Anda di halaman 1dari 26

EFFICIENT SECURITIES

MARKETS
ZULFADHLI
EDIE LAKSONO PERMATA
Pengertian Pasar Modal Efisien

 Efficient Market Hypothesis (EMH)

 Pasar sekuritas yang quickly dan fully reflect semua informasi relevan yang

tersedia.

 Konsekuensi Pasar Efisien:

 Penyesuaian harga terjadi cepat atas kedatangan informasi baru.

 Harga sekuritas merefleksi semua informasi relevan yang tersedia.

 Informasi baru bersifat tidak terprediksi. Karena itu, perubahan harga dari waktu

ke waktu terjadi secara independen satu dengan lainnya (random fashion)


Kondisi Pasar Modal Efisien

 Terdiri atas banyak investor yang rasional dan profit-maximizer:

 Berpartisipasi aktif di pasar.

 Pasar kompetitif: price takers

 Informasi murah (costless) dan tersedia luas bagi investor.

 Motif mencari kesempatan dan persaingan antar-investor.

 Investor bereaksi secara cepat (quickly) dan sepenuhnya (fully) terhadap


informasi baru.
Bentuk EMH - Weak Form

 Harga sekuritas merefleksi semua data tentang harga masa lalu.


Implikasinya adalah investor tidak dapat memperoleh abnormal return
secara konsisten dengan menggunakan informasi harga masa lalu.

 Harga sekuritas menyesuaikan dengan data pasar secara quickly and fully

 Pengujian weak form meliputi:

 Test for independence of stock price changes (random walk). Apabila


independen, tren dalam perubahan harga tidak ada.

 Serial correlation (korelasi antara Rt and Rt-1)

 Test for profitability of trading rules


Bentuk EMH - Semistrong Form
 Harga merefleksi semua informasi publik yang tersedia. Implikasinya adalah
investor tidak dapat secara konsisten mendapatkan abnormal return
dengan menggunakan informasi publik yang tersedia.

 Investor tidak dapat bereaksi terhadap informasi publik baru setelah


pengumuman informasi tersebut dan mengharapkan abnormal return.

 Pengujian semistrong form meliputi:

 Event Study. Menganalisis perilaku harga sekitar tanggal pengumuman, misalnya


pengumuman laba, dividen, stock split, dan mergen.

 Performance of Portfolio Managers. Menguji apakah manajemen portofolio


dapat secara konsisten mendapatkan abnormal return dengan menggunakan
informasi publik.
Bentuk EMH - Strong Form

 Harga merefleksi semua informasi, baik informasi publik maupun informasi

privat. Implikasinya adalah investor tidak dapat secara konsisten

mendapatkan abnormal return dengan menggunakan informasi publik dan

informasi privat.

 Pengujian strong form meliputi:

 Private information.

 Specialists.

 Mutual Funds
Implikasi Pasar Modal Efisien

 Implikasi pasar modal efisien menurut Beaver:

1. Manajer tidak seharusnya perlu direpotkan dengan kebijakan akuntansi


mana yang akan digunakan, kecuali kebijakan akuntansi tersebut memiliki
pengaruh langsung terhadap arus kas. Banyak alternatif kebijakan
akuntansi yang diperdebatkan yang sebenarnya tidak berpengaruh
langsung terhadap arus kas.

2. Perusahaan harus mengungkapkan informasi sebanyak mungkin. Pasar


modal efisien tidak mementingkan bentuk pengungkapan melainkan
kandungan informasinya. Selain itu, pasar modal efisien lebih
mengutamakan media pengungkapan yang cost-effective.
Implikasi Pasar Modal Efisien
 Implikasi pasar modal efisien menurut Beaver (lanjutan):

1. Perusahaan tidak perlu terlalu memperhatikan investor yang naif (sering


disebut investor yang price-protected) pada waktu menentukan kebijakan
dan format pengungkapan. Investor yang naif dapat menggunakan bantuan
pihak lain untuk menginterpretasi informasi keuangan. Selain itu, pasar modal
efisien menyatakan bahwa harga mencerminkan semua informasi yang
tersedia walaupun investor tidak memahami sepenuhnya tentang
pengungkapan. Informasi yang tersedia bisa datang dari berbagai sumber.

