Anda di halaman 1dari 24

Sosioantropologi pendidikan

Pengertian
Sosiologi secara harfiah atau etimologis berasal dari bahasa latin ;
Socius = teman, kawan, sahabat
Logos = Ilmu pengetahuan

Sosiologi adalah ilmu tentang cara berteman/berkawan/bersahabat


yang baik, atau cara bergaul yang baik dalam masyarakat
Secara oprasional
Sosiologi :
- Studi tentang hubungan antar manusia (human relationship).
(Alvin Bertrand.)
- Adalah ilmu masyarakat umum. (P.J. Bouwman.)
- Suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai
Keseluruhan, yakni hubungan antara manusia dengan manusia,
manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik
formal maupun non formal, baik statis maupun dinamis (Mayor
Polak. )
Masyarakat sbg ruang lingkup pemb. Sosiologi
Sosiologi – ilmu yang membicarakan masyarakat.
Masyarakat;
-merupakan jalinan hubungan social, dan selalu berubah. (Mac Iver dan
Page. )
-Kesatuan hidup makluk-makluk manusia yang terikat oleh satu system
adat istiadat tertentu. (Kuentjoroningrat. )
-Tempat orang-orang hidup bersama yang menhasilkan kebudayaan.
(Selo Soemardjan dan Soelaiman.)
Peran Guru :
Guru adalah seorang administerator, informator, fasiitator, dan sebaga
nya, Dengan kepribadiannya dan segenap kemampuannya dapat mem
pengarui lingkungan kelas/sekolah taermasuk sikap, prilaku serta ke-
pribadian anak. Keberhasilan pendidikan di sekolah bukan hanya di
tentukan oleh usaha siswa secara individual atau berkat interaksi sis-
wa dan guru melainkan juga oleh ineraksi siswa dengan lingkungan
sosialnya dalam berbagai situasi yang dihadapi baik di dalm maupun
di luar sekolah. Segingga sudah sewajarnya guru harus berusaha me-
nganalisis pendidikan dari segi sosiologi mengenai hubungan antar
manusia dlm keluarga, sekolah dan masyarakat (dg system sosialnya).
Objek Sosiologi

- Struktur social = jalinan dari seluruh unsur-unsur social.


- Unsusr social = norma/kaidah social, lembaga social, kelompok
social, dan lapisan social.
- Proses social = pengaruh timbal balik antara pelbagi segi kehidu-
pan bersama.
- Perubahan social = segala perubahan yg terjadi pd lembaga social
dlm masyarakat yg mempengaruhi system social,
seperti nilai, sikap dan sebagainya.
Sosiologi pendidikan
- Sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah
pendidikan yang fundamental.(Dictionary of Sociology.)
- Ilmu yang berusaha untuk mengetahui cara-cara mengendalikan pro
ses pendidikan untuk mengembangkan kepribadian individu agar
lebih baik.(Prof.DR.S.Nasution,M.A.,)
- Sosiologi khusus yang bertugas menyelidiki struktur dan dinamika
proses pendidikan.(F.G. Robbins.)
- Studi yang komprehensif tentang segala aspek penddikan dari segi
ilmu sosiologi yang di terapkan.(E.G. Payne.)
Guru dan calon Guru harus memahami ?
- Perubahan dalam masyarakat terjadi begitu cepat, progresif, kerap
kali menunjukkan gejala “ desintegratif” (berkurangnya kesetiaan
terhadap nilai umum). Hal ini berakibat timbulnya “ cultural lag “
(ketinggalan kebudayaan akibat adany hambatan hambatan). Hal ini
juga dapat menjadi sumber masalah social dalam masyarakat.
Masalah social juga dapat dialami dunia pendidikan,
Maka sosiologi pendidikan dapat menyumbangkan konsep pemikira-
nnya untuk menyelesaikan masalah pendidikan yang pondamental
BAGAIMANA SOSIOLOGI PENDIDIKAN
DIPAHAMI DAN DI LAKSANAKAN ?
Sosialisasi yang dilakukan deng baik akan sangat membantu
pelaksanaan sosiologi pendidikan. Secara umum dapat di katakana
Sosialisasi ialah proses membimbimbing individu kedalam dunia social.
Sosialisasi juga dapat dianggap sebagai pendidikan atau memanusiakan
Diri. Sedang pendidikan adalah proses memanusiakan manusia secara
manusiawi, disesuaikan dengan perkembangan , sesuai dengan situasi
Dan kondisi sosialnya.
Sosialisasi

