Anda di halaman 1dari 10

STATISTIK PENDIDIKAN

ALFARUQ ASRI
M.WISMANSYAH PUTRA
Pengolahan Data

Pengolahan data adalah serangkaian operasi atau informasi yang diinginkan. Arti lain dari
pengolahan data adalah suatu sistem yang akan mengolah masukan berupa bahan baku
dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa bahan jadi atau informasi.
Informasi dapat dibagi tiga makna pokok sebagai berikut :
1. Akurat
2. Tepat pada waktunya
3. Relevan
Tahapan dalam Pengolahan Data

1. Editing, yaitu untuk melakukan pengecekan pengisian kuesioner apakah jawaban yang
ada dalam kuesioner lengkap, jelas, relevan, dan konsisten.
2. Coding, yaitu merubah data berbentuk huruf menjadi data berbentuk angka atau
bilangan.
3. Processing, yaitu pemrosesan data yang dilakukan dengan cara mengerti data dari
kuesioner ke paket program komputer.
4. Cleaning, yaitu membersihkan data yang merupakan kegiatan pengecekan kembali
data yang sudah di entri apakah ada kesalahan atau tidak.
Penyajian Data

Penyajian data merupakan salah satu kegiatan dalam pembuatan laporan hasil penelitian
yang telah dilakukan agar dapat dipahami dan dianalisis sesuai dengan tujuan yang
diinginkan. Data yang disajikan harus sederhana, jelas agar mudah dibaca.
Tujuan Penyajian Data

1. Memberi gambaran yang sistematis tentang peristiwa-peristiwa yang merupakan hasil


penelitian atau observasi,
2. Data lebih cepat ditangkap dan dimengerti,
3. Memudahkan dalam membuat analisis data, dan
4. Membuat proses pengambilan keputusan dan kesimpulan lebih tepat, cepat, dan akurat.
Cara Penyajian Data

Ada beberapa cara penyajian data yaitu sebagai berikut:


1. Penyajian Data Dalam Daftar (Tabel)
 Tabel Baris Kolom
 Tabel Kontingensi
 Tabel Silang
2. Penyajian Data Dalam Gambar
 Grafik garis (line chart)
 Grafik Batangan (Bar chart)
 Grafik Lingkaran (Pie chart)
Penyajian Data Dalam Bentuk Daftar
(Tabel)
Penyajian Data Dalam Bentuk Gambar
Data Diskrit, Kontinu, Nominal, Ordinal,
Interval, dan Rasio

1. Data Diskrit adalah data yang sifatnya terputus-putus, nilainya bukan merupakan
pecahan (angka utuh). Contoh data diskrit adalah data tentang jumlah penduduk,
kendaraan dan sebagainya.
2. Data Kontinu adalah data yang sifatnya sinambung atau kontinyu, nilainya bisa berupa
pecahan. Contoh data kontinyu adalah data tentang hasil panen padi, panjang jalan,
berat sapi dan sebagainya.
3. Data Nominal adalah ukuran yang paling sederhana, dimana angka yang diberikan
kepada objek mempunyai arti sebagai label saja, dan tidak menunjukkan tingkatan
apapun. Ciri-ciri data nominal adalah hanya memiliki atribut, atau nama, atau diskrit.
Contoh Misalnya tentang jenis olah raga yakni tenis, basket dan renang. Kemudian
masing-masing anggota set di atas kita berikan angka, misalnya tenis (1), basket (2) dan
renang (3).
Data Diskrit, Kontinu, Nominal, Ordinal,
Interval, dan Rasio

4. Data Ordinal bagian lain dari data kontinum adalah data ordinal. Data ini, selain memiliki
nama (atribut), juga memiliki peringkat atau urutan. Angka yang diberikan mengandung
tingkatan. Ia digunakan untuk mengurutkan objek dari yang paling rendah sampai yang
paling tinggi, atau sebaliknya. Contoh pemberian peringkat
5. Data Interval Pemberian angka kepada set dari objek yang mempunyai sifat-sifat ukuran
ordinal dan ditambah satu sifat lain, yakni jarak yang sama pada pengukuran dinamakan
data interval.
6. Data Rasio, Ukuran yang meliputi semua ukuran di atas ditambah dengan satu sifat yang
lain, yakni ukuran yang memberikan keterangan tentang nilai absolut dari objek yang
diukur dinamakan ukuran rasio (data rasio). Data rasio, yang diperoleh melalui
pengukuran dengan skala rasio memiliki titik nol.