2. Pasar modal efisien tertarik pada informasi yang relevan dari berbagai
sumber, tidak hanya dari laporan keuangan. Laporan keuangan hanya
merupakan salah satu sumber informasi bagi pasar modal.
CAPM
 CAPM (Capital Asset Pricing Modal) merupakan model untuk menaksir
keuntungan sekuritas, baik keuntungan ex post (realisasi) maupun
keuntungan ex ante (diharapkan).

 CAPM dikembangkan oleh Sharpe tahun 1964 dan Lintner tahun 1965.

 Formula CAPM Rt = α + ßRMt + εt.

Rt = return sekuritas

α = return bebas risiko

ß = risiko sistematis

RMt = return pasar.

εt = abnormal return
CAPM
 Asumsi utama CAPM

1. CAPM menunjukkan bagaimana harga sekuritas tergantung pada

ekspektasi investor tentang tingkat keuntungan. Apabila ekspektasi

berubah, harga akan berubah sesuai dengan perubahan ekspektasi

tersebut. Semakin tinggi beta maka akan semakin tinggi keuntungan

diharapkan, apabila hal lain sama. Hal ini konsisten dengan investor yang

risk aversion karena investor yang risk aversion menuntut keuntungan

diharapkan yang tinggi untuk kompensasi atas tingginya risiko (beta).


CAPM
 Asumsi utama CAPM

2. CAPM memisahkan realisai keuntungan (realized return) menjadi keuntungan diharapkan

(expected return) awal periode dan komponen keuntungan tidak diharapkan (unexpected

return) atau keuntungan abnormal (abnormal return). Per definisi dalam teori pasar modal

efisien, keuntungan abnormal sama dengan nol karena informasi baru datang secara

random. Namun realisasi nilai keuntungan abnormal suatu periode tidaklah nol. Dengan

demikian model CAPM mampu memisahkan ex post keuntungan direalisir menjadi

komponen keuntungan diharapkan dan keuntungan abnormal.

3. CAPM merupakan cara yang mudah untuk mengestimasi beta saham. Dengan

memperoleh data Rt dan RMt, maka koefisien regresi dapat digunakan untuk menaksir beta.
Apakah Beta Sudah Mati?
 Apa yang dimaksud dengan beta dan mengapa beta merupakan konsep
yang penting dalam akuntansi keuangan?

1. Beta menggambarkan besarnya perubahan harga suatu saham tertentu


dibandingkan dengan perubahan harga pasar.

2. Beta merupakan konsep yang penting dalam akuntansi keuangan karena


beta menunjukkan risiko suatu perusahaan.

3. Memahami beta perusahaan sama dengan memahami risiko perusahaan


tersebut yang merupakan basis pengetahuan penting bagi akuntan.

4. Selain itu, beta telah banyak digunakan dalam studi empiris tentang
manfaat informasi akuntansi keuangan.
Apakah Beta Sudah Mati?
 Apakah yang dimaksud dengan risiko tidak sistematis dan risiko sistematis?

1. Ada dua jenis risiko, yaitu risiko tidak sistematis (unsystematic risk) dan risiko
sistematis (systematic risk).

2. Risiko tidak sistematis adalah risiko yang dapat dikurangi dengan melakukan
diversifikasi portofolio. Risiko ini terkait dengan saham tertentu dan akan
tersebar pada semua saham yang dimiliki dalam portofolio.

3. Risiko sistematis adalah risiko yang tidak dapat didiversifikasi melalui


portofolio. Risiko ini menggambarkan faktor ekonomi secara keseluruhan
yang mempengaruhi semua sekuritas yang ada. Risiko sistematis disebut
juga dengan beta. Beta adalah besarnya pengaruh perubahan harga
suatu saham terhadap perubahan harga saham portofolio pasar.
Apakah Beta Sudah Mati?
 Fama dan French, meneliti pasar modal USA untuk periode , menemukan bahwa
beta memiliki sedikit kemampuan untuk menjelaskan keuntungan sekuritas. Mereka
menemukan bahwa book-to-market ratio dan ukuran perusahaan (firm size) lebih
signifikan menjelaskan keuntungan sekuritas. Mereka menyarankan, daripada
melihat beta sebagai ukuran risiko, lebih baik melihat book-to-market ratio dan
ukuran perusahaan sebagai ukuran risiko. Risiko akan meningkat dengan
meningkatkanya book-to-marke ratio dan menurun dengan semakin besarnya
ukuran perusahaan. Hasil penelitian Fama dan French ini menjadikan beta “mati.”

