Anda di halaman 1dari 30

KIMIA UNSUR

ALK ALI TANAH


ANGGOTA KELOMPOK 5 :
1. ALPYH ZAHROH (3315160776)
2. DINI FITRIA (3315161737)
3. RIZKAHANA SYEHFIA (3315160639)

Pendidikan Kimia A 2016


SIFAT UMUM
Semua unsur alkali tanah berbentuk Be Logam alkali tanah dapat bereaksi dengan
kristal pada suhu kamar. air, halogen, gas oksigen, gas hidrogen.

Mg

Kristal alkali tanah tekstur yang lebih Atom pada logam alkali tanah akan cenderung
keras dan massa jenis yang lebih tinggi Ca
melepaskan electron untuk membentuk ion
daripada logam alkali bermuatan +2 dan memiliki elektron valensi ns2
Sr

Logam alkali tanah merupakan penghantar Logam alkali tanah juga memberikan warna nyala
listrik dan panas yang baik.
Ba khas yang berbeda pada tiap unsur.

Ra
Titik leleh dan titik didih unsur-unsur golongan Titik didih dan titik leleh logam alkali tanah lebih
alkali tanah tidak berubah secara teratur. tinggi daripada logam alkali
SIFATKEPERIODIKANUNSURALKALITANAH 4Be
Jari-jari atom semakin meningkat
Keelektronegatifan semakin menurun 12 Mg
Energi ionisasinya semakin menurun
Nilai potensial reduksinya makin negatif
Reduktor semakin meningkat
20 Ca
Sifat logam semakin meningkat
Kereaktifan logam semakin meningkat
38 Sr
Sifat basa semakin meningkat
Struktur kristalnya semakin keras

56 Ba
KARAKTERISTIK SIFAT FISIK-KIMIA LOGAM
ALKALI TANAH
Nama Unsur
Berilium Magnesium Kalsium Stronsiu Barium Radium
(Lambang
(Be) (Mg) (Ca) m (Sr) (Ba) (Ra)
Unsur )

Nomor atom 4 12 20 38 56 88

Konfigurasi
[He] 2s2 [Ne] 3s2 [Ar] 4s2 [Kr] 5s2 [Xe] 6s2 [Rn] 7s2
elektron

Wujud logam
Padatan Padatan Padatan Padatan Padatan Padatan
saat T=250C

Warna Uji Merah Merah Merah


Putih Putih Hijau
Nyala Api bata lembayung lembayung
Beriliu Magnesiu Stronsiu
Nama Unsur Kalsium Barium Radium
m m m
Titik leleh (oC) 1.227 650 839 769 725 700
Titik didih (oC) 2.770 1.107 1.440 1.380 1.640 1737

Jari-jari atom (pm) 112 160 197 215 222 -


Energi ionisasi
900 740 590 550 502 509
pertama (kJ/mol)
Energi ionisasi
1.800 1.450 1.150 1.060 970 980
kedua (kJ/mol)
Keelektronegatifan 1,57 1,31 1,00 0,95 0,9 0.9
Potensial elektrode
(volt) -1,85 -2,37 -2,87 -2,89 -2,90 -2,92
M2+ + 2eˉ M

Massa jenis (g/cm3) 1,85 1,74 1,55 2,6 3,5 5,0


Reaksi Dengan Air M(s) + 2H 2 O  M(OH)2 + H 2 (g)

Reaksi Dengan Udara 2M(s) + O 2(g)  2MO(s)


3M(s) + N 2 (g)  M3N2(s)

Reaksi Dengan Halogen M(s) + X2(g)  MX2(s)

Reaksi Dengan Asam Kuat M(s) + 2HCl(aq)  MCl2(aq) + H 2 (g)


BERILIUM ( BE )
Reaksi Dengan Air Berilium tidak bereaksi dengan air maupun uap air meskipun dalam suhu tinggi

