Anda di halaman 1dari 16

PERINTIS- PERINTIS SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

INDONESIA: KI HAJAR DEWANTARA DAN MUHAMMAD


SYAFEI

KELOMPOK
AISYAH (170316150
MAHESTI PUSPA (170316150
RINI NURLAELI ALFARI (17031615014)
Sosok Pergerakan Kemerdekaan Indonesia

1. Rasa tak senang terhadap


penjajahan berkembang menjadi
rasa kebangsaan untuk
FAKTOR- kemerdekaan
FAKTOR
PENDORONG 2. Makin banyak rakyat bumiputera
terdidik akibat adanya perluasan
pendidikan
3. Adanya liberalisasi yang ditandai
lenyapnya larangan mengadakan
pertemuan politik
Spektrum Pergerakan Kemerdekaan Indonesia dan
Pendidikan
A. Pergerakan Politik
• Budi Utomo
C. Pergerakan Wanita
• Sarekat Islam
• Dipelopori oleh R.A. Kartini (1879-
• De Indische Partij
1904)
• Partai Nasional
• R. Dewi Sartika (1884-1947)
Indonesia
•Perkumpulan wanita:
Pawiyatan Wanito
Wanito Susilo
B. Pergerakan Keagamaan  Wanito Hadi

• Muhammadiyah
• Nahdatul Ulama (NU)
Perguruan Nasional Taman
Siswa
Fungsi
Taman Siswa

Tujuan
Pendidikan

Struktur
Organisasi
Persekolahan

Isi Peranan
Pendidikan Guru dan
Murid Pengaruh Ki Hajar Dewantara dalam
Perkembangan Pendidikan Nasional
Metode
Pendidikan
Fungsi Taman Siswa
- Badan perjuangan yang berjiwa nasional dan

1
pembangunan masyarakat dan kebudayaan
- Untuk mewujudkan sistem pendidikan dan pengajaran
nasional

Tujuan Pendidikan
Fungsi Taman Siswa

Bertujuan untuk membangun kehidupan individual dan sosial

2
Struktur Organisasi
Persekolahan
3 1.
2.
3.
Taman Indria: anak 5 atau 6 tahun
Taman Anak: anak 6 atau 7 tahun sampai 9 atau 10 tahun
Taman Muda: anak 10 atau 11 tahun sampai 12 atau 13
tahun
4. Taman Dewasa: anak 13 atau 14 tahun sampai 16 atau 17
tahun
5. Taman Madya: anak berusia 17 atau 18 tahun sampai 20
atau 21 tahun
6. Taman Sarjana: anak berusia 21 tahun atau 22 tahun sampai
26 atau 27 tahun
7. Taman Guru: taman guru Indria, taman guru B I, taman guru
B II, taman guru B III
8. Taman Karya: mempersiapkan tenaga kerja yang dibutuhkan
masyarakat (pendidikan menengah kejuruan)
Isi Pendidikan
Kebudayaan yang dapat memelihara dan
4 memajukan serta mempertinggi dan
meyempurnakan pertumbuhan jiwa raga
anak sesuai dengan garis kodrat alam.

Metode Pendidikan

5 1. Sistem Among: mengganti sistem pendidikan lama


yang menggunakan perintah, paksaan, dan hukuman
2. Penciptaan kehidupan penyelenggaraan taman siswa
yang memudahkan pemahaman, penghayatan dan
pengamalan cita-cita dalam praktek pendidikan
Peranan Guru dan Murid
6 1. Mengenali kodrat-iradatnya anak dengan tidak melupakan
segala keadaan yang mengelilinginya
2. Memberi tuntunan dan menyokong anak pada pertumbuhan
dan perkembangan
3. Melenyapkan rintangan pertumbuhan dan perkembangan
karena kodrat-iradat anak
4. Mendekatkan anak kepada alam dan masyarakat

Tiga macam posisi guru dalam menjalankan perannya:


1. Tut wuri handayani
2. Ing ngarso sung tulodo
3. Ing madya mangun karso

7 Pengaruh Ki Hajar Dewantara dalam


Perkembangan Pendidikan Nasional
PENDIDIKAN INS
KAYUTANAM

Pendiri sekolah
Indonesische
Muhammad Nederland School
Syafei (INS) di Kayutanam,
Sumatera Barat pada
tanggal 31 Oktober
1926
Dasar
filosofis

Teori
Pendidikan Pelajar

Guru
Kurikulum yang
Kurikulum dikembangkan
adalah untuk
pendidikan dasar.

1. Bahasa ibu
2. Menggambar
3. Membersihkan sekolah
4. Berkebun
5. Bermain-main
6. Standen
7. Pertandingan
8. Pelatihan keindahan
9. Pendidikan Sosial
Prinsip dan Metode PRINSIP
Pendidikan
METODE PENDIDIKAN
Pelajar GURU

Anak hendaknya menjadi • Peranan guru adalah


subjek(pelaku) bukan sebagai manajer belajar
yang dikenai perlakuan, yang mengupayakan
bagaimana menciptakan
dimana proses
situasi agar menjadi aktif,
pembelajaran adalah
• guru juga harus berperan
bermain sambil belajar sebagai faslitator
dan belajar ketika sedang • Guru wajib memahami isi
bermain. mata-mata pembelajaran
PENGARUH MUHAMMAD SYAFEI
DALAM PERKEMBANGAN
PENDIDIKAN NASIONAL

Semangat prinsip sekolah kerja yang


berorientasi pada pendidikan alam sekitar,
dalam batas tertentu coba diterapkan
dalam bentuk Cara Belajar siswa Aktif
(CBSA), Pendidikan Sistem Ganda (PSG),
sistem belajar dengan modul