Anda di halaman 1dari 7

Nama kelompok

ADE SUSANTO
ASMAWATI WIDYA LESTARI
RENDRA
TRI WAHYUDI SAPUTRA
Selai merupakan makanan berbentuk pasta yang
diperoleh dari pemasakan bubur buah, gula dan dapat
ditambahkan asam serta bahan pengental. Proporsinya
adalah 45% dari berat buah dan 55% bagian berat gula.
Campuran yang dihasilkan kemudian dikentalkan
sehingga hasil akhirnya mengandung total padatan
terlarut minimum 65% (Fachruddin, 1997).

Pembuatan selai yang dikenal saat ini umumnya berasal dari


buahbuahan, namun hasil perikanan juga dapat dijadikan bahan baku
dalam pembuatan selai, salah satunya adalah rumput laut. Sifat dari
rumput laut dalam pembuatan selai adalah kemampuan membentuk
gel karena mengandung keraginan yang merupakan zat hidrokoloid
(Anggadiredjaet al., 2006).
Rumput laut merupakan tumbuhan tingkat rendah berupa thallus
(batang) yang bercabangcabang, dapat hidup di laut dan tambak dengan
kedalaman yang masih dapat dijangkau oleh cahaya matahari. Rumput
lauttermasuk kelompok tumbuhan algae yang berukuran besar yang
dapatterlihat dengan mata biasa tanpa alat pembesar dan bersifat bentik
atautumbuh melekat pada suatu substrat di perairan laut(Atmadja 2009
dalamSulistijowati, 2009).

Rumput laut yang digunakan pada pembuatan selai rumput laut ini
yaitu jenis Eucheuma cottonii. Yang memiliki komposisi kimia sbb:
Zat gizi jumlah Zat gizi jumlah
Kadar abu (%) 29,97 Serat pangan tidak laurt air (%) 55,05
Kadar protein (%) 5,91 Serat pangan laut air (%) 23,89
Kadar lemak (%) 0,28 Serat pangan total (%) 78,94
Kadar karbohidrat (%) 63,84 Iodium (%) 282,93
Cara pembuatan selai
rumput laut:
1) Menyiapkan bahan baku:
• Rumput laut kering (kadar air 32%) direndam dengan air dingin selama 48 jam
• Lakukan penggantian air perendaman setiap 24 jam
• Perendaman dianggap cukup jika thallus rumput laut sudah mengembang, lunak dan
dapat dipotong dengan jari tangan

2) Pelumatan bahan baku;


• Timbang sebanyak 200gr dan masukkan ke dalam blender
• Blender dengan kecepatan sedang, kemudian lanjutkan dengan kecepatan tinggi hingga
hancuran rumput laut benar-benar halus.
3) Memasak;
• Tuangkan lumatan rumput laut ke dalam wadah pemasakan
• Tambahkan gula pasir sebanyak 300gr (150% dari berat rumput laut), aduk hingga rata
dan tambahkan air secukupnya dan dipanaskan hingga mendidih
• Tambahkan asam sitrat 2gr dan garam 0,5gr
• Tambahkan gum arab (penstabil) 0,5gr yang sebelumnya sudah dilarutkan dalam air
dingin
• Matikan api kompor, tambahkan pewarna
• Biarkan hingga dingin
4) Pengemasan dalam botol.
• Pengemasan selai rumput laut dapat dilakukan dengan menggunakan botol jam,
gelas dengan penutup plastik ataupun wadah mangkok plastik tergantung
tersedianya bahan kemasan. Pengemasan harus dilakukan secara aseptis sehingga
selai dapat awet selama penyimpanan. Wadah pengemasan botol jam lebih disukai
karena selain tidak bereaksi dengan bahan yang dikemas, juga dapat ditutup
kembali dengan baik setelah botol dibuka karena biasanya selai tidak langsung
habis dalam sekali pakai.
Langkah pengemasan dengan botol jam;
1) Cara 1:
Botol selai setelah dicuci direbus pada suhu 100⁰C selama 30 menit (sterilisasi)
Lakukan pengisian selai (pastikan botol dalam keadaan kering), pengisian harus
menyisakan ruang kosong 10% dari wadah sebagai head space.
Tutup botol dengan baik.
2) Cara 2:
Lakukan pengisian selai ke dalam botol jam kemudian tutup (pengisian harus
menyisakan ruang kosong 10% dari wadah sebagai head space).
Botol jam dipasteurisasi pada suhu 82⁰C selama 30 menit