Anda di halaman 1dari 10

Nama Kelompok

1. abdul hair
2. muhammad rusman fadillah
3. muhammad tarmidzi idris
4. soefyan hadinata
5. yudistira fahry mahardika
Definisi ulkus peptikum
• Ulkus peptikum adalah luka yang muncul pada dinding
labung akibat kerkikisnya lapisan dinding lambung.Luka
ini juga berpotesi muncul pada dinding bagian pertama
usus kecil (duodenum) serta kerongkongan
(esofagus).Tukak lambung dapat menyebabkan rasa nyeri
pada lambung atau bahkan perdarahan dalam kasus yang
parah.Penakit ini dapat menyerang semua orang pada
segala umur.Meski begitu, pria diusia di atas 60 tahun
memiliki resiko yang lebih tinggi untuk
mengalaminya.Tukak lambung sendiri dapat diobati
hingga tuntas jika penyebab utama dapat diketahui.
etiologi
Penyebab umum dari ulserasi peptikum adalah
ketidakseimbangan antara selresi cairan lambung
dan derajat perlindungan yang diberikan sawar
mukosa gastroduodenal dan netralisasi asam
lambung oleh cairan deudenum. (Arif Mutaqqin,2011)

Penyebab khususnya diantaranya :


• Infeksi bakteri H. pylori
• Peningkatan sekresi asam
• Konsumsi obat-obatan
• Stres fisik
• Refluks usus lambung
Patofisiologi
• Ulkus peptikum terjadi pada mukosa gastroduodenal
karena jaringan ini tidak dapat menahan kerja asam
lambung pencernaan (asam hidrochlorida dan pepsin).
Erosi yang terjadi berkaitan dengan peningkatan konsentrasi
dan kerja asam peptin, atau berkenaan dengan penurunan
pertahanan normal dari mukosa
• Pendarahan pada ulkus peptikum bisa terjadi disetiap
tempat namun yang tersering adalah dinding bulbus
duodenum bagian posterior, karena dekat dengan arteri
gastroduodenalis atau arteri pankreatikoduodenalis.
Keehilangan darah ringan dan kronik dapat mengakibatkan
anemia difesiensi besi. Disamping itu pendarahan dapat
memunclkan gejala hematemesis dan melena. Pda
pendarahan akut dapat mengakibatkan terjadinya
kekurangan volume cairan.(Kasuari)
Manifestasi Klinis
Gejala-gejala ulkus dapat hilang selama beberapa
hari, minggu, atau beberapa bulan dan bahkan
dapat hilang hanya sampai terlihat kembali, sering
tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi. Banyak
individu mengalami gejala ulkus, dan 20-30%
mengalami perforasi atau hemoragi yang tanpa
adanya manifestasi yang mendahului.
Gejala diantaranya
• Nyeri
• Pirosis (nyeri uluhati)
• Muntah
• Konstipasi dan perdarahan :
komplikasi
• Kadang-kadang suatu ulkus menembus seluruh lapisan
mukosa sehingga terjadi perforasi usus, karena isi usus
tidak steril, hal ini dapat menyebabkan infeksi rongga
abdomen. Nyeri pada perforasi sangat hebat dan
menyebar. Nyeri ini tidak hilang dengan makan atau
antasida.
• Obstruksi lumen saluran GI dapat terjadi akibat episode
cidera, peradangan dan pembentukan jaringan perut
yang berulang-ulang. Obstruksi paling sering terjadi di
saluran sempit antara lambung dan usus halus ada di
pylorus (Sfingter di lokasi ini).
• Dapat terjadi perdarahan apabila ulkus menyebabkan
erosi suatu arteri atau vena di usus. Hal ini dapat
menyebabkan hematemesis (muntah darah) atau
melena (keluarnya darah saluran GI atas melalui tinja).
Apabila perdarahannya hebat dan mendadak, maka
dapat timbul gejala-gejala syok. Apabila
perdarahannya lambat dan samar maka dapat terjadi
anemia hipokronik mikrosisik.
Pemeriksaan penunjang
1. Endoskopi adalah suatu prosedur dimana sebuah
selang lentur dimasukkan melalui mulut dan bisa
melihat langsung ke dalam lambung. Pada
pemeriksaan endoskopi, bisa diambil contoh jaringan
untuk keperluan biopsy.
Keuntungan dari endoskopi:
• Lebih dapat dipercaya untuk menemukan adanya
ulkus dalam duodenum dan dinding belakang
lambung dibandingkan dengan pemeriksaan
rontgen.
• Lebih bisa diandalkan pada penderita yang telah
menjalani pembedahan lambung.
• Bisa digunakan untuk menghentikan perdarahan
karena ulkus.
lanjutan
2. Rontgen dengan kontras barium dari lambung dan
duodenum (juga disebut barium swallow atau seri saluran
pencernaan atas) dilakukan jika ulkus tidak dapat
ditemukan dengan endoskopi.
• Analisa lambung merupakan suatu prosedur dimana
cairan lambung dihisap secara langsung dari lambung
dan duodenum sehingga jumlah asam bisa diukur.
Prosedur ini dilakukan hanya jika ulkusnya berat atau
berulang atau sebelum dilakukannya pembedahan.
• Pemeriksaan darah tidak dapat menentukan adanya
ulkus, tetapi hitung jenis darah bisa menentukan
adanya anemia akibat perdarahan ulkus. Pemerisaan
darah lainnya bisa menemukan adanya Helicobacter
pylori.
Penatalaksanaan dan pencegahan
• penatalaksanaan ulkus peptikum adalah untuk
mengatasi keasaman lambung. Beberapa metode
digunakan untuk mengontrol keasaman lambung
termasuk perubahan gaya hidup, obat-obatan, dan
intervensi pembedahan.
• Pencegahan
• 1. Diet
• 2. Berhenti Merokok
• 3. Penurunan Stress dan Istirahat
• 4. Obat- obatan seperti
a. Sucralfate
b. Antagonis H2
c. Omeprazole dan Iansoprazole
d. Antibiotik
e. Misoprostol
Diagnosa yang di angkat
• 1. Nyeri akut b/d Agent cedera bilogis

• 2. Ketidakseimbangan nutrisi, kurang dari


kebutuhan b/d ketidak mampuan makan

• 3. Ansietas b/d dengan koping penyakit akut,


perdarahan, penatalaksanaan jangka panjang