Reaksi Dengan Oksigen Berilium tidak bereaksi dengan oksigen pada suhu kamar

Berilium dapat bereaksi dengan nitrogen membentuk nitrida. Berikut adalah


Reaksi Dengan Nitrogen reaksinya:
3Be(s) + O2(g) → Be3N2(s)

Reaksi Dengan Halogen Berilium bereaksi dengan halogen membentuk senyawahalida. Berikut adalah
reaksinya:
Be(s) + X2(g)→ BeX2(s) Berilium

Reaksi Dengan Asam Be (s)+ HCl (aq)→ BeCl2 (aq)+ H2 (g)

Hanya Be sebagai logam amphoter yaitu:


Reaksi Dengan Basa Be (s)+ NaOH (aq)→ Na2BeO2 (aq)+ H2 (g)
MAGNESIUM ( Mg)

Reaksi Dengan Air Mg (s) + 2 H2O (g) → Mg(OH)2 (s) + H2O(g)

Reaksi Dengan Oksigen 2Mg (s) + O2 (g) → MgO (s)

Reaksi Dengan Nitrogen 3Mg (s) + N2 (g) → Mg3N2 (s)

Reaksi Dengan Halogen Mg (s) + Cl2 (g) → MgCl2 (s)

Reaksi Dengan Asam Mg (s) + 2H+ (aq) → Mg2+ (aq) + H2(g)


KALSIUM ( Ca)
Reaksi Dengan Air Ca(s) + 2H2O(l) → Ca(OH)2(aq) + H2(g)

Ca(s)+ O2(g)→ CaO2(s)


Reaksi Dengan Oksigen 4Ca(s) + ½ O2(g) + N2 (g) → CaO(s) + Ca3N2(s)

Reaksi Dengan Nitrogen 3Ca(s) + N2(g) → Ca3N2(s)

Reaksi Dengan Halogen Ca(s) + Cl2(g) → CaCl2(s)

Reaksi Dengan Asam Ca (s)+ HBr(aq)→ CaBr2(aq)+ H2 (g)


STRONSIUM ( SR )
Reaksi Dengan Air Sr(s) + 2H2O(l) → Sr(OH)2(s) + H2(g)

2Sr(s) + O2(g) → 2SrO(s) (oksida)


Reaksi Dengan Oksigen Sr(s) + O2(g) → SrO2(s) (superoksida)

Reaksi Dengan Nitrogen 3Sr (s) + N2(g) → Sr3N2(s)

Reaksi Dengan Halogen Sr(s) + X2(g) → SrX2(s)

Reaksi Dengan Hidrogen Sr(s) + H2(g) → SrH2s)


BARIUM ( Ba )
Reaksi Dengan Air Terbentuk senyawa hidroksida : Ba(s) + 2H2O(l) → Ba(OH)2(s) + H2(g)

Reaksi Dengan Oksigen Ba(s) + O2(g) → BaO2(s)

Reaksi Dengan Nitrogen Terbentuk senyawa nitrida : 3Ba(s) + N2(g) → Ba3N2(s)

Reaksi Dengan Halogen Terbentuk senyawa halida : Ba(s) + Cl2(g) → BaCl2(s)

Reaksi Dengan Hidrogen Terbentuk senyawa Hidrida : Ba(s) + H2(g) → BaH2(s)s)


RADIUM ( Ra )
Reaksi Dengan Air Terbentuk senyawa hidroksida : Ra(s) + 2H2O(l) → Ra(OH)2(s) + H2(g)

Reaksi Dengan Oksigen Ra(s) + O2(g) → RaO2(s)

Reaksi Dengan Nitrogen Terbentuk senyawa nitrida : 3Ra(s) + N2(g) → Ra3N2(s)

Reaksi Dengan Halogen Terbentuk senyawa halida : Ra(s) + Cl2(g) → RaCl2(s)

Reaksi Dengan Hidrogen Terbentuk senyawa Hidrida : Ra(s) + H2(g) → RaH2(s))


