Anda di halaman 1dari 11

Nama: Evi Susanti

NPM: 1713034056
Dosen: Dedy Miswar,
S.Si., M.Pd.
Mata Kuliah: Kartografi
Tematik
Pengertian tentang Data Kuantitatif dan Kualitatif
Pengertian tentang Ukuran Nominal, Ordinal,
Interval, dan Rasio.
Pengertian Peta Analisa dan Sintesa
Pengertian Generalisasi Pada Peta Tematik
Macam-macam Generalisasi
DATA KUALITATIF DATA KUANTITATIF

Data yang dinyatakan dalam Data yang dinyatakan dalam


bentuk kata-kata atau bukan bentuk angka. Merupakan hasil
dalam bentuk angka. Data ini dari perhitungan dan
biasanya menjelaskan pengukuran.Sebagai contoh :
karakteristik atau sifat. Sebagai tinggi badan, umur, jumlah
contoh : kondisi barang benda, penghasilan
(jelek,sedang,bagus), pekerjaan( seseorang,dll.
petani,pengusaha,pedagang),ting Data kuantitatif terdiri dari
kat kepuasan ( tidak puas, puas, data interval dan rasio
sangat puas),dll. Data kualitatif Perbedaan Metode Kualitatif
terdiri dari data nominal dan dengan metode kuantitatif :
ordinal
• Data Nominal adalah ukuran yang paling
sederhana, angka yang diberikan
mempunyai label saja. Ciri-ciri data ini
memiliki atribut, tidak memiliki urutan.
• Data Ordinal: data ini selain memiliki
atribut, juga memiliki peringkat atau
urutan. Angka yang diberi mengandung
tingkatan. Ia digunakan untuk mengurutkan
objek dari yang rendah ke tinggi. Ukuranini
tidak memberikan nilai absolut terhadap
objek.
Data interval : ukuran dari unsur dengan aturan yang
tertentu. Ukuran interval, titik permulaan diambil
dengan sembarang.
Ukuran dari unsur dengan urutan tertentu, dan
pembagian kelas-kelas juga tertentu. Pada ukuran
rasio titik permulaan nya mutlak.
Peta Analisis adalah peta yang menyajikan suatu
masalah / komponen saja yang merupakan bagian
dari masalah lainnya. Unsur yang disajikan
merupakan unsur yang dipentingkan dari kumpulan
unsur-unsur yang saling berhubungan erat dan
bersifat relatif.
Contoh: peta curah hujan, peta temperatur, peta
arah, kecepatan angin dan lain-lain, yang
merupakan bagian dari suatu masalah tentang
iklim.
Peta Sintesa adalah peta yang menyajikan seluruh
unsur-unsur yang satu sama lainnya berhubungan erat
dan bersifat kuantitatif. Unsur-unsur yang disajikan
tidak digambarkan berupa bentuk satu lembar peta.
Contoh : peta iklim, peta kehutanan, peta perkebunan,
peta pertanian dan lain-lainnya.
Generalisasi adalah pemilihan dan penyederhanaan dari
penyajian unsur-unsur pada peta dan selalu
berhubungan dengan skala dan tujuan dari peta itu
sendiri. Semua peta disajikan dalam skala kecil akan
melibatkan adanya generalisasi. Adalah tidak mungkin
untuk menyajikan pada peta semua unsur-unsur yang
ada di bumi karena akan mengakibatkan peta menjadi
penuh dan sukar dibaca. Jadi, generalisasi perlu untuk
mempertahankan kejelasan dari peta.
1. Generalisasi Geometris
Generalisasi geometris adalah penyederhanaan bentuk, eksagerasi
(perbesaran) dari unsur-unsur, dan pergeseran (displacement) dari
unsur-unsur akibat dari eksagerasi.
a. Generalisasi Geometris Murni : hanya bentuk geometris dari
unsur-unsur yang berubah.
b. Generalisasi Geometris Konsep : dilakukan bersamaan dengan
generalisasi konsep, misalnya klasifikasi jalan, klasifikasi
hutan, dsb.
2. Generalisasi Konsep
Generalisasi konsep tidak dilakukan oleh kartografer
melainkan oleh orang yang mengetahui tentang subjek
tersebut. Prosesnya terdiri dari kalsifikasi dan kombinasi.
Contoh: untuk peta tanah (soil map) bila terdapat 20
macam klas tanah akan disederhanakan klas tanahnya pada
peta yang lebih kecil skalanya. Misalnya menjadi 8 klas
tanah yang ada hubungannya satu sama lainnya.
 http://ramadhanvijai.blogspot.com/2016/06/bahan-ajar-kartografi-
tematik.html
 http://rofdacruz.blogspot.com/2015/04/materi-perbedaan-data-
kualitatif-dan.html
 https://suhartoumm.wordpress.com/2009/06/27/data-nominal-
ordinal-interval-dan-ratio/