Anda di halaman 1dari 75

PBL Presentation

Nyeri Pinggang

Presented By :
Leonardo Jeverson Sipahelut

Tutor :
dr. Ivanmorl Ruspanah
Nyeri Pinggang
Seorang laki-laki 52 tahun datang ke klinik penyakit
dalam RSUD dengan keluhan nyeri di daerah antara
rusuk dan pinggang kanannya. Nyari hilang timbul dan
pasien sering mengeluhkan sering berkemih merah.
Setelah dilakukan pemeriksaan balotemen dokter
merencanakan pemeriksaan urografi intravena dan
urografi retrograd.
Learning Objectives
1. Jenis-jenis Batu
2. Diagnosis Differential
3. Pemeriksaan Penunjang dan Laboratorium Lainnya
4. Pemeriksaan Balotemen dan Pemeriksaan Urografi
Intravena Serta Urografi Retrograd
Jenis-jenis Batu

Presented By :
Leonardo Jeverson Sipahelut
Tutor :
dr. Ivanmorl Ruspanah
Calculus
Calculus  Endapan Padat yang Abnormal
di dalam tubuh dan biasanya terdiri atas
garam-garam mineral.  Stones
(Dorland. Kamus kedokteran Dorland/ penulis, W.A Newman Dorland ; alih
bahasa, Retna Neary Elseria … [et.al.] ; editor edisi bahasa Indonesia,
Albertus Agung Mahodde … [et.al] –Ed.31– Jakarta :EGC,2010 )
Calculus
Terdapat ± 36 Jenis Calculus yang dapat
mengendap pada organ-organ tertentu pada tubuh
manusia.
28 dari 36 Calculus  Terdapat Pada Saluran
Orogenitalia pada manusia
Jenis Batu secara Umum
Batu saluran kemih
Pembentukan batu saluran kemih
memerlukan keadaan supersaturasi dalam
pembentukan batu. Inhibitor pembentukan
batu dijumpai dalam air kemih normal.
Beberapa promoter dapat memicu
pembentukan batu seperti asam urat,
mamacu batu kalsium oksalat.
Batu kandung kemih
Proses perubahan kristal yang terbentuk pada
tubulus menjadi batu masih belum jelas proses
pembuangan kristal melalui aliran air kemih yang
banyak. Diperkirakan agregasi kristal menjadi
cukup besar sehingga tertinggal dan biasanya
ditimbun pada duktus kolektikus akhir sehingga
perlahan timbunan tersebut akan membesar
Renal Calculus (Batu Ginjal)
Pada batu ginjal dapat terbentuk bila dijumpai
satu atau beberapa faktor pembentukan kristal
kalsium dan menimbulkan agregasi pembentukan
batu. Proses pembentukan batu dimungkinkan
dengan kecenderungan ekskresi agregat kristal
yang lebih besar dan kemungkinan sebagai
kristal kalsium oksalat dalam aliran kemih
Jenis Calculus Yang sering di Temukan
Antara Lain :
Diagnosis Differential

Presented By :
Leonardo Jeverson Sipahelut
Tutor :
dr. Ivanmorl Ruspanah
Nefrolitiasis (batu ginjal)

Dapat disebabkan oleh hiperkalsemia dan


hiperkalsuria (akibat hipertiroidisme), perubahan
pH, urin, dehidrasi, obstruksi aliran lemfe ginjal,
kerusakan epitel ginjal. Terdapat nyeri kolik,
nyeri terus menerus, rasa panas atau terbakar di
pinggang, hematuria, bila terjdi hidronefrosis
dapat teraba pembesarang ginjal.
Ureterolitiasis (batu ureter)

Dapat disebabkan oleh batu ginjal yang lepas dan


turun ke arah distal. Terdapat nyeri kolik,
hematuria, dan nyeri ketok pinggang.
Vesikolitiasis

Dapat berasal dari batu ginjal atau batu ureter yang


turun, akibat stasis pada struktur uretra, ISK,
hiperkalsemia dan hiperkalsuria, hiperoksalemia dan
hiperoksaluria. Pasien dengan vesikolitiasis akan
mengalami disuria, hematuria kadang-kadang disertai
urin keruh, pancaran urin tiba-tiba berhenti dan
keluar lagi pada perubahan posisi.
Koleilitiasis (batu empedu)
Batu empedu dapat dibagi menjadi 3 tipe (tipe kolesterol, tipe pigmen
empedu dan tipe campuran). Batu kolesterol terjadi akibat gangguan hati
mengeksresikan kolesterol berlebihan hingga nilainya di atas nilai kritis
kelarutan kolesterol dalam empedu. Sefdangkan tipe pigmen biasanya
akibat proses hemolitik atau infestasi E.colli atau Ascaris limbricoides ke
dalam empedu yang dapat mengubah bilirubin diglukoronida menjadi
bilirubin bebas yang mungkin dapat menjadi Kristal kalsium bilirubin.
Gejala yang dapat dialami seperti perasaan penuh di epigastrium, nyeri
perut kanan atas, atau dapat juga olik bilier disertai demam dan ikterus
Glomerulonefritis
Glomerulonefritis adalah penyebab penting penyakit ginjal.
Glomerulonefritis dibagi menjadi 2 bagian, yaitu primer dan
sekunder. Glomerulonefritis primer adalah penyakit yang
dasarnya berasal dari ginjal sendiri sedangkan sekunder adalah
kelainan ginjal akibat penyakit sistemik lain seperti diabetes
militus, lupus eritemaosus sistemik (LES), mieloma multipel
atau amiloidosis. Penyebab utama penyakit ginjal adalah
diabetes militus.
Glomerulonefritis
Pemeriksaan Penunjanng dan
Laboratorium Lainnya

Presented By :
Leonardo Jeverson Sipahelut
Tutor :
dr. Ivanmorl Ruspanah
Urinalisis
Urinalisis (tes urin) atau analisis urin adalah pemeriksaan
sampel urin secara fisik (makroskopik), mikroskopik dan
kimia. Urinalisis (tes urin) merupakan salah satu tes
laboratorium yang tidak hanya memberikan informasi tentang
keadaan ginjal dan saluran kemih, tetapi juga mengenai faal
hati, saluran empedu, pankreas, korteks adrenal dan
keadaan lainnya.
Tujuan urinalisis berdasarkan rekomendasi dari NCCLS
(National Committee for Clinical Laboratory Standards)
adalah sebagai berikut:
• Menunjang diagnosis suatu penyakit
• Memantau perjalanan penyakit
• Memantau efektifitas pengobatan serta komplikasi penyakit
• Skrining dan pemantauan penyakit asimptomatik congenital atau
herediter.
Indikasi
Untuk mendiagnosis gangguan ginjal
dan juga untuk menentukan komponen
dalam urine, masih normal atau tidak.
Cara Kerja
• Ambil spesimen urine segar kira-kira 50 ml atau lebih dengan
menggunakan wadah kering dan bersih, dan bawa segera ke
laboratorium dalam waktu 30 menit. Spesimen urine di pagi hari
sebaiknya diambil sebelum makan pagi. Spesimen urine tersebut
harus didinginkan selama 6 sampai 8 jam.
• Specimen urine porsi bersih/tengah dapat dapat diambil jika
SDP terdapat di dalam urine atau jika dicurigai terdapat bakteri.
• Tidak terdapat pembatasan asupan makanan atau cairan, kecuali
jika urinalisis harus dilakukan di pagi hari.
Dewasa Bayi baru lahir Anak

Kuning muda sampai


Warna Kuning muda sampai kuning tua
kuning sawo

Tampilan Jernih Jernih Jernih


Bau Berbau khas Berbau khas
Ph 4,5-8 5-7 4,5-8

1,005-1,030
Berat Jenis
(1,015-1,024 asupan 1,001-1,020 1,005-1,030
(BJ)
cairan normal)

2-8 mg/dl uji strip reagen


Protein
negatif)
Glukosa Negatif Negatif
Keton Negatif Negatif
Darah Negatif Negatif
Pemeriksaan mikroskopik
1-2 per daya kekuatan
SDM Jarang
rendah
SDP 3-4 0-4
Jarang menimbulkan
Sedimen Jarang
hialin
Tes Kreatinin (serum)

Indikasi: mendiagnosis disfungsi ginjal


Cara:
• Kumpulkan 3-5 ml darah vena dalam tabung bertutup merah.
• Catat jenis obat yang dikonsumsi pasien yang dapat meningkatkan kadar
serum dalam formulir laboratorium.
• Tidak ada pembatasan asupan makanan ataupun minuman. Pada malam
sebelum uji dilakukan, klien tidak boleh mengkonsumsi daging merah.
Nilai normal
• Dewasa: 0.5-1.5 mg/dl
• Bayi baru lahir: 0.8-1.4 mg/dl
• Bayi: 0.7-1.7 mg/dl
• Anak (2-6 tahun): 0.3-0.6 mg/dl
• Anak diatas 6 tahun: 0.4-0.12 mg/dl 6
Interpretasi
• Penurunan kadar pada kehamilan, eklampsia
• Peningkatan kadar pada gagal ginjal akut dan kronis, syok
berkepanjangan, SLE, kanker (usus, kandung kemih,
testis, uterus, prostat), leukemia, MCI akut.6
Pemeriksaan Balotemen Pemeriksaan Urografi
Intravena dan Urografi Retrograd

Presented By :
Leonardo Jeverson Sipahelut
Tutor :
dr. Ivanmorl Ruspanah
Pemeriksaan Balotement
Pemeriksaan Ballotemen
Tujuan Pemeriksaan Balotemen

Untuk merasakan denyutan dan getaran, untuk


mencari struktur tubuh ( terutama dalam
abdomen). dan untuk mengkaji ciri-ciri, seperti
ukuran, tekstur, kehangatan, mobilitas, dan nyeri
tekan.
Cara pemeriksaan

Gunakan kedua tangan (palpasi bimanual) untuk


menjangkau organ-organ yang berada di dalam,
tersembunyi dan sulit untuk dipalpasi (seperti
ginjal atau limpa).
Pemeriksaan Urografi
Intravena dan Retrogade
Ivp (Intravenous Pyelography)

Pemeriksaan radiografi Intravenous Urethrography (IVU) atau


biasa juga disebut Intravenous Pyelography (IVP) merupakan
suatu pemeriksaan secara radiologi dari saluran perkemihan dengan
menggunakan media kontras positif yang disuntikkan melalui
pembuluh darah vena, dengan tujuan untuk mengetahui anatomi dan
fisiologi dari organ-organ saluran kemih yang terdiri dari ginjal,
ureter, kandung kemih, dan uretra.
INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI

INDIKASI KONTRA INDIKASI


O Hipersensitif terhadap
• Pembesaran prostat media kontras
jinak O Tumor ganas
• Batu kandung O Penyakit hati atau liver
kemih O Kegagalan jantung
• Radang ginjal O Anemia
• Batu ginjal O Kegagalan ginjal
• Hidronefrosis O Penyakit kencing manis
O Pheochrocytoma
• Penyakit ginjal
O Multipel myeloma
polisistik
• Karsinoma sel ginjal
• Pielonefritis
PERSIAPAN INTRAVENOUS
PYELOGRAPHY
• Tahapan persiapan yang harus dilakukan pasien antara
lain sebagai berikut :
• Sehari sebelum pemeriksaan, pasien hanya diperbolehkan
makan makanan rendah serat, misalnya bubur kecap.
• Pada malam hari yaitu 12 jam sebelum pemeriksaan
penderita diberi obat pencahar yang berupa sulfas
magnesium atau garam ingris sebanyak 30 gram atau
dulkolax tablet sebanyak 6 butir.
• Dilanjutkan puasa sampai pemeriksaan dilakukan
• Pada pagi hari kalau perlu pasien diberi dulkolax suposutoria
sebanyak 2 butir yang dimasukkan ke dalam dubur guna
lavement.
Lanjutan..

• Pasien dilarang merokok dan banyak bicara karena dapat


meningkatkan produksi cairan dalam lambung dan volume
udara pada usus.
• Sebelum pemeriksaan dilakukan, pasien diminta untuk buang
air kecil. Tujuannya adalah agar tidak terjadi dilution /
percampuran media kontras dengan urin dan agar vesica
urinaria tidak terlalau penuh karena dapat terjadi ruptur,
apalagi jika pemeriksaan lama dan menggunakan teknik
kompresi.
• Pasien diwajibkan melakukan tes darah di laboratorium guna
mengukur kadar ureum serta kreatininnya. Pemeriksaan UIV
baru bisa dilakukan bila kadar ureum dan kreatinin pasien
normal. Kadar normal ureum adalah 8 – 25 mg/100 ml dan
kadar kreatinin normal adalah 0,6 – 1,5 mg/100ml.
Alat dan Bahan untuk IVP/IVU

• Alat dan bahan untuk pemeriksaan IVU yang harus


dipersiapkan antara lain : pesawat roentgen siap pakai, kaset
dan film, grid, marker, pengatur waktu, tensi meter, tabung
oksigen, baju pasien, media kontras, gonad shields.
• Pada pemeriksaan IVU perlu dipersiapkan alat untuk
memasukkan media kontras, terdiri alat bantu steril dan non
steril. Alat steril yang diperlukan antara lain : spuit 20cc,
kassa, kapas alkohol, anti histamine, dan infuse set.
Sedangkan alat bantu non steril antara lain : bengkok, plester
dan sarung tangan
• Untuk media kontras yang dipakai adalah media kontras
iodium water souluble.
TEKNIK PEMERIKSAAN IVP

FOTO POLOS
Posisi penderita :
berbaring telentang di
atas meja
pemeriksaan, kedua
lengan ditempatkan
disamping tubuh.
Posisi objek, pasien
diatur sehingga Mid
Sagital Plane berada di
tengah meja
pemeriksaan.
Lanjutan..

Kriteria :

dapat menampakkan
organ abdomen secara
keseluruhan, tidak
tampak pergerakan
tubuh, kedua krista
iliaka simetris kanan
dan kiri, gambaran
vertebra tampak di
pertengahan radiograf.
Lanjutan..

FOTO 5 MENIT
SETELAH
PEMASUKAN
MEDIA KONTRAS
• Tujuan pemotretan
ini adalah untuk
melihat fungsi
ginjal dan untuk
melihat pengisian
media kontras
pada pelviocalises.
Lanjutan..

• Posisi penderita : berbaring


telentang diatas meja
pemeriksaan, kedua lengan
disamping tubuh. batas atas
pada processus xypoideus
dan batas bawah pada
krista iliaka.
• Kriteria : dapat
menampakkan kedua
kontur ginjal yang terisi
media kontras.
Lanjutan..
PEMOTRETAN 15 MENIT
SETELAH PEMASUKAN MEDIA
KONTRAS

• Tujuan pemotretan untuk


melihat pengisian media kontras
pada ureter.
• Posisi penderita : berbaring
telentang di atas meja
pemeriksaan, kedua tangan di
samping tubuh. Posisi objek
atur pasien sehingga MSP
berada di tengah meja
pemeriksaan
Lanjutan..

• Kriteria :
dapat
menampakkan
media kontras
mengisi kedua
ureter.
Lanjutan..
FOTO 30 MENIT SETELAH
PEMASUKAN MEDIA
KONTRAS
• Tujuan pemotretan untuk
melihat pengisian ureter
dan kandung kencing.
• Posisi penderita : telentang
di atas meja pemeriksaan.
Posisi objek atur pasien
diatur sehingga MSP berada
di tengah meja pemeriksaan
Lanjutan..

• Kriteria : tampak batas atas vertebra thorakal


XII, batas bawah sympisis pubis terlihat jelas
dalam foto harus simetris.
• Apabila pada pengambilan radiograf tujuan
pengambilan radiograf belum terpenuhi maka
dibuat radiograf 60 menit, 90 menit, 120
menit. Apabila diperlukan maka dibuat
proyeksi oblik terutama untuk kasus prostat
hipertrofi.
PEMOTRETAN POST MIKSI
• Apabila pada foto 30 menit
kandung kemih sudah terisi
penuh media kontras, dan
sesudah diberikan proyeksi
tambahan tertentu, pasien
dipersilahkan buang air
terlebih dahulu, dilanjutkan foto
post miksi, namun apabila
pada foto 30 menit kandung
kemih belum terisi penuh
dengan media kontras maka
perlu ditunggu untuk foto 1
jam, 2 jam dan seterusnya.
• Posisi penderita : berdiri tegak atau supine
dengan kedua tangan di samping tubuh.
Posisi objek, atur pasien sehingga MSP
berada di tengah meja pemeriksaan
• Kriteria : Tampak batas atas
vertebra thorakal XII, batas bawah
sympisis pubis terlihat jelas dalam foto
harus simetris.
UROGRAFI RETROGRADE

Indikasi urografi retrograde adalah untuk


melihat anatomi traktus urinarius bagian
atas dan lesi-lesinya. Hal ini dikerjakan
apabila pielografi intravena tidak berhasil
menyajikan anatomi dan lesi-lesi traktus
urinarius bagian atas. Keistimewaan urografi
retrigrad berguna melihat fistel.
Retrograde Urography
Cystatin C Urine Untuk Penanda Kerusakan
Tubulus Proksimal
Cystatin C difiltrasi bebas oleh glomerulus,
kemudian direabsorpsi dan dikatabolisme
hampir lengkap (99%) oleh sel tubulus
proksimal. Pada kerusakan tubulus proksimal
maka CysC tidak reabsorpsi sehingga
diekskresikan melalui urine, maka peningkatan
kadar CysC urine menjadi penanda kerusakan
tubulus. Pada keadaan normal kadar CysC
urine sangat rendah yakni 0,03-0,3mg/L.
PEMERIKSAAN LABORATORIUM UNTUK UJI
FUNGSI GINJAL

METODE ENZYME LINKED IMMUNOSORBENT ASSAY/ELISA.18


•Prinsip Pemeriksaan
1.Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan kuantitatif secara sandwich enzyme
immunoassay.
2.Antibodi monoklonal spesifik untuk CysC sebelumnya dilapisi ke microplate.
3.Standar dan sampel dipipet ke dalam well jika terdapat CysC maka akan diikat oleh
antibodi.
4.Setelah pencucian substansi yang tidak berikatan, sebuah enzim pengikat antibodi
monoklonal spesifik/enzyme-linked monoclonal antibody spesific untuk CysC
ditambahkan ke dalam well.
5.Kemudian dilakukan lagi pencucian untuk membuang reagen antibodi-enzim yang tidak
berikatan, lalu larutan substrat ditambahkan ke dalam well dan warna yang terbentuk
secara proporsional menunjukkan jumlah CysC yang berikatan pada tahap awal.
6.Pembentukan warna dihentikan dan intensitas warna diperiksa.
Lanjutan..

METODE PETIA/PARTICLE- SAMPEL


ENHANCED TURBIDIMETRIC
IMMUNOASSAY.19 Sampel yang digunakan adalah
• Prinsip Pemeriksaan serum atau plasma
EDTA/heparin, dianjurkan
Cystatin C yang didapatkan dari menggunakan
Sampel serum atau plasma sampel segar.
dicampur dengan anti CysC yang Sampel serum atau plasma stabil
didapatkan dari immunopartikel. pada:
Kompleks partikel yang terbentuk • Selama 14 hari pada
akan menyerap cahaya, dan temperatur ruangan (8-25
dengan turbidimetri penyerapan °C),
cahaya berhubungan dengaN kadar • Selama 21 hari pada suhu 2-
CysC melalui interpolasi pada 8°C;
sebuah kurva kalibrasi standar yang • dan selama 3 bulan bila
ditetapkan. disimpan pada suhu -20°C.

Nilai normal CysC adalah 0,53-


1,01mg/L.
Lanjutan..
METODE PENIA/PARTICLE-ENHANCED
IMMUNONEPHELOMETRY.
• Prinsip Pemeriksaan
Partikel Polystyrene yang dilapisi dengan
antibodi CysC beraglutinasi ketika dicampur dengan
sampel yang mengandung CysC. Intensitas dari
cahaya yang dipancarkan/scattered light diperiksa
menggunakan immunonefelometri dan tergantung
pada kadar CysC dalam sampel.
• Sampel
Dapat digunakan sampel serum, plasma, EDTA dan
heparin.
Tes Kreatinine untuk Mengetahui Kesehatan
Ginjal

• Ada 3 tipe tes kreatinine yang dapat


dilakukan :
1.Kadar Kreatinine Dalam Darah
2.Tes Kadar Pembersihan Kreatinine
3.Rasio Urea Nitrogen Darah dengan
Kreatinine
PENTINGNYA TES KREATININ
Tes di atas diperlukan untuk :
• Mengetahui apakah kinerja ginjal normal
• Mengetahui apakah ada penyakit dalam
ginjal
• Mengetahui bagaimana kinerja ginjal pada
orang yang mengkonsumsi obat-obatan
yang dapat merusak ginjal
• Mengecek dehidrasi.
Bagaimana Persiapan Sebelum Melakukan Tes Ini?

• Jangan melakukan kegiatan olahraga yang berlebihan selama 2


hari (48 jam) sebelum mengambil tes kreatinine.
• Jangan makan lebih dari 227 gram daging, terutama gaging sapi
atau protein lainnya selama 24 jam sebelum Tes Kadar Creatinine
dalam darah dan selama Tes Kadar pembersihan Creatinine dalam
urine.
• Pastikan banyak meminum air selama 24 jam tes Urine tapi jangan
mengkonsumsi teh atau kopi karena dapat merangsang
pengeluaran air seni.
Pengambilan Tes Urine 24 Jam

• Saat bangun pagi, Buang lah air seni anda namun jangan
disimpan. Catatlah waktu saat anda membuang air seni sebagai
tanda permulaan Tes Urine 24 jam anda sudah dimulai.
• Untuk 24 jam ke depan, kumpulkan seluruh air seni anda. Dokter
atau laboratorium biasanya memberikan anda kontainer besar yang
dapat menampung kurang lebih 4L. Jangan menyentuh bagian
dalam kontainer ini dengan jari anda. Simpanlah urin anda ke
dalam kontainer kecil lalu tuang ke dalam kontainer besar ini
• Simpan Kontainer besar ini dalam kulkas selama 24 jam.
• Sesaat sebelum 24 jam Tes Urine ini selesai, Buanglah air urine
anda untuk terahkir kalinya. Masukkan ke dalam kontainer besar
dan catat waktunya
• Jangan memasukkan Kertas Toilet, Darah menstruasi, Feces
ataupun objek asing lainnya ke dalam sampel urin ini.
Range Normal Tes Darah Kreatinine dan Tes
pembersihan Kreatinine

• Tes Darah Kreatinine :


• Laki – Laki : 0.6 -1.2 milligrams per deciliter (mg/dL)
atau 71- 106 micromoles per liter (mcmol/L)
Perempuan : 0.4-1.0 mg/dL atau 36-90 mcmol/L
Tes Pembersihan Kreatinine :
• Laki-laki (Kurang dari 40 Tahun) : 107-139 mililiters
per menit (mL/min) atau 1.8 -2.3 mililiters per detik
(mL/sec)
Perempuan (kurang dari 40 Tahun) : 87-107 mL/min
atau 1.5-18 mL/sec
Rasio BUN – Kreatinine : 10:1 s/d 20 :1
Bila hasil tes darah kreatinine tinggi, dapat
menandakan adanya kerusakan ginjal yang serius
atau komplikasi penyakit. Kerusakan ginjal ini dapat
disebabkan oleh infeksi mematikan, shock, kanker
atau aliran darah yang rendah ke ginjal. Kondisi
lainnya adalah terhalangnya urinary tract (disebabkan
oleh batu ginjal), gagal jantung, dehidrasi atau
kehilangan darah dalam jumlah besar
yang menyebabkan shock, kondisi otot yang tidak
normal (seperti rhabdomyolysis, gigantism,
acromegaly, myastehnia gravis, muscular dystrophy,
dan polymyositis). Biasanya tingginya kadar
kreatinine berarti Kadar Pembersihan Kreatinine
dalam tubuh lebih kecil dari biasanya.
• Tes Kadar pembersihan Kreatinine tinggi
biasanya terjadi karena olah raga yang berlebihan,
kerusakan otot, terbakar, keracunan
karbonmonoksida, kehamilan dan hypothyroidism.
• Tes Rasio BUN – Kreatinine. Tingginya kadar rasio
ini terjadi bersamaan dengan gagal ginjal, yang
dapat disebabkan oleh shock atau dehidrasi yang
serius. Terhalangnya Urinary Tract (Seperti Batu
Ginjal) juga dapat menyebabkan tingginya Rasio
BUN – Kreatinine. Jika angka rasio ini terlalu
tinggi dapat menyebabkan pendarahan di Digestive
tract atau Respiratory tract.
Range Rendah

• Bila kadar kreatinine dalam darah rendah, dapat berarti massa otot
yang rendah disebabkan oleh penyakit seperti Muscular dystrophy atau
disebabkan oleh penuaan. Angka yang rendah ini dapat juga berarti
beberapa tipe penyakit liver yang berat, diet rendah protein atau
kehamilan.
• Bila hasil tes Pembersihan Kreatinine rendah, ini bisa menandakan
adanya kerusakan ginjal yang parah. Kondisi seperti infeksi serius, shock,
kanker, aliran darah yang lemah ke ginjal atau terhalangnya Urinary Tract.
• Rasio BUN – Kreatinine yang rendah dapat berarti diet rendah protein
atau kerusakan otot yang parah (Rhabdomyolysis), kehamilan, cirrhosis,
atau SIADH (Syndrome of inappropriate antidiuretic hormone secretion).
SIADH ini kadang terjadi bersamaan dengan penyakit paru-paru, kanker
dan penyakit pada pusat sistem saraf dan penggunaan obat-obatan
tertentu
THANK YOU!
Leonardo Jeverson