4 Be BERILIUM

CARA MENDAPATKAN BERILIUM


Berilium dapat diperoleh melalui proses
Reduksi garam BeF2 : Metode Elektrolisis :

REAKSI : REAKSI :
BeF2(l) + Mg(l) → MgF2(l) + Be(s)
Katoda : Be2+ + 2e- → Be
Anoda : 2Cl- → Cl2 + 2e-
12 Mg
MAGNESIUM
CARA MENDAPATKAN MAGNESIUM
Magnesium dapat diperoleh melalui proses Down:

Mula mula air laut dicampur dengan kapur(CaO), sehingga magnesium mengendap sebagai magnesium hidroksida → Untuk
menghasilkan 0H-

Ket : CaO dibuat dari batu kapur (CaCO melalui pemanasan)


3

Endapan magnesium hidroksida yang terbentuk kemudian disaring, dan direaksikan dengan asam klorida pekat.

Larutan diuapkan untuk mendapat lelehan

Elektrolisis lelehan magnesium klorida


REAKSI :
1. Mg2+(aq) + H2O(l) + CaO(s) → Mg(OH)2(s) + Ca2+(aq)
2. Mg(OH)2(s) + 2 HCl(aq) → MgCl2(aq) + 2H2O(l)
Larutan diuapkan, sehingga dihasilkan lelehan MgCl 2 MgCl 2(l) Mg 2+ (l) + 2Cl - (l)
3. Katode : Mg2+(l) + 2 e– → Mg(l)
4.Anode : 2 Cl–(l) → Cl2(g) + 2e–
20 Ca
KALSIUM
Selain itu, juga ada metode REDUKSI CaO oleh
Al atau Na dalam vakum dengan suhu 1000 0 C

REAKSI :
1. 6CaO(s) + 2Al(l)  3Ca(g) + Al2O3(s)

2. CaCl2 + 2 Na → Ca + 2NaCl
CARA MENDAPATKAN KALSIUM
Kalsium dapat diperoleh melalui proses
Elektrolisis CaCl2:
REAKSI :
1. CaCO3(s) + 2HCl(aq)  CaCl2(l) + H2O + O2
SETELAH MENDAPAT CaCl 2 , masuk ke elektrolisis :
3. Katode : Ca2+(l) + 2 e– → Ca(l)
4. Anode : 2 Cl– → Cl2(g) + 2e–
38 Sr
STRONSIUM

CARA MENDAPATKAN STRONSIUM


Kalsium dapat diperoleh melalui proses
Elektrolisis larutan SrCl2 dengan KCl :

REAKSI :
Katoda : Sr2+(l) + 2e  Sr(l) Anode :
Cl-(aq)  Cl2(g) + 2e
56 Ba
BARIUM

CARA MENDAPATKAN BARIUM Metode Reduksi Ba oleh Al :

Kalsium dapat diperoleh melalui proses Elektrolisis REAKSI :


lelehan BaCl2 yang didapat dari Barit: 6BaO + 2Al → 3Ba + Ba3Al2O6
.
REAKSI :
Katoda : Ba2+(l) + 2e  Sr(l)
Anode : Cl-(aq)  Cl2(g) + 2e
88 Ra
RADIUM

CARA MENDAPATKAN BARIUM

Metode Elektrolisis lelehan RaCl2 :

REAKSI :
Katode: Ra2+(l) + 2e- → Ra(l)
Anode: 2Cl-(l) → Cl2(g) + 2e-
KELIMPAHAN UNSUR