 Alasan lain yang menunjukkan beta mati adalah penelitian Schiller (1981) yang
menyatakan bahwa variabilitas harga sekuritas sama dengan variabilitas dividen.
Determinan yang menentukan nilai perusahaan adalah dividen masa depan.
Selain itu, asumsi bahwa beta konstan (stationary) juga kurang tepat. Apabila beta
konstan, satu-satunya yang tidak pasti adalah RMt yang bersifat random.
Apakah Beta Sudah Mati?
 Walaupun banyak kelemahan, CAPM tetap merupakan benchmark
tentang informasi harga saham karena:

1. Beta merupakan resep untuk membuat keputusan investasi yang maksimal.

2. Sedikit teori yang menjelaskan mengapa book-to-market ratio dan ukuran


perusahaan merupakan konstruk risiko yang penting.

3. CAPM dapat dikembangkan untuk mengakomodasi beta yang tidak


konstan.

4. CAPM telah banyak digunakan dalam penelitian empiris untuk mengetahui


respon harga sekuritas terhadap informasi akuntansi.
Efisiensi Pasar Secara Keputusan
 Umumnya perubahan akuntansi berdampak pada perubahan laba.
Namun tidak semua perubahan akuntansi berdampak pada arus kas
perusahaan.

 Apabila perubahan metode akuntansi tidak berdampak pada perubahan


arus kas, maka perubahan akuntansi tersebut tidak berpengaruh terhadap
nilai perusahaan.

 Ada dua hipotesis yang memprediksi hubungan antara perubahan metode


akuntansi terhadap harga saham, yaitu:

1. Mechanistic hypothesis.

2. No-effect hypothesis.
Efisiensi Pasar Secara Keputusan

 Berdasarkan mechanistic hypothesis, reaksi pasar didasarkan pada ada

tidaknya dampak perubahan metode akuntansi terhadap laba

perusahaan.

- Apabila perubahan metode akuntansi menyebabkan laba meningkat, maka

pasar bereaksi positif.

- Sebaliknya, apabila perubahan metode akuntansi menyebabkan laba

menurun, maka pasar bereaksi negatif.


Efisiensi Pasar Secara Keputusan
 Berdasarkan no-effect hypothesis, reaksi pasar didasarkan pada ada tidaknya dampak

perubahan metode akuntansi terhadap arus kas perusahaan (nilai perusahaan).

- Apabila perubahan metode akuntansi menyebabkan laba meningkat, tetapi arus kas

tidak meningkat, maka pasar tidak bereaksi.

- Apabila perubahan metode akuntansi menyebabkan laba meningkat, dan arus kas juga

meningkat, maka pasar bereaksi positif.

- Apabila perubahan metode akuntansi menyebabkan laba menurun, tetapi arus kas

tidak menurun, maka pasar tidak bereaksi.

- Apabila perubahan metode akuntansi menyebabkan laba menurun, dan arus kas juga

menurun, maka pasar bereaksi negatif.


Efisiensi Pasar Secara Keputusan
Anomali Pasar Modal Efisien

 Teori efisiensi pasar modal menyatakan bahwa harga sekuritas akan

bereaksi cepat terhadap informasi baru. Konsekuensinya, apabila harga

tidak bereaksi cepat terhadap informasi baru tetapi membutuhkan waktu

lebih lama, maka keuntungan abnormal dapat terjadi.

 Dalam hal ini investor tidak berprilaku sesuai dengan teori efisiensi pasar

modal. Investor yang tidak berprilaku sesuai dengan teori efisiensi pasar

modal disebut anomali pasar modal efisien.