Sosialisasi adalah masalah belajar , dalam proses sosialisasi individu


belajar bertingkahlaku, kebiasaan , serta pola-pola kebudayaanny, juga
Belajar tentang ketrampilan social, seperti bergaul, berpakaian, cara ma
Kan, dsb. Seluruh proses sosialisasi berlangsung dalam interaksi
individu dengan lingkungan seperti orang tua, saudra-saudara, guru,
teman sekolah/sepermainana. Sehingga lambat launia akan
memperoleh kesadaran akan dirinya sebagai pribadi. Ia juga bias menga
Tur prilakunya seperti yang diharap orang lain, ia bias menilai
prilakunya benar atau salah , dengan kesadaran ia bias meneriam dan
meminta maaf terhadap persoalan persoalan yang dihadapinya.
Kendala kendala sosialisasi
Pertama terjadinya kesulitan komunikasi
Kedua adanya pola kelakuan yang berbeda-beda atau pertentangan.
Sosialisasi yang sukses adalah bila disertai dengan toleransi yang tulus
(hidup berdampingan secara damai ) teposlira, disiplin, dan patuh
terhdap norma norma masyarakat, saling hormat menhormati dan
harga menghargai. Itulah sosok yang dapat menempatkan diri dalam
Lingkungan sosialnya, dalam struktur sosialnya dan dalam strata
sosialnya.
Dimana perlu sosialisasi ?
Sosialisasi perlu dilakukan oleh seseorang terutama anak dalam :
1.Keluarga (Pendidikan informal )
-membentuk kebiasaan kebiasaan (habit formations ) yang positif
sebagai pondasi yang kuat dalam pendidikan informal.
2.Sekolah (Pendidikan formal )
- Anak harus dapat menyesuaikan diri kondisi serta aturan- aturan
sekolah yang berlaku dan formatif. Disamping guru juga harus
menyesuaikan diri dengan keadaan / tuntutan sekolah.
3. Sosialisasi dalam masysarakat.
Anak perlu memilah dan memilih mana lingkungan yang baik dan mana
yang harus dihindari agar tidak terperosok dan tergelincir
dalam pergaulan yang menyesatkan dan merugikan dirinya serta
mengacam masa depannya.
4. Anak perlu menyesuaikan diri dengan tuntutan pembangunan,
sebagai waargan egara yang baik maka ia sedapat mungkin ikut
berpartisipasi dalam pembangunan yang tidak saja mencari kerja tetapi
juga mampu mengembangkan segenap potensinya untuk menciptakan
lapangan kerja.
Tujuan sosiologi Pendidikan
1. Menganalisis proses sosialisasi anak, baik dalam keluarga sekolahan
maupun masyarakat.
2. Menganalisis perkembangan dan kemajuan social
Pendidikan memberikan kemungkinan yang besar bagi kemajuan
masyarakat.
3. Menganalisis status pendidikan dalam masyarakat.
Berdirinya lembaga pendidikan selalu dikaitkan /disesuaikan
tingkatan daerah dimana lembaga pend. Itu berada. TK.SD.PT.
Lanjutan…
4.Mengalisis partisipasi orang-orang terdidik/ berpendidikan dalam ke
giatan social.
5.membantu menentukan tujuan pendidikan.
6.Utama memberikan kepada guru-guru (termasuk para peneliti dan
siapapun yang terkait dalam bidang pendidikan ) latihan-latihan
yang efektif dalam bidang sosiologi sehingga dapat memberikan
sumbangannnya secara cepat dan tepat kepada masalah pendi –
dikan.
Perkembangan pendidikan dalam masyarakat.
Masyarakat berfungsi sebagai penerus budaya dari generasi ke genersi
secara dinamis sesuai situasi dan konddisi serta kebutuhan masyarakat
Masalah-masalah yang terkait
penyelenggaraan pendidikan
Sejak di kumandangkan gerakan wajib belajar 2 mei 1984 banyak
persoalan yang di hadapi terutama pada awal Repelita I.
1. Masalah penampungan murid,
- jmlah murid yang belum akurat
- belum adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan
- daerah terpencil dengan jumlah penduduk yang kecil.
- kurangnya tenaga pendidik, dsb.
2.Masalah kurikulum
2.1 Masalah kurikulum pada hakekatnya adalah masalah peningkatan
kualitas dalam proses belaja- mengajar.
- 1950 – 1960 belum ada perhatian – hanya sebagi pedoman saja
tipis bentukny sepeti kurikulum Th. 1954, 1964, 1968.
- 1975 mulai mendapat perhatian pemerintah ( P dan K ) berhasil
menyusun sebanyak 25 buah buku kurikulum. Namun demikian
kemampuan masih terbatas sehingga perlu ada sekala prioritas.
2.2 Maslah relevansi
Hal ini menyangkut dengan kesesuaian konten dari kurikulum dengan
tuntutan akan kebutuhan masarakat. pada repelita IV ada istilah “
Kurikulum inti dalam arti bersifat nasional yang proporsinya 80 prosen,
sedangkan untuk mata pelajaran pilihan sejumlah 20 prosen. Kurang
meratanya distribusi kurikulum hingga sampai di tangan guru di daerah
terpencil, belum meratanya juga kesempatan penataran hinga sampai
ke daerah terpencil .
3. Masalah Ketenagaan
31. Ada 3 pola manajemen yang di kembangkan;
a. Pola manajemen berdasarkan sasaran: thd kenaikan pangkat
guru.
b. Pola manajemen berdasarkan kasus : utk kasus penyimpangan.
c. Pola manajemen berdasarkan berkas kepegawean dan utk me
persiapkan komputersasi.
4. Masalah Prasarana dan sarana;
a. Buku dan media pembelajaran
b. tanah dan bangunan
c. tukang
d. masalah sarana.
-tenaga perencana, kertas, penerbitan, pengepakan, administrasi
- dsb.
3.2 Informasi berdasarkan data lapangan
a. Ada 935.208 guru sekolah dasar ( kepsek, guru kelas, guru agama
guru olah raga dan kesehatan ).
b. Penjaga sekolah belum merata.
c. Masalah pelayanan ( administrasi, keuangan, pembinaan kesempa-
tan, kesejahtraan, kesehatan, mobilitas, komunikasi. Penghargaan)
d. Masalah kesejahtraan.
5. Masalh pembiayayaan;
a. sistem pembiayaan
b. administrasinya
c. dsb.
6. Masalah Medan sasaran
a. Pemukiman Penduduk di daerah pedalaman
b. tempat tinggal kepala desa
c. ibukota kecamatan
d. ibu kota kabupaten/ kota
e. ibukota Negara
jarak yang bervariasi medan sasaran yang berbeda merupakan
permasalahan yang ada di lapangan yang turut berpengaruh timbul-
nya berbagai persoalan.