Berilium Magnesium Kalsium Strontium Barium Radium

Ca
Be Sr Ra
Kerak bumi : 5
terbanyak Kerak bumi : terbentuk dari
Kerak bumi :
(3,9%) 0,03% peluruhan
hampir tidak ada
Alam : [CaCO3], [CaPO4], Alam : [SrSO4] Ba uranium dan
Alam : Mg [CaSO4], dan [CaF]. dan Strontianit thorium
[Be3Al2(SiO6)3]
dan [Al2BeO4] Kerak bumi :
Kerak bumi : 7 terbanyak 0,04%
(1,9%) Alam : [BaSO4]
Alam : [MgCl2], [MgCO3], dan [BaCO3]
[MgCa(CO3)2], dan
[MgSO4.7H2O]
KEGUNAAN UNSUR
Berilium

01 02 03 04

Digunakan sebagai agen Digunakan dalam Digunakan bersama Digunakan untuk


aloy di dalam industri angkasa- pemindaian sinar-X pembuatan litar
pembuatan tembaga antariksa dan untuk menepis cahaya bersepadu
berilium (Be dapat pertahanan sebagai tampak dan mikroskopik
menyerap panas yang bahan penstrukturan memperbolehkan hanya
banyak). ringan dalam pesawat sinaran X yang
berkecepatan tinggi, terdeteksi.
peluru berpandu, kapal
terbang, dan satelit
komunikasi.
Berilium

05 06 07 08

Digunakan dalam reaktor Digunakan dalam Digunakan sebagai Digunakan dalam


nuklir sebagai pemantul pembuatan giroskop, perintang listrik lampu floresen
neutron dan moderator. berbagai alat komputer,
pegas jam tangan dan
peralatan yang memerlukan
keringanan, ketegaran dan
kestabilan dimensi
Magnesium

Logam campur

Kembang api dan lampu blitz

Melapisi tanur dan pembakaran semen Mg

Obat maag

Menghapus belerang dari besi dan baja


Magnesium

Memperbaiki titanium dalam proses Kroll

Photoengrave piring

Pesawat dan peluru konstruksi Mg

Grignard reagen

Grafis nodular besi cor


Kalsium
Saraf, Peredaran Penyusutan tulang,
darah, otot mineralisasi gigi

Osteoporosis, penyakit Kram, sakit pinggang, wasir,


jantung, kanker usus reumatik, haid, menopause

Ca

Tekanan darah, tingkat keasaman darah, Kering pada kulit, kencing


keseimbangan cairan tubuh manis
Strontium

Pasta gigi
Kembang Api Lapisan keramik

Penyembuhan
Alat-alat optik
osteoporosis
Barium Barium Karbonat
Racun tikus, pembuatan batu
bata, pembuatan kaca

Barit

Industri minyak bumi dan


pembuatan karet Barium Oksida

Melapisi elektroda pada lampu


fluoresensi
Radium

Brachyteraphy Penangkal petir

Ra
Hasil Riset Untuk
Unsur Alkali Tanah
Unit desalinasi yang terletak dipinggiran PLTU
(Pembangkit Listrik Tenaga Uap) merupakan unit proses
untuk menghilangkan kadar garam berlebih dalam air
laut hingga mendapatkan air yang dapat dikonsumsi.
Dalam proses desalinasi hanya 40% air laut yang
dapat diubah menjadi air bersih sedangkan 60 % brine
water (air asin) dikembalikan ke laut sebagai limbah.
Hasil analisa komposisi dan konsentrasi air laut
dan brine water hasil desalinasi air laut berturut-turut
adalah (Na+) 16.200 mg/L, 27.054 mg/L; (Cl-) 31.800
mg/L,53.106 mg/L. (Mg2+) 5.395 mg/L,9.010 mg/L;
(Ca2+)1.205 mg/L, 2.012 mg/L; (SO42-) 2.600 mg/L,4.342
mg/L; (K+)396 mg/L, 661 mg/L.
Berdasarkan hasil riset menunjukan bahwa
pembuatan Mg/Al HTlc dari brine water diharapkan
dapat sebagai salah satu solusi untuk mengatasi dan
masalah lingkungan perairan khususnya limbah cair
industri tekstil.

Anda mungkin juga menyukai