Anomali Pasar Modal Efisien
 Teori Prospek (Prospect Theory) (Kahneman dan Tversky,1979):

- Investor akan risk averse berkaitan dengan keuntungan dan risk taking berkaitan dengan kerugian.

Penilaian terpisah antara prospek keuntungan dan kerugian menunjukkan perilaku yang irrasional.

- Apabila nilai investasi mulai meningkat, tingkat utilitas investor menurun dan investor berperilaku risk

averse. Dalam menghadapi berita baik, investor memiliki probabilitas rendah akan semakin baiknya

harga atau probabilitas tinggi harga akan semakin menurun karenanya investor merealisasi

keuntungan. Dalam hal ini investor menghindari risiko.

- Apabila nilai investasi mulai menurun, tingkat utilitas investor meningkat dan investor berperilaku risk

taking. Dalam menghadapi berita buruk, investor menahan sekuritas dan tidak mau merealisasi

kerugian, bahkan membeli lebih banyak saham yang menurun karena investor memiliki probabilitas

tinggi akan membaiknya sekuritas. Dalam hal ini investor menambah risiko.
Anomali Pasar Modal Efisien

 Post-Announcement Drift:

1. Sekali laba perusahaan diketahui, kandungan informasi tersebut seharusnya digunakan oleh investor

sesuai dengan teori efisiensi pasar modal. Namun, telah diketahui lama bahwa hal ini tidak terjadi seperti

itu.

2. Bagi perusahaan yang melaporkan berita baik pada laporan kuartalan, keuntungan abnormalnya

cenderung tertunda (drift) hingga pada sekitar 60 hari setelah pengumuman. Begitu juga bagi

perusahaan dengan pengumuman berita buruk, keuntungan abnormalnya cenderung juga tertunda

sekitar 60 hari kemudian.

3. Fenomena ini merupakan suatu anomali pasar modal efisien yang disebut dengan istilah post-

announcement drift. Fenomena merupakan tantangan serius dan penting dalam pasar modal efisien.
Anomali Pasar Modal Efisien

 Rasio Keuangan:

1. Berdasarkan teori pasar modal efisien, strategi investasi seharusnya didasarkan pada

informasi yang tersedia bagi investor, yaitu informasi tentang rasio keuangan.

2. Rasio keuangan seharusnya terkait dengan harga sekuritas. Karena itu, harga sekuritas

sudah merefleksikan informasi rasio keuangan.

3. Namun demikian, Ou dan Penman (1989) menemukan bukti bahwa rasio keuangan

tidak segera digunakan oleh investor dan tidak segera terrefleksi dalam harga sekuritas.

Hal ini merupakan suatu anomali pasar modal efisien.


Anomali Pasar Modal Efisien

 Accrual:

1. Teori pasar modal efisien menyatakan bahwa seharusnya pasar bereaksi lebih kuat

terhadap berita baik tentang arus kas aktivitas operasi daripada berita baik tentang

accrual.

2. Hal ini diyakini karena arus kas dari aktivitas operasi lebih mungkin terulang kembali

periode yang akan datang dibandingkan dengan accrual.

3. Akan tetapi, Sloan (1996) menemukan bukti bahwa pasar bereaksi lebih kuat terhadap

accrual daripada terhadap arus kas dari aktivitas operasi. Temuan ini menambah

panjang adanya anomali pasar modal efisien.


Anomali Pasar Modal Efisien

 Accrual:

1. Teori pasar modal efisien menyatakan bahwa seharusnya pasar bereaksi lebih kuat

terhadap berita baik tentang arus kas aktivitas operasi daripada berita baik tentang

accrual.

2. Hal ini diyakini karena arus kas dari aktivitas operasi lebih mungkin terulang kembali

periode yang akan datang dibandingkan dengan accrual.

3. Akan tetapi, Sloan (1996) menemukan bukti bahwa pasar bereaksi lebih kuat terhadap

accrual daripada terhadap arus kas dari aktivitas operasi. Temuan ini menambah

panjang adanya anomali pasar modal efisien.