpan informasi paritas,
yang menjamin recoveribility data ketika terjadi masalah atau kegagalan
disk.

Jadi, RAID merupakan salah satu jawaban masalah kesenjangan kecepatan


disk memori dengan CPU dengan cara menggantikan disk berkapasitas besar
dengan sejumlah disk-disk berkapasitas kecil dan mendistribusikan data pada
disk-disk tersebut sedemikian rupa sehingga nantinya dapat dibaca kembali.
Ada beberapa konsep kunci di dalam RAID:
1. mirroring (penyalinan data ke lebih dari satu buah hard disk)
Teknik mirroring dapat meningkatkan proses pembacaan data
mengingat sebuah sistem yang menggunakannya mampu membaca
data dari dua disk atau lebih, tapi saat untuk menulis kinerjanya akan
lebih buruk, karena memang data yang sama akan dituliskan pada
beberapa hard disk yang tergabung ke dalam larik tersebut.
2. striping (pemecahan data ke beberapa hard disk)
Teknik striping, bisa meningkatkan performa, yang mengizinkan
sekumpulan data dibaca dari beberapa hard disk secara sekaligus
pada satu waktu, akan tetapi bila satu hard disk mengalami
kegagalan, maka keseluruhan hard disk akan mengalami
inkonsistensi.
3. koreksi kesalahan, di mana redundansi data disimpan untuk
mengizinkan kesalahan dan masalah untuk dapat dideteksi dan
mungkin dikoreksi
Teknik pengecekan kesalahan / koreksi kesalahan juga pada umumnya
akan menurunkan kinerja sistem, karena data harus dibaca dari
beberapa tempat dan juga harus dibandingkan dengan checksum
yang ada.
Level RAID
1.RAID level 0
RAID level 0 menggunakan kumpulan disk dengan striping pada
level blok, tanpa redundansi. Jadi hanya menyimpan melakukan
striping blok data ke dalam beberapa disk. Level ini sebenarnya tidak
termasuk ke dalam kelompok RAID karena tidak menggunakan
redundansi untuk peningkatan kinerjanya.
2. RAID level 1
RAID level 1 ini merupakan disk mirroring, menduplikat setiap disk.
Cara ini dapat meningkatkan kinerja disk, tetapi jumlah disk yang
dibutuhkan menjadi dua kali lipat, sehingga biayanya menjadi
sangat mahal. Pada level 1 (disk duplexing dan disk mirroring) data
pada suatu partisi hard disk disalin ke sebuah partisi di hard disk
yang lain sehingga bila salah satu rusak , masih tersedia salinannya
di partisi mirror
3. RAID level 2
RAID level 2 ini merupakan pengorganisasian dengan error-
correcting-code (ECC). Seperti pada memori di mana
pendeteksian terjadinya error menggunakan paritas bit. Setiap
byte data mempunyai sebuah paritas bit yang bersesuaian yang
merepresentasikan jumlah bit di dalam byte data tersebut di
mana paritas bit=0 jika jumlah bit genap atau paritas=1 jika ganjil.
Jadi, jika salah satu bit pada data berubah, paritas berubah dan
tidak sesuai dengan paritas bit yang tersimpan. Dengan demikian,
apabila terjadi kegagalan pada salah satu disk, data dapat
dibentuk kembali dengan membaca error-correction bit pada disk
lain
4. RAID level 3
RAID level 3 merupakan pengorganisasian dengan paritas bit
interleaved. Pengorganisasian ini hampir sama dengan RAID level
2, perbedaannya adalah RAID level 3 ini hanya memerlukan
sebuah disk redundan, berapapun jumlah kumpulan disk-nya.
Jadi tidak menggunakan ECC, melainkan hanya menggunakan
sebuah bit paritas untuk sekumpulan bit yang mempunyai posisi
yang sama pada setiap disk yang berisi data. Selain itu juga
menggunakan data striping dan mengakses disk-disk secara
paralel.
5. RAID level 4
RAID level 4 merupakan pengorganisasian dengan paritas blok
interleaved, yaitu menggunakan striping data pada level blok,
menyimpan sebuah paritas blok pada sebuah disk yang terpisah
untuk setiap blok data pada disk-disk lain yang bersesuaian. Jika
sebuah disk gagal, blok paritas tersebut dapat digunakan untuk
membentuk kembali blok-blok data pada disk yang gagal tadi.
Kecepatan transfer untuk membaca data tinggi, karena setiap disk-
disk data dapat diakses secara paralel. Demikian juga dengan
penulisan, karena disk data dan paritas dapat ditulis secara paralel.
6. RAID level 5
RAID level 5 merupakan pengorganisasian dengan paritas blok
interleaved tersebar. Data dan paritas disebar pada semua disk
termasuk sebuah disk tambahan. Pada setiap blok, salah satu
dari disk menyimpan paritas dan disk yang lainnya menyimpan
data. Sebagai contoh, jika terdapat kumpulan dari 5 disk, paritas
blok ke n akan disimpan pada disk (n mod 5) + 1; blok ke n dari
empat disk yang lain menyimpan data yang sebenarnya dari blok
tersebut. Sebuah paritas blok tidak menyimpan paritas untuk
blok data pada disk yang sama, karena kegagalan sebuah disk
akan menyebabkan data hilang bersama dengan paritasnya dan
data tersebut tidak dapat diperbaiki. Penyebaran paritas pada
setiap disk ini menghindari penggunaan berlebihan dari sebuah
paritas disk seperti pada RAID level 4.
7. RAID level 6
RAID level 6 disebut juga redundansi P+Q, seperti RAID level 5, tetapi
menyimpan informasi redundan tambahan untuk mengantisipasi
kegagalan dari beberapa disk sekaligus. RAID level 6 melakukan dua
perhitungan paritas yang berbeda, kemudian disimpan di dalam blok-
blok yang terpisah pada disk-disk yang berbeda. Jadi, jika disk data yang
digunakan sebanyak n buah disk, maka jumlah disk yang dibutuhkan
untuk RAID level 6 ini adalah n+2 disk. Keuntungan dari RAID level 6 ini
adalah kehandalan data yang sangat tinggi, karena untuk menyebabkan
data hilang, kegagalan harus terjadi pada tiga buah disk dalam interval
rata-rata untuk perbaikan data (Mean Time To Repair atau MTTR).
Kerugiannya yaitu penalti waktu pada saat penulisan data, karena setiap
penulisan yang dilakukan akan mempengaruhi dua buah paritas blok.
8. RAID level 0+1 dan 1+0
RAID level 0+1 dan 1+0 ini merupakan kombinasi dari RAID level 0
dan 1. RAID level 0 memiliki kinerja yang baik, sedangkan RAID level 1
memiliki kehandalan. Namun, dalam kenyataannya kedua hal ini sama
pentingnya. Dalam RAID 0+1, sekumpulan disk di-strip, kemudian
strip tersebut di-mirror ke disk-disk yang lain, menghasilkan strip-strip
data yang sama.
Kombinasi lainnya yaitu RAID 1+0, di mana disk-disk di-mirror secara
berpasangan, dan kemudian hasil pasangan mirrornya di-strip. RAID
1+0 ini mempunyai keuntungan lebih dibandingkan dengan RAID 0+1.
Sebagai contoh, jika sebuah disk gagal pada RAID 0+1, seluruh strip-
nya tidak dapat diakses, hanya sebagian strip saja yang dapat diakses,
sedangkan pada RAID 1+0, disk yang gagal tersebut tidak dapat
diakses, tetapi pasangan mirror-nya masih dapat diakses, yaitu disk-
disk selain dari disk yang gagal.