Anda di halaman 1dari 35

Case II

Periappendicular
Infiltrate (PAI)
Pendahuluan

Appendisitis  akut abdomen

Pada semua usia, L = P

PAI  Massa yang terbentuk oleh karena


omentum dan peritoneum yang menutupi
appendiks yang meradang
Laporan Kasus
Anamnesis dan pemeriksaan fisik di
Ruang Medical IGD RS Karitas tanggal
2/10/18

Identitas

57030 Tn. ARB 44 tahun Petani Kodi


Anamnesis

Keluhan utama

Nyeri perut kanan bawah ± 2


minggu yang lalu
• RPS : nyeri dirasakan menetap,
awalnya nyeri dirasa di ulu hati, namun
menjalar dan menetap di perut kanan
bawah. Selain nyeri os juga merasakan
muncul benjolan pada perut kanan
bawah yang muncul beberapa hari
kemudian setelah nyeri perut kanan
bawah muncul. Demam (+) naik turun.
Mual/muntah 2x. Os juga mengalami
penurunan nafsu makan. BAK (+)
seperti biasa dan BAB (+) namun tidak
lancar 2-3 hari sekali
• RPD : (-)
• R. Pengobatan : pasien rujukan dari PKM
Bondo Kodi dengan diagnosis susp. HIL
dd app  belum diberi pengobatan
Pemeriksaan Fisik
Bentuk normal, rambut tidak
mudah dicabut,
KU : tampak sakit sedang warna : hitam
Kesadaran : CM
TTV
TD : 120/80 mmHg Sianosis (-),ikterik(-),pucat (-),
N : 88 x/m kulit turgor kembali cepat
S : 37,9 C
RR : 18x/m
SpO2 : 99% CA (-/-), SI (-/-), pupil bulat-
isokor,
RCL dan RCTL (+/+), mata
cekung (-/-)

Napas cuping hidung (-/-),


deviasi septum (-), sekret (-/-),
epistaksis (-/-)

7
Mukosa lembab, pucat(-),
sianosis (-), plak putih
(-), lidah kering (-)

•I : Pengembangan dada simetris, retraksi intercostal (-), sela iga


dalam batas normal
•P: Vocal Fremitus D=S normal, nyeri tekan (-) pada kedua dinding
dada, sela iga dalam batas normal
•P : sonor di seluruh lapangan paru
•A: vesikuler +/+. Rh -/-, wh -/-

S1s2 tunggal, regular, Murmur (-), Gallop (-)

8
I: Kesan datar, venektasi (-)
A: Bising Usus (+) 20x/ menit, bruit (-)
P: nyeri tekan regio kanan bawah, teraba massa padat regio
kanan bawah ukuran 20 x 15 cm, kenyal, permukaan rata,
mobile, nyeri tekan (+), rovsign sign (+), blumberg sign (+),
obturator sign (+), psoas sign (+)
P: Timpani di kesembilan kuadran, nyeri ketok CVA (-/-)

Gambar

•Akral hangat
•Edema (-)
•Sianosis (-)
•CRT < 3 detik

9
Laboratorium
Laboratorium Hasil Interpretasi
Pemeriksaan
HGB (gr/dl) 10,8 Anemia
RBC (106 /mm3) 4,47 Rendah
HCT (%) 33,28 Rendah
Jumlah leukosit 17.330 leukositosis
(103/ul) 1.05 % Dalam batas
Lymph (%) 87,1 % normal
Granulosit (%) 260 Granulositosis
Trombosit (103/ul) Dalam batas
normal
Alvarado score
• Alvarado Skor :
– Migrating Pain 1
– Anorexia 1
– Nausea/Vomiting 1
– Tenderness 2
– Elevated Temp 1
– Rebound Pain 1
– Leukositosis 2
– Shift to the Left 1
Total skor 10
Assesment
• Periappendicular Infiltrate

Penatalaksanaan
• IVFD RL 20 tpm makro
• Ceftriaxon 2 x 1 g IV
• Metronidazole 3 x 500 mg IV
• Ketorolac 3 x 10 mg IV
3/10/18 4/10/18 5/10/18

S Nyeri perut kanan bawah (+) Nyeri berkurang nyeri (-)

O KU/kes : sakit ringan/CM KU/kes : sakit ringan/CM KU/kes : sakit ringan/CM


TD : 120/70 mmHg TD : 110/70 mmHg TD : 120/80 mmHg
N : 80x/m N : 70x/m N : 61x/m
RR : 20x/m RR : 18x/m RR : 20x/m
S : 37,6 C S : 36,6 C S : 37 C

Abdomen : nyeri tekan regio Abdomen : nyeri tekan Abdomen : nyeri tekan
kanan bawah, teraba massa regio kanan bawah, teraba regio kanan bawah, teraba
padat regio kanan bawah massa padat regio kanan massa padat regio kanan
ukuran 20 x 15 cm, kenyal, bawah ukuran 20 x 15 cm, bawah ukuran 20 x 15 cm,
permukaan rata, mobile, nyeri kenyal, permukaan rata, kenyal, permukaan rata,
tekan (+) mobile, nyeri tekan (+) mobile, nyeri tekan (+)

A PAI dd tumor intraabdomen PAI dd tumor intraabdomen PAI dd tumor intraabdomen

P - IVFD RL 20 tpm makro -IVFD RL 20 tpm makro - aff infus


-Cetriaxon 2 x 1 g IV (H2) -Cetriaxon 2 x 1 g IV (H3) -BPL
-Metronidazole 3 x 500 mg IV -Metronidazole 3 x 500 mg - ciprofloaxin 3 x 500 mg tab
(H2) IV (H3) -Metronidazole 3 x 500 mg
-Ketorolac 3 x 10 mg IV -Ketorolac 3 x 10 mg IV tab
-Diet lunak -Diet lunak -Asam mefenamat 3 x 500
mg tab
TINJAUAN PUSTAKA
• Anatomi
• Histologi
DEFINISI
• PAI  Massa appendix yang
timbul akibat upaya
pertahanan tubuh dalam
membatasi proses
peradangan appedix
(appendicitis) dengan
menutup appendix dengan
omentum, usus halus dan
adneksa serta terjadi dalam
24-48 jam pertama
ETIOLOGI
PATOMEKANISME
Obstruksi Bendungan
Appendik mukus
s

Infeksi + Distensi dinding


APPENDISITIS gangguan appendiks +
vaskularisasi Ulserasi

Mekanisme Omentum +
pertahanan Usus
mengelilingi
PAI
tubuh
appendiks
DIAGNOSIS

Pemeriksaan Pemeriksaan
Anamnesis
fisis penunjang
• Appendisitis infiltrat didahului oleh
keluhan appendisitis akut yang
kemudian disertai adanya massa
periapendikular.
• Apendisitis akut sering tampil
dengan gejala khas yang didasari
oleh radang mendadak apendiks
yang memberikan tanda setempat,
disertai maupun tidak disertai
rangsang peritoneum lokal.
ANAMNESIS

Nyeri Mual
Anorexia Demam
perut muntah
PEMERIKSAAN FISIK

Inspeksi

Palpasi

Perkusi

Auskultasi
Inspeksi
• Tidak ditemukan gambaran spesifik
• Penonjolan perut kanan bawah dapat di temukan

Palpasi
• Nyeri tekan perut kanan bawah
• Nyeri tekan lepas (blumberg sign)
• Tanda Rovsing
• Teraba Massa periapendicular
Perkusi
 tidak ada yang spesifik

Auskultasi
• Peristaltik usus normal
Psoas sign

1. Aktif
2. Pasif
Obturator sign
Scoring
PEMERIKSAAN PENUNJANG

• Laboratorium
– DL
– Urin Lengkap  singkirkan ISK

• Radiologi
– USG abdomen
PENATALAKSANAAN
• UTAMA  KONSERVATIF !!!
Ochsner-Sherren Regimen (6F) :
• Fowler Posistion (semi)
• Fluids by mouth atau intravena
• Four hourly atau lebih sering, observasi nadi dan 2x
sehari ukur suhu
• Feel, palpasi massa apakah mngecil atau makin
membesar
• Fungi : antibiotik
• Forbidden analgetik
PROGNOSIS
• Dubia ad bonam