Anda di halaman 1dari 25

EVALUATION OF BODY COMPOSITION

Antropometri : Analisis dan Interpretasi I


ndikator Komposisi Tubuh
FATIMAH ZUHRA / 185070307111010
Antropometri
Antropometri berasal dari kata anthropos
dan metros. Anthropos artinya tubuh dan
metros artinya ukuran. Sehingga secara u
mum antropometri artinya ukuran tubuh
manusia (Supariasa, dkk., 2002). Ditinjau Menurut Gibson (2005), penilaian status gizi dengan
This PowerPoint menggunakan antropometri memerlukan dua param
dari sudut pandang gizi, Jelliffe (1966) m
eter, yaitu :
engungkapkan bahwa antropometri gizi 1. Body size yang meliputi pengukuran panjang/ting
berhubungan dengan berbagai macam p gi badan, berat badan, tinggi lutut, dan armspan.
engukuran dimensi tubuh dan komposisi 2. Body composition yang meliputi pengukuran:
tubuh dari berbagai tingkat umur dan tin • Fat free mass yang terdiri dari pengukuran : Mi
gkat gizi (Supariasa, dkk., 2002). d-upper-arm circumference, mid-upper-arm mu
scle circumference, dan midupper-arm muscle a
rea.
• Fat mass yang terdiri dari pengukuran : skinfold
thickness, waist hip circumference ratio, waist ci
rcumference, dan limb fat area.
Metode Evaluasi Komposisi Tubuh

Terdapat tiga model untuk mengukur komposisi tubuh seseorang :


1. Two compartment model
Metode evaluasi komposisi tubuh ini menggunakan perhitungan ber
dasarkan pada jumlah massa lemak (fat mass) dan jumlah massa n
on lemak (fat free mass).
2. Three Compartment Model
Metode ini menggabungkan 2 unsur Fat Free Mass (FFM) menjadi 1
komponen. Misalnya tulang dan protein di gabung.
3. Four Compartment Model
Four Compartment Model adalah Metode evaluasi komposisi tubuh
yang mengacu pada komponen-komponen seperti jumlah air (wate
r), tulang (bone), lemak (fat), otot (protein), dan glikogen.
Intepretasi dan evaluasi hasil pengukuran komposisi tubuh

Pengukuran Massa Lemak (Fat Mass)


Pengukuran massa tunggal dilakukan untuk mennetukan presentase le
mak dalam tubuh. Lokasi skinfold yang digunakan adalah yang paling
mencerminkan seluruh lapisan lemak subkutan karena lemak subkutan
tidak tersebar merata di dalam tubuh.

Pengukuran Massa Bebas Lemak (Fat Free Mass)


Kombinasi pengukuran skinfold untuk beberapa area yang paling opti
mal belum diketahui jelas karena tidak ada satu pun area tubuh yang
memiliki jumlah lemak subkutan yang secara konsisten dapat merepres
entasikan jumlah lemak pada seluruh tubuh. Pada umumnya, dalam stu
di pada anak-anak dan dewasa, direkomendasikan untuk mengambil sa
tu hasil pengukuran lemak di anggota gerak (misalnya triseps) dan sat
u hasil pengukuran lemak tubuh (misalnya subskapular).
Pengukuran Massa Lemak (Fat Mass)

Pengukuran Massa Lemak Tunggal Pengukuran Massa Lemak Multiple


(Single Measurement) (Multiple Measurement)
• Trisep dan Subskapular
• Trisep • Triseps,Suprailliac,Abdomen,Paha
• Subskapular • Mid Upper Arm Fat Area
Pengukuran Massa Lemak Tunggal (Single Measurement)

» TRISEP
Pengukuran trisep merupakan pengukuran
yang dilakukan pada otot lengan bagian be
lang atas. Pengukuran dilakukan pada titik
tengah otot bagian belakang.
Langkah-langkah mengintrepetasikan tebal
lemak triseps adalah :
1. Ukur ketebalan lemak trisep.
2. Tentukan presentasi median dengan ru
mus.
3. Setelah mendapatkan persentase medi
an, maka dapat diinterpretasikan hasil
median tersebut ke dalam tabel klasifik
asi antropometri.

100 x ketebalan pengukuran trisep


% Median =
Median ketebalan trisep berdasarkan jenis kelamin dan umur
Pengukuran Massa Lemak Tunggal (Single Measurement)

» SUBSKAPULAR
Subscapular terletak di daerah belakang tu
buh di bawah tulang belikat pada bagian p
unggung kiri. Subscapular skinfold digunak
an untuk mengukur jaringan adipose subk
utan dan ketebalan kulit. Langkah-langkah
mengintrepetasikan tebal lemak subskapul
ar adalah :
1. Ukur ketebalan lemak subskapular.
2. Tentukan presentasi median dengan ru
mus.
3. Setelah mendapatkan persentase medi
an, maka dapat diinterpretasikan hasil
median tersebut ke dalam tabel klasifik
asi antropometri.

100 x ketebalan pengukuran subskapular


% Median =
Median ketebalan subskapular berdasarkan jenis kelamin dan umur
Pengukuran Massa Lemak Multiple (Multiple Measurement)
» TRISEP DAN SUBSKAPULAR

Langkah-Langkah :
1. Ukur ketebalan lemak trisep dan
subskapular.
2. Tentukan presentasi median den
gan rumus.
3. Setelah mendapatkan persentase
median, maka dapat diinterpreta
sikan hasil median tersebut ke d
alam tabel klasifikasi antropomet
ri.

100 x (hasil ketebalan triseps + subskapular)


% Median =
median trisep dan supskapular berdasarkan usia dan jenis kelamin
Pengukuran Massa Lemak Multiple (Multiple Measurement)
» Triseps, Suprailliac, Abdomen, Paha

Presentasi lemak tubuh dapat diperkirakan dengan menggunakan generalisasi at


au persamaan populasi spesifik yang tersedia. Lemak tubuh dapat juga diukur m
elalui pengukuran bisep, suprailiac, abdomen, dan paha. Persen lemak tubuh dihi
tung dengan mensubstitusi masing-masing nilai ketebalan ke dalam komposisi tu
buh 4-sisi Jackson dan Pollock (1978) yang digeneralisasikan 'menurut fomula' m
enurut pria dan wanita.

Jenis Kelamin Rumus

Laki- Laki % F = 0,29288 (sum) – 0,0005 (sum)2 + 0,15845 (usia) – 5,76377

Perempuan % F = = 0.29669 (sum) – 0.00043 (sum)2 + 0.02963 (usia) + 1.4072

Ket :Sum = jumlah 4 komponen pengukuran


Pengukuran Massa Lemak Multiple (Multiple Measurement)
» Mid Upper Arm Fat Area

Mid Upper Arm Fat Area adalah luas penampang lemak bagian lengan atas yang dihitu
ng dari pertengahan lingkar lengan atas dan tebal lipatan kulit trisep. Perhitungan ini
merupakan gabungan dari MUAC ( Mid Upper Arm Circumference ) dan ketebalan tris
eps skinfold. Cara perhitungannya adalah:

1. Menghitung Mid Upper Arm Fat Area menggunakan persamaan:


Keterangan :
𝐴=
𝑆𝐾𝐹 𝑥 𝐶1 π x (SKF)2

A = Mid-upper-arm fat area (mm2)
2 4 C1 = Mid-Upper-Arm-Circumference / MUAC (mm)
SKF = ketebalan triseps skinfold (mm)
2. Menghitung presentase median untuk mid-upper-arm fat area menggunakan umur
dan jenis kelamin dengan persamaan:

100 x observed arm fat area


% 𝑀𝑒𝑑𝑖𝑎𝑛 =
median arm fat area
3. Menentukan Arm Fat Index (AFI) atau
indeks lemak di lengan atas, dari persam
aan:
𝑎𝑟𝑚 𝑓𝑎𝑡 𝑎𝑟𝑒𝑎 𝑥 100 %
AFI =
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑚𝑖𝑑 𝑢𝑝𝑝𝑒𝑟 𝑎𝑟𝑚 𝑎𝑟𝑒𝑎

Dalam persamaan diatas, total mid-uppe


r-arm areanya berasal dari perhitungan:

C2
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑚𝑖𝑑 − 𝑢𝑝𝑝𝑒𝑟 − 𝑎𝑟𝑚 𝑓𝑎𝑡 𝑎𝑟𝑒𝑎 =
(4 x π)

C= Upper-arm circumference

4. Setelah mendapatkan nilai AFI, maka


dapat diinterpretasikan hasil tersebut ke
dalam tabel klasifikasi antropometri.
Tabel Klasifikasi Evaluasi Fat Status ( Gibson, 1993 )
Perhitungan Tebal Lemak untuk Atlet

Sumber Jenis kelamin Persamaan

Jackson et al (1980) Wanita Db(g/cc)= 1,096095 - 0,0006952(∑4SKF) + 0,0000011(∑4SKF)² - 0,000


(triceps+abdominal+su 0714(usia)
prailiac+thigh) %BF = [(5,01/Db) – 4,57] x 100

Jackson & Pollock (197 Laki-laki Db (g/cc) = 1,112 - 0,00043499(∑7SKF) + 0,0000055(∑7SKF)² - 0,0008
8) 826(usia)
(triceps+subscapular+p %BF = [(4,95/Db) – 4,50] x 100
ectoral+midaxillary+sup
railiac+abdominal+thig
h)
Menghitung Total Body Fat

Prosedur pengukurannya adalah:


1. Melakukan skinfold measure
ment
Skinfold measurement yang
dimaksud adalah memilih sal
ah satu pengukuran pada tris
eps, biseps, subskapula, atau
suprailiaka.
2. Menghitung body density (D)
D = c – m x (log skinfold)
Menghitung Presentase Lemak Tubuh

Menghitung presentase lemak tubuh

– Siri ( 1961 )
𝟒,𝟗𝟓
% fat = − 𝟒, 𝟓𝟎 𝒙 𝟏𝟎𝟎 %
𝑫

– Brozek, et al ( 1963 )
𝟒,𝟓𝟕𝟎
% fat = − 𝟒, 𝟏𝟒𝟐 𝒙 𝟏𝟎𝟎 %
𝑫
– Rathburn and Pace ( 1945 )
𝟓,𝟓𝟒𝟖
% fat = − 𝟓, 𝟎𝟒𝟒 𝒙 𝟏𝟎𝟎 %
𝑫
Setelah kita mendapatkan presentase jumlah lemak, kita dapat menginterpretasikannya sebagai berikut
: Tabel Klasifikasi Lemak Tubuh ( Lee and Nieman, 1996 )

Klasifikasi
No. Jenis Kelamin Slightly Ove
Lean (%) Optimal (%) Fat (%) Obese (%)
rfat (%)
1. Pria <8 8 – 15 16 – 20 21 – 24 >= 25
2. Wanita < 13 13 – 23 24 – 27 28 – 32 >= 33
Contoh Kasus

Seorang Wanita berusia 30 tahun dan berat badan 53 kg memiliki tebal lema
k triseps 17 mm. Berapa total berat lemak tubuhnya, dan bagaimana interpre
tasinya?
BODY DENSITY (D)= c – m x (log skinfold)
Untuk nilai c dan m dilihat pada tabel Durnin JVGA, Womersley J (1974)
Untuk nilai c = 1,1176
Untuk nilai m= 0,0686
D = 1,1176 – 0,0686 x (log 17)
= 1,1176 – 0,0686 x 1,2304
= 1,1176 – 0,0844
= 1,0332
4,95 4,95
( Siri ) % fat = − 4,50 𝑥 100 % = ( - 4,50 ) x 100 %
𝐷 1,0332
= 0,3 x 100 % = 30 %
Berdasarkan hasil persentase lemak, dapat diinterpretasikan bahwa wanita ter
sebut termasuk dalam kategori fat.
Bayi dan anak Usia 4-11 Tahun

Pada dasarnya perhitungan pada bayi dan anak usia 4 – 11 tahun itu sama dengan orang dewas
a. Dapat menggunakan single skinfold atau multiple skinfold. Namun, pada bayi dibawah 4 tah
un sebaiknya tidak menggunakan pengukuran skinfold, karena pengukuran skinfold dapat meny
akiti bayi tersebut.
Sedangkan untuk anak usia 4 – 11 tahun ada rumus tersendiri untuk mengestimasi jumlah lema
k tubuh. Slaughter et al. dan Goran et al. menggunakan rumus untuk menghitung fat mass pad
a anak yaitu :

FM (kg) = 0,38 x body weight + (0,30 x triceps) + (0,87 x gender) + (0,81x etnichity) - 9,42

Keterangan :
Gender = 1 untuk laki-laki, 2 untuk perempuan
Etnichity = 1 untuk Caucasians, 2 untuk African-Americans
Setelah mendapatkan persentase median, maka dapat diinterpretasikan hasil median tersebut ke
dalam tabel klasifikasi antropometri.
Waist-hip circumference ratio (WHR)

Waist hip ratio ( WHR ) ini dilakukan untuk mengetahui distribusi dari lemak pad
a subkutan dan pada jaringan adipose intra-abdomen. Pengukuran waist dilakuk
an pada pinggang sedangkan pengukuran hip dilakukan pada pinggul. Berat ba
dan yang terpusat di sekitar abdomen sering disebut “apple shape” biasanya dia
lami oleh laki-laki,, sedangkan yang terkonsentrasi di sekitar pinggul disebut “pe
ar shape” biasanya dialami oleh wanita. Penderita berat badan berlebih yang ter
pusat di daerah abdomen beresiko lebih tinggi untuk mengidap penyakit-penya
kit degenerative dibanding dengan orang yang berat badannya terpusat di daer
ah pinggul dan paha.

Cut off point :


Laki-laki = ≥ 1,0
Perempuan= ≥ 0, 8

Waist Circumference (cm)


𝑊𝑎𝑖𝑠𝑡 𝐻𝑖𝑝 𝐶𝑖𝑟𝑐𝑢𝑚𝑓𝑒𝑟𝑒𝑛𝑐𝑒 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =
Hip Circumference (cm)
Tabel Resiko Penyakit oleh WHR pada Wanita dan Pria

Resiko
Jenis Kelamin Umur Sangat Ting
Rendah Sedang Tinggi
gi
Laki-laki 20-29 < 0,83 0,83 – 0,88 0,89 – 0,94 > 0,94
30-39 < 0,84 0,84 – 0,91 0,92 – 0,96 > 0,96
40-49 < 0,88 0,88 – 0,95 0,96 – 0,10 > 0,10
50-59 < 0,90 0,90 – 0,96 0,97 – 1,02 > 1,02
60-69 < 0,91 0,91 – 0,98 0,98 – 1,03 > 1,03

Perempuan 20-29 < 0,71 0,71 – 0,77 0,78 – 0,82 > 0,82
30-39 < 0,72 0,72 – 0,78 0,79 – 0,84 > 0,84
40-49 < 0,73 0,73 – 0,79 0,80 – 0,87 > 0,87
50-59 < 0,74 0,74 – 0,81 0,82 – 0,88 > 0,88
60-69 < 0,76 0,76 – 0,83 0,84 – 0,90 > 0,90
Pengukuran Massa Bebas Lemak (Fat Free Mass)

• Mid-upper arm circumference ( MUAC )


• Lingkar Kepala
• Lingkar Dada
Mid-upper arm circumference
Nilai Standar ( MUAC )

Mid-upper arm circumference atau Lingkar lengan atas dapat memberikan gambaran
tentang keadaan jaringan otot dan lapisan lemak kulit. Lingkar lengan atas biasanya d
igunakan untuk mengidentifikasi adanya malnutrisi pada anak – anak. Pada ibu hamil
lingkar lengan atas digunakan untuk memprediksi kemungkinan bayi yang dilahirkann
ya memiliki berat badan lahir yang rendah.
pengukuran sebenarnya
% deviasi dari standar = x 100 %
Nilai standar

Z-Score
Obesitas : > + 3 SD
Overweight : > + 2 SD s/d ≤ 3 SD
Gizi Baik : ≥ - 2SD s/d ≤ + 2 SD
Gizi Kurang : < - 2SD s/d ≥ - 3SD
Gizi Buruk : < - 3SD

Persentile
Gizi Baik : ≥ 85%
Gizi Kurang : ≥ 70 - < 85%
Gizi Buruk : < 70%
Lingkar Kepala

Dalam beberapa penelitian membuktikan adanya korelasi antara uku


ran kepala dan besar otak yang tersimpan didalam nya . Untuk bayi
yang baru lahir berjenis kelampin perempuan mempunyai kisaran 31
– 36 cm, sementara untuk bayi laki – laki berkisar antara 32 – 38 cm.

LIKA aktual – LIKA median standard


Z − score =
Standard deviasi dari populasi referensi

Cut-off point
Abnormal : ≥ + 2 SD
Normal : > -2SD s/d + 2SD
Abnormal : ≤ - 2SD

Berdasarkan Jurnal
High Risk : ≤ 30,5
Lower Risk : > 30
Yang dimaksud dengan risk dalam hal ini adalah PEM ( Protein Energy Malnutrition), macrocep
halic atau microcphalic.
Lingkar Dada

Biasa digunakan pada anak umur 2 – 3 tahun, karena pertumbuhan lingkar dada pesat sampai
anak berumur 3 tahun. Pada umur 6 bulan lingkar dada dan kepala sama. Setelah umur ini lin
gkar kepala tumbuh lebih lambat dari pada lingkar dada. Pada anak yang KEP terjadi pertumb
uhan lingkar dada yang lambat dengan rasio lingkar dada dan kepala < 1. Lida dapat digunak
an sebagai pengganti penimbangan berat lahir untuk deteksi dini BBLR.

Batas ambang :
BBLR
Warna Merah : < 27,0 cm
Warna Kuning : < 27,0 – 29,4 cm
Bayi Berat Lahir Normal
Warna Hijau : > 29,5 cm

Cut off point


Berdasarkan jurnal
High Risk : ≤ 30,5
Lower Risk : > 30,

Yang dimaksud dengan risk dalam hal ini adalah PEM (Protein Energy Malnutrition)
Untuk mengukur komposisi tubuh diperlukan ketelitian
tinggi. Sehingga pengukuran skinfold lebih baik dilakuka
n berulang agar mendapatkan hasil yang akurat. Selain
itu, evaluasi dan interpretasi harus dilakukan dengan me
ngacu pada daftar rujukan yang tepat dan dapat diperta
nggungjawabkan.
TERIMA KASIH . . . 