Anda di halaman 1dari 18

ANGGOTA : SUCI SAFIRA

PUTRI
FIRDHA RAHMADANI
AULIA DHIFA RAHAYU
IBRAHIM TASYRIK ASSAWALA
NURUL IZZA
SELA NOVIANTI

KAPSUL SRI LASRI


ANDI ARWINI PUSPITASARI
PENGERTIAN

 Kapsuladalah sediaan padat yang terdiri


dari obat dalam cangkang keras atau
lunak yang dapat larut. Cangkang
umumnya terbuat dari gelatin; tetapi
dapat juga terbuat dari pati atau bahan
lain yang sesuai (Depkes RI, 1995).
Sejarah kapsul

 Tahun 1834 : F.A.B. Mothes dan DuBlanc menemukan Kapsul gelatin 1 bagian
(dipatenkan 1834) bertahan 1830an- 1870an
1 bagian artinya cangkangnya hanya “body”’nya saja sedangkan capnya
berupa gelatin pekat yg dioleskan stlh obat formula dimasukkan ke body.
• Tahun 1839 : Barot Mengembangkan penyalutan film I yaitu : pill disalut
dengan gelatin
• Tahun 1846 : J.C.Lehuby paten kapsul 2 bagian spt. Sekarang
• Tahun 1874 : A. Taetz + Glicerin dalam Formulasi lunak dan mudah ditelan
• Tahun 1874 : F. Hubel merintis Industri pembuat kapsul I
• Tahun 1897 : Eli Lilly
• Tahun 1901 : Parke Davis
• Tahun 1960an-1970an : Berkembang diseluruh dunia
• Tahun 1960an : di Eropa berkembang kapsul gelatin lunak (softgell)
Alasan/Tujuan pengkapsulan:

 -menutupi bau/rasa
- memberi perlindungan terhadap isi kapsul (kelembaban, cahaya,
udara)
- Tujuan khusus (pelepasan khusus). Contohnya kapsul dg komponen yg
berbeda-beda, biasanya pake warna yg menarik.
KEUNTUNGAN

 a. Di dalam kapsul terdapat ukuran yang tepat dari dosis lazim. Hal ini
mengurangi kemungkinan hiangnya sejumlah zat aktif saat proses
pembuatannya seperti di pentabletan.
b. Biasanya dan diasumsikan mempunyai bioavailabilitas yang lebih baik
dibandingkan tablet.
c. Lebih mudah dan fleksibel dalam memformulasikan dibandingkan
tablet
d. Pemakaian mudah dan mudah dibawa
e. Dapat dibuat produk dengan profil pelepasan khusus
f. Biaya produksi relatif lebih murah dibandingkan tablet
KERUGIAN


1. Biaya Produksi relatif lebih mahal dibandingkan tablet
2. Proses pengisian lebih lambat dibandingkan mesin tablet (mesin
orientasi dimasukkan duLu baru ditutup cangkangnya)
3. Tidak dapat digunakan untuk bahan-bahan yang sangat mudah larut
(higroskopis cangkang stabil)
4. Tidak bisa untuk obat dengan dosis besar cz diperlukan cangkang
besar yg gak acceptable dg pasien (manusia)
5. Tidak dapat untuk bahan-bahan yang mudah mencair dan mudah
menguap
**Untuk no.3 & 5 pada prinsipnya gak dpt untuk bahan-bahan yg punya
sifat dapat menyebabkan melembabnya gelatin pada cangkang gelatin
yg lembab akan lengket & mudah hancur.
Pembuatan cangkang kapsul

 1. Pencelupan/Dipping
Pasangan paku/“pins” stainless steel dicelupkan ke dalam larutan untuk menghasilkan
“Cap” dan “Body”. Paku-paku sebelumnya di beri lubrikan dan didinginkan pada suhu
220C, sedangkan suhu larutan gelatin 500C. Lama pencelupan 12 detik (tergantung
panjang Kapsul). *Makin lama makin tebel, makin cepet, makin tipis.

2. Pemutaran/Rotation
Setelah dicelupkan, paku-paku di tarik dari larutan dan diputar-putar beberapa kali.
Tujuan pemutaran adalah menghomogenkan dan mencegah bintik-bintik. Kemudian
dikeringkan dengan udara dingin & kering..

3. Pengeringan /Drying
Paku-paku yang telah tersalut dilewatkan oven-oven pengering (dengan pengkondisian
udara dan suhu pengeringan) kondisi panas & RH diturunkan, kalo lembut cangkang
mlenyet.
Pembuatan cangkang kapsul

 4. Pelepasan/Stripping
Dengan menggunakan penjepit dari perunggu/tembaga untuk menarik badan dan penutup kapsul dari
paku-paku cetakan.

5. Pemotongan/Trimming
Bertujuan untuk menghasilkan kapsul yang sama panjang dan rata

6. Penggabungan/Joining
Penggabungan antara body dan kapsul.

7. PENYORTIRAN/SORTING
• Moisture content (kandungan air) dari kapsul yang keluar dari mesin dipersyaratkan 15-18 % b/b pemeriksaan
dilakukan sebelum sorting
• Kapsul yang akan disorting dilewatkan lampu, dan dilakukan pengamatan secara visual (pemotongan yang
tidak rata, kapsul peot, berlubang, sobek, badan panjang, kotor baik di dalam maupun di luar, ada
gelembung, noda).

8. PRINTING
Dilakukan sebelum pengisian dengan mesin. Pencetakan dapat dilakukan baik secara axial maupun radial.
Bahan untuk membuat cangkang
kapsul

 Cangkang dibuat dari :


 Gelatin
 Pati
 Bahan Lain yang cocok (FI,Ed,IV)
 Kapsul memiliki nama lain :
 Hard Capsule atau Kapsul Keras
 Hard Gelatine Capsule atau Kapsul Lunak
 Adapun pemerian dari kapsul adalah sedian bahan aktifnya dapat berbentuk padat atau
sediaan padat dengan atau tampa bahan tambahan dan terbungkus cangkang kapsul yang
keras terbuat dari gelatin .
 Kapsul Berbentuk selindris dengan ukuran kapsul bermacam – macam mulai yang terbesar
000(Untuk Hewan),00,0,1,2,3,4,dan 5.Dalam pengobatan lazim digunakan adalah 0,1,2,3 dan 4
. Kapasitas Kapsul kira – kira antara 30 mg – 600 mg dan tergantung berat jenis serbuknya.
Pembagian kapsul

 Berdasarkan konsistensi cangkang kapsul


 1. Keras, terdiri 2 bagian, jika ditekan keras.
 Cara buat : bisa diisi secara manual dan biasanya cangkang kapsul dpt dbeli
/ tdk dibuat sendiri. Kapsul ini lebih stabil karena diproduksi dengan tujuan
single use.
**Berbahaya bila memasukkan obat dr bahan alam scr keseluruhan dg
ampasnya, sebaiknya diekstraksi dulu.

 2. Lunak, terdiri 1 bagian, lebih kenyal, lunak. Pembuatan kapsul ini lebih sulit
dibandingkan kapsul keras cz pembuatannya hrs sekaligus. Digunakan utk
anak yg gak suka minum obat, misal vit.A, vit.E, minyak ikan. Stabilitas kapsul
lunak lebih jelek dari pada kapsul keras karena kapsul lunak berbentuk cair.
Kapsul Gelatin yang Keras

Kapsul gelatin yang keras merupakan jenis yang digunakan oleh ahli farmasi
masyarakat dalam menggabungkan obat-obatan secara mendadak dan
dilingkungan para penbuat sediaan farmasi dalam memproduksi kapsul
umumnya. Cangkang kapsul kosong dibuat darii campuran gelatin, gula dan air,
jernih tidak berwarna dan pada dasarnya tidak memepunyai rasa. Gelatin, USP,
dihasilkan dari hidrolisis sebagian dari kolagen yang diperoleh oleh kulit, jaringan
ikat putih dan tulang belakang binatang-binatang. Dalam perdagangan
didapat gelatin dlam serbuk bentuk halus, serbuk kasar, parutan, serpihan-
serpihan atau lembaran-lembaran ( Gambar 6-6). Gelatin bersifat stabil diudara
bial dalam keadaan kering, akan teteapi mudah mengalami peruraian oleh
mikroba bila menjadi lembab atau bial disimpan dalam larutan berair. Oleh
karena itu kapsul gelatin yang lunak mengandung lebih banyak uap air daripada
kapsul keras, pada pembuatannya ditambahkan bahana pengawet utnuk
mencegah timbulnya jamur dalam cangkang kapsul.
Ukuran kapsul

 Kapsul gelatin kosong dibuat dengan berbagai macam ukuran, bervariasi


baik panjang maupun diameternya. Pemilihan ukuran tergantung pada
berapa banyak isi bahan yang akan dimasukan kedalam kapsul dan
dibandingkan dengan kapasitas isi dari cangkang kapsul. Karena kepadatan
dan penekanan dari serbuk atau campuran serbuk akan menentukan berapa
jumlah yang dapat ditampung dalam kapsul karena tiap bahan mempunyai
sifat-sifat tersendiri. Maka tidak ada pengaturan yang ketat untuk
menentukan ukuran kapsul yang tepaat untuk diisi oleh serbuk atau formula
tertentu. Bagaimanapun sebagai perbandingan dengan serbuk-serbuk yang
dikenal ciri-ciri khususnya ( tabel 16-2). Dan mula-mula ditetapkan ukuran rata
–rata dari kapsul yang dapat menampung bahan obat. Setelah percobaan-
percobaan baru diambil kesimpulan akhir. Untuk diberikan kepada manusia,
kapsul kosong ukuran berkisar daro 000 yang terbesar sampai no 5 yang
terkecil yang ada dipasaran, baik yang berwana maupun yang tidak (
Gambar 6-12)10 Ukuran kapsul yang lebih besar dipakai dalam kedokteran
hewan.
Persiapan Pengisian Kapsul Gelatin
Keras

 Persiapan pengisian kapsul gelatin keras dapat dibagi dalam tahapan-


tahapan sebagai berikut:
 Persiapan dan pengembangan formulasi serta pemilihan ukuran kapsul
 Pengisian cangkang kapsul
 Pembersihan dan pemolesan kapsul yang tidak terisi

Formulasi kapsul dan Pemilihan
Ukuran Kapsul

 Umumnya kapsul gelatin keras dipakai untuk menampung isi antara sekitar 65
mg – 1 gram bahan serbuk, termasuk bahan obat dan bahan pengencer lain
yang diperlukan. Sebagaimana terluhat pada tabel 6-2 kapsul terkecil
 (no 5) biasanya dapat menampung isi paling sedikit 1 gram atau 65 mg
serbuk dari jenis yang dipakai sebagai obat.Aggar kapsul dapat diisisecara
penuh biasanya dipakai kapsul dengan ukuran terkecil, Biasanya bahan yang
dibutuhkan paling sedikit 65 mg. Bila dosisi obat atau jumlah obat yang akan
dimasukan tidak memenuhi untuk mengisi volume kapsul, maka diperlukan
penambahan bahan pengisi yang cocok dalamjumlah yang tepat pada
bahan obat supaya dapat memenuhi isi kapsul. Bila jumlah bahan obat yang
akan diberikan dalam satu kapsul cukup besar untuk mengisi penuh kapsul,
bahan pengisi tidak dibutuhkan, Laktosa biasanya dipakai sebagai bahan
pengisi dalam pengisian kapsul.
 Dalam banyak hal dimana jumlah obat yang dimasukan dalam satu kapsul,
berada pada kisaran dosis lazim obat ; satu kapsul diminnum sebagai satu
dosis pengobatan tersebut. Dalam hal lain khususunya bila jumlah obat yang
merupakan dosis lazim jumlahnya terlalu besar untuk dimasukan kedalam satu
kapsul, Untuk obat seperti itu, dosisinya dibagi-bagi dan diperlukan dua kapsul
atau lebih. Bagi banyak zat obat , dosis pertama lebih besar daripada dosis-
dosis berikutnya, dalam kasus seperti itu lebih banyak jumlah kapsul diperlukan
pada awal terapi daripada terapi selanjutnya. Pada umumnya mula-mula
ditentukan jumlah obat yang akan dimasukkan kedalam sebauah kapsul dan
baru kemudian jumlah bahan pengisi atau bahan inert jika ada, berdasarkan
kebutuhan tambahan dalam formulasi atau untuk memisahkan komponen
kimia yang tidak tersatukan dalam formulasi atau sebagai pelincir untuk
memudahkan mengalirnya serbuk ketika menggunakan mesin pengisi kapsul
yang otomatis.
Kriteria bahan aktif yg bisa diformulasikan utk :
Kapsul Keras & Kapsul Lunak

 Bentuknya kering, semisolid -> isinya serbuk, granul, butiran, tablet .


 Dpt diisi ddg bhn cair pi penutupan cangkang hrs tepat.
 Stabil thdp pemanasan/pengeringan
 Homogen
 Inert terhadap cangkang
 Zat aktif tidak mudah teroksidasi
 Bentuknya harus cair.
 Berupa minyak-minyak (lipofil).
 Inert terhadap cangkang
 Zat aktif labil terhadap pemanasan/pengeringan
 Zat aktif mudah teroksidasi
Kapsul – Kapsul Resmi

 Dikenal lebih dari beratus-ratus obat resmi dalam bentuk kapsul, me-wakili
kelompok obat-obat yang sangat luas. Sebagai contoh dari obat ini didapat
dalam Tabel 6-3. Sebagai tambahan, beberapa ratus produksi obat lain yang
ada dalam perdagangan dalam bentuk kapsul. Kebanyakan kapsul resmi
yang dikenal mengandung satu macam obat. Hal ini menun-jukkan praktek
pengobatan masa kini, di mana penulisan resep diutama-kan untuk
menyembuhkan penyakit dengan satu macam obat. Jika lebih dari satu
macam obat diperlukan, dapat dituliskan produk obat dalam kombinasi atau
obat yang terpisah-pisah. Produk obat kombinasi biasanya berada di antara
obat-obat yang dijual bebas di mana pasien dapat me-mesan untuk
pengobatan sendiri gejala-gejala yang kompleks seperti flu.

KESIMPULAN

 Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkangkeras
atau lunak yang dapat larut
 Kapsul terdiri atas kapsul keras (capsulae durae) dan kapsul lunak (capsulae
molles).
 Kapsul harus memiliki syarat sebagai berikut yaitu keseragaman bobot, waktu
hancur, keseragaman sediaan dan uji disolusi.
 Kapsul selain memiliki keuntungan juga memiliki kerugian.
 Dalam pembuatan sediaan kapsul harus diperhatikan sifat dari bahanyang
dipergunakan.
 Kapsul dapat diisi dengan 3 cara yaitu dengan tangan, dengan alat bukan
mesin dan dengan